Journal of Science and Application Technology (JSAT - Institut Teknologi Sumatera)
Not a member yet
656 research outputs found
Sort by
Tingkat Keberlanjutan Permukiman Pesisir Kelurahan Kota Karang Raya, Kecamatan Teluk Betung Timur, Kota Bandar Lampung
Spatial planning in coastal settlements must be conducted comprehensively and integratedly. This can be achieved through the application of sustainable coastal settlements in line with SDG goal number 11, which emphasizes sustainable cities and communities. Kota Karang Raya Sub-District has a total area of 0.26 km2 with a population of 1,296 households. The settlement extends from inland towards the coast and is characterized by dense, irregular housing arrangements with inadequate facilities. Being directly adjacent to Lampung Bay's coastline, there is a potential for disasters that can threaten the local community. This research aims to determine the level of sustainability of coastal settlements in Kota Karang Raya Sub-District by identifying the existing conditions and analyzing the level of sustainability. The research adopts a deductive-quantitative approach using descriptive analysis and Multidimensional Scaling (MDS) analysis with assessment categories based on Kavanagh and Pitcher. Based on the MDS analysis, the level of sustainability in the coastal settlements of Kota Karang Raya Sub-District falls into the category of less sustainable with an index value of 47,16. This value represents the coverage of sustainability aspects, with environmental and economic sustainability categorized as less sustainable, while social sustainability is considered relatively sustainable
PERUBAHAN GUNA LAHAN PORIS PLAWAD TANGERANG SEBAGAI KAWASAN TRANSIT-ORIENTED DEVELOPMENT (TOD)
Urbanization in Jabodetabek is leading to an increase in the need for transportation. The 2018 Jabodetabek Transportation Master Plan (RITJ) aims to address this issue by planning transit-oriented development (TOD) areas throughout Jabodetabek, including the Poris Plawad transit-oriented development (TOD) area in Tangerang City. Once designated as a transit-oriented development (TOD) area, there should be changes in land use in Poris Plawad to suit the needs of the transit-oriented development (TOD) concept. Properly organizing land use around transportation nodes is essential for the success of transit-oriented development (TOD) projects. This study examines how land use has evolved over 11 years, before and after Poris Plawad was designated as a transit-oriented development (TOD) area. This research utilizes quantitative methods through descriptive analysis to compare Poris Plawad’s land use changes as a transit-oriented development (TOD) area. This research identifies the proportion of land use in the Poris Plawad transit-oriented development (TOD) area. The results indicate that the land use changes in Poris Plawad align with the transit-oriented development (TOD) concept. This indicates that before there was a policy regulating of Poris Plawad transit-oriented development (TOD) area, Poris Plawad's land use had the potential to become a transit-oriented development (TOD) area
Pemberdayaan Masyarakat Desa Sabah Balau Melalui Pendampingan Pelatihan Pembuatan Produk Bawang Hitam
Kondisi ekonomi pasca-pandemi saat ini telah mengakibatkan banyak masyarakat menghadapi berbagai kesulitan termasuk berkurangnya kesempatan kerja. Program pengabdian ini bertujuan untuk memberikan solusi masalah ekonomi pasca-pandemi dengan memperkenalkan peluang pendapatan baru melalui pembuatan produk kesehatan herbal bawang hitam. Metode pembuatan produk kesehatan bawang hitam ini melalui proses fermentasi bawang putih dengan suhu dan waktu yang telah dioptimasi. Metode pengabdian yang dilakukan adalah melakukan penyuluhan dan demo pendampingan pembuatan produk pada ibu-ibu masyarkat di desa Sabah Balau, Lampung Selatan. Dari pre-test dan post-test didapatkan hasil bahwa pengetahuan masyarakat di desa Sabah Balau mengenai cara pembuatan, proses fermentasi, dan manfaat bawang hitam mengalami peningkatan pengetahuan. Kesimpulan dari program pendampingan dan pelatihan mengenai produk kesehatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat
PENYUSUNAN BASIS DATA LAHAN GARAPAN MENGGUNAKAN METODE TERESTRIS UNTUK PENGEMBANGAN DESA AGROFORESTRI BERBASIS INFORMASI GEOSPASIAL: (Studi Kasus: Desa Girimulyo, Marga Sekampung, Lampung Timur)
Tantangan dalam mempertahankan keasrian vegetasi alami di hutan lindung sangat besar. Adanya perubahan penggunaan lahan di hutan lindung menyebabkan degradasi pada 15 DAS kritis prioritas nasional. Kawasan Hutan Lindung Gunung Balak (Register 38) merupakan salah satu dalam DAS kritis prioritas nasional dan menjadi lokasi Desa Girimulyo. Dalam upaya RHL di Desa Girimulyo, masyarakat bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan membuat pola baru dengan mengangkat bibit unggulan lokal yaitu Alpukat Siger. Perlu adanya basis data lahan garapan yang baik untuk digunakan sebagai lokasi penghijauan. Penyusunan basis data lahan garapan menggunakan metode survei terestris yang dapat memberikan hasil akurat dalam suatu penentuan batas bidang lahan garapan. Sejumlah 190 lahan garapan telah disurvei dan dihimpun dalam basis data Lahan Garapan RHL. Basis data ini menjadi bagian dari basis data spasial lengkap yang diharapkan mampu menjadi landasan dalam kegiatan perencanaan pembangunan desa agar lebih efektif dan efisien
Sumur Resapan Solusi Mengatasi Banjir di Jalan Palapa X Kelurahan Gunung Terang: Pengaplikasian Teknologi Tepat Guna Sumur Resapan dalam Mengatasi Banjir di Jalan Palapa X, RT. 05, LK. III, Kel. Gunung Terang, Kec. Langkapura, Bandar Lampung
Banjir kerap terjadi setiap kali hujan turun di Jalan Palapa 10 RT. 05, LK. III, Kelurahan Gunung Terang, Kecamatan Langkapura, Kota Bandar Lampung. Guna mengatasi permasalahan banjir ini, dilaksanakan Program PkM Teknologi Tepat Guna (TTG) sumur resapan. PkM ini bertujuan untuk memperkenalkan dan menerapkan teknologi sumur resapan sebagai solusi berkelanjutan untuk mengurangi risiko banjir. PkM dilakukan di dataran rendah Jalan Palapa 10E. Dari observasi lapangan menunjukkan bahwa sumur resapan sebaiknya ditempatkan di daerah yang lebih tinggi dibandingkan daerah lembah, dikarenakan daerah lembah memiliki air tanah dengan kedalamam 10 cm dan juga untuk mengurangi aliran air banjir ke daerah lembah. Dengan mempertimbangkan curah hujan dan kondisi tanah, direncanakan dan dipasang sumur resapan dengan ketinggian kurang lebih 1,75 meter dan diameter 1 meter. Program ini melibatkan kerjasama(Institut Teknologi Sumatera) ITERA dan masyarakat setempat. Hasil penelitian ini dipublikasikan dan disebarluaskan untuk memberikan informasi kepada masyarakat luas tentang teknologi sumur resapan sebagai penampungan air tanah dan solusi banjir
Sosialisasi Pembuatan Teh Celup Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) dan Seledri (Apium graveolens L.) Sebagai Pengontrol Tekanan Darah di Dusun Serbajadi
Penelitian ini mengkaji pemanfaatan tanaman seledri dan rosella sebagai obat tradisional untuk mengontrol hipertensi di Dusun Serbajadi, Lampung Selatan. Sosialisasi dan demonstrasi dilakukan bersama ibu-ibu PKK dengan metode tatap muka. Hasil pretest dan posttest menunjukkan peningkatan pemahaman peserta, dengan rata-rata nilai meningkat dari 64,41 menjadi 95,88. Demonstrasi pembuatan teh celup rosella dan seledri memberikan gambaran praktis penggunaan tanaman herbal. Evaluasi ini menjadi titik awal untuk melihat minat dan antusiasme masyarakat terhadap tanaman herbal sebagai pengontrol tekanan darah. Studi ini diharapkan dapat mendorong adopsi tanaman herbal sebagai bagian dari gaya hidup sehat masyarakat.
