Scripta - Jurnal Ilmiah Mahasiswa
Not a member yet
    60 research outputs found

    PERAN PEMERINTAH DAERAH DALAM KEBIJAKAN PENGATURAN DAN PENERTIBAAN PEDAGANG KAKI LIMA DI KOTA SEMARANG

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran pemerintah Kota Semarang terkait pengaturan serta penertibaan pedagang kaki lima.  Melihat semakin bertambah banyaknya jumlah PKL maka permasalah yang lebih kompleks juga akan sering muncul, baik itu masalah tata ruang, kebersihan, kenyamanan, serta kemacetan. Namun jika dilihat dari sisi positif kehadiran PKL justru dapat membantu mendongkrak roda perekonomian. Maka dari itu perhatian lebih harus ditujukan terkhususnya kepada pelaku usaha tersebut. Penelitian ini dolakukan menggunakan metode hukum normatif-empiris, yakni merupakan penelitian yang akan berfokus mengkaji dan mempertimbangkan ketentuan hukum serta mengkaitkannya dengan fakta yang muncul di lapangan. Berkenaan dengan itu, teknik pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan observasi, wawancara, dan sumber literatur lainnya. Hasil dari penelitian ini dapat kita simpulkan bahwa Pemerintah Kota Semarang telah melakukan berbagai upaya dalam menyelesaikan permasalahan ini, yang tentu berpedoman kepada Perda Kota Semarang No 11 Tahun 2000 pasal 1, Tentang Pengaturan dan Pembinaan Pedagang Kaki Lima, namun kebijakan yang sudah direalisasikan belum sepenuhnya berjalan dengan optimal dan maksimal. Dan untuk menjalankan kebijakan tersebut perlu adanya evaluasi baik itu dari segi komunikasi, diskusi, serta kerja sama, untuk mempermudahkan dalam proses koordinasi dan sinkronisasi antar pemerintah dan pihak yang berkentingan. Kata kunci: Pedagang Kaki Lima, Peran Pemerintah Daerah, Kebijaka

    THE FULFILLMENT OF HIERARCHY OF NEEDS IN THE MAIN CHARACTER IN MADELINE MILLER’S CIRCE

    Full text link
    Studi ini bertujuan untuk menganalisis hirarki kebutuhan hidup dan proses karakterisasi dari karakter utama didalam novel berjudul Circe karya Madeline Miller. Studi ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk menganalisis hirarki kebutuhan hidup dan proses karakterisasi karakter utama. Studi ini menggunakan teori hirarki kebutuhan hidup dari Abraham Maslow sebagai teori utama dan teori karakterisasi dari Edgar V. Roberts sebagai teori pendukung. Studi ini menemukan bahwa Circe sebagai karakter utama bisa memenuhi lima hirarki kebutuhan hidup. Physiological needs terpenuhi ketika Circe berhasil memenuhi kebutuhan makanan, minuman, dan tidurnya. Safety needs terpenuhi ketika Circe bisa melindungi dirinya sendiri dari bahaya disekitarnya. Love and belonging needs terpenuhi ketika Circe berhasil menikah dengan Telemachus. Esteem-needs terpenuhi ketika Circe berhasil mendapatkan pengakuan dan bisa menghargai dirinya sendiri. Self-actualization needs terpenuhi ketika Circe berusaha untuk mengembangkan kemampuannya sebagai seorang penyihir sehingga mendapat julukan penyihir dari Aiaia. Didalam pemenuhan hirarki kebutuhan hidup, Circe selalu berusaha dengan semaksimal mungkin dalam memenuhi semua kebutuhannya sendiri

