Universitas Muhammadiyah Metro: E-Journals
Not a member yet
881 research outputs found
Sort by
Application of QuizWhizzer-based Educational Games to Improve Students' Learning Outcomes on History Lessons
This study examines the implementation of QuizWhizzer-based educational games in history learning for class X.7 at SMA Negeri 2 Metro. The main objective is to improve student learning outcomes through more interactive and engaging methods. Using the Classroom Action Research (CAR) method, this study was conducted in two cycles, involving 36 students. Data were collected through observation, interviews, documentation, and tests. The results show a significant increase in student engagement and learning outcomes. In the initial test, only 22% of students achieved the Minimum Completeness Criteria (KKM). After implementing QuizWhizzer, the completion rate increased to 53% in cycle I and 94% in cycle II. Observations indicated a 30% increase in student engagement and higher learning motivation. This study concludes that the use of QuizWhizzer as a learning medium is effective in enhancing student engagement, motivation, and learning outcomes in history subjects. These findings support the adoption of educational games as an innovative and effective learning strategy
Sultan Hamengkubawana II and The Dutch In The Political Vortex of the Kasultanan Yogyakarta (1808-1811)
The reign of Sultan Hamengkubawana II in 1808-1811 was full of political turmoil from within and outside the palace. The feud with Daendels was a cold war between the Sultan who was stubborn and unwilling to submit to the Company. The Dutch wanted to create a new order for their colony with the changes they made. Yogyakarta, with Sultan Hamengkubawana II refusing, certainly received some pressure which resulted in unprecedented turmoil. This research will focus on the conflict that occurred between the Sultan and the Dutch. In addition, this research also reviews the internal conflicts that occurred in the palace. The internal conflicts that occurred in the palace also had the role of the Dutch. This research chooses the background time between 1808 and 1811. During this period, the Kasultanan Yogyakarta was in turmoil. In no less than three years, there was a colonial leadership that occupied Java and caused changes that had never happened before. Namely by the French-Dutch envoy, Herman Willem Daendels as Governor General of the Dutch East Indies. The analysis of this period is quite important considering that Yogyakarta would experience a new era of governmental order in a relatively short period of time
PELATIHAN PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBANTU WORDWALL
Tujuan kegiatan kepada masyarakat ini adalah untuk  memberikan pelatihan pembuatan media pembelajaran interaktif berbantu berbantu wordwall di Madrasah Aliyah Sabiilul Muttaqien. Kegiatan pengabdian diikuti oleh mitra pengabdian yaitu para guru di MA Sabiilul Muttaqien di Desa Sukaraja Nuban, Kecamatan Batanghari Nuban, Kabupaten Lampung Timur sebanyak 20 peserta.  Metode pelaksanan pengabdian meiputi metode ceramah untuk memamparkan materi oleh tim pengabdi, diskusi dan tanya jawab, praktik pembuatan media interaktif, dan metode angketuntuk mengukur pemahaman peserta pelatihan. Berdasarkan hasil dan pembahasan diperoleh kesimpulan bahwa 95 % peserta pelatihan memiliki pemahaman dan keterampilan pembuatan media pembelajaran interaktif berbantu wordwal
PENGUATAN LITERASI BARU UNTUK MENINGKATKAN CRITICAL THINKING SKILLS WARGA BELAJAR PENDIDIKAN KESETARAAN DI PKBM HARATI
PKBM Harati merupakan salah satu lembaga pendidikan non formal di Kabupaten Kotawaringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah. Lembaga ini menyelenggarakan pendidikan kesetaraan baik Paket A, Paket B, dan Paket C. Masih terdapat sejumlah masalah dalam menyelenggarakan kegiatan pembelajaran. Masalah yang dihadapi warga belajar disebabkan oleh durasi waktu mereka putus sekolah cukup lama sehingga kesulitan untuk mencerna materi pelajaran dan memecahkan soal-soal latihan. Selain itu, warga belajar tidak fokus lagi pada pendidikan. Untuk mengatasi masalah tersebut maka tim pelaksana menawarkan solusi berupa penguatan literasi baru untuk meningkatkan critical thinking skills warga belajar. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan metode pendampingan dan pemberdayaan. Kegiatan terdiri atas tiga tahapan yaitu tahap awal, tahap inti, dan tahap akhir. Materi yang diberikan berupa literasi data, literasi teknologi, dan literasi manusia dengan metode ceramah, praktik, games, dan latihan. Kegiatan ini dilakukan oleh tim lima orang mahasiswa didampingi oleh satu orang dosen pendamping. Hasil dari kegiatan pengabdian ini, warga belajar telah memiliki pemahaman tentang literasi baru dan dapat mengimplementasikannya dalam belajar. Â
