Scripta - Jurnal Ilmiah Mahasiswa
Not a member yet
    60 research outputs found

    ENGLISH

    No full text
    This study focuses on deixis in pragmatics. This study aims to determine the types of deixis in theAvengers: End Game film and to explain the function of each type of deixis based on the deixistheory of Levinson (1983). The object of this research is utterances containing deixis in the movieAvengers: End Game. In this research, the method used in analyzing the data is a qualitativedescriptive method, so that the results of this study are described descriptively and in detail, not inthe form of numbers. This study resulted in findings in the form of five types of deixis in Avengers:End Game based on Levinson's (1983) theory, namely person deixis, time deixis, place deixis,discourse deixis, and social deixis, besides this research shows the function of each deixis, namelydesignates an object.  Studi ini berfokus pada deiksis dalam pragmatik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenisdeiksis dalam film Avengers: End Game dan menjelaskan fungsi masing-masing jenis deiksisberdasarkan teori deiksis dari Levinson (1983). Objek penelitian ini adalah ujaran yangmengandung deiksis dalam film Avengers: End Game. Dalam penelitian ini metode yangdigunakan dalam menganalisis data adalah metode deskriptif kualitatif, sehingga hasil penelitianini dijelaskan secara deskriptif dan rinci, bukan dalam bentuk angka. Penelitian ini menghasilkantemuan berupa lima jenis deiksis dalam Avengers: End Game berdasarkan teori Levinson (1983),yaitu person deixis, time deixis, place deixis, discourse deixis, dan social deixis, selain itupenelitian ini menunjukkan fungsi dari masing-masing deiksis, yaitu menunjuk suatu objek. &nbsp

    MENAKAR METAMORFOSIS NASIONALISME PERANAKAN TIONGHOA DI KELURAHAN KUTO PANJI DAN DESA LUMUT SEBELUM DAN SESUDAH REFORMASI

    Full text link
    Nasionalisme Indonesia dikontruksi berdasarkan konsep kepribumian, etnis Tionghoa dianggap bukan bagian dari Indonesia selama tidak mengasimilasikan diri secara total. Perubahan kebijakan dan kepemimpinan turut merubah posisi identitas etnis Tionghoa di Indonesia. Bangka Belitung salah satu wilayah dengan sebaran penduduk etnis Tionghoa yang cukup banyak. Desa Lumut dan Kelurahan Kuto Panji adalah wilayah dengan banyaknya penduduk Tionghoa di Bangka. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perubahan nasionalisme dan bentuk nasionalisme peranakan Tionghoa terkini. Penelitian ini menggunakan konsep nasionalisme dari Anthony D Smith yang menjelaskan bahwa nasionalisme berdasarkan 2 aspek yaitu berdasarkan wilayah teritorial (sosiologis) dan berdasarkan etnis (psikologis), yang kemudian menurut Smith nasionalisme menekankan penjelasan historis dan sosiologis namun karena pemahaman tentang penjelasan hal tersebut telah abstrak sehingga mencakup unsur emosi, simbol, kenangan, kehendak, sosial dan sosial psikologis. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mix method). Sumber data primernya dari observasi, wawancara dan kuesioner dengan jumlah responden sebanyak 40 orang yang terbagi menjadi 20 responden di Desa Lumut dan 20 responden di Kelurahan Kuto Panji. Temuan utama pada penelitian ini adalah perubahan nasionalisme peranakan Tionghoa mengalami beberapa fase yaitu mengakui bukan asli darah Indonesia, penerimaan diri, dan mengakui sebagai orang Indonesia dengan bentuk nasionalisme kenegaraan. Selain itu juga ditemukan bahwa usia dan pendidikan berpengaruh pada nasionalisme peranakan Tionghoa.Indonesian nationalism is constructed based on the concept of nativity in which the Chinese ethnic group is not included as a part of Indonesia as long as they do not assimilate themselves completely. The changes in policy and leadership also shift the position of Chinese ethnic group identity in Indonesia. Bangka Belitung is one of the regions with a fairly large population distribution of Chinese ethnic group. Lumut village and Kuto Panji sub-district are the regions with a large population of Chinese in Bangka. Therefore, this study aims to identify the changing of nationalism form of current half-breed Chinese. This research used the concept of nationalism proposed by Anthony D Smith who explained that nationalism is categorized based on two aspects, territorial region (sociological) and ethnicity (psychological). Furtherly, according to Smith, nationalism emphasizes more on historical and sociological explanations. However, the comprehension of this explanation is abstract that it includes emotion, symbol, memory, desire, social, and social psychological elements. This study used mix methodology. In addition, the source of primary data was obtained from observations, interviews, and questionnaires with 40 respondents in total, in which 20 respondents were from Lumut village, and 20 respondents were from Kuto Panji sub-district. The main finding of this study is the changing of nationalism of half-breed Chinese encounters several phases which are admitting being not purely Indonesian, self-acceptance, and admitting being Indonesian with state nationalism form. This study finds that age and education affect the nationalism of half-breed Chinese

