Kalamatika (E-Journal)
Not a member yet
    152 research outputs found

    TRADISI NIROK-NANGGOK MASYARAKAT BELITUNG: SEJARAH DAN KAIDAH MATEMATIS

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejarah dan kaidah matematis pada tradisi nirok-nanggok di pulau Belitung. Nirok-nanggok adalah upacara adat yang menunjukan rasa syukur, dilakukan beramai-ramai, dan dipandu oleh seorang pemimpin. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui kaidah matematis apa yang tersirat dalam tradisi nirok-nanggok, dan bagaimana kontekstual kaidah matematis dalam tradisi nirok-nanggok tersebut. Studi ini dipandang sebagai salah satu bentuk nyata bahwa dalam tradisi tidak semata-mata hanya menonjolkan adat istiadat dan norma saja, namun dengan sudut pandang tertentu dapat dijadikan bahasan bahwa suatu tradisi telah terkonsep secara matematis. Tradisi budaya daerah yang memuat kaidah matematis ini dapat dijadikan sebagai salah satu contoh kontekstual dalam belajar matematika. Berdasarkan hasil kajian, disimpulkan bahwa kaidah matematis yang tersirat dalam tradisi nirok-nanggok adalah teori peluang. Kontekstual budaya nirok-nanggok dicontohkan sesuai dengan konsep peluang kejadian independen, peluang kejadian bersyarat, dan frekuensi harapan. Kaidah peluang merupakan teori prediksi dan bukan suatu kepastian, sehingga suatu kejadian yang diprediksi merupakan kejadian yang mungkin akan terjadi dan mungkin juga tidak terjad

    PENGGUNAAN MODEL PjBL UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS MAHASISWA DALAM MEMBUAT MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA

    No full text
    This study aimed to analyze the level of achievement of the objectives in improving the use of the model PPA creativity mathematics student teachers to create media-based learning of local culture Cirebon. One of the skills that must be owned by prospective teachers of mathematics are capable and able to prepare and use instructional media in the process of teaching and learning activities in class. One of the subjects that prepare prospective teachers of mathematics, in order to have a good competence in the use of instructional media, is Multimedia learning of mathematics subject for third level students with 2 credits point. Culture and local wisdom of Cirebon can be used as one form of media innovative learning in mathematics. It is time for local wisdom cirebon be a source of learning for students. Through the course of learning media is expected student teachers can get to know the culture. The introduction of local culture to students urgently needed so that they can live their culture and themselves. The activities of creative thinking in question is how the students will be the link between learning theory, knowledge of instructional media and cultural wisdom of Cirebo

    PENGGUNAAN MATEMATIKA REALISTIK UNTUK MENINGKATKAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMP

    No full text
    The problem of mathematics learning often happens in mathematics teaching that seems far from the real problem. Realistic mathematics learning can help students to understand about mathematics concepts that abstract for them. If the teachers use real context in mathematics learning, students will be more attracted and interested. The purpose of this research is to look at the effect of realistic mathematics learning towards student's mathematical disposition. The method of this research is descriptive quantitative. The subjects were 35 students of SMP N 14 Yogyakarta grade 7 and this research held in one month. The instrument is students' mathematical disposition scale questionnaire. The students fill the questionnaire before and after they are given a treatment. The result of the questionnaire was analyzed using descriptive statistics, by looking at the average before and after treatment and categorized according to the average value. Based on the results of the descriptive statistical analysis showed that an average of students’ mathematical disposition has increased. The average value of students in pre-treatment is 96.02 with the medium category and then after treatment is given to the 109.44 with the high categor

    DESAIN BAHAN AJAR MATA KULIAH ALAJABAR LINEAR UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERFIKIR KREATIF MATEMATIS

    No full text
    Studi ini merupakan kegiatan pengembangan yang dilakukan secara kolaborasi antara dosen dan mahasiswa. Dosen merupakan tim peneliti yang akan duduk bersama untuk merancang bahan ajar berdasarkan pengalaman, potensi, dan kondisi yang ada. Dari kegiatan perancangan akan menghasilkan draf bahan ajar. Draf ini dievaluasi berdasarkan evaluasi materi yang meliputi antara lain, kelayakan isi, kebahasaan, ssajian dan kegrafikan serta evaluasi dari segi konstruk antara lain meninjau tentang ketepatan dalam susunan, tidak menimbulkan penafsiran ganda dan benar-benar mengukur kemampuan berfikir kreatif. Selanjutnya draf ini diujicobakan dalam skala kecil sebanyak 10 orang responden yang sudah pernah mendapat kuliah Aljabar Linear dan uji coba lapangan pada kegiatan pembelajaran mata kuliah Aljabar Linear. Modul dan Lembar Kegiatan Mahasiswa (LKM) yang dikembangkan sudah valid dan layak diujicobakan pada proses pembelajaran untuk dapat memfasilitasi kemampuan berfikir kreatif matematis. Bahan ajar tersebut menarik dan dapat menimbulkan motivasi belajar di tengah keterbatasan bahan ajar dan mengurangi rasa malas belajar di rumah. Kata Kunci : modul, LKM, kemampuan berfikir kreatif matemati

    PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA PADA MATERI SEGIEMPAT SISWA SMP

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan aktivitas guru dan siswa pada pembelajaran berbasis masalah yang dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa dan peningkatan pemahaman konsep siswa pada konsep matematika materi segiempat serta respon siswa pada pembelajaran berbasis masalah. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas bersifat kualitatif dan kuantitatif. Subjek penelitian adalah siswa SMP Negeri 1 Dompu Kelas VIIA sebanyak 34 Orang. Instrumen yang digunakan adalah lembar tes, observasi dan wawancara, angket serta dokemen. Data penelitian inipun dianalisis dalam bentuk rata-rata dan persentase kemudian dikombinasikan dengan hasil wawancara yang bersumber dari guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman konsep siswa dapat ditingkatkan menggunakan pembelajaran berbasis masalah, terbukti pada peningkatan setiap siklus pembelajaran. Hal ini didukung pada aktivitas guru dan siswa berdasarkan langkah-langkah pada pembelajaran berbasis masalah yaitu pada siklus pertama aktivitas guru dengan presentasenya 92,5% meningkat disiklus kedua sebesar 97,5%, sedangkan aktivitas siswa disiklus pertama dengan presentasenya adalah 93,8% dan meningkat pada siklus kedua sebesar 97,69%. Sedangkan pada hasil tes pemahaman konsepnya adalah pada siklus pertama adalah 79, 41% dengan rata-rata nilainya adalah 77,35 dan pada siklus kedua pemahaman konsep matematika siswa meningkat secara signifikan, hal ini terbukti presentasenya adalah 88,24% dengan rata-rata nilainya adalah 84,26. Sehingga pencapaian antara aktivitas guru dan siswa serta pemahaman konsep matematika siswa pada pembelajaran berbasis masalah mendapatkan respon yang positif berdasarkan transkripsi dari siswa, karena siswa merasa senang dengan suasana belajar yang memaksimalkan aktivitas pada kelompok yang dibagikan

    ANALISIS KESALAHAN DAN SCAFFOLDING DALAM PENYELESAIAN PERSAMAAN DIFERENSIAL

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan hasil analisis kesalahan dan scaffolding yang diterapkan dalam memperbaiki kesalahan matematika mahasiswa ketika menyelesaikan persamaan diferensial. Jenis penelitian merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Subyek penelitian adalah mahasiswa program studi Pendidikan Matematika IKIP Budi Utomo Malang yang menempuh matakuliah Persamaan Diferensial. Hasil analisis kesalahan menunjukkan bahwa kesalahan yang muncul dalam menyelesaikan persamaan diferensial adalah kesalahan konseptual, prosedural dan faktual. Secara umum, penyebab kesalahan adalah karena mahasiswa tidak mengoptimalkan pengetahuan awal yang sudah dimiliki terkait konsep turunan dan integral dan mahasiswa belum sepenuhnya memahami konsep dan prosedur dalam penyelesaian persamaan diferensial. Selain itu, mahasiswa juga sering menyelesaikan persamaan diferensial dengan hanya melihat dan meniru contoh yang sudah diberikan. Perbaikan kesalahan dilakukan melalui penerapan scaffolding yang merupakan variasi dari pemberian petunjuk, handout dan penjelasan pada mahasiswa. Variasi penerapan scaffolding juga didampingi dengan pemberian umpan balik dan motivasi terhadap mahasiswa. Variasi penerapan scaffolding ditujukan agar mengoptimalkan kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan persamaan diferensial. Mahasiswa juga lebih mandiri dan terlibat aktif dalam pembelajaran. Jadi, selain mampu memperbaiki kesalahannya mahasiswa juga memperoleh pemahaman yang lebih mendalam terkait penyelesaian persamaan diferensial sekaligus meningkatkan sikap dan performanya dalam pembelajaran

    PERBANDINGAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA ANTARA DISCOVERY LEARNING DAN PROBLEM BASED LEARNING

    No full text
    This research is aimed to investigate the students’ problem-solving competency after learn by using discovery learning model and students’ problem-solving ability after learn by using problem-based learning model. Therefore, this research is aimed to investigate differences problem-solving ability of mathematics between students who get discovery learning model and problem-based learning model. The population used in this research was a student in grade VII in one of junior high school in West Bandung Regency. The sample was student class VII B for the first experiment class and VII C for the second experiment class with 35 students in every class. The method in this research was a quasi experiment by using two group post-test only design. The instrument in this research is post-test about problem-solving of mathematics. Based on the research, it can be concluded that there is a difference between the mathematical problem-solving competency of students who get discovery learning model and problem-based learning model. Nevertheless, the qualification of problem-solving competency between of students who gets discovery learning model and problem-based learning model, are including the medium categor