    ANALYSIS OF POLITICAL CAPITAL IN THE VICTORY OF SUKIRMAN – BONG MING-MING IN THE 2020 West BANGKA ELECTION

    No full text
    Abstrak Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2020 merupakan pesta demokrasi lokal secara langsung yang keempat kali dilaksanakan di Kabupaten Bangka Barat. Pilkada dimenangkan oleh nomor urut dua pasangan Sukirman – Bong Ming-Ming. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bentuk-bentuk modal politik dan pemanfaatan modal politik yang dimiliki dalam merebut kemenangan Pilkada. Penelitian ini menggunakan analisis teori Kimberly L Casey terkait bentuk modal politik yang dibagi menjadi tujuh bentuk, yaitu: modal kelembagaan, modal sosial, modal manusia, modal ekonomi, modal budaya, modal simbolik, dan modal moral. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data primer penelitian ini didapatkan dari hasil wawancara terhadap sembilan informan yang sudah ditentukan dan mengetahui dinamikan Pilkada di Kabupaten Bangka Barat tahun 2020. Hasil penelitian ini menjelaskan bentuk-bentuk modal politik yang dimiliki Sukirman-Bong Ming-Ming terkait modal kelembagaan (partai koalisi: Nasdem, PKS, Perindo, PSI, dan PPP), modal sosial (Popularitas, elektabilitas, ketokohan, jaringan kepemilikan pribadi), modal manusia (Track record), modal ekonomi (dana pribadi, partai koalisi), modal budaya (kedaerahan, kesukuan), modal simbolik (gelar Haji Sukirman, Nama Bong Ming-Ming, dan modal moral (positif, Berjiwa sosial tinggi, tidak membedakan golongan). Terdapat modal politik yang mendominasi serta Pemanfaatan modal politik, yaitu: modal kelembagaan: pengerahan kader partai koalisi, pergerakan secara massif oleh tim pemenangan, penyamaan visi-misi kelembagaan. Modal sosial: dukungan dari berbagai kelompok masyarakat, komunitas nelayan, Millenial, ulama. Modal budaya: pengenalan kedaerahan dan kesukuan yang dimanfaatkan untuk personal branding ke masyarakat.    Abstract   The 2020 Regional Head Election (Pilkada) is the fourth direct local democratic party to be held in West Bangka Regency. The election was won by pair number two Sukirman – Bong Ming-Ming. This study is aimed to analyze the forms of political capital and the use of political capital in winning the Pilkada. This study usesof Kimberly L Casey's theory regarding the form of political capital which is divided into seven forms, such us: institutional capital, social capital, human capital, economic capital, cultural capital, symbolic capital, and moral capital. This study uses a descriptive qualitative research method with a case study approach. The primary data of this study were obtained from interviews with nine informants who have been determined and know the dynamics of the regional elections in West Bangka Regency in 2020. The results of this study explain the forms of political capital owned by Sukirman-Bong Ming-Ming related to institutional capital (coalition party: Nasdem , PKS, Perindo, PSI, and PPP), social capital (popularity, electability, character, private ownership network), human capital (Track record), economic capital (personal funds, coalition parties), cultural capital (regional, ethnic), symbolic capital (the title of Haji Sukirman, Nama Bong Ming-Ming, and moral capital (positive, high social spirit, no class distinction). There is political capital that dominates and the use of political capital, such us : institutional capital: mobilization of coalition party cadres, collective movement massively by the winning team, aligning institutional vision and mission Social capital: support from various community groups, fishing communities, Millennials, ulama. l culture: introduction of regional and ethnic groups that are used for personal branding to the community.   &nbsp