    MAKNA SPIRITUAL ZAKAT BAGI MUZAKI DAN MUSTAHIK DI KELURAHAN TUATUNU INDAH, KOTA PANGKALPINANG

    Full text link
    Zakat merupakan sebuah ibadah maliah ijtima’iyah yang mempunyai tujuan kesejahteraan dunia dan akhirat. Islam telah menetapkan zakat sebagai kewajiban dan menjadikannya sebagai salah satu rukun yang memposisikannya pada kedudukan tinggi lagi mulia. Hal ini berimplikasi pada spiritual individu baik muzaki maupun mustahik. Spiritual merupakan pemahaman keagamaan yang dogmatis bahwa segala perintah agama adalah perintah yang harus dilaksanakan sebagai bentuk kesadaran tauhid. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi makna spiritual zakat bagi muzaki dan mustahik di Kelurahan Tuatunu Indah Kota Pangkalpinang. Penelitian ini menggunakan Teori Protestan Ethic dari Max Weber. Teori ini menjelaskan hubungan antara agama degan aktifitas ekonomi yang ada didalam masyarakat. Terdapat konsep utama dalam teori ini yaitu The Calling, dimana The Calling atau panggilan suci ini menimbulkan sebuah dampak kerja yang sungguh-sungguh tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup, tetapi juga terdapat misi suci agar dirinya menjadi pilihan Tuhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data primer yang diperoleh dari wawancara dengan informan. Jumlah informan dalam penelitian ini adalah 18 orang yang terdiri dari muzaki dan mustahik di Kelurahan Tuatunu Indah Kota Pangkalpinang. Hasil penelitian ini yaitu menjelaskan tentang aktifitas zakat di Kelurahan Tuatunu Indah Kota Pangkalpinanag. Selain itu juga ditemukan makna spiritual zakat bagi muzaki diantaranya: zakat dimaknai dapat membersihkan dan menyuburkan harta, tabungan amal untuk akhirat. Kemudian ditemukan makna spiritual zakat bagi mustahik yaitu: zakat dimaknai sebagai rasa syukur kepada Allah, dan pertolongan Allah. Makna spiritual zakat bagi muzaki dan mustahik tersebut dalam perspektif protestant ethic didasari oleh the calling/panggilan suci untuk berubadah

