Universitas Muhammadiyah Metro: E-Journals
Not a member yet
881 research outputs found
Sort by
Pengelolaan Sumber Daya Panas Bumi Oleh Pemerintah Sebagai Pengembangan Energi Alternatif SDGS Tujuan Ke 7
Panas bumi adalah energi yang berasal dari dalam bumi sebagai sumber energi yang terbarukan dan bersih. Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki sumber daya panas bumi yang dapat diubah menajadi energi yang alternatif sebagai pengganti bahan bakar fosil. Tujuan dari tulisan ini yaitu untuk mengetahui bagaimana pengelolaan sumber daya panas bumi oleh pemerintah dalam mendukung tujuan SDGs ke-7, yakni energi bersih dan terjangkau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi normatif dengan pendekatan perundang-undangan yang mengatur pengelolan energi panas bumi di Indonesia. Pengumpulan data menggunakan studi literatur dari junal yang digunakan sebagai referensi. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengelolaan sember daya panas bumi masih perlu diperkuat meskipun adanya regulasi hukum agar energi panas bumi dapat optimal sebagai energi panas bumi yang terbarukan
Optimalisasi Potensi UMKM Bandeng "ICHAKU" melalui Pendampingan Keuangan, Diversifikasi Produk, dan Branding untuk SDG's 8
UMKM yang produktif dapat memiliki potensi yang besar untuk maju, terutama jika dikelola dengan baik. Tujuan: Dalam program Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) ini untuk memberdayakan UMKM Bandeng “ICHAKU†dalam meningkatkan manajemen keuangan, diversifikasi produk, dan branding pada packaging. Sesuai dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainability Development Goals/SDGs) No. 8 atau "Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi", yang bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, inklusif, dan berkelanjutan, serta menciptakan pekerjaan layak dan produktif untuk semua. Permasalahan utama yang dihadapi UMKM ini adalah kurangnya pemahaman dalam menghitung HPP dan pencatatan keuangan, keterbatasan dalam memperluas lini produknya dengan menambahkan varian baru, serta belum adanya box packaging yang berdampak pada daya saing usaha. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, program ini dilakukan melalui metode observasi, pelatihan dan pendampingan, serta pemberian box packaging. Metode pelaksanaan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi oleh Tim Abdimas. Hasil dari program ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dalam perhitungan HPP dan pencatatan keuangan yang lebih terstruktur, adanya pemahaman dalam diversifikasi produk, serta tersedianya box packaging yang lebih menarik dan fungsional yang dapat meningkatkan daya saing. Dampak dari program Abdimas ini terlihat dari meningkatnya kepercayaan konsumen terhadap produk UMKM Bandeng “ICHAKUâ€, terbukanya peluang pasar yang lebih luas, serta meningkatnya motivasi pelaku usaha dalam mengelola bisnis secara lebih profesional. Selain itu, UMKM Bandeng “ICHAKU†juga mulai menunjukkan kesiapan untuk bersaing di pasar lokal maupun digital. Secara keseluruhan, kegiatan ini berkontribusi nyata dalam penguatan kapasitas ekonomi lokal yang sejalan dengan upaya pencapaian SDG's No. 8
ANALISIS KERUSAKAN UNIVERSAL SHAFT DAN SPINDLE SUPPORT STAND ROLLING MILL AKIBAT VIBRASI
Reinforcing steel and concrete are components commonly used in construction projects for multi-storey buildings, bridges, houses and so on. Reinforcing steel can be made using a rolling or rolling process. In the rolling process, high vibration often occurs, especially in the finishing mill area which works at a speed of 18-21 m/s with a motor rotation of 1000 – 1300 rpm. Damage occurred to the spindle support, stand and missroll (rolling process failure). The expected RMS value of vibration speed is <20mm/s. This research aims to identify the damage that occurs and reduce or dampen the vibrations that occur. The research results show that after 3 (three) repairs were carried out, the first repair was replacing the Universal Joint Shaft, as well as changing the cross joint type to the SWC type and changing the spline design, the second repair was replacing the liner using Shore A95 polyurethane material, the third repair was replacing the ring. Chock Spindle uses shore A 90 polyurethane material. The RMS value of vibration speed can be reduced to between 19.1 – 26.3 mm/s. The main factor that arises from high vibrations is mechanical looseness due to lack of lubrication in machine parts which rub continuously while the machine is rotating
