Universitas Muhammadiyah Metro: E-Journals
Not a member yet
    881 research outputs found

    PENGARUH VARIASI PENDINGINAN DAN HOLDING TIME TERHADAP NILAI KEKERASAN DAN STRUKTUR MIKRO PADA PERLAKUAN PANAS BAJA ASSAB 88

    Full text link
    Along with the rapid development of science, improving material properties needs to be done to support the needs in the industrial world. This study aims to determine the effect of heat treatment with variations in cooling media and holding time on the value of hardness and microstructure in heat treatment of Assab 88 steel. The research process begins with cutting Assab 88 steel, then the heating process is carried out with a temperature of 850ËšC, then the cooling process is carried out with various media such as air, water and oil with holding time variations for 30 minutes, 45 minutes and 60 minutes. The results showed that the highest hardness value was found in water cooling media with a holding time of 60 minutes at 87.1 HRB and the lowest value in air cooling media at 78.1 HRB. Microstructure testing in water cooling media will form martensite which makes the steel harder but brittle, while with oil cooling media will produce a balance between hardness and toughness because bainite structures are formed and martensite is more dominant and a little pearlite. Keywords: Cooling medium, holding time, hardness test, microstructure test, ASSAB 88 steel

    Nilai-Nilai Pendidikan Akhlak Dalam QS. Al-Mujadalah Ayat 11 Dan Implikasinya Terhadap Pembelajaran Pendidikan Agama Islam

    Full text link
    Di era modern, generasi muda menghadapi tantangan moral akibat pengaruh negatif globalisasi dan kemajuan teknologi yang mengancam nilai-nilai akhlak. Pendidikan akhlak berperan penting dalam membentuk karakter, terutama dalam konteks pendidikan agama. Artikel ini mengkaji nilainilai pendidikan akhlak dalam QS Al-Mujadilah ayat 11 dan implikasinya terhadap pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai-nilai tersebut dan penerapannya dalam pembelajaran khususnya dalam pembelajaran pendidikan agama islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur, peneliti berperan sebagai instrumen utama. Sumber data mencakup terjemahan dan tafsir QS Al-Mujadilah ayat 11 dan sumber data lain dari artikel ataupun jurnal, dengan analisis yang mencakup reduksi, penyajian, dan verifikasi. Hasil menunjukkan bahwa nilai-nilai pendidikan akhlak tersebut meliputi nilai keharmonis, penghormatan dan kedisipilnan. Namun terdapat beberapa tantangan dalam mengintegrasikan nilai-nilai tersebut baik secara internal maupun eksternal. Integrasi nilai-nilai ini dalam pembelajaran diharapkan dapat menciptakan individu yang cerdas dan berakhlak mulia, menjadikan pendidikan akhlak kunci dalam membentuk generasi yang beriman dan bertanggung jawab.In the modern era, the younger generation faces moral challenges due to the negative influence of globalization and technological advances that threaten moral values. Moral education plays an important role in forming character, especially in the context of religious education. This article examines the values of moral education in QS Al-Mujadilah verse 11 and its implications for learning Islamic Religious Education. This research aims to identify these values and their application in learning, especially in learning Islamic religious education. This research uses a qualitative approach through literature study, the researcher acts as the main instrument. Data sources include translations and interpretations of QS AlMujadilah verse 11 and other data sources from articles or journals, with analysis that includes reduction, presentation and verification. The results show that the values of moral education include the values of harmony, respect and discipline. However, there are several challenges in integrating these values both internally and externally. It is hoped that the integration of these values in learning can create individuals who are intelligent and have noble character, making moral education the key in forming a faithful and responsible generation.Di era modern, generasi muda menghadapi tantangan moral akibat pengaruh negatif globalisasi dan kemajuan teknologi yang mengancam nilai-nilai akhlak. Pendidikan akhlak berperan penting dalam membentuk karakter, terutama dalam konteks pendidikan agama. Artikel ini mengkaji nilai-nilai pendidikan akhlak dalam QS Al-Mujadilah ayat 11 dan implikasinya terhadap pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai-nilai tersebut dan penerapannya dalam pembelajaran khususnya dalam pembelajaran pendidikan agama islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur, peneliti berperan sebagai instrumen utama. Sumber data mencakup terjemahan dan tafsir QS Al-Mujadilah ayat 11 dan sumber data lain dari artikel ataupun jurnal, dengan analisis yang mencakup reduksi, penyajian, dan verifikasi. Hasil menunjukkan bahwa nilai-nilai pendidikan akhlak tersebut meliputi nilai keharmonis, penghormatan dan kedisipilnan. Namun terdapat beberapa tantangan dalam mengintegrasikan nilai-nilai tersebut baik secara internal maupun eksternal. Integrasi nilai-nilai ini dalam pembelajaran diharapkan dapat menciptakan individu yang cerdas dan berakhlak mulia, menjadikan pendidikan akhlak kunci dalam membentuk generasi yang beriman dan bertanggung jawab