    POLITICAL PREFERENCES BATAK ETHNIC HKBP CHURCH PANGKALPINANG IN ELECTIONS OF DPRD BANGKA BELITUNG PROVINCE ON 2019

    No full text
    Etnis Batak merupakan penduduk asli Provinsi Sumatra Utara, yang masih memegang teguh tradisi dan adat istiadatnya, seperti, upacara perkawinan, upacara kematian, tarian, lagu daerah, logat, bahasa daerah, makanan khas dan berbagai macam tradisi lainya. Etnis Batak adalah salah satu etnis di Indonesia yang bersifat geneologis-patrilinear menarik garis keturunan dari pihak laki-laki atau pihak ayah ditandai dengan pemberian marga. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan preferensi politik etnis Batak di Gereja HKBP Kota Pangkalpinang pada pemilihan DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2019 dan menggambarkan bentuk polarisasi dukungan jemaat gereja. Penelitian ini menggunakan teori Ferdinand Tonnies tentang paguyuban (Gemeinschaft) dan patembayan (Gesellschaft). Teori ini menjelaskan pada dasarnya kelompok masyarakat terdiri dari Paguyuban dan Patembayan. Patembayan mempunyai ciri-ciri Intimate, Private dan Exclusive yang mempengaruhi preferensi politik dan membentuk polarisasi dukungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Adapun data primernya diproleh dari hasil wawancara dengan informan yang berjumlah 20 orang yang terdiri dari Jemaat Gereja HKBP Kota Pangkalpinang di antaranya, perwakilan dari Ibu, Batak, pemuda, dan pemudi dan calon DPRD keturunan Batak memeluk agama Kristen. Hasil penelitian ini menjelaskan tentang preferensi politik Etnis Batak pada pemilihan DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2019 studi pada Jemaat Gereja HKBP Kota Pangkalpinang dipengaruhi beberapa hal, yaitu: etnis, marga, agama, asal daerah dan sumber daya manusia. Dalam perspektif Paguyuban (Gemeinshaft) dan Patembayan (Gesellschaft), polarisasi dukungan etnis Batak (jemaat gereja) terbagi menjadi tiga bentuk. Ketiga bentuk tersebut yaitu, memilih calon etnis Batak yang menganut agama Kristen, memilih calon non-Batak menganut agama Kristen dan memilih calon non-Batak dan non-Kristen.The Batak ethnic is the native of North Sumatra Province, which still upholding its traditions and customs, seen from wedding ceremonies, death ceremonies, traditional dances, folk songs, dialects, regional languages, traditional foods and various other traditions. The Batak ethnic is one of the ethnic groups in Indonesia that is genealogical-patrilineal, drawing a lineage from the male or the father's side marked by the giving of the family name. The purpose of this study is to describe the political preferences of the Batak ethnic group in the HKBP Church in Pangkal Pinang City in the 2019 Bangka Belitung Islands Province Regional People's Representative Council (DPRD) elections and describe the support polarization of church congregation. This study uses the theory of Ferdinand Tonnies about the Community (Gemeinschaft) and Society (Gesellschaft). This theory explains that basically, community groups consist of community and society. Society has Intimate, Private and Exclusive characteristics that influence political preferences and form support polarization. This research uses a descriptive qualitative approach. The primary data were obtained from interviews with 20 informants consisting of members of the HKBP Church in Pangkalpinang City, including representatives from ladies, gentlemen, young people and Regional People's Representative Council (DPRD) candidates from the Batak descent who embraced Christianity. The results of this study explain the Batak Ethnic political preferences in the 2019 Bangka Belitung Islands Province Regional People's Representative Council (DPRD) election study in the HKBP Church Congregation in Pangkalpinang City influenced by several things, namely: ethnicity, clan, religion, regional origin and human resources. From the perspective of the Community (Gemeinschaft) and Society (Gesellschaft), support polarization of the Batak ethnic (church congregation) is divided into three forms. The three forms are choosing ethnic Batak candidates who embrace Christianity, choosing non-Batak candidates who embrace Christianity and choosing non-Batak and non-Christian candidates