Analisis variasi fraksi volume serat pelepah nipah material filler pada komposit papan partikel semen serat pelepah nipah-cangkang kerang kepah
Papan partikel semen merupakan material komposit yang terbuat dari kombinasi partikel lignoselulosa dan semen Portland sebagai bahan pengikat. Partikel lignoselulosa pada penelitian ini menggunakan serat pelepah nipah dan serbuk cangkang kerang berfungsi sebagai pengisi (filler) sedangkan semen Portland berperan sebagai matriks pengikat yang meningkatkan kekuatan mekanik dan ketahanan terhadap faktor lingkungan. Komposisi fraksi volume serat pelepah nipah yang digunakan yakni sebesar 30% wt, 40% wt, dan 50% wt dengan komposisi serbuk cangkang kerang kepah sebesar 20% wt. Spesimen komposit papan partikel semen ini dibuat menggunakan metode compression molding dengan beban penekanan sebesar 3 ton dan dilakukan pengujian fisik dan mekanik untuk mengetahui karakteristik komposit partikel semen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi fraksi volume serat pelepah nipah akan menurunkan nilai densitas, meningkatkan kadar air, meningkatkan kemampuan absorbsi air, serta menurunkan nilai kekuatan lentur (modulus of rapture). Hasil pengujian tersebut menunjukkan densitas papan partikel semen telah memenuhi persyaratan sesuai standar ISO 8335, JIS A 5417, namun tidak memenuhi standar SNI 03-105-2006. Nilai kadar air spesimen menunjukkan telah memenuhi persyaratan memenuhi persyaratan sesuai standar ISO 8335, JIS A 5417, dan SNI 03-105-2006. Kekuatan lentur spesimen pada fraksi volume serbuk cangkang kerang 30% wt telah memenuhi standar ISO 8335, JIS A 5417, dan SNI 03-105-2006, namun fraksi volume serat pelepah nipah sebesar 40% wt serta 50% wt hanya memenuhi standar JIS A 5417
ANALYSIS OF THE EFFECT OF TEMPERATURE AND HEATING TIME ON ASTM A572 STEEL AS A MATERIAL FOR MAKING INCINERATOR COMBUSTION CHAMBER ON THE RATE OF CORROSION
Corrosion is the degradation of metal quality caused by a reaction between the environment and the material. Generally, corrosion problems are caused by water. However, there are several factors other than water that influence the corrosion rate, such as temperature. An increase in temperature in a corrosive system will increase the rate of corrosion. This is caused by an increase in the active energy of the particles involved in the corrosion reaction. The aim of this research was to determine the effect of temperature and firing time on the corrosion rate of ASTM A 572 steel material. The research method used was experimental, using ASTM A 572 steel plates measuring 5 cm wide and 7 cm long with a thickness of 5 mm with the heating process used being 3 hours, 5 hours and 7 hours at temperatures of 600oC, 650oC and 700oC. The results of the research on the effect of temperature and firing time on the corrosion rate of ASTM A 572 steel material showed that the lowest average corrosion value was 0,3947 mm/year with a testing time of 3 hours at a temperature of 600oC. Then the highest average corrosion value was obtained, namely 8,0937 mm/year with a testing time of 7 hours at a temperature of 700o
Rancang Bangun Mesin Injection Molding Tipe Vertikal Untuk Pembuatan Produk Tatakan Gelas Dari Limbah Plastik PET
