Journal of Science and Application Technology (JSAT - Institut Teknologi Sumatera)
Not a member yet
656 research outputs found
Sort by
Extended Kalman Filter with Optimal Control On Dengue Model
In real life, due to various measurement limitations, not all variables in the dengue fever epidemic model can be measured. Therefore, a tool is needed to estimate unmeasured variables with known related variables. One method for estimating variables in nonlinear systems is the extended Kalman filter (EKF). Next, using these estimated results, optimal control will be sought in the form of vaccination to reduce the number of infections. From the simulation results, it can be concluded that state estimation with EKF for the dengue fever model is good enough to estimate each variable with measurements that are disturbed by a random variable within the selected range of disturbance covariance. Then, it was found that the smaller the standard deviation of the disturbance, the smaller the optimal control required at the start. Thus, the greater the disruption, the greater the costs spent
EFEKTIFITAS PEMBENIHAN PADA CEKAMAN SUHU YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN TOMAT (Solanum lycopersicum)
Tanaman tomat (Solanum lycopersicum) merupakan tanaman yang memiliki daya adaptasi yang tinggi sehingga produksi nya meningkat. Namun pada penelitian ini, diberikan perlakuan pada tanaman tomat dengan adanya cekaman suhu yang berbeda-beda terhadap biji tanaman tomat. Biji tanaman tomat diberi perlakuan dengan meletakkan di dalam freezer dengan suhu 4 derajat, 17 derajat, dan 27 derajat (suhu kontrol). Kemudian tanaman ini ditanam dan diamati selama 5 minggu serta dilakukan penyiraman rutin. Parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman, diameter batang, luas daun, warna tanaman, dan jumlah daun. Pada masing-masing perlakuan, biasanya tanaman kontrol menunjukkan pertumbuhan dan perkembangan yang paling baik namun berbeda dengan penelitian yang kami lakukan bahwa pada tanaman kontrol yang memiliki perkembangan dan pertumbuhan lebih rendah daripada perlakuan yang lainnya. Hal ini dikarenakan meletakkan polybag yang tidak merata terhadap penyinaran matahari sehingga menyebabkan perlakuan kontrol memiliki perbedaan terhadap berbagai parameter seperti tinggi tanaman, diameter batang, lebar daun, warna daun, dan jumlah daun
Pemeliharaan Lebah Tanpa Sengat Sebagai Usaha Peningkatan Imunitas Tubuh Masyarakat Bumisari, Natar
ABSTRAK
Pandemi global mengharuskan masyarakat untuk memberikan perhatian lebih terhadap peningkatan daya tahan tubuh agar tidak mudah terpapar berbagai penyakit terutama Covid-19. Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan imunitas tubuh, salah satunya dengan mengkonsumsi makanan dari produk alami bebas bahan kimia berbahaya yang mengandung nutrisi seimbang. Salah satu produk alami yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh adalah madu. Madu merupakan salah satu produk alami lebah yang dapat langsung dikonsumsi dan berkhasiat untuk kesehatan. Lebah yang umumnya dipelihara untuk menghasilkan madu adalah jenis lebah madu Apis sp. yang memiliki sengat. Hal ini yang menyebabkan madu hanya bisa diperoleh dari peternak lebah dan distributor madu. Namun, jenis lebah liar tanpa sengat dapat mempermudah masyarakat untuk memperoleh madu dan dapat dipelihara langsung dari rumah. Pengetahuan pemeliharaan lebah madu dapat membantu masyarakat untuk memastikan tersedianya asupan nutrisi yang dapat menjaga daya tahan tubuh keluarga. Pelaksanaan pelatihan pemeliharaan lebah tanpa sengat dilaksanakan dengan metoda ceramah di Desa Bumisari, Natar, Lampung Selatan. Tahapan pelaksanaan kegiatan ini meliputi pengisian kuesioner pre-test dan post-test untuk mengetahui pengetahuan masyarakat sebelum dan sesudah dilakasanakan pelatihan. Ketercapaian target diketahui dapat berdasarkan hasil analisis kuesioner yang dilakukan, dimana ditemukan peningkatan pemahaman masyarakat hingga 87.096%. Berdasarkan hasil akhir kegiatan, diharapkan masyarakat semakin baik mengelola lingkungan sekitar sehingga sumber tanaman penghasil nektar untuk madu lebah tanpa sengat tetap terus tersedia.
