Universitas Muhammadiyah Metro: E-Journals
Not a member yet
881 research outputs found
Sort by
PERBANDINGAN PENGARUH KECEPATAN ARUS AIR TERHADAP LAJU KOROSI DAN KEKERASAN PADA ALUMUNIUM DAN BAJA KARBON SEBAGAI PROTOTIPE PLAT BODY KAPAL
This study aims to determine the comparison of the effect of air flow velocity on the corrosion rate and hardness of aluminum and carbon steel materials. This study is an experimental study using specimens, namely Aluminum 6061 and low carbon steel AISI 1018. The results showed that 1) the immersion current velocity for 2 days obtained the following results, for the speed with a distance of 12 cm from the dynamo, a speed of 0.073 m / s was obtained for aluminum. Something that is not much different is also obtained for the speed of low carbon steel where with a distance of 12 cm from the dynamo, a speed of 0.075 m / s was obtained. 2) The difference in weight between before and after immersion in the specimen shows that in aluminum the weight difference is smaller than the weight difference in low carbon steel. 3) The corrosion rate of low carbon steel is higher than aluminum. This shows that aluminum is more resistant to corrosio
Sosialisasi: Meningkatkan Keterlibatan Masyarakat dalam Proses Pengambilan Keputusan Publik
Keterlibatan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan publik merupakan aspek penting untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang inklusif, transparan, dan akuntabel. Namun, tantangan seperti rendahnya literasi politik dan ketimpangan akses informasi masih menghambat partisipasi masyarakat, terutama di tingkat lokal. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat Distrik Aimas, Kabupaten Sorong, terhadap pentingnya partisipasi publik.Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk sosialisasi yang melibatkan pegawai kelurahan dan distrik, warga masyarakat, serta mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sorong. Pemaparan materi oleh narasumber disertai sesi tanya jawab dan diskusi interaktif menjadi metode utama dalam pelaksanaan kegiatan. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terkait konsep partisipasi publik dan identifikasi tantangan lokal, seperti kurangnya akses informasi dan rendahnya kepercayaan terhadap proses formal. Diskusi yang berlangsung juga menghasilkan rekomendasi strategis, seperti penguatan peran tokoh masyarakat, penggunaan media lokal, dan pelatihan bagi pegawai pemerintah untuk mendukung keterlibatan masyarakat.Kegiatan ini menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga pendidikan tinggi dalam mendorong partisipasi publik. Sosialisasi yang dilakukan secara berkala dan berkelanjutan diharapkan mampu menciptakan proses pengambilan keputusan publik yang lebih inklusif dan berkelanjutan di Distrik Aimas
Evaluasi Struktural Rancangan Dongkrak Ulir sebagai Alat Pengangkat pada EV Maung Galunggung Menggunakan Analisis Elemen Hingga
Penelitian ini bertujuan merancang dan menganalisis kekuatan struktur dongkrak ulir sederhana yang digunakan untuk mobil listrik Maung Galunggung dengan jarak rendah antara tanah dan rangka bawah sebesar 15 cm. Perancangan dilakukan menggunakan perangkat lunak CAD, sementara analisis kekuatan struktur dilakukan melalui metode Finite Element Analysis (FEA) berbasis Computer Aided Engineering (CAE). Model 3D dongkrak meliputi komponen batang ulir, tuas penggerak, dan penopang, dengan material st 37 yang mempunyai yield stress sebesar 225 Mpa. Simulasi dilakukan untuk mengetahui distribusi tegangan Von Mises, displacement material, dan faktor keamanan pada kondisi pembebanan sebesar 1 ton. Hasil analisis menunjukkan tegangan maksimum sebesar 0,5348 MPa, jauh di bawah batas elastis material, dengan displacement material  maksimum hanya 6,163 × 10â»â´ mm pada bagian top plate. Faktor keamanan maksimum mencapai 15, menunjukkan kekuatan struktur sangat tinggi terhadap beban yang diberikan. Nilai ini mengindikasikan desain aman digunakan, meskipun terdapat potensi overdesign yang memungkinkan optimasi material untuk efisiensi biaya dan berat. Penelitian ini diharapkan menjadi acuan bagi pengembangan desain dongkrak yang lebih efisien, andal, dan aman, sekaligus memberikan kontribusi bagi industri otomotif dalam penyediaan peralatan kerja yang mendukung keselamatan dan produktivita