    lidiadiningsih

    Full text link
    Penelitian ini mengenai resitensi yang dilakukan oleh kelompok struktur bawah (masyarakat) terhadap kelompok struktur atas (pengusaha dan pemerintah). Resistensi dalam bentuk protes muncul karena adanya PT. Bangka Asindo Agri yang berdiri di wilayah permukiman warga dengan jarak yang kurang dari 1 kilometer, wilayah berdirinya PT. Bangka Asindo Agri bukan di wilayah industri dan kurang optimal dalam pengelolaan  limbah hasil produksi, sehingga ini menjadi pemicu konflik di Kelurahan Kenanga, Kabupaten Bangka. Akibatnya masyarakat terbagi menjadi 2 kelompok yakni, kelompok pro dan kontra. Kelompok masyarakat yang kontra melakukan resistensi terhadap PT. Bangka Asindo Agri selaku penyebab. Tujuan penelitian mengetahui bentuk resistensi yang dilakukan oleh kelompok masyareakat di Kelurahan Kenanga, Kabupaten Bangka dan peluang keberhasilan dalam melakukan resistensi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa kelompok masyarakat kontra melakukan resistensi dengan 2 bentuk yakni;(1) Resistensi terbuka berupa mendatangi sejumlah pemerintah setempat dan perusahaan, petisi dengan hasil 1.255 tandatangan agar pabrik di tutup, memasang spanduk, protes di media sosial, pengumpulan KTP (Kartu Tanda Pengenal) dan tandatangan untuk menggugat PT. Bangka Asindo Agri dengan hasil 1900 tandatangan dan fotokopi KTP (Kartu Tanda penduduk), gugatan kepengadilan PT. Bangka Asindo Agri. (2) Resistensi tertutup berupa penarikan rasa hormat terhadap PT. Bangka Asindo Agri. Kelompok ini berhasil dalam melakukan perlawanan

    EFEKTIVITAS KEBIJAKAN BANTUAN LANGSUNG TUNAI DANA DESA SELAMA PANDEMI COVID-19 DI DESA SEBAGIN, KABUPATEN BANGKA SELATAN

    Full text link
    Pandemi Covid-19 menyebabkan melemahnya daya beli masyarakat. Akibat perekonomian masyarakat yang terganggu Pemerintah mengeluarkan beberapa kebijakan kepada masyarakat yang terdampak Covid-19 yaitu BLT-Dana Desa sebagai bentuk perlindungan sosial masyarakat miskin ditengah pandemi. Program ini ditujukan kepada masyarakat miskin non PKH, kehilangan mata pencaharian, belum terdata dan mempunyai penyakit menahun. Tujuan dari bantuan ini untuk menjaga daya beli masyarakat miskin dan membangun tanggung jawab sosial dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Program BLT-Dana Desa di Desa Sebagin juga telah  dirasakan masyarakat, Namun berkaitan dengan penerima bantuan terdapat konflik kecemburuan antar masyarakat. Hal tersebut karena penerima yang masih mampu dalam hal ekonomi tetapi masih terdata dalam bantuan dan terdapat sikap nepotisme antar perangkat di desa dan tidak sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dari kebijakan BLT-Dana Desa dan Faktor pendukung serta penghambat dari kebijakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan teori Efektivitas dari Makmur (2010). Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa dalam proses pendataan penerima bantuan masih terdapat data yang tidak sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan dan masih terdapat sikap nepotisme walau proses pendataan sudah dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Kemudian, dengan adanya bantuan ini cukup memenuhi kebutuhan masyarakat sehari-sehari walau tidak memenuhi semua kebutuhan lainnya.Pandemi Covid-19 menyebabkan melemahnya daya beli masyarakat. Akibat perekonomian masyarakat yang terganggu Pemerintah mengeluarkan beberapa kebijakan kepada masyarakat yang terdampak Covid-19 yaitu BLT-Dana Desa sebagai bentuk perlindungan sosial masyarakat miskin ditengah pandemi. Program ini ditujukan kepada masyarakat miskin non PKH, kehilangan mata pencaharian, belum terdata dan mempunyai penyakit menahun. Tujuan dari bantuan ini untuk menjaga daya beli masyarakat miskin dan membangun tanggung jawab sosial dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Program BLT-Dana Desa di Desa Sebagin juga telah  dirasakan masyarakat, Namun berkaitan dengan penerima bantuan terdapat konflik kecemburuan antar masyarakat. Hal tersebut karena penerima yang masih mampu dalam hal ekonomi tetapi masih terdata dalam bantuan dan terdapat sikap nepotisme antar perangkat di desa dan tidak sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dari kebijakan BLT-Dana Desa dan Faktor pendukung serta penghambat dari kebijakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan teori Efektivitas dari Makmur (2010). Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa dalam proses pendataan penerima bantuan masih terdapat data yang tidak sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan dan masih terdapat sikap nepotisme walau proses pendataan sudah dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Kemudian, dengan adanya bantuan ini cukup memenuhi kebutuhan masyarakat sehari-sehari walau tidak memenuhi semua kebutuhan lainnya.&nbsp