    ENGLISH

    Full text link
    This research is about code mixing used by Indonesian Influencers on Instagram. This researchaims to find out the types of code mixing used by Indonesian Influencers on Instagram. Thisresearch focuses on types of code mixing used by Indonesian Influncers by Musyken (2000) theory.The data then were analyzed using qualitative method. The research used observation anddocumentation to find out the data. The finding showed that there were 25 data of code mixingfrom 5 Indonesian Influencers and the research used 5 data to analyzed. The research concludedthat there are three types of code mixing used by Indonesian Influencers. They are insertion,alternation, and congruent lexicalization.Studi ini membahas tentang jenis-jenis campur kode yang digunakan oleh Indonesia Influencer diInstagram. Studi ini bertujuan untuk menemukan jenis-jenis campur kode yang digunakan olehIndonesia Influencer di Instagram. Studi ini berfokus pada jenis-jenis campur kode yang digunakanIndonesia Influencer dengan menggunakan teori dari Muysken (2000). Metode kualitatif digunakanuntuk menganalisis campur kode yang digunakan oleh Indonesia Influencer. Studi inimenggunakan pengamatan dan dokumentasi untuk menemukan data. Dari hasil penelitian terdapat25 data campur kode yang ditemukan dari 5 Indonesia Influencer dan 5 data yang digunakan untukanalisis. Peneliti menyimpulkam ada tiga tipe jenis-jenis campur kode yang digunakan IndonesiaInfluencer, yaitu insertion, alternation, dan congruent lexicalization

    ANALISIS YURIDIS TERHADAP TINDAK PIDANA KORUPSI YANG MERUGIKAN KEUANGAN NEGARA (STUDI PUTUSAN NOMOR: 17/PID.SUS-TPK/2016/PN.MDN)

    Full text link
    Tindakan korupsi yang merugikan keuangan Negara merupakan salah satu bagian dari tindak pidana yang memiliki hukuman yang paling berat di antara jenis tindakan korupsi yang lain. Penulisan ini bertujuan untuk menganalisis penyebab timbulnya Tindak Pidana Korupsi yang merugikan keuangan negara serta penerapan hukum terhadap terpidana yang melakukan tindak pidana korupsi sesuai dengan putusan pengadilan Nomor: 17/Pid.Sus-TPK/2016/PN.Mdn. Metode pendekatan penelitian ini adalah yuridis normatif, untuk mengetahui penerapan asas-asas yang terdapat dalam peraturan perundang-undangan. Sumber bahan hukum yang digunakan terdiri dari bahan hukum primer, sekunder dan bahan hukum tersier. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Tindak Pidana Korupsi terkait dengan kerugian keuangan negara atas nama terpidana Parno yang pada tingkat Pengadilan Negeri Medan menghukum dengan pidana penjara, denda dan uang pengganti dan dinyatakan secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi

    PRINSIP KERJASAMA DAN KESOPANAN PADA UJARAN

    No full text
    A cooperative and polite language is required to achieve the goal of conversation, either to deliver an idea or express feelings. In spite of that, the rule of cooperative principle proposed by Paul Grice is different from the rule of politeness principle proposed by Geoffrey Leech. Therefore, this study aims to find out the application of both principles and the relation between the two of them in utterances. To conduct this study, an American movie titled Isn't It Romantic was chosen as the subject. The method used in this research was descriptive qualitative. The findings show that there are 53 data of the application of cooperative and politeness principles. Therefore, there is a correlation between the cooperative and politeness principles in the conversations of this movie. The result of this study is expected to be a guideline to create an ideal conversation in society.Bahasa yang kooperatif dan sopan dibutuhkan untuk mencapai tujuan percakapan, termasuk menyampaikan gagasan atau mengungkapkan perasaan. Namun, aturan dalam prinsip kerjasama yang digagas oleh Paul Grice berbeda dengan aturan dalam prinsip kesopanan milik Geoffrey Leech. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menemukan penggunaan prinsip kerjasama dan kesopanan serta hubungannya di dalam ujaran. Subjek dari penelitian ini adalah sebuah film asal Amerika Serikat berjudul Isn’t It Romantic. Di dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini menujukkan bahwa terdapat 53 data yang mengandung prinsip kerjasama dan kesopanan. Oleh karena itu, terdapat juga sebuah hubungan yang berkaitan antara penerapan prinsip kerjasama dan kesopanan dalam ujaran di film ini. Hasil dari penelitian ini diharapkan mampu menjadi panduan untuk menciptakan percakapan yang ideal di masyarakat