Sosialisasi Pengolahan Sampah Organik dengan Menggunakan Maggot BSF (Black Soldier Fly) di RW 01 Kelurahan Hadimulyo Barat, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro
RW 01 Kelurahan Hadimulyo Barat, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro merupakan salah satu RW yang telah melaksanakan program 3R (Reuse, Reduce, Recycle) dalam pengolahan sampah domestik (Rumah Tangga) non-organik. Hasil survei awal diketahui bahwa RW 01 Kelurahan Hadimulyo Barat mengalami kendala dalam hal pengolahan sampah organik. Hingga saat ini hasil dari pemilahan timbulan sampah domestik berupa sampah organik masih ikut dibuang menuju TPAS (Tempat Pembuangan Akhir Sementara) Karang Rejo Kota Metro. Berdasarkan hal tersebut, perlu dilakukan penyuluhan dan sosialisasi mengenai pengolahan sampah organik yang dapat membantu masyarakat khususnya RW 01 Kelurahan Hadimulyo Barat dalam mengolah timbulan sampah organiknya.Permasalahan dalam pengolahan sampah organik yang terdapat di RW 01 Kelurahan Hadimulyo Barat, Kecamatan Metro Pusat dapat diselesaikan dengan menerapakan penggunaan maggot BSF dalam proses pengolahan sampah organik warga. Berdasarkan hal tersebut diatas dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat terkait Sosialisasi Pengolahan Sampah Organik dengan Menggunakan Maggot BSF yang bertujuan untuk: (1) meningkatkan pengetahuan warga tentang pengolahan sampah organik dengan menggunakan maggot BSF, (2) meningkatkan keterampilan warga dalam pembuatan wadah tumpuk maggot BSF serta Biopond, (3) memberdayakan masyarakat untuk mengolah sampah organik agar dapat bernilai ekonomi tinggi.Metode yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini berupa sosialisasi, sharing knowledge dan praktik. Pada tahapan sosialisasi, narasumber menjelaskan mengenai maggot BSF yang meliputi siklus hidup, proses penguraian sampah organik, serta nilai ekonomis dari maggot BSF. Pada tahapan sharing knowledge masyarakat berkonsultasi mengenai jenis sampah organik yang dapat diolah, sedangkan pada tahapan praktik, dilakukan praktik pembuatan wadah tumpuk dan kolam biopond.Kegiatan pengabdian di RW 01 Kelurahan Hadimulyo Barat berlangsung dengan lancar dan memberikan hasil yang baik dan memuaskan. Antusiasme warga dalam sharing knowledge dan praktik menjadi tolak ukur keberhasilan kegiatan ini.RW 01 Kelurahan Hadimulyo Barat, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro merupakan salah satu RW yang telah melaksanakan program 3R (Reuse, Reduce, Recycle) dalam pengolahan sampah domestik (Rumah Tangga) non-organik. Hasil survei awal diketahui bahwa RW 01 Kelurahan Hadimulyo Barat mengalami kendala dalam hal pengolahan sampah organik. Hingga saat ini hasil dari pemilahan timbulan sampah domestik berupa sampah organik masih ikut dibuang menuju TPAS (Tempat Pembuangan Akhir Sementara) Karang Rejo Kota Metro. Berdasarkan hal tersebut, perlu dilakukan penyuluhan dan sosialisasi mengenai pengolahan sampah organik yang dapat membantu masyarakat khususnya RW 01 Kelurahan Hadimulyo Barat dalam mengolah timbulan sampah organiknya.Permasalahan dalam pengolahan sampah organik yang terdapat di RW 01 Kelurahan Hadimulyo Barat, Kecamatan Metro Pusat dapat diselesaikan dengan menerapakan penggunaan maggot BSF dalam proses pengolahan sampah organik warga. Berdasarkan hal tersebut diatas dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat terkait Sosialisasi Pengolahan Sampah Organik dengan Menggunakan Maggot BSF yang bertujuan untuk: (1) meningkatkan pengetahuan warga tentang pengolahan sampah organik dengan menggunakan maggot BSF, (2) meningkatkan keterampilan warga dalam pembuatan wadah tumpuk maggot BSF serta Biopond, (3) memberdayakan