Journal of Science and Application Technology (JSAT - Institut Teknologi Sumatera)
Not a member yet
656 research outputs found
Sort by
Pengembangan Awal Roadnesia.id (Sistem Informasi Penelitian Jalan Indonesia)
Sistem informasi merupakan alat yang dikembangkan sebagai pusat informasi, visualisasi, dan sharing dari objek yang direview. Jalan nasional adalah jalan yang menghubungkan pusat-pusat kegiatan seluruh pusat pergerakan nasional serta pusat pergerakan provinsi dan pusat kegiatan strategis lainnya di Indonesia. Studi ini direncanakan untuk mengembangkan sistem informasi jalan nasional yang dapat digunakan oleh pengguna sebagai pusat visualisasi, informasi, dan berbagi berbagai data yang berkaitan dengan jalan nasional. Pengembangan sistem informasi ini dilakukan dengan mengembangkan sistem informasi berbasis web sehingga dapat diakses kapan saja dan dimana saja oleh pengguna. Roadnesia.id merupakan sistem informasi jalan terencana yang dapat menjadi pendataan keramaian untuk data penelitian jalan. Beberapa aspek yang akan diulas dan ditampilkan pada jaringan jalan nasional ini antara lain kondisi jalan nasional, panjang jalan nasional dan informasi terkait jalan nasional di seluruh Indonesia. Dalam aspek pembangunan, sistem informasi jalan nasional ini dapat dikembangkan dengan memasukkan berbagai analisis jalan nasional sederhana yang meliputi persimpangan, bundaran, penampang dan analisis sederhana lainnya yang berkaitan dengan lalu lintas dan perkerasan pada jalan nasional. Hasil dari Sistem Informasi ini adalah pengumpulan data lebih mudah untuk dibagikan dan dapat digunakan untuk jenis analisis lain
Konsep Perancangan Kebun Binatang dengan Pendekatan Habitat di Bandung, Indonesia
Indonesia sebagai salah satu pusat keanekaragaman hayati dunia saat ini menghadapi tantangan untuk menjaga kelestarian keragaman hayatinya. Salah satu tantangan tersebut adalah ancaman kepunahan satwa disebabkan oleh hilangnya habitat. Kehilangan habitat dapat disebabkan oleh tiga aspek utama, yaitu pertama adalah kerusakan habitat akibat bencana alam, kedua adalah hilangnya habitat akibat alih guna lahan dan ketiga adalah pembunuhan fauna akibat perdagangan yang tidak bertanggung jawab. Untuk menjaga kelestarian satwa dapat dilakukan dengan dua metode, konservasi in situ (didalam habitat) dan konservasi ex situ (diluar habitat). Kebun binatang sebagai bagian dari konservasi ex situ diharapkan dapat menjadi miniatur habitat asli sesuai dengan kebutuhan masing-masing satwa. Akan tetapi, dapat kita lihat bahwa banyak kebun binatang di Indonesia yang belum menerapkan perannya sebagai miniatur habitat sehingga satwa tidak dapat berperilaku bebas sesuai kebutuhannya. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa dan menentukan konsep rancangan dengan pendekatan habitat pada studi kasus kebun binatang Bandung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan perencanaan dan perancangan arsitektur lanskap. Dimulai dari inventarisasi tapak, analisis hingga perumusan konsep. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara studi dokumentasi dan observasi. Hasil dari penelitian ini berupa konsep perancangan dan diharapkan dapat diterapkan oleh kebun binatang yang ada di Indonesia
ANALISIS CURAH HUJAN RENCANA DENGAN MENGGUNAKAN DISTRIBUSI GUMBEL UNTUK WILAYAH KABUPATEN LAMPUNG SELATAN
The research focuses on the rainfall analysis, which aims to obtain the maxima data of rainfall using annual and partial data series, and to calculate daily plan rainfall on various return periods using Gumbel Distribution. Daily rainfall data was obtained from the BMKG at the Raden Inten II meteorological station with a total of 10 years data (2010 - 2019). Data processing in this study was carried out using Microsoft Excel software. The results of the analysis show that the plan rainfall using annual series yields higher rainfall depth of 101.5 mm – 261.3 mm. Meanwhile, partial series data of 30 maxima results in lower rainfall depth of 85.1 mm - 199.2 mm
Kebutuhan Lahan Pertanian Minimum untuk Kesejahteraan Petani di Pulau Sumatera