Kata kunci: daya tahan tubuh, lebah tanpa sengat, madu, desa Bumisari
ABSTRACT
People need to focus more on strengthening their immune systems in order to avoid being easily exposed to numerous diseases, including COVID-19. There are many things that can be done to increase the body's immunity, one of which is by consuming foods derived from natural products that free of harmful chemicals and contain a balanced of nutrients. Honey is one of the natural bee products that can be consumed right away and is good for human health. Apis spp., is the common insect species of bees with sting, are typically kept to generate honey. Because of this, good quality honey is only available from professional beekeepers and honey suppliers. However, wild stingless bees can help people to obtain honey and can be kept at home. Knowledge of honey bee maintenance can help the community to ensure the availability of nutritional intake that can maintain the family's immune system. The implementation of stingless beekeeping training was carried out using the lecture method in Bumisari Village, Natar, South Lampung. The stages of implementing this activity include filling out pre-test and post-test questionnaires to determine community knowledge before and after the training. The achievement of the target can be known based on the results of the questionnaire analysis conducted, which found an increase in public understanding of up to 87.096%. Based on the final results of the activity, it is hoped that the community will better manage the surrounding environment so that sources of nectar-producing plants for stingless bee honey will continue to be available.
Keywords: immune system, stingless bee, honey, Bumisari villag
KETERKAITAN ANTARA KETERSEDIAAN PELAYANAN DASAR PENUNJANG PERMUKIMAN PERKOTAAN DAN GUNA LAHAN PERMUKIMAN (Studi Kasus: Kecamatan Rangkasbitung, Banten)
Rapid urbanization has become a significant global phenomenon, affecting not only major cities but also suburban areas, with profound impacts on various aspects of urban life. This article explores the correlation between the increase in population as an impact from urbanization and the availability of basic services in Rangkasbitung, which consists of 16 villages. The purpose of this research is to determine the effect of the availability of basic daily services on the amount of residential land use in Rangkasbitung. Basic services are assessed using the 20-Minute Neighbourhood parameter, which represents an area designed to provide essential services within a short walk for residents. This research uses quantitative descriptive methodology, with spatial analysis and descriptive statistical analysis. The study is limited to the availability of residential land use, basic services, and public transportation as the three main components in the development of urban residential areas based on the 20-Minute Neighbourhood parameter. The 20-Minute Neighbourhood is a city planning concept defined as an area where residents can access most activities necessary for a good life without traveling outside the area. The results indicate that the availability of basic services in an area affects residents' decisions on where to live
Peta Situs Kebumian Gunungkasih dan Sekitarnya sebagai Alat Peningkatan Pemberdayaan Masyarakat
Wilayah Gunugtiga-Gunungkasih menyingkap batuan yang relatif beraneka ragam. Mulai dari batuan metamorf yang menjadi batuan alas atau batuan dasar dari wilayah Lampung, batuan sedimen laut dalam hasil pengangkatan dasar samudra Mesotethys, breksi polimiks hasil endapan sungai teranyam purba berusia 60 juta tahun lalu, batupasir dan batugamping berumur 30 juta tahun lalu, dan tuf hasil dari erupsi gunungapi Lampung purba. Keanekaragaman fitur geologi ini sangat bagus digunakan sebagai media pembelajaran bagi siswa, mahasiswa, maupun khalayak umum yang memiliki minat dalam ilmu kebumian. Hal tersebut ternyata berbanding terbalik dengan pengetahuan masyarakat lokal terhadap kekayaan situs batuan relatif rendah sehingga diperlukan peningkatan literasi agar masyarakat juga mampu menceritakan fenomena kebumian kepada wisatawan. Tim Dosen ITERA melakukan pembuatan peraga poster dan buku wisata dilakukan sebagai media pembelajaran dan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap kekayaan kebumian Gunungtiga-Gunungkasih. Berdasarkan pengukuran pemahaman terhadap kekayaan situ kebumian menunjukkan pemahaman masyarakat Gunungtiga-Gunungkasih meningkat setelah dilakukan sosialisasi pengabdian kepada masyarakat.