Kata kunci: seledri, rosella, tanaman herbal, teh celu
Upaya Peningkatan Pengetahuan Hipertensi Melalui Sosialisasi Kepada Masyarakat di Desa Pemanggilan, Natar, Lampung Selatan
Hypertension is a condition that is often asymptomatic and characterized by a sustained increase in blood pressure, where systolic blood pressure exceeds 140 mmHg and diastolic blood pressure exceeds 90 mmHg. This can lead to more serious complications such as heart failure, kidney failure and stroke. The method used was socialization related to hypertension disease, prevention efforts and medicinal plants that can control blood pressure when consumed. The plants used are celery and rosella which are made specifically in the form of tea to help maintain blood pressure stability.Data on the level of community knowledge was taken, then analyzed and presented in the form of graphs. The results obtained with this socialization to the community, it is known that the level of knowledge and understanding of the community has increased significantly
Natural-Based Cosmetics: Trends, Challenges, and Scientific Innovations
The increasing demand for natural-based cosmetics has reshaped the beauty industry, driven by consumers seeking sustainable, eco-friendly, and ethically sourced products. This review explores the current trends, formulation challenges, and scientific innovations in the development of natural-based cosmetics. Key natural ingredients, such as plant extracts, oils, and waxes, are discussed in terms of their benefits, limitations, and formulation complexities. The article also addresses significant hurdles, including stability issues, the need for natural preservation systems, and consumer expectations for product efficacy and sensory experience. Advances in green chemistry, biotechnology, and encapsulation technologies are highlighted as critical drivers for overcoming these challenges. Innovations such as plant stem cells, microbial fermentation, and nanoemulsions have enhanced the performance and stability of natural actives. Looking ahead, the future of natural-based cosmetics lies in further integration of green biotechnologies to create more effective and sustainable bioactive ingredients. By embracing these innovations, the beauty industry is poised to meet consumer demands for high-performance products that are not only natural but also sustainable and ethically transparent
Analisis Perbandingan Cadangan Premi New Jersey dan Canadian Status Joint Life dengan Model Suku Bunga Hull White
Banyaknya perusahaan asuransi yang merugi di Indonesia salah satunya disebabkan nilai suku bunga yang tidak menentu disetiap tahunnya. Salah satu solusi masalah tersebut dengan mengevaluasi dampak ketidakpastian suku bunga terhadap perusahaan asuransi di Indonesia dengan menggunakan suku bunga model Hull White menggunakan estimasi parameter metode Jackknife. Hasil suku bunga stokastik model Hull White digunakan untuk menghitung cadangan premi modifikasi pada asuransi jiwa dwiguna status Joint Life (suami-istri) untuk setiap golongan usia dengan asumsi saling bebas atau Independent. Asuransi yang ditawarkan memiliki masa pertanggungan selama 20 tahun dengan pembayaran diskrit setiap tahun. Penelitian ini bertujuan membandingkan perhitungan cadangan premi modifikasi antara metode New Jersey dan Canadian untuk mengetahui analisis dari kedua metode cadangan premi modifikasi tersebut. Berdasarkan hasil premi yang telah dimodifikasi metode New Jersey lebih besar dibandingkan metode Canadian, dan akan berbanding terbalik untuk besar cadangan premi modifikasi dengan menunjukkan metode Canadian menghasilkan nilai lebih besar daripada New Jersey, yang artinya semakin tinggi nilai premi modifikasi maka semakin rendah nilai cadangan premi modifikasinya, begitu juga sebaliknya. Secara keseluruhan, besar cadangan premi modifikasi metode Canadian menghasilkan perhitungan lebih besar dibandingkan metode New Jersey untuk pasangan suami-istri berusia muda
Perhitungan Cadangan Premi Asuransi Jiwa Berjangka dengan Menggunakan Metode Zillmer dan Fackler
Human life is never free from risk. Along with the development of the era, humans began to realize the importance of protecting themselves in the event of a risk, including the risk of death. To overcome this, many individuals transfer the risk by registering themselves or their families with life insurance. The life insurance that is focused on is term life insurance, which is a form of protection with a certain period of time that has been set. In order to run its operations properly, insurance companies need to prepare premium reserves with accurate calculations. These calculations can be done through two actuarial methods, namely prospective and retrospective methods. This study uses the Zillmer method (prospective) and the Fackler method (retrospective) for calculating premium reserves. The purpose of this study was to determine the analysis of the results of calculating the premium reserve value from the two methods. The premium reserve values calculated using the Zillmer and Fackler methods were different. At an interest rate of 6.25%, the Fackler method produces a higher premium reserve compared to the Zillmer method. This difference is because the Zillmer method includes other costs such as acquisition costs, administration, and agent commissions in calculating premium reserves. In contrast, the Fackler method does not take these costs into account in its calculations