masyarakat untuk mengolah sampah organik agar dapat bernilai ekonomi tinggi.Metode yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini berupa sosialisasi, sharing knowledge dan praktik. Pada tahapan sosialisasi, narasumber menjelaskan mengenai maggot BSF yang meliputi siklus hidup, proses penguraian sampah organik, serta nilai ekonomis dari maggot BSF. Pada tahapan sharing knowledge masyarakat berkonsultasi mengenai jenis sampah organik yang dapat diolah, sedangkan pada tahapan praktik, dilakukan praktik pembuatan wadah tumpuk dan kolam biopond.Kegiatan pengabdian di RW 01 Kelurahan Hadimulyo Barat berlangsung dengan lancar dan memberikan hasil yang baik dan memuaskan. Antusiasme warga dalam sharing knowledge dan praktik menjadi tolak ukur keberhasilan kegiatan ini
Empowerment of Processing Butterfly Flower (Clitoria ternatea) as Functional Food in the Tambulampot RW XI Group at Sumorame Candi Sidoarjo
Abstract Telang flowers are one type of tambulampot plant that is widely cultivated. The butterfly pea flower (Clitoria ternatea) is a flower that comes from vines which is also known as the butterfly pea flower, blue flower, or butterfly pea flower. This flower contains compounds that can be used as natural dyes, especially to provide a blue or purple color to food or drinks. This flower contains anthocyanins, such as high concentrations of sinensetin and ternatin, which give the flower its blue color. Anthocyanins have antioxidant and anti-inflammatory properties that can protect body cells from oxidative damage. Clitoria ternatea flowers also contain flavonoids such as kaempferol and quercetin, which have antioxidant and anti-inflammatory properties similar to anthocyanins. Several types of alkaloids are found in Clitoria ternatea flowers, such as serotonin and coumarin, which can have a relaxing effect on the body and nervous system. Several studies show that Clitoria ternatea flower extract can help lower blood sugar levels. In the application of food products, Clitoria ternatea flowers can be used to make traditional telang tea drinks, cake and ice cream toppings, for food coloring and so on
Implementasi Metode Card Sort dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada Siswa Kelas VIII SMP Muhammadiyah 4 Gresik
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan metode Card Sort dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 4 Gresik. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Card Sort mampu meningkatkan motivasi dan partisipasi siswa dalam pembelajaran. Siswa merasa lebih antusias dan aktif dalam proses belajar karena metode ini memungkinkan mereka untuk berdiskusi dan bekerja sama dalam kelompok. Selain itu, metode ini juga mempermudah guru dalam menyampaikan materi dan melakukan evaluasi formatif. Guru hanya berperan sebagai fasilitator, sementara siswa secara aktif mengelompokkan dan memahami materi yang diberikan. Oleh karena itu, metode Card Sort direkomendasikan sebagai strategi pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI.This study aims to explore the implementation of the Card Sort method in Islamic Religious Education (PAI) learning for 8th-grade students at SMP Muhammadiyah 4 Gresik. The research uses a qualitative approach with a case study design. Data were collected through interviews, observations, and documentation. The results show that the application of the Card Sort method significantly increases student motivation and participation in learning. Students feel more enthusiastic and active in the learning process, as this method allows them to engage in discussions and collaborate in groups. Additionally, this method facilitates teachers in delivering material and conducting formative assessments. Teachers act as facilitators, while students actively categorize and comprehend the provided material. Thus, the Card Sort method is recommended as an effective learning strategy to enhance the quality of PAI learning.This study aims to explore the implementation of the Card Sort method in Islamic Religious Education (PAI) learning for 8th-grade students at SMP Muhammadiyah 4 Gresik. The research uses a qualitative approach with a case study design. Data were collected through interviews, observations, and documentation. The results show that the application of the Card Sort method significantly increases student motivation and participation in learning. Students feel more enthusiastic and active in the learning process, as this method allows them to engage in discussions and collaborate in groups. Additionally, this method facilitates teachers in delivering material and conducting formative assessments. Teachers act as facilitators, while students actively categorize and comprehend the provided material. Thus, the Card Sort method is recommended as an effective learning strategy to enhance the quality of PAI learning