Analisis Perpindahan Panas Pada Alat Desalinasi Surya Pasif Dengan Variasi Tinggi Penutup
Desalinasi surya merupakan salah satu teknologi yang efisien untuk mengatasi kekurangan air bersih di wilayah pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Perpindahan Panas Pada Alat Desalinasi Surya Pasif Dengan Variasi Tinggi Penutup. Variasi yang digunakan adalah tinggi penutup 15 cm dan 30 cm, serta material penutup berupa kaca dan plastik UV. Penelitian dilakukan selama 4 hari dengan pengambilan data setiap 5 menit selama 8 jam per hari. Parameter yang diukur meliputi temperatur pada material penyerap, temperatur ruang, temperatur air, intensitas radiasi matahari, dan volume air hasil desalinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa material UV dengan tinggi 15 cm menghasilkan perpindahan panas tertinggi sebesar 29,04 W/m² pada hari pertama, sedangkan kombinasi kaca dengan tinggi 30 cm memberikan efisiensi desalinasi tertinggi sebesar 17,28% pada hari keempat. Laju evaporasi tertinggi dicapai oleh material UV 15 cm dengan nilai 0,54 W/m². Kombinasi material kaca dengan tinggi 30 cm terbukti memberikan hasil desalinasi yang paling stabil dan efisien. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemilihan material dan konfigurasi tinggi penutup sangat berpengaruh terhadap efisiensi sistem desalinasi surya
DAMPAK DIGITALISASI TERHADAP PERUBAHAN PARADIGMA PENGAJARAN DAN PEMBELAJARAN DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN FORMAL
Digitalisasi telah mendorong transformasi mendasar dalam dunia pendidikan, khususnya dalam metode pengajaran dan pembelajaran di lembaga pendidikan formal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak digitalisasi terhadap perubahan paradigma pendidikan dengan fokus pada metode pembelajaran, pergeseran peran guru, serta tantangan dan strategi adaptasi yang dihadapi lembaga pendidikan. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi di beberapa lembaga pendidikan di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi mengubah metode pembelajaran dari model ceramah menjadi pembelajaran berbasis teknologi yang interaktif dan berpusat pada siswa. Selain itu, guru beralih peran menjadi fasilitator pembelajaran aktif, sementara penggunaan teknologi multimedia memperkaya pengalaman belajar siswa. Meskipun demikian, tantangan seperti ketimpangan akses terhadap teknologi dan rendahnya literasi digital masih menjadi hambatan utama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan transformasi digital dalam pendidikan bergantung pada kesiapan infrastruktur, kompetensi guru, serta dukungan kebijakan pendidikan. Dengan strategi adaptasi yang tepat, digitalisasi memiliki potensi besar untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih inklusif, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan masa depan.Digitalization has driven a fundamental transformation in education, particularly in teaching and learning methods within formal educational institutions. This study aims to analyze the impact of digitalization on the shifting educational paradigm, focusing on learning methods, the changing role of teachers, and the challenges and adaptation strategies faced by educational institutions. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through interviews, observations, and document analysis in several educational institutions in Indonesia. The findings indicate that digitalization has shifted learning methods from traditional lecture-based approaches to technology-driven, interactive, student-centered learning. Furthermore, teachers have transitioned to facilitators of active learning, and the use of multimedia technologies has enriched students' learning experiences. However, challenges such as unequal access to technology and low digital literacy remain significant barriers. This study concludes that the success of digital transformation in education depends on infrastructure readiness, teachers' digital competence, and supportive educational policies. With appropriate adaptation strategies, digitalization holds great potential to create a more inclusive, adaptive, and future-relevant educational ecosystemDigitalization has driven a fundamental transformation in education, particularly in teaching and learning methods within formal educational institutions. This study aims to analyze the impact of digitalization on the shifting educational paradigm, focusing on learning methods, the changing role of teachers, and the challenges and adaptation strategies faced by educational institutions. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through interviews, observations, and document analysis in several educational institutions in Indonesia. The findings indicate that digitalization has shifted learning methods from traditional lecture-based approaches to technology-driven, interactive, student-centered learning. Furthermore, teachers have transitioned to facilitators of active learning, and the use of multimedia technologies has enriched students' learning experiences. However, challenges such as unequal access to technology and low digital literacy remain significant barriers. This study concludes that the success of digital transformation in education depends on infrastructure readiness, teachers' digital competence, and supportive educational policies. With appropriate adaptation strategies, digitalization holds great potential to create a more inclusive, adaptive, and future-relevant educational ecosystem
Penjatuhan Pidana Khusus Perkara Narkotika Atas Penerapan Asas the Binding Persuasive of Precedent
Narcotics crime is one of the special crimes which is also specifically regulated through Law Number 35 of 2009 concerning Narcotics, in other words it is regulated outside the Criminal Code. In deciding a narcotics crime, the judge will consider certain matters in accordance with the relevant law and make a decision in accordance with his belief in upholding a just law. The type of research used is normative legal research. The most relevant approach is the case approach by examining cases of court decisions that also have permanent legal force (inkraht). The sources of legal materials are primary legal materials and secondary legal materials using library research collection techniques, as well as analytical techniques in this legal research which are deductive in nature using the syllogistic method. The results of the study show that the judge's consideration in imposing a sentence below the special minimum can use several benchmarks such as looking at the age of the defendant who is underage or elderly, the involvement of the defendant in a narcotics crime, the weight of narcotics evidence obtained from the defendant, and the possibility of the defendant repeating the crime. The legal consequence of imposing sanctions below the specific minimum on the application of the binding persuasive of precedent principle is related to aspects of justice, namely that it will open up the possibility of causing criminal disparities which in the end the convict will feel injustice and become a victim of discrimination in law enforcement
Peningkatan Pemasaran Produk Kreatif dengan Kemandirian Keuangan
The purpose of this activity is to increase financial independence for the majority of residents in Sidodadi Village. The methods applied in this activity are demonstration and direct practice. In this mentoring, there are several activities carried out, namely demonstrations and direct practice on how to make decorative lamps from glass bottles by the presenter, and mentoring in marketing the product. Training is conducted face-to-face and accompanied online. The final session of this activity was filled with material related to the type of activity and provided knowledge and understanding in marketing creative products to increase financial independence. The activities carried out have provided results with indicators that participants understand the empowerment of potential in marketing creative products and managing their own financial independence so that they can innovate the products that will be develope
Analisis variasi fraksi volume serat pelepah nipah material filler pada komposit papan partikel semen serat pelepah nipah-cangkang kerang kepah