The stream of sustainable city-region pinpoints the need to build an enhanced life support system. While it is expected to provide adequate foods for the current and future generation, the agriculture sector is, nevertheless, facing a challenge to sustain amidst the current massive urban sprawl. The study presents a case study of Western Indonesia, which is considered as one of the vast growing regions. The growth of urban centres creates a centrifugal force, resulting in a leapfrog development towards the outskirts, which usually causes the loss of prime agricultural lands. Existing planning documents were also unable to control the sprawling phenomenon, which impact at the current setback of farmers’ well-being. Previous studies show that the ability of peri-urban agriculture to accommodate self-provision of food and to ensure adequate income for farmers appear as the most prominent motivation which encourage farmers to stay engaged in farming sectors (Adrianto et al., 2013). Overall, this study uses qualitative analysis to investigate opportunities to preserve agriculture land by find out the requirement of agriculture land for farmer’s well being. This research comparing the minimum wage of each province in Sumatera and the income of farmers from agricultural production, so it is known that farmers on the island of Sumatra must have an average land area of 0.85 hectares to achieve welfare
Analisis Dinamik Model SIR Pada Kasus Penyebaran Penyakit Corona Virus Disease-19 (COVID-19)
Corona Virus Disease-19 (COVID-19) merupakan salah satu virus yang menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan. Penyakit ini menyebabkan gangguan saluran pernapasan sedang atau berat. Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui dinamika perkembangan COVID-19 dengan menggunakan model persamaan diferensial SIR. Model SIR merupakan salah satu pemodelan matematika yang menghubungkan antara individu yang rentan, terinfeksi dan individu yang sembuh. Berdasarkan hasil analisis dinamik model SIR dengan parameter laju infeksi dan laju kesembuhan berturut-turut yaitu beta = 0.5 dan gama=0.3 . Model SIR memiliki dua titik kesetimbangan yaitu kesetimbangan bebas penyakit pada titik E_0=(0,0,0) dan titik kesetimbangan endemik pada titik E_1=(gama/beta,0,0) . Analisis kestabilan perilaku dinamik model S dan I pada titik kesetimbangan E_0=(0,0,0) memiliki sifat semi stabil dan E_1=(gama/beta,0,0) memiliki sifat konstan. Hal ini menunjukkan bahwa akan terjadi epidemi COVID-19 dalam kurun waktu tertentu. Solusi dinamik model SIR pada titik kesetimbangan menggunakan solusi numerik metode runge-kutta orde 4 dengan solusi analitik menunjukkan suatu perbedaan yang tidak terlalu besar saat mencapai titik kestabilan
Towards Comprehensive Tsunami Mitigation Study: a Case of Legundi Island
Sunda Strait Tsunami happened in December 2018 due to a flank collapsed of Mount of Anak Krakatoa. Lampung Province was affected by Sunda Strait Tsunami at various locations that close to Mount of Anak Krakatoa. The research is conducted to modelling the tsunami wave that happened at Legundi Island in 1D model using SwanOne software. The methodology of the research is using data input from bathymetric survey and apply the wave transformation equations in the nearshore using SwanOne software to do the 1D model. There are four scenarios to do the wave modelling. All scenarios consider from former study about Sunda Strait Tsunami 2018. The results from all scenarios are verified by prior research from Takabatake (2019) of inundation height in Legundi Island, it is 3,34 m. The result shows the inundation height from wave modelling is a combination of wave height (1,533 m), water depth (1,658 m) and wave setup (0,215 m), and the outcome is 3,406 m. The model shows a fine result because the percentage error of the model is only 0,769%, which is below 5%. This research can be a good approach for another wave modelling in other locations and also to do further research to wave modelling in 2D model
Peningkatan Pemahaman Tatacara Berwudhu dengan Media Puzzle bagi Anak TPA Nurul Huda Klitren Yogyakarta