Pendidikan Islam Terbuka dalam Perspektif Hasan Langgulung: Relevansinya dengan Kurikulum Merdeka di Indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk mendalami konsep pendidikan Islam perspektif Hasan Langgulung serta relevansinya dalam Kurikulum Merdeka di Indonesia. Kurikulum Merdeka ialah program kebijakan dalam bidang pendidikan yang menekankan pada kebebasan kepada pihak sekolah, baik guru maupun siswa untuk berinovasi dan belajar mandiri. Pendekatan penelitian ini ialah kualitatif deskriptif dengan metode penelitian studi pustaka (library research) dengan sumber primer karya-karya Hasan Langgulung. Kegiatan penelitian ini dilakukan secara sistematis dan prosedural dengan mengumpulkan, mengolah, dan menyimpulkan data menggunakan metode atau teknik tertentu. Berdasarkan hasil kajian maka diperoleh hasil (1) Pendidikan terbuka tidak hanya berfokus pada transmisi pengetahuan, tetapi juga mendorong peserta didik untuk aktif mencari, mengolah, dan mengembangkan pengetahuan secara mandiri, (2) Kurikulum Merdeka memberikan keleluasaan bagi sekolah untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan karakteristik peserta didik dan lingkungan, (3) terdapat relevansi dan keterkaitan satu sama lain antara pendidikan Islam terbuka perspektif Hasan Langgulung dengan Kurikulum Merdeka di Indonesia yaitu menekankan pada fleksibilitas, kreativitas, dan kemandirian peserta didik.This research aims to delve into the concept of Islamic education from Hasan Langgulung's perspective and its relevance to the Merdeka Curriculum in Indonesia. The Merdeka Curriculum is a policy program in the field of education that emphasizes the freedom of schools, both teachers and students, to innovate and learn independently. The approach of this research is qualitative descriptive with a library research method using primary sources from Hasan Langgulung's works. This research activity is carried out systematically and procedurally by collecting, processing, and concluding data using certain methods or techniques. Based on the results of the study, it is found that (1) Open education does not only focus on the transmission of knowledge, but also encourages students to actively seek, process, and develop knowledge independently, (2) The Merdeka Curriculum provides schools with the freedom to develop curricula in accordance with the characteristics of students and the environment, (3) there is a relevance and correlation between the open Islamic education perspective of Hasan Langgulung and the Merdeka Curriculum in Indonesia, namely emphasizing flexibility, creativity, and student independence.This research aims to delve into the concept of Islamic education from Hasan Langgulung's perspective and its relevance to the Merdeka Curriculum in Indonesia. The Merdeka Curriculum is a policy program in the field of education that emphasizes the freedom of schools, both teachers and students, to innovate and learn independently. The approach of this research is qualitative descriptive with a library research method using primary sources from Hasan Langgulung's works. This research activity is carried out systematically and procedurally by collecting, processing, and concluding data using certain methods or techniques. Based on the results of the study, it is found that (1) Open education does not only focus on the transmission of knowledge, but also encourages students to actively seek, process, and develop knowledge independently, (2) The Merdeka Curriculum provides schools with the freedom to develop curricula in accordance with the characteristics of students and the environment, (3) there is a relevance and correlation between the open Islamic education perspective of Hasan Langgulung and the Merdeka Curriculum in Indonesia, namely emphasizing flexibility, creativity, and student independence