    PENOLAKAN PENAMBANGAN TIMAH OLEH KELOMPOK NELAYAN DI PERAIRAN PANTAI MATRAS, KABUPATEN BANGKA

    Full text link
    Penelitian ini membahas konflik antara penambang timah dan masyarakat nelayan pesisir di perairan Pantai Matras, Kabupaten Bangka. Konflik ini dipicu oleh masuknya kapal isap produksi (KIP) untuk melakukan pengerukan biji timah yang ada di perairan Pantai Matras, Kabupaten Bangka. Hal tersebut menuai pro dan kontra dari masyarakat sehingga terbentuklah kelompok pro tambang dan kelompok kontra tambang, kelompok kontra tersebut anggotanya merupakan nelayan sekitar yang tempat wilayah tangkap ikannya tersingkirkan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) motif utama penolakan masyarakat nelayan pesisir; dan (2) eskalasi konflik yang terjadi. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan melakukan wawancara, observasi dan dokumentasi untuk mencari data. Dalam menentukan informan peneliti menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat nelayan pesisir bergabung dalam kelompok nelayan kontra tambang dikarenakan tiga yaitu faktor yaitu kerusakan lingkungan oleh aktivitas penambangan di laut terutama di wilayah tangkap, kedua karena kerusakan tersebut mengurangi hasil tangkapan, dan ketiga karena terdapat inkonsistensi dalam melibatkan masyarakat nelayan pesisir ketika menentukan keputusan dan aspirasi. Namun, faktor paling dominan ada pada kepedulian dalam menjaga lingkungan perairan Pantai Matras supaya tidak rusak akibat aktivitas tambang. Hal ini menimbulkan konflik dalam masyarakat, yang mengalami beberapa tahap dan tingkatan:mulanya hubungan masyarakatnya harmonis, diikuti oleh gejolak hingga meningkat pada tahap krisis yang melibatkan kekerasan fisik antara masyarakat nelayan pesisir dan penambang serta nelayan pro tambang dan nelayan kontra tambang. Fase pascakonflik ditandai dengan mulai beralihnya profesi para nelayan pesisir karena keterpaksaan dan keterbatasan modal yang dimiliki

    PERATURAN DAERAH RZWP3K DI ANTARA AKSEPTABILITAS DAN RESISTENSI (STUDI TERHADAP IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH ZONASI RZWP3K DI PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG)

    Full text link
    Bangka Belitung dikenal sebagai ‘’pulau timah’’ yang dimana banyak dikenal karena hasil pertambangan timah yang telah memasuki Pasar Internasional. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merupakan daerah yang potensial di bidang pertambangan, karena terdapat banyak tanah yang mengandung mineral bijih timah dan bahan galian (misalnya pasir kuarsa, pasir bangunan, kaolin, batu gunung, tanah liat dan granit). Dalam hal ini pula, tidak sedikit pula, aktivitas pertambangan menjadi komoditas mata pencaharian masyarakat di Bangka Belitung. Oleh karenanya kegiatan pertambangan menjadi salah satu pendorong  dalam aspek perekonomian di Bangka Belitung. Kegiatan pertambangan tidak hanya dilakukan di darat, akan tetapi dilakukan juga di wilayah laut. Kegiatan pertambangan laut berbeda dengan pertambangan darat. Hal ini juga yang membuat kekhawatiran masyarakat semakin meningkat dan tak sedikit pula menimbulkan konflik. Adapun dalam penelitian ini ingin mengidentifikasi bagaimana dinamika akseptabilitas dan resistensi masyarakat terhadap masalah zonasi yang terdapat di Peraturan RZWP3K dan inging mengetahui bagaimana peran pemerintah dalam implementasi Perda RZWP3K di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