Limbah plastik, khususnya Polyethylene Terephthalate (PET), merupakan salah satu penyumbang terbesar pencemaran lingkungan karena sulit terurai secara alami. Upaya pengolahan limbah plastik melalui teknologi tepat guna menjadi sangat penting untuk mengurangi dampak negatif sekaligus memberikan nilai tambah. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun mesin pencacah plastik yang terintegrasi dengan sistem injection molding tipe vertikal guna menghasilkan produk fungsional berupa tatakan gelas dari limbah PET. Metode penelitian meliputi identifikasi masalah, studi literatur, perancangan desain menggunakan SolidWorks 2021, simulasi struktural untuk mengetahui kekuatan dan faktor keamanan, proses fabrikasi, serta pengujian kinerja mesin. Hasil simulasi menunjukkan bahwa rangka mesin memiliki nilai safety factor sebesar 24 dengan displacement maksimum hanya 0,102 mm, sehingga aman digunakan. Pada tahap pengujian, proses pencacahan mampu menghasilkan serpihan plastik PET berukuran 5–10 mm dengan bentuk relatif seragam, sesuai untuk tahap peleburan berikutnya. Selanjutnya, mesin dapat beroperasi efektif pada suhu barel 290°– 320°C dan suhu cetakan 100°–125°C dengan waktu pemanasan rata-rata 21–23 menit serta waktu suhu tahan molding sekitar 2 menit. Produk tatakan gelas yang dihasilkan sesuai dengan bentuk cetakan / molding. Hasil produk tatakan gelas yang paling baik dihasilkan oleh variasi barrel injector 320°C dan suhu molding 125°C
Performance Test of Water Flow Control System and Nozzle Movement in Fountains Integrated with Automatic Plant Irrigation
The presence of fountains in public areas can create a comfortable atmosphere for everyone. Green spaces can provide ecological and aesthetic benefits, so fountains that combine ecological and aesthetic functions were essential. Based on this, research was conducted to test the performance of the water flow control system and nozzle movement control in a fountain integrated with automatic plant irrigation. Water flow testing was conducted by setting the dimmer at angles of 20°, 25°, 30°, 35°, 40°, 45°, 50°, 55°, 60°, and 65°. Nozzle movement testing was carried out by giving servo motor movement commands at angles of 50° – 130° and gradually adding an angle of 4° for each test. The data collected in the study were water flow and nozzle movement accuracy. Based on the test results, the minimum flow rate recorded was 0.141 l/s at an angle of 20°, the maximum flow rate reached 0.775 l/s at an angle of 65°, while the average flow rate from the tests was 0.490 l/s. The nozzle movement system showed an average accuracy of 98.84%, indicating that the system performs very well. The test results showed that the water discharge control and nozzle movement systems were able to produce controlled water jets, both in terms of flow rate and direction
Investigation of the Influence of Plate Thickness on Orifice Flow Using the Computational Fluid Dynamics Method
Piping systems provide effective fluid distribution and are crucial to industrial operations. Despite their effectiveness, flow control devices like orifice plates can result in significant pressure drop that can lower system efficiency and wear out the system’s mechanical components. This study aims to optimize orifice plate design by examining the effect of plate thickness on flow characteristics using Computational Fluid Dynamics (CFD). Simulations were conducted on orifice plates with thicknesses ranging from 1.5T to 3.0T under Reynolds numbers from 10â´ to 10â¶. Results show that increasing the thickness reduces pressure loss, with the 3T configuration achieving a 1.35% reduction compared to the baseline. Improvements are linked to a higher discharge coefficient (Cd), shorter flow reattachment distance (Xr), smaller recirculation zones, and reduced velocity through the orifice throat. These findings suggest that geometric modifications can enhance flow performance and reduce the risk of mechanical damage in piping systems
PERENCANAAN KEBUTUHAN FASILITAS PEJALAN KAKI PADA AREA PASAR KALIREJO LAMPUNG TENGAH