Papan partikel semen merupakan material komposit yang terbuat dari kombinasi partikel lignoselulosa dan semen Portland sebagai bahan pengikat. Partikel lignoselulosa pada penelitian ini menggunakan serat pelepah nipah dan serbuk cangkang kerang berfungsi sebagai pengisi (filler) sedangkan semen Portland berperan sebagai matriks pengikat yang meningkatkan kekuatan mekanik dan ketahanan terhadap faktor lingkungan. Komposisi fraksi volume serat pelepah nipah yang digunakan yakni sebesar 30% wt, 40% wt, dan 50% wt dengan komposisi serbuk cangkang kerang kepah sebesar 20% wt. Spesimen komposit papan partikel semen ini dibuat menggunakan metode compression molding dengan beban penekanan sebesar 3 ton dan dilakukan pengujian fisik dan mekanik untuk mengetahui karakteristik komposit partikel semen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi fraksi volume serat pelepah nipah akan menurunkan nilai densitas, meningkatkan kadar air, meningkatkan kemampuan absorbsi air, serta menurunkan nilai kekuatan lentur (modulus of rapture). Hasil pengujian tersebut menunjukkan densitas papan partikel semen telah memenuhi persyaratan sesuai standar ISO 8335, JIS A 5417, namun tidak memenuhi standar SNI 03-105-2006. Nilai kadar air spesimen menunjukkan telah memenuhi persyaratan memenuhi persyaratan sesuai standar ISO 8335, JIS A 5417, dan SNI 03-105-2006. Kekuatan lentur spesimen pada fraksi volume serbuk cangkang kerang 30% wt telah memenuhi standar ISO 8335, JIS A 5417, dan SNI 03-105-2006, namun fraksi volume serat pelepah nipah sebesar 40% wt serta 50% wt hanya memenuhi standar JIS A 5417
ANALYSIS OF THE EFFECT OF TEMPERATURE AND HEATING TIME ON ASTM A572 STEEL AS A MATERIAL FOR MAKING INCINERATOR COMBUSTION CHAMBER ON THE RATE OF CORROSION
Corrosion is the degradation of metal quality caused by a reaction between the environment and the material. Generally, corrosion problems are caused by water. However, there are several factors other than water that influence the corrosion rate, such as temperature. An increase in temperature in a corrosive system will increase the rate of corrosion. This is caused by an increase in the active energy of the particles involved in the corrosion reaction. The aim of this research was to determine the effect of temperature and firing time on the corrosion rate of ASTM A 572 steel material. The research method used was experimental, using ASTM A 572 steel plates measuring 5 cm wide and 7 cm long with a thickness of 5 mm with the heating process used being 3 hours, 5 hours and 7 hours at temperatures of 600oC, 650oC and 700oC. The results of the research on the effect of temperature and firing time on the corrosion rate of ASTM A 572 steel material showed that the lowest average corrosion value was 0,3947 mm/year with a testing time of 3 hours at a temperature of 600oC. Then the highest average corrosion value was obtained, namely 8,0937 mm/year with a testing time of 7 hours at a temperature of 700o
Rancang Bangun Mesin Injection Molding Tipe Vertikal Untuk Pembuatan Produk Tatakan Gelas Dari Limbah Plastik PET
Limbah plastik, khususnya Polyethylene Terephthalate (PET), merupakan salah satu penyumbang terbesar pencemaran lingkungan karena sulit terurai secara alami. Upaya pengolahan limbah plastik melalui teknologi tepat guna menjadi sangat penting untuk mengurangi dampak negatif sekaligus memberikan nilai tambah. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun mesin pencacah plastik yang terintegrasi dengan sistem injection molding tipe vertikal guna menghasilkan produk fungsional berupa tatakan gelas dari limbah PET. Metode penelitian meliputi identifikasi masalah, studi literatur, perancangan desain menggunakan SolidWorks 2021, simulasi struktural untuk mengetahui kekuatan dan faktor keamanan, proses fabrikasi, serta pengujian kinerja mesin. Hasil simulasi menunjukkan bahwa rangka mesin memiliki nilai safety factor sebesar 24 dengan displacement maksimum hanya 0,102 mm, sehingga aman digunakan. Pada tahap pengujian, proses pencacahan mampu menghasilkan serpihan plastik PET berukuran 5–10 mm dengan bentuk relatif seragam, sesuai untuk tahap peleburan berikutnya. Selanjutnya, mesin dapat beroperasi efektif pada suhu barel 290°– 320°C dan suhu cetakan 100°–125°C dengan waktu pemanasan rata-rata 21–23 menit serta waktu suhu tahan molding sekitar 2 menit. Produk tatakan gelas yang dihasilkan sesuai dengan bentuk cetakan / molding. Hasil produk tatakan gelas yang paling baik dihasilkan oleh variasi barrel injector 320°C dan suhu molding 125°C