Journal of Science and Application Technology (JSAT - Institut Teknologi Sumatera)
Not a member yet
    656 research outputs found

    Pengembangan Produk Nugget Bekasam Sebagai Pengembangan Produk Unggulan Daerah Lampung

    No full text
    Bekasam merupakan salah satu produk fermentasi yang umumnya menggunakan ikan air tawar, melalui proses penggaraman serta pemberian sumber karbohidrat berupa nasi yang akan dimanfaatkan oleh bakteri asam laktat Lactobacillus sebagai bakteri utama dalam proses fermentasi alami. Hingga saat ini bekasam masih kurang digemari oleh masyarakat. Hal ini dikarenakan bekasam memiliki aroma amis yang kuat setelah fermentasi dan warna yang kurang menarik. Oleh karena itu diperlukan innovasi produk lanjutan dari bekasam yang dapat mengatasi bau amis dan meningkatkan warna agar lebih menarik misalnya mengolah bekasam menjadi nugget. Kegatan pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan produk olahan bekasam. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat diantaranya pelatihan, demonstrasi proses produk olahan nugget bekasam, dan pengujian respon masyarakat. Pelaksanaan pelatihan pengembangan produk nugget bekassam dilaksanakan di Coffee and Resto Cikwo, Bandar Lampung yang diikuti oleh mitra dan pekerja restoran. Alur pelaksanaan pengabdian masyarakat terdiri dari tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan pengujian respon masyarkaat terhadap produk nugget bekasam. Berdasarkan hasil uji hedonik, masyarakat dinilai dapat menerima produk nugget bekasam dan cenderung lebih menyukai nugget bekasam dibandingkan bekasam tradisional pada parameter tekstur dan rasa

    Penerapan Teknologi Budidaya Ikan dalam Ember (BUDIKDAMBER) Berbasis Internet of Things (IoT)

    No full text
    This community service aims to introduce and apply fish farming technology in buckets (BUDIKDAMBER) based on the Internet of Things (IoT) as a learning medium for basic instrumentation control systems. By utilizing IoT technology, this training not only increases efficiency in fish farming, but also provides teachers with a better understanding of basic instrumentation control systems. The results of the analysis have shown that there has been a 24% increase in participants' knowledge in the field of Budikdamber, from 63% to 87%. The aim of implementing this technology certainly indicates an increase in teachers' insight regarding the application of Fish Cultivation technology in buckets based on the internet of things, from those who initially did not understand to understand wel

    PERAN PEMERINTAH DALAM RELOKASI PEDAGANG KAKI DI KAWASAN PARIWISATA MALIOBORO

    Full text link
    The Malioboro area is a very well-known tourist destination in the Special Region of Yogyakarta and is also the most favorite place to visit for local and foreign tourists, especially those closest to visit, namely the street vendors in the Malioboro area, but in early 2022 there was a move or relocation Street vendors who were originally on the pedestrian route have now moved to Malioboro Terrace, to organize the Malioboro area and to realize the ideals of the philosophical axis area as a world cultural heritage. Through qualitative descriptive research, we want to answer the government's role in relocating street vendors in the Malioboro tourism area. The results of the research obtained are that the role played by local governments can be identified which includes planning, implementation, as well as monitoring and evaluation

    Penyuluhan Pembuatan Produk Nutrasetika Madu Klanceng untuk Mendukung Budidaya Lebah Trigona Lokal

    No full text
    Madu klanceng diproduksi dari lebah tanpa sengat, lebah trigona. Meski banyak penelitian menunjukkan aktivitas farmakologi Madu klanceng lebih kuat dibandingkan madu spis, masyarakat cenderung tidak menyukai rasa dari madu ini yang lebih asam. Tiga dari empat keluarga di lingkungan RW 09 Kelurahan Yosorejo membudidayakan lebah trigona untuk mendapatkan madunya. Karena itulah, Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai cara pembuatan Produk Nutrasetika berbahan dasar madu klanceng, yaitu “Infusa Herbal dengan Madu (Herb-Infused Honey)”, “Madu Jelly (Honey Jelly)” dan “Keripik Granola-Madu (Hanola Bar)”. Selama tahap persiapan, dilakukan optimasi formulasi produk dan uji kestabilan penyimpanannya secara pengamatan visual. Pada pelaksanaan, masyarakat diberikan informasi tentang manfaat madu klanceng, demonstrasi pembuatan produk, dan informasi terkait strategi pemasaran. Analisis statistik terhadap hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan warga secara signifikan antara sebelum dan setelah dilakukannya penyuluhan. Warga diharapkan dapat mengaplikasikannya untuk meningkatkan penjualan madu klanceng