MANAJEMEN STRATEGI INTERNALISASI NILAI PROFETIK PROFESIONAL PADA MAHASISWA FAKULTAS AGAMA ISLAM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan manajemen strategi yang diimplementasikan Fakultas Agama Islam dalam menginternalisasikan nilai profetik profesional pada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Metro, dengan tiga fokus utama: perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Penelitian kualitatif ini melibatkan unsur pamong dan mahasiswa Fakultas Agama Islam dari prodi PAI, KPI, dan PIAUD. Tahap perencanaan meliputi analisis kebutuhan, penentuan tujuan, pengembangan kurikulum, serta pembinaan dosen melalui pelatihan dan pengembangan, ditambah kolaborasi dengan lembaga pendidikan agama dan masyarakat. Implementasi strategi dilakukan melalui pengajaran aktif dan partisipatif yang mendorong mahasiswa berpikir kritis, berdiskusi, dan merenungkan nilai-nilai profetik, serta pembinaan individu untuk mengatasi tantangan. Evaluasi berkala memantau kemajuan dan menggunakan hasilnya untuk umpan balik, mengidentifikasi keberhasilan, tantangan, dan kesenjangan dalam internalisasi nilai profetik. Alumni juga dievaluasi untuk menilai penerapan nilai profetik yang telah diinternalisasi. Manajemen strategi ini penting untuk melahirkan lulusan dengan pemahaman mendalam tentang ajaran Islam dan kemampuan mengamalkan nilai profetik dalam kehidupan.Â
KONSEP PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM IBNU TAIMIYAH
Pendidikan dalam Islam tidak dapat dipisahkan dari sejarah. Tokoh-tokoh pendidikan masa lalu telah menawarkan banyak gagasan ilmiah untuk merekonstruksi konsep pendidikan yang tidak ada pada saat itu, jadi berkat pemikirannya yang cemerlang. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk membahas mengenai pemikiran pendidikan Islam dari tokoh Islam yaitu Ibnu Taimiyah Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Teknik yang digunakan adalah library research (studi kepustakaan).Taqi al-Din Ahmad bin Abd. Al-Halim ibn Abdi Salam bin Taimiyah adalah nama lengkapnya. Pada tanggal 22 Januari 1263 M (10 Rabiul Awwal 661) ia lahir di Harran.Pemikiran Ibnu Taimiyah dalam bidang pendidikan dapat dibagi ke dalam pemikirannya dalam bidang falsafah pendidikan, tujuan pendidikan, kurikulum, hubungan pendidikan dengan kebudayaan. Seluruh pemikirannya dalam bidang pendidikan itu ia bangun berdasarkan keterangan yang jelas sebagaimana terdapat dalam Al-Qur’an dan As-sunnah melalui pemahaman yang mendalam, jernih dan enerjik.Ibnu taimiyah juga menekankan pentignya ilmu pengetahuan yang bermanfaat, pembangunan individu dan masyarakat yang sesuai dengan nilai-nilai Islam, serta melibatkan metode ilmiah dan metode iradah untuk memahami dan mengamalkan ajaran Islam secara efektif. Pemikiran ini masih relevan dan dapat menjadi acuan dalam menyusun dan melaksanakan pendidikan islam saat ini. Education in Islam cannot be separated from history. Past educational figures have offered many scientific ideas to reconstruct the concept of education that did not exist at that time, so thanks to his brilliant thinking. The purpose of this research is to discuss the thoughts of Islamic education from Islamic figures, namely Ibn Taymiyyah. This research is a qualitative research with descriptive analysis method. The technique used is library research (literature study).Taqi al-Din Ahmad bin Abd. Al-Halim ibn Abdi Salam bin Taimiyah is his full name. On January 22, 1263 AD (10 Rabiul Awwal 661) he was born in Harran.Ibn Taimiyah's thoughts in the field of education can be divided into his thoughts in the field of philosophy of education, educational goals, curriculum, the relationship between education and culture. Ibn Taymiyyah also emphasized the importance of useful knowledge, individual and community development in accordance with Islamic values, and involves scientific methods and methods of iradah to understand and practice Islamic teachings effectively. This thought is still relevant and can be a reference in compiling and implementing Islamic education today