    PENGEMBANGAN LKPD IPAS BERBASIS INQUIRY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SEKOLAH DASAR

    No full text
    This research aims to develop LKPD Inquiry Learning-Based Science to Improve Critical Thinking Abilities of Elementary School Students which is valid and practical. The instruments in this research consisted of a validation questionnaire sheet and a student response questionnaire sheet. This research refers to the Borg & Gall development model up to the seventh stage which consists of: (1) research and data collection, (2) planning, (3) development of initial product drafts, (4) initial field trials, (5) revision of results trials, (6) main product field tests, (7) product revisions. The research results show that the development of inquiry learning-based worksheets with an average score from validators of 92.8% is in the valid category, the results of student response questionnaires in practicality trials at SDN 5 Jatimulyo with a percentage of 88% (very practical), the product effectiveness test results obtained an N-Gain test result of 0.72 which was categorized as high. Based on research results, the development of Inquiry Learning-Based Science Student Worksheets on Sound Material and Its Properties is suitable for use in the learning process in schools

    PERAN GURU DALAM PEMBENTUKAN ETIKA DAN MORAL SISWA DI MA AL-FATAH PALEMBANG

    No full text
    Penelitian ini membahas tentang peran guru sebagai model perilaku dalam pembentukan etika dan moral siswa di MA Al-Fatah Palembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran guru dalam pembentukan etika dan moral siswa. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan pendekatan deskriptif. Metode pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data, melalui pengumpulan data, penyajian data dan verifikasi data. Untuk memeriksa keabsahan data, maka peneliti menggunakan triangulasi data, yang terdiri dari triangulasi waktu, triangulasi metode dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru sudah memiliki peran yang baik dalam memberik etika dan moral peserta didik di MA Al-Fatah Palembang, pentingnya peran guru sebagai model perilaku dalam membentuk etika dan moral siswa, dalam prosesnya membutuhkan kerjasama yang baik dari semua unsur yang ada, mulai dari guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan, siswa, orangtua, dan lingkuangan sekitar. Dukungan dan kerjasama dari semua pihak akan membantu menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif bagi pembentukan etika dan moral siswa yang baik.This research discusses the role of teachers as behavioral models in shaping the ethics and morals of students at MA Al-Fatah Palembang. The aim of this study is to understand how teachers play a role in shaping the ethics and morals of students. The research method used is qualitative with a descriptive approach. Data collection methods include interviews, observations, and documentation. Data analysis techniques involve data collection, data presentation, and data verification. To ensure the validity of the data, the researcher employs data triangulation, consisting of time triangulation, method triangulation, and source triangulation. The results indicate that teachers play a significant role in imparting ethics and morals to students at MA Al-Fatah Palembang. The importance of the teacher's role as a behavioral model in shaping the ethics and morals of students necessitates good cooperation from all elements involved, including teachers, school administrators, educational staff, students, parents, and the surrounding environment. Support and collaboration from all parties contribute to creating an educational environment conducive to the formation of good ethics and morals in student