    STRATEGI PEMASARAN POLITIK PASLON DIDIT SRIGUSJAYA DAN KORARI SUWONDO DALAM PILKADA BANGKA TENGAH TAHUN 2020

    Full text link
    Pemilihan umum kepala daerah atau pilkada merupakan salah satu  wujud implementasi demokrasi lokal pada tingkat kedaerahan yang berlansung selama 5 tahun sekali dengan gambaran partisipasi langsung masyarakat menjadi tolak ukur nyata dari demokrasi. Adanya pelaksanaan sebuah pemilu membuat terjadinya sirkulasi kekuasaan agar tidak terjadinya pemerintahan yang absolute oleh beberapa kelompok tertentu. Kontestasi pilkada yang terjadi di Kabupaten Bangka Tengah merupakan suatu momentum yang tidak biasa dimana paslon Berdikari (Didit-Korari) diusung oleh satu partai yang sama yaitu PDIP namun partai pengusung dianggap sebagai partai yang besar, selain hal tersebut jika dilihat dari track record paslon berdikari merupakan paslon yang kuat namun ternyata kalah.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk strategi pemasaran politik serta tantangan yang dihadapi oleh calon Bupati dan Wakil Bupati (Didit Srigusjaya dan Korari Suwondo) dalam memenangkan kontestasi Pilkada di Kabupaten Bangka Tengah Tahun 2020.Sebagai paslon yang dianggap kuat namun ternyata kalah, tentu hal tersebut mmenjadi daya tarik peneliti melakukan penelitian ini.Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori political marketing (pemasaran politik) oleh Denny JA. 8P dalam proses pemasaran politik model Denny JA dalam penelitian ini yaitu, Pro-Innovation, Public opinion, Polling, Profilling (voter segmentation), Positioning, Product, Pull marketing, dan Push marketing.        &nbsp

    bahasa inggris

    No full text
    Cohesive devices play an important role in forming a good speech. The use of language that is organized and easy to understand by others in delivering a speech will have an impact on communication that runs well, so it can avoid misunderstanding between speakers and listeners. Therefore, this qualitative study aimed to investigate cohesive devices’ occurrence, function, and the pattern of the  dominant grammatical and lexical cohesion used in the Donald Trump’s Concession Speech. The theory used was cohesive devices by Halliday & Hasan. There were 362 cohesive devices found in the Donald Trump’s speech. Personal reference was the most used in the speech which had 181 items, while the least was ellipsis and substitution which only contained 1 item each. There were 2 grammatical cohesion and 1 lexical as dominant types found in the speech, they are personal reference “we” which contained 57 items, additive conjunction “and” which contained 46 items, and repetition which contained 27 items used in Donald Trump’s Speech. Trump used a pattern by using the word “we” more than “I” to create an image where he belongs to his people, while the pattern used by Trump by using “and” is as a connector of the additional information Trump given, and the use of some repititions by Trump refered to emphasize on the points discussed.   Keywords: Cohesive Devices, Speech, Donald Trump.Perangkat kohesif memainkan peran penting dalam penyusunan pidato yang baik. Penggunaan bahasa yang tertata dan mudah dipahami dalam menyampaikan pidato akan berdampak pada komunikasi yang berjalan dengan baik sehingga dapat menghindari kesalahpahaman antara pembicara dan pendengar. Oleh karena itu, penelitian kualitatif ini bertujuan untuk menyelidiki kemunculan, fungsi, dan pola dari tipe dominan perangkat kohesif yang digunakan dalam Pidato Kekalahan Donald Trump. Teori yang digunakan untuk melakukan penelitian ini adalah teori perangkat kohesif Halliday & Hasan. Ada 362 perangkat kohesif yang ditemukan dalam pidato Donald Trump. Referensi pribadi sebagai penggunaan terbanyak  dalam pidato memiliki 181 item, sedangkan yang paling sedikit digunakan adalah elipsis dan substitusi dengan masing-masing 1 item. Terdapat 2 kohesi gramatikal dan 1 kohesi leksikal sebagai tipe dominan yang ditemukan dalam pidato, yaitu referensi pribadi yaitu 'kita' sebanyak 57 item, konjungsi aditif yaitu ‘dan’ sebanyak 46 item, dan repetisi sebanyak 27 item  yang digunakan dalam pidato Donald Trump. Trump menggunakan pola dengan lebih banyak menggunakan ‘kita’ dibanding “saya” untuk menciptakan gambaran bahwa Trump juga bagian dari warga negaranya, sedangkan pola yang digunakan Trump dengan kata ‘dan’ adalah sebagai penghubung atas informasi tambahan yang Trump berikan, dan penggunaan beberapa repetisi oleh Trump lebih merujuk pada penekanan atas poin yang ia sampaikan.   Kata kunci: Perangkat Kohesif, Pidato, Donald Trump