    ESTIMATION OF EARTHQUAKE INSURANCE PREMIUM BY CONSIDERING EARTHQUAKE PROBABILITY AND THE DAMAGE RATIO OF BUILDINGS IN BANDA ACEH AND SIBOLGA CITY

    Full text link
    Indonesia is one of the countries prone to earthquakes with significant damage. An area that is frequently hit by earthquakes is Sumatra Island. Several cities, such as Banda Aceh City and Sibolga City on Sumatra Island, quite often experience tremors. For this reason, mitigation efforts are needed through earthquake insurance in managing disaster risk in earthquake-prone areas such as Banda Aceh City and Sibolga City so that it can reduce the impact caused by earthquake disasters. This research aims to determine the probability of an earthquake occurring in Banda Aceh City and Sibolga City using the Probabilistic Seismic Hazard Analysis (PSHA) method. Apart from that, this research also aims to determine the value of the building damage ratio and the estimated value of pure earthquake insurance premiums in Banda Aceh City and Sibolga City. The analysis results show that the estimated pure premium value for residential commercial and industrial building types with less than nine floors in Banda Aceh City is around 2.96 and 21.03 times greater than that of Sibolga City. Meanwhile, the estimated pure premium value for commercial and industrial building types with more than nine floors in Banda Aceh City is more minor, around 6.42 times, compared to Sibolga City

    Pengelompokkan Kesejahteraan Berdasarkan Faktor-Faktor Sosial Ekonomi Terhadap Klasifikasi Indeks Pembangunan Masyarakat di Provinsi Aceh Menggunakan Analisis Diskriminan

    Full text link
    Provinsi Aceh menjadi salah satu provinsi di Indonesia dengan karakteristik unik yang memungkinkan penelitian mendalam terhadap variasi tingkat kesejahteraan berdasarkan pengelompokan nilai IPM di wilayah tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengamati pengelompokan level kesejahteraan di Provinsi Aceh berdasarkan faktor-faktor yang membangun dimensi sosial untuk mengklasifikasikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diambil dari BPS Provinsi Aceh. Metode analisis diskriminan menjadi metode utama yang digunakan untuk mengidentifikasi variabel-variabel yang paling berpengaruh dalam membedakan kelompok tingkat kesejahteraan, berdasarkan variabel-variabel tersebut,dilakukan pengelompokan lebih lanjut sdan tepat terhadap daerah di wilayah di Provinsi Aceh. Hasil analisis penelitian ini menghasilkan fungsi diskriminan: . Hasil validasi sebesar 70.33% menunjukkan bahwa fungsi diskriminan yang terbentuk  layak digunakan untuk mengklasifikasikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dalam menentukan tingkat kesejahteraan. Pengklasifiasian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) untuk menentukan tingkat kesejahteraan menggunakan analisis diskriminan dipengaruhi oleh variabel jumlah penduduk, tenaga kesehatan, tingkat pengangguran, pengeluaran per kapita, dan akses masyarakat terhadap sanitasi

    KONSEP SMART ENVIRONMENT TERHADAP PENYEDIAAN RUANG TERBUKA HIJAU (STUDI KASUS: KOTA BANDAR LAMPUNG)

    Full text link
    The concept of smart environment has an embodiment to protect, restore and manage the utilization of terrestrial ecosystems in the form of green open spaces to avoid a decrease in their area in line with the concept of sustainability. The concept of smart environment is supported by the achievement of the 11th sustainable development goal, namely in the pillar of natural resource management including green areas. With the concept of smart environment, green open spaces (GOS) can be fulfilled, especially in Bandar Lampung City by examining important aspects that need to be considered. This study uses qualitative descriptive analysis based on literature studies related to the concept of smart environment in big cities around the world and Indonesia. Then, a comparison is described regarding policies, implementation, and recommendations, especially the provision of GOS. In the end, the findings of the study describe the concept of smart environment as an effort to provide GOS in Bandar Lampung City based on policies that pay attention to economic, social and environmental aspects which produce recommendations in the form of Tree Planting, Socialization and Education from an early age, Cross-Sector Cooperation, Promotion of Biodiversity, Food Security, Development of Blue-Green Infrastructure, and Expansion of the Provision of City Parks

    Sosialisasi dan Pelatihan Perencanaan Rencana Anggaran Biaya (RAB) Pembangunan Infrastruktur Desa Adiluwih Pringsewu