    Wave tank skala laboratorium dengan pembuat gelombang model flap

    Full text link
    One of the first steps in order to utilize ocean waves as electrical energy is to create a medium that can be a means of observing wave characteristics. In this research, a laboratory-scale flap model wave tank was designed. Wave tanks can minimize the use of time and cost in the development of technology that uses ocean waves as a source of energy. The purpose of this research is to design a wave tank with a flap model wave maker, and determine the length and height of the waves produced. This laboratory scale flap model wave tank has a size of 150 cm x 35 cm x 35 cm and uses an electric motor with a power of 200 Watts. The wave tank can work with 22 Watts of electric power and an electric motor rotation of 120 rpm. The maximum height of the waves generated from the laboratory-scale flap model wave tank is 4 cm, while the maximum measured wavelength is 36 cm with a volume of 15% water from the full capacity of the tank

    IMPLEMENTASI KONSEP SUNAN GIRI DALAM PEMBELAJARAN TAUHID MELALUI PERMAINAN ENGKLEK DI MI RAUDLATUSSHIBYAN KELAS 1 KOTA BOGOR

    Full text link
    Tauhid adalah premis atau landasan pengajaran Islam. Sebab, dalam pelajaran Islam, tauhid merupakan landasan seluruh aspek kehidupan umat Islam, termasuk dalam bidang pendidikan. Untuk mengeksekusi ide Sunan Giri dalam menampilkan tauhid, eksplorasi ini akan mengkonsolidasikan permainan engklek dalam teknik pembelajaran. Ujian ini diharapkan dapat menguji kecukupan eksekusi gagasan Sunan Giri dalam menampilkan tauhid melalui permainan engklek di MI Raudlatusshibyan kelas 1 Kota Bogor. Strategi yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik pencerahan kuantitatif, yaitu penelitian yang menggambarkan faktor-faktor sebagaimana adanya, didukung oleh informasi sebagai angka-angka yang dihasilkan dari keadaan sebenarnya. Hasil tersebut menunjukkan bahwa latihan dan hasil pembelajaran telah sampai pada tahap terakhir dan tumbuh secara ideal melalui strategi permainan engklek dan responsif dalam taraf tauhid dengan kadar sekitar 82%. Tauhid yang efektif pada siswa/i sekolah dasar, khususnya kelas satu, memerlukan lingkungan belajar yang merangsang dan menyenangkan. Tentu saja guru sangat memperhatikan penyesuaian metode pengajarannya agar siswa/i di sekolah dapat lebih memahami materi

    PENGARUH ASPAL KARET PADA CAMPURAN AC-WC MENGGUNAKAN FILLER ABU BATU MARMER DENGAN METODE MARSHALL

    Full text link
    Dalam upaya meningkatkan mutu konstruksi perkerasan jalan raya, diperlukan teknologi modifikasi terhadap campuran aspal dengan pemilihan material yang baik sebagai bahan tambahannya, salah satunya yaitu aspal karet. Penambahan komponen karet ini membuat aspal karet menjadi lebih unggul dibandingkan dengan aspal murni, karena dapat meningkatkan titik lembek, elastisitas, dan kelengketan sehingga aspal menjadi lebih awet/tahan lama (Direktorat Jenderal Bina Marga, 2020). Pada saat ini filler yang umumnya digunakan sebagai bahan campuran aspal adalah Portland Cement (PC), PC merupakan berbahan alam yang tidak bisa diperbaharui, untuk itu perlu adanya alternatif pemilihan bahan filler yang memenuhi syarat serta mempunyai nilai ekonomis. Salah satunya adalah penggunaan limbah abu marmer sebagai filler. Penelitian ini menggunakan variasi aspal karet 5%, 5,5%, 6%, 6,5%, 7%. Dengan filler abu batu marmer 0%, 1%, 2%, 2,5%, 3%. Hasil penelitian ini pada campuran 1% filler abu batu marmer didapat KAO 5,85% dengan nilai stabilitas sisa mencapai 92,16% yang mana sudah mencukupi persyaratan Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 Revisi 2 tentang batas minimal yaitu 90