    KESULITAN BERPIKIR ABSTRAK MATEMATIKA SISWA DALAM PEMBELAJARAN PROBLEM POSING BERKELOMPOK

    No full text
    This study based on the difficulty of students to think abstractly in the material geometry. There are still many students who feel confused when should imagine and then describe each object geometry because basically a lot of material geometry using visualization mathematical model that concretely not real and do not always exist in everyday life. The difficulties caused students cannot resolve the problems on the material geometry. This illustrates the poor ability of students' mathematical abstraction. One of the methods that can improve the ability of mathematical abstraction is a problem posing learning groups. The purpose of this study is (1) to describe the difficulty of students of abstract mathematical thinking in problem posing learning groups; (2) determine the factors that cause difficulty in abstract mathematical thinking in problem posing learning groups. This study used a qualitative research approach and descriptive. The subjects of this study are students of class X IPA 1 SMAN 1 Leuwimunding Leuwimunding 2015/2016 totaling 36 students. The instrument used in this study is a matter of mathematical abstraction ability tests, questionnaires and interview guidelines. The results showed there are still many students who have difficulty in abstract mathematical thinking in problem posing learning groups which are (1) students lack mastery of concepts; (2) the student does not perform direct experience with the object; (3) students are less able to apply the concept in an appropriate context; and (4) students have difficulty in manipulating abstract mathematical object. While the factors that lead to difficult students to think abstractly derived from external factors, namely the lack of media use props in learnin

    ADVERSITY QUOTIENT DAN PENALARAN KREATIF MATEMATIS SISWA SMA DALAM PEMBELAJARAN ARGUMENT DRIVEN INQUIRY PADA MATERI TURUNAN FUNGSI

    No full text
    This study is designed in the form of experiment with the design of control group and posttest only aimed at investigating the role of learning that Argument Driven Inquiry (ADI) in improving senior high school students’ creative mathematical reasoning ability. The population of this study was senior high school students’ in Cimahi City and the samples were 69 senior high school students’ set purposively and randomly to be included into the experimental class and control class. Based on the results and discussion, it is concluded that: (1) creative mathematical reasoning ability of the students who received Argument Driven Inquiry (ADI) instruction is better than those who received direct instruction is reviewed based on the whole and the type of Adversity Quotient (Quitter / AQ Low, Champer / AQ Medium, and the Climber / AQ High); Learning factors and type of Adversity Quotient (AQ) affect the achievement of creative mathematical reasoning skills students. In addition, there is no interaction effect between learning and AQ together in developing the creative mathematical reasoning ability of students'; (3) creative mathematical reasoning ability of students’ has not been achieved optimally on the indicators novelty

    ANALISIS KESALAHAN MENYELESAIKAN SOAL PEMBUKTIAN GEOMETRI EUCLID DITINJAU DARI GENDER PADA MAHASISWA IKIP BUDI UTOMO MALANG

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang jenis, dan penyebab kesalahan mahasiswa IKIP Budi Utomo Malang dalam menyelesaikan soal pembuktian Geometri Euclid serta pengaruh gender dalam menyelesaikan soal pembuktian tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: (1) tes yang digunakan untuk mengetahui letak kesalahan mahasiswa dalam menyelesaiakan soal pembuktian Geometri Euclid serta adakah pengaruh gender di dalamnya; (2) wawancara yang digunakan untuk mendapatkan data factor penyebab kesalahan. Berdasarkan hasil penelitian Kesalahan menyelesaikan soal pembuktian Geometri Euclid yang dilakukan mahasiswa IKIP Budi Utomo Malang diantaranya adalah kesalahan konseptual pada soal no 1 sebayak 32 % sedangkan pada soal no 2 sebanyak 25. 17%, kesalahan prosedural pada soal no 1 sebayak 26,67% sedangkan pada soal no 2 sebanyak 30.83%,serta kesalahan teknis hanya terjadi pada saat mengerjakan soal no 1 yaitu sebayak 0.83%. Perbedaan gender pada saat menyelesaikan soal pembuktian Geometri Euclid perbedaannya tidak signifikan sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh gender dalam menyelesaikan soal pembuktian geometri Euclid. Banyak penyebab mahasiswa melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal-soal pembeuktian Geometri Euclid salah satunya adalah mahasiswa kesulitan dalam mencari alasan pada langkah-langkah pembuktian bangun geometri Kata kunci: Kesalahan, Pembuktian, Geometri Euclid, Gende

    0

    full texts

    152

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Kalamatika (E-Journal)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