Berwudhu merupakan salah satu sarana untuk menghilangkan najis dan hadas kecil, dan menjadi syarat sah seorang muslim yang akan melakukan ibadah baik ibadah wajib maupun sunnah . Oleh karena itu, pemahaman tentang tata cara berwudhu menjadi hal substansial yang harus ditanamkan sedini mungkin sebagai upaya menumbuhkan kebiasaan yang baik. Usia dini merupakan masa saat anak cenderung senang bermain dan belum mengerti dunia belajar. Maka dari itu, penggunaan media sangat penting dalam memberikan pengetahuan pada anak. Pengabdian ini berupaya untuk meningkatkan pemahaman anak-anak mengenai tata cara berwudhu yang baik dan benar menggunakan alat bantu media Puzzle. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah observasi, ceramah, demonstrasi dan eksperimen. Hasil penelitian memperlihatkan ketercapaian 3 poin yang menjadi indikator keberhasilan yakni anak dapat menyusun puzzle berwudhu dengan urutan yang benar; anak dapat mempraktikan gerakan serta bacaan wudhu dengan baik dan benar sesuai syariat islam; adanya peningkatan jumlah anak yang berhasil mempraktikan wudhu dengan baik dan benar sesuai syariat islam. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan media puzzle dianggap efektif untuk meningkatkan pemahaman anak tentang tatacara berwudhu
Pelatihan Pengembangan Produk Yoghurt Hasil Olahan Susu Sapi di Mulia Farm Pesawaran, Lampung
Desa Sukabanjar, Kabupaten Pesawaran Lampung merupakan daerah yang memiliki banyak peternakan yang potensinya masih belum berkembang. Mulia Farm termasuk salah satu peternakan sapi dan kambing di Pesawaran yang memiliki sistem terintegrasi dan sudah menjual produk peternakan berupa susu pasteurisasi. Susu pasteurisasi memiliki karakter mudah rusak dan umur simpan pendek. Selain itu konsumsinya juga masih rendah di masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan atau diversifikasi produk susu sapi agar umur simpan susu menjadi lebih panjang dan olahannya lebih beragam serta bernilai ekonomi lebih tinggi, misalnya mengolah menjadi yoghurt dan es yoghurt. Pengembangan produk olahan susu ini dilakukan melalui pelatihan, demonstrasi proses produksi olahan susu sapi, dan pendampingan masyarakat dalam teknik pemasaran yang dapat menghasilkan keuntungan. Hasil dari pelatihan pengembangan produk olahan susu sapi berupa respon masyarakat yang antusias dan merasakan manfaat serta peluang ekonomi dari pelatihan yang sudah diberikan
Desain dan Analisis Mesin Press Komposit Kapasitas 20 Ton
Composite is a combination of several or more different materials, which produce better properties than their composition properties. The process of making composites can be done with a pressing method which can reduce voids. This pressing method can use a hydraulic press machine. This study aims to design and analyze a hydraulic press machine with a capacity of 20 tons. The design process begins with designing a 3D model using Solidwork Software. Numerical simulation using the finite element method by providing several variations in pressure loads ranging from 5-20 MPa. The results of the analysis show that the maximum von Mises stress is 79.70 MPa with a maximum deformation of 0.0176 mm and the smallest value of safety factor is 2.595. Based on these results, the press machine design is claimed to be safe to operate
Pengaruh Perkembangan Desa Wisata Dusun Ketingan Terhadap Setting Fisik Lingkungan dan Pola Perilaku Masyarakat Dusun Ketingan
Dusun Ketingan adalah salah satu desa wisata yang Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dusun ini memiliki luas 17 ha, yang terdiri dari 1 pedukuhan, 4 RT, 2 RW, dan 267 KK. Dusun Ketingan merupakan area konservasi burung kuntul kerbau yang termasuk salah satu hewan yang dilindungi di Indonesia. Keaslian potensi alam, budaya, dan fauna yang sudah tertanam di dalam kehidupan masyarakat Dusun Ketingan menjadikan Dusun Ketingan menjadi destinasi desa wisata fauna. Munculnya fenomena kejenuhan terhadap bentuk wisata modern dan ingin kembali merasakan kehidupan di alam pedesaan mendukung pembangunan-pembangunan fisik baru di Dusun Ketingan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perubahan setting fisik lingkungan Dusun Ketingan dan pengaruhnya pada pola perilaku masyarakat dilihat dari segi sosial, ekonomi, dan budaya. Pendekatan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah (1) Survei dan Observasi Lapangan, (2) Wawancara Mendalam, (3) Studi Literatur, dan (4) Behaviour-Mapping dengan cara Person Centered Mapping. Penelitian ini menemukan pengaruh perkembangan desa wisata Dusun Ketingan terhadap setting fisik lingkungan dan pola perilaku masyarakat Dusun Ketingan