    STUDI LAJU INFILTRASI DI KAWASAN RAWAN BENCANA DAS PABELAN PASCA ERUPSI GUNUNG MERAPI TAHUN 2010

    Full text link
    Sedimen dari material vulkanik Gunung Merapi yang mencapai 150 juta m3 dapat mempengaruhi kapasitas infiltrasi tanah yang menentukan besarnya limpasan permukaan (surface run off), sehingga perlu adanya penelitian untuk mengetahui nilai kapasitas infiltrasi tanah dan faktor-faktor yang mempengaruhinya pasca erupsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kadar air tanah dan nilai kepadatan tanah lapangan serta mengetahui nilai kapasitas infiltrasi tanah dan volume total air infiltrasi di kawasan rawan bencana (KRB) DAS Pabelan pasca erupsi tahun 2010. Pemeriksaan kepadatan tanah lapangan menggunakan alat kerucut pasir (sand cone) dan untuk pengambilan sampel tanah menggunakan silinder dengan diameter 10 cm dan tinggi 30 cm. Untuk pengukuran laju infiltrasi menggunakan double ring infiltrometer dengan ukuran diameter ring 55 cm dan 30 cm, dengan tinggi 27 cm. Titik-titik pengujian terbagi menjadi tiga lokasi yaitu KRB I, KRB II, dan KRB III. Hasil nilai kadar air tanah pada lokasi KRB I sebesar 52,37 %, lokasi KRB II sebesar 28,05 % dan lokasi KRB III sebesar 36,49 %. Nilai kepadatan tanah lapangan pada lokasi KRB I sebesar 11,05 KN/m3, lokasi KRB II sebesar 9,70 KN/m3 dan lokasi KRB III sebesar 8,45 KN/m3. Nilai kapasitas infiltrasi pada lokasi KRB I sebesar 7,285 cm/jam, lokasi KRB II sebesar 7,859 cm/jam dan lokasi KRB III sebesar 26,227 cm/jam. Volume total air infiltrasi seluas area 1 m2 pada lokasi KRB I sebesar 0,08369 m3, lokasi KRB II sebesar 0,0966 m3 dan lokasi KRB III sebesar 0,28573 m

    PENGARUH LITERASI AGAMA DAN SELF EFFICACY DALAM MEMPERKUAT KARAKTER RELIGIUS SISWA SEKOLAH DASAR

    Full text link
    Penguatan karakter religius sebagai salah satu perisai dari sikap amoral penting untuk ditanamkan sejak usia dini. Penelitian ini mengekplorasikan implementasi karakter religius melalui literasi agama dan self efficacy pada siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis bagaimana pengaruh literasi agama dan self efficacy berkontribusi dalam pembentukan karakter religius siswa Sekolah Dasar dan dampaknya terhadap pembelajaran serta kehidupan sehari-hari mereka. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode true experimental. Teknik pengumpulan data yakni, observasi, wawancara, angket dan dokumentasi. Analisis data dimulai dengan uji normalitas dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh literasi agama terhadap karakter religius siswa, terdapat pengaruh self efficacy terhadap karakter religius siswa Sekolah Dasar, adanya interaksi antara literasi agama dan self efficacy dalam memperkuat karakter religius siswa Sekolah Dasar.Strengthening religious character as a shield against immoral attitudes is important to instill from an early age. This research explores the implementation of religious character through religious literacy and self-efficacy in students. The aim of this research is to identify and analyze how the influence of religious literacy and self-efficacy contributes to the formation of elementary school students' religious character and its impact on their learning and daily life. This research is quantitative research with true experimental methods. Data collection techniques include observation, interviews, questionnaires and documentation.Data analysis began with the normality test and t test. The results of the research show that there is an influence of religious literacy on students' religious character, there is an influence of self-efficacy on the religious character of elementary school students, there is an interaction between religious literacy and self-efficacy in strengthening the religious character of elementary school students.Strengthening religious character as a shield against immoral attitudes is important to instill from an early age. This research explores the implementation of religious character through religious literacy and self-efficacy in students. The aim of this research is to identify and analyze how the influence of religious literacy and self-efficacy contributes to the formation of elementary school students' religious character and its impact on their learning and daily life. This research is quantitative research with true experimental methods. Data collection techniques include observation, interviews, questionnaires and documentation. Data analysis began with the normality test and t test. The results of the research show that there is an influence of religious literacy on students' religious character, there is an influence of self-efficacy on the religious character of elementary school students, there is an interaction between religious literacy and self-efficacy in strengthening the religious character of elementary school students.Â