    TABOO WORDS ANALYSIS IN FAST AND FURIOUS 8 MOVIE BY F. GARY GRAY

    Full text link
               This study aims to investigate the types of taboo words using the theory of Jay (1992) and the functions of taboo words using Wardhaugh's theory (2006). This study employed a descriptive qualitative as a research method. The result of this study shows there are 7 types of taboo words, namely cursing 17 data, profanity 8 data, obscenity 1 data, epithet 15 data, vulgarity 14 data, insult and slur 7 data, and scatology 7 data. Then, there are 4 functions of taboo words, namely to draw attention 42 data, to show contempt 16 data, to be provocative 10 data, and to mock authority 1 data. Based on the analysis results, the word hell appears to be the second most taboo word used in this movie and has become the most dominant type of taboo word, namely cursing. This is because they use cursing to express their feelings, such as anger, annoyance, or shock, and to emphasize something in an utterance. Furthermore, all the words hell in this movie have the function as to draw attention. To draw attention appears as the most dominant function in Fast and Furious 8 movie because it can represent the character's intention of using taboo words. Keywords: Sociolinguistics, Taboo Words,  Fast and Furious 8 Movie     ABSTRAK                                   Penelitian ini menganalisis jenis kata tabu menggunakan teori dari Jay (1992) dan fungsi kata tabu menggunakan teori dari Wardhaugh (2006). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tujuh jenis kata tabu yaitu cursing sebanyak 17 data, profanity sebanyak 8 data, obscenity 1 data, epithet sebanyak  15 data, vulgarity sebanyak 14 data, insult and slurs sebanyak 7 data, dan scatology sebanyak 7 data. Kemudian terdapat empat fungsi kata tabu dalam penelitian ini yaitu untuk menarik perhatian sebanyak 42 data, untuk menunjukan penghinaan sebanyak 16 data, untuk memprovokativ sebanyak 10 data, dan untuk menegjek otoritas 1 data. Berdasarkan hasil dari analisis data, kata hell termasuk kedalam jenis cursing yang menempati urutan kedua kata tabu yang paling banyak muncul setelah kata shit dan menjadi jenis kata tabu yang paling dominan muncul karena mereka menggunakannya ketika ingin mengekspresikan berbagai persaan seperti marah, kesal atau terkejut dan untuk menekankan sesuatu dalam ucapannya. Selanjutnnya, semua kata hell dalam film ini berfungsi untuk menarik perhatian. Untuk menarik perhatian menjadi fungsi kata tabu yang paling dominan muncul karena dapat mewakili niat karakter dalam menggunakan kata-kata tabu. Kata kunci: Sosiolinguitik, kata-kata tabo, film Fast and Furious

    48

    full texts

    60

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Scripta - Jurnal Ilmiah Mahasiswa
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