Kebutuhan akan fasilitas pejalan kaki yang aman dan nyaman dan inklusif menjadi krusial untuk mendukung kegiatan sehari hari dari berbagai lapisan yang menggunakan area tersebut. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan data yang langsung diambil dari lokasi penelitian berupa gambaran secara umum meliputi panjang jalan lebar jalan dan kondisi jalan serta data pejalan kaki, volume kendaraan. Sedangkan untuk merencanakan fasilitas pejalan kaki membutuhkan data-data sepreti volume pejalan kaki dan volume kendaraan lalu lintas serta kecapatan pajalan kaki. Pada area pasar Kalirejo ini didapat volume pejalan kaki cukup tinggi, disetiap segmen memiliki arus pejalan kaki yang berbeda beda dan begitu pula dengan keadaan arus lalu lintas. Hasil dari penelitian didapat yaitu pada segmen A jenis fasilitas penyebrangan menggunakan zebra cross dengan nilai PV² sebesar 1,7 x 10⸠dan fasilitas pejalan kaki menyusuri dengan lebar trotoar 185 cm. Segmen B jenis fasilitas penyebrangan mengunakan zebra cross dengan nilai PV 1,7 x 10⸠dan fasilitas pejalan kaki menyusuri yang digunakan selebar 185 cm. Segmen C fasiitas pejalan kaki menyebrang tidak memenuhi syarat dengan nilai 5,8 x 10ⷠyang dimana nilai PV² tidak mencukupi nilai minimal dan fasilitas pejalan kaki menyusuri dengan lebar 185 cm. Segmen Cc jenis fasilitas penyebrangan yang digunakan pedestrian platform dengan nilai PV² sebesar 6,3 x 10⸠dan lebar fasilitas pejalan kaki menyusuri selebar 185 cm. dan di segmen D jenis fasilitas penyebrangan yang digunakan tidak memenuhi nilai minimal PV² dan lebar fasilitas pejalan kaki menyusuri selebar 185cm
KONSEP PEMIKIRAN TASAWUF IMAM AL JUNAID AL BAGHDADI
Sufisme atau tasawuf merupakan tradisi kebathinan yang dilakukan oleh seorang sufi sejak lama. Tasawuf adalah amalan bathin seorang sufi yang ingin selalu mensucikan dirinya dengan mengadakan hubungan bathin dengan Allah SWT. Dalam ajaran islam tasawuf juga dinamakan thoriqoh. Thoriqoh adalah suatu jalan yang digunakan sebagai wasilah ma’rifat untuk sampai kepada sang pencipta Allah SAW. Namun dari berbagai macam aliran tasawuf jalan thoriqoh yang digunakan oleh seorang sufi antara yang satu dengan yang lainnya tentu tidak sama bahkan ada yang berbeda walaupun pada dasarnya dengan jalan yang berbeda mempunyai tujuan yang sama yaitu mendekatkan diri kepada Allah SAW sang maha pencipta dan pengatur alam semesta. Dalam artikel ini mengungkapkan bagaimana konsep pemikiran tasawuf Imam Junaid al Baghdadi terhadap tiga konsep pemikiran tasawuf atau tri konsep utama yaitu mistsaq (perjanjian), fana (peleburan), dan tauhid (penyatuan). Tiga konsep inilah yang digunakan oleh Imam Junaid Al Baghdadi sebagai jalan thoriqoh dalam ber ma’rifat kepada Allah SWT.Sufism, or Sufism, is a spiritual tradition practiced by Sufis for a long time. Sufism is the inner practice of a Sufi who seeks to purify himself by establishing an inner connection with Allah SWT. In Islamic teachings, Sufism is also called tariqah (tradition). Tariqah is a path used as a means of gaining knowledge (ma'rifat) to reach the Creator, Allah SWT. However, among the various schools of Sufism, the path of tariqah used by Sufis varies from one to another, and some even differ, although essentially, all different paths have the same goal: to draw closer to Allah SWT as the Supreme Creator. This article explains how Imam Junaid al-Baghdadi's Sufi thought relates to three main concepts of Sufism: mistsaq (covenant), fana (fusion), and tauhid (unification). These three concepts were used by Imam Junaid al-Baghdadi as the path of tariqah in gaining knowledge (ma'rifat) of Allah SWT.Sufisme atau tasawuf merupakan tradisi kebathinan yang dilakukan oleh seorang sufi sejak lama. Tasawuf adalah amalan bathin seorang sufi yang ingin selalu mensucikan dirinya dengan mengadakan hubungan bathin dengan Allah SWT. Dalam ajaran islam tasawuf juga dinamakan thoriqoh. Thoriqoh adalah suatu jalan yang digunakan sebagai wasilah ma’rifat untuk sampai  kepada sang pencipta Allah SAW. Namun dari berbagai macam aliran tasawuf jalan thoriqoh yang digunakan oleh seorang sufi antara yang satu dengan yang lainnya tentu tidak sama bahkan ada yang berbeda walaupun pada dasarnya dengan jalan yang berbeda mempunyai tujuan yang sama yaitu mendekatkan diri kepada Allah SAW sang maha pencipta dan pengatur alam semesta.Dalam artikel ini mengungkapan bagaimana konsep pemikiran tasawuf Imam Junaid al Baghdadi terhadap tiga konsep pemikiran tasawuf atau tri konsep utama yaitu mistsaq (perjanjian), fana (peleburan), dan tauhid (penyatuan). Tiga konsep inilah yang digunakan oleh Imam Junaid Al Baghdadi sebagai jalan thoriqoh dalam ber ma’rifat kepada Allah SWT.Kata Kunci: Pemikiran Tasawuf,  Imam Al Junaid Al BaghdadiÂ