    REHABILITASI SEBAGAI UPAYA PENANGGULANGAN PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA

    Full text link
    oai:ojs.site.scripta.fisip.ubb.ac.id:article/1Penelitian ini berjudul Rehabilitasi Sebagai Upaya Penanggulangan Penyalahgunaan Narkotika. Penelitian ini dilatarbelakangi kurangnya pemahaman mengenai Rehabilitasi. Rehabilitasi bagi penyalahguna narkoba merupakan suatu proses penanggulangan atas gangguan ketergantungan penyalahgunaan narkoba baik dalam jangka waktu pendek maupun jangka waktu panjang yang bertujuan mengubah perilaku dan mengembalikan fungsi individu di masyarakat. Rehabilitas berkesinambungan bagi korban penyalahguna dan atau pecandu narkoba diawali oleh tahapan rehabilitasi medis yang bertujuan untuk memulihkan kesehatan fisik dan psikis atau mental melalui layanan kesehatan dan terapi medis atau psikiatris, dilanjutkan dengan rehabilitasi sosial dan diakhiri dengan program pascarehabilitasi. &nbsp

    PEREMPUAN DAN NARKOTIKA (STUDI WARGA BINAAN LEMBAGA PEMASYARAKATAN PEREMPUAN KELAS III PANGKALPINANG)

    Full text link
    Penyalahgunaan narkotika merupakan penggunaan narkotika yang bukan digunakan untuk  tujuan bermanfaat tetapi digunakan secara berlebihan untuk merasakan efeknya. Narkotika dapat menjerat siapa saja, tak terkecuali kaum perempuan pun ikut menyalahgunakan narkotika. Hal ini merupakan sebuah permasalahan serius, karena dapat merusak masa depan perempuan itu sendiri dan juga akan berpengaruh ke masa depan anak-anak mereka. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor apa saja yang melatarbelakangi penyalahgunaan narkotika di kalangan para perempuan. Teori yang digunakan adalah teori asosiasi differensial,  teori anomie dan teori labeling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara. Penelitian ini dilakukan dengan cara deksriptif kualitatif dan dilakukan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Kota Pangkalpinang. Berdasarkan dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa faktor-faktor yang melatarbelakangi penyalahgunaan narkotika oleh perempuan yaitu : faktor internal maupun faktor eksternal. Faktor internal terdiri dari, faktor penasaran, faktor pengetahuan dan faktor gaya hidup. Sedangkan faktor eksternal terdiri dari, faktor ekonomi, faktor keluarga dan faktor lingkungan

    PERAN KOMISI INFROMASI PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG DALAM MENDORONG TERCAPAINYA KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK DI BANGKA BELITUNG

    Full text link
    Komisi informasi publik adalah salah satu lembaga mendiri yang berfungsi menjalankan undang-undang dan peraturan pelaksanaannya, untuk menetapkan petunjuk teknis standar layanan informasi publik dan menyelesaikan sengketa informasi publik melalui mediasi atau ajudikasi non litigasi. Adapun jenis penelitian yang digunakan didalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Untuk menganalisis peran Komisi Informasi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam mendorong tercapainya keterbukaan informasi publik di Bangka Belitung, maka peneliti menggunakan teori pers bebas atau teori pers libertarian yang dicetuskan oleh tokoh paham liberal yang terkenal yaitu Niccolo Machiavelli. Dalam teori pers bebas atau teori pers libertarian ini mengungkapkan bahwa pers merupakan sarana untuk penyaluran hati rakyat dalam memberikan pengawasan dan penentuan sikapnya pada setiap kebijakan yang diambil oleh pemerintah. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran dari Komisi Informasi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam mendorong tercapainya suatu keterbukaan informasi publik kepada masyarakat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sebagaimana yang telah tercantum di dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan informasi Publik di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Komisi publik di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mempunyai tugas dan fungsinya dibidang edukasi, sosialisasi, dan advokasi untuk mendorong keterbukaan informasi publik di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Dengan adanya peran komisi informasi di Kepulauan Bangka Belitung dapat mewujudkan pemerintahan yang mengedepankan prinsip keterbukaan informasi publik serta tata kelola pemerintahan yang demokratis. &nbsp

    48

    full texts

    60

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Scripta - Jurnal Ilmiah Mahasiswa
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