    No full text
    Usaha pemerintah dalam program peningkatan pelayanan infrastruktur sebagai bentuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat semakin banyak dilakukan di setiap daerah, termasuk salah satunya desa Adiluwih Kabupaten Pringsewu. Dalam setiap kegiatan pembangunan Desa Adiluwih perlu adanya perencanaan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang perlu dikuasai oleh setiap aparatur desa. Setiap aparatur desa yang melaksanakan kegiatan yang berkaitan dengan infarstruktur nantinya akan membuat laporan RAB pembangunan. Oleh sebab itu perlu adanya sumber daya manusia khususnya aparatur desa yang dapat menguasai proses pembuatan dalam penyusunan laporan RAB tersebut.Untuk meningkatkan kompetensi dalam sumber daya manusianya, aparatur desa perlu mendapatkan pelatihan terkait dengan RAB ini, agar nantinya aparatur desa dapat menyusun pelaporan anggaran biaya pembangunan desa sesuai dengan rencana, target biaya yang direncanakan, mutu kualitas infrastrukturnya serta tepat waktu dalam pelaksanaannya. Metode pelatihan ini dilakukan terdiri dari tahapan persiapan koordinasi dengan kepala desa, survey lokasi, perencanaan terkait dengan modul, implementasi dan evaluasi. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test yang diberikan selama pelatihan program ini dapat berhasil dalam meningkatkan pemahaman dan kemampuan menganalisis perhitungan Rencana Anggaran Biaya Infrastruktur Desa.&nbsp

    Pengaruh Jenis Kemasan Plastik terhadap Mutu Cabai Merah Keriting (Capsicum annuum L.) selama penyimpanan

    Full text link
    Abstract: Cabai merah keriting merupakan salah satu produk tanaman hortikultura yang tergolong non-klimakterik dan mudah rusak. Paparan oksigen dapat meningkatkan penurunan mutu cabai merah keriting sehingga penentuan jenis kemasan yang tepat menjadi penting diperhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jenis kemasan plastik dalam menghambat laju penurunan mutu cabai merah keriting selama penyimpanan. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap Tunggal (RALT) dengan factor perlakuan jenis kemasan (P) yang terdiri dari 6 taraf perlakuan yaitu plastik PP (P1), PE (P2), HDPE (P3), LDPE (P4), Wrapping (P5) dan control (P6). Masing-masing unit perlakuan dilakukan 3 kali. Parameter mutu yang diamati yaitu kadar air, susut bobot, kerusakan, dan warna dengan interval pengukuran setiap 2 hari selama penyimpanan. Hasil penelitian menunjukkan jenis kemasan memberikan berpengaruh signifikan terhadap kadar air, susut bobot, kerusakan, dan warna cabai merah keriting selama penyimpanan. Perlakuan kemasan plastik PP lebih mampu mempertahankan mutu cabai merah keriting hingga minggu ke-6 dengan kadar air 80.12%, susut bobot terendah 5.67%, kerusakan terendah 30.48%, indeks warna L* (kecerahan) tertinggi 30.45 dan a* 32.23. Kata kunci: kemasan plastic, kadar air, susut bobot, kerusakan, warn

    Edukasi Pengolahan Pangan Guna Mengurangi Prevalensi KEK dan Anemia pada Siswi di SMAN 1 Seputih Agung

    No full text
    Desa Simpang Agung merupakan salah satu desa di provinsi Lampung yang masih menghadapi masalah gizi  berupa stunting. Stunting merupakan permasalahan gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam rentang waktu yang cukup lama, umumnya karena asupan makan yang tidak sesuai dengan  kebutuhan gizi. Periode sebelum kehamilan merupakan waktu yang tepat untuk mengurangi risiko terjadinya stunting, dengan pencegahan kekurangan energi kronis (KEK) dan anemia. Program pengabdian masyarakat dilakukan pada siswi SMAN 1 Seputih Agung yang berada di desa Simpang Agung. Metode pengabdian berupa edukasi pada remaja putri terkait dengan pengolahan pangan fungsional sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan praktik masyarakat desa terhadap KEK, anemia, dan pangan pencegahannya, dengan target jangka panjang untuk mengurangi prevalensi KEK dan anemia dalam upaya pencegahan bayi lahir stunting. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa secara keseluruhan, terjadi peningkatan pengetahuan mitra mengenai kaitan anemia, KEK, dan pangan terkait masalah tersebut

    484

    full texts

    656

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal of Science and Application Technology (JSAT - Institut Teknologi Sumatera)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