    ANALISIS FAKTOR DALAM IMPLEMENTASI KOMPETENSI PROFESSIONAL GURU UNTUK MENINGKATKAN HAFALAN AL-QUR’AN

    Full text link
    Kompetensi gruu di sekolah tidak sepenuhnya sesuai dengan kriteria atau persyaratan guru profesional seperti yang terjadi di SMA Al Furqon. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana implementasi kompetensi kompetensi profesional guru Al-Qur’an dalam meningkatkan hafalan Al-Qur’an siswa di SMP Al Furqon. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengambilan data melalui wawancara. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat diambil beberapa simpulan, yaitu implementasi kompetensi profesional guru Al-quran di SMP Al-Furqon ditinjau dari aspek, menguasai materi, struktur dan konsep, serta pola pikir keilmuan yang mendukung kegiatan belajar mengajar, mengembangkan materi yang diajarkan dengan kreatif, mengembangkan keprofessionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif, dan inovatif. Sehingga capaian-capaian program akselerasi al-quran mampu diwujudkan. Adapun faktor penghambat yang dihadapi guru al-quran dalam mengimplementasikan kompetensi professional guru untuk meningkatkan hafalan quran siswa : a) kejenuhan atas kegiatan yang monoton, b) perasaaan putus asa akan menghafalkan quran yang begitu banyak. Sedangkan faktor pendukungnya, yakni : a) adanya sarana dan prasarana yang mendukung, b) kesejahteraan guru yang diperhatikan dan c) adanya program yang terukur. Kemudian, upaya yang dilakukan guru al-quran dalam mengimplementasikan kompetensi professional untuk meningkatkan jumlah hafalan siswa di SMP Al-Furqon sebagai berikut : a) tidak melangsungkan kegiatan belajar mengajar di dalam kelas, untuk mengurangi kebosanan siswa, b) memotivasi mengenai hal-hal yang mudah dalam menghafalkan al-quran dan c) menjadi pengayom untuk siswa.Kompetensi gruu di sekolah tidak sepenuhnya sesuai dengan kriteria atau persyaratan guru profesional seperti yang terjadi di SMA Al Furqon. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana implementasi kompetensi kompetensi profesional guru Al-Qur’an dalam meningkatkan hafalan Al-Qur’an siswa di SMP Al Furqon. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengambilan data melalui wawancara. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat diambil beberapa simpulan, yaitu implementasi kompetensi profesional guru Al-quran di SMP Al-Furqon ditinjau dari aspek, menguasai materi, struktur dan konsep, serta pola pikir keilmuan yang mendukung kegiatan belajar mengajar, mengembangkan materi yang diajarkan dengan kreatif, mengembangkan keprofessionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif, dan inovatif. Sehingga capaian-capaian program akselerasi al-quran mampu diwujudkan. Adapun faktor penghambat yang dihadapi guru al-quran dalam mengimplementasikan kompetensi professional guru untuk meningkatkan hafalan quran siswa : a) kejenuhan atas kegiatan yang monoton, b) perasaaan putus asa akan menghafalkan quran yang begitu banyak. Sedangkan faktor pendukungnya, yakni : a) adanya sarana dan prasarana yang mendukung, b) kesejahteraan guru yang diperhatikan dan c) adanya program yang terukur. Kemudian, upaya yang dilakukan guru al-quran dalam mengimplementasikan kompetensi professional untuk meningkatkan jumlah hafalan siswa di SMP Al-Furqon sebagai berikut : a) tidak melangsungkan kegiatan belajar mengajar di dalam kelas, untuk mengurangi kebosanan siswa, b) memotivasi mengenai hal-hal yang mudah dalam menghafalkan al-quran dan c) menjadi pengayom untuk siswa

    819

    full texts

    881

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Muhammadiyah Metro: E-Journals
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