Kata kunci: Situs Kebumian, Gunungtiga-Gunungasih, Tanggamus, Lampung
Abstract
The Gunugtiga-Gunungkasih region reveals relatively diverse rocks. This location exposed metamorphic rock as basement rock fot Lampung region, deep sea sedimentary rock resulting from the uplift of the Mesotethys ocean floor, polymix breccia resulting from braided river deposits aged 60 million years ago, sandstone and limestone aged 30 million years ago, and tuff resulting from the ancient Lampung volcanic eruption. This diversity of geological features is very good for use as a learning medium for pupils, students and the general public who have an interest in earth sciences. This turns out to be inversely proportional to the relatively low knowledge of local communities regarding the richness of rock sites, so it is necessary to increase literacy so that people are also able to tell tourists about earth phenomena. The ITERA Lecturer Team made poster displays and tourist books as a learning medium and increased public understanding of the natural riches of Gunungtiga-Gunungkasih. Based on measurements of understanding of the richness of the earth feature, it shows that the understanding of the Gunungtiga-Gunungkasih community has increased after community service was carried out
TRAFFIC CAPACITY ANALYSIS OF EXISTING CONDITIONS WITH THE EFFECT OF ADDITIONAL COAL TRANSPORTATION TARGETS ON THE TANJUNG ENIM - TARAHAN RAILWAY LINE
The production volume target from 24.8 million tons in 2020 to 29.5 million tons in 2021 underlies the optimization of transportation availability in distributing coal mining products carried out by PT Bukit Asam Persero in achieving the growing target until 2023. In 2021, the Company will increase investment in developing business diversification, downstream coal. The railway network in Sumatra has a strategic role in serving the distribution of coal transportation. The railway line, which is directly connected to the location of the mining plant to port access and the availability of locomotive facilities and wagons that are very adequate, is an attractive option for mining companies and freight forwarders to establish coal transportation cooperation by rail. To meet the Babaranjang train tonnage target of 52 tons / year in accordance with the target of PT Bukit Asam (Persero), the Loop rail line design at TLS T4 PT Bukit Asam Muara Enim used the most effective classification. From the calculation results, 55 train trips are required per day to transport the production target of 57 tons / year in 2023. It is necessary to pay attention to the adequacy of the rail track from the TLS loop to Tanjung Enim Baru here it is necessary to conduct a study regarding the traffic from TLS to Tanjung Enim Baru because the number of trains set per day is 55 sets
STRATEGI ASPEK PRIORITAS KOTA LAYAK HUNI (LIVABLE CITY) PADA KOTA BANDAR LAMPUNG
A livable city is a comfortable condition in an urban environment to become a place for activities and a place to live by considering at two aspects, which are physical and non-physical aspect. The city of Bandar Lampung is part of the 10th bottom-tier city with a comfort index of 56% based on the Most Livable City Index (MLCI) in 2017. There are several aspects that are not feasible according to the MLCI assessment. Those five aspects are pedestrian facilities, city park facilities, development information and community participation, sewage and drainage management, and transportation. The aim of this study is to formulate a strategy on the priority aspects of livable city in Bandar Lampung using a deductive approach and data collection techniques through observation and interviews. This research is conducted by using Analytical Hierarchy Process and SWOT analysis. The result shows that the priority aspect that needs to be improved in order to make livability in Bandar Lampung is by improving sewage and drainage management. And the strategies that is formulated to improve the sewage and drainage management are optimizing routine maintenance on tertiary and secondary drainage as a preventive measure against floods, optimizing the development of Community-Based Total Sanitation to reduce pollution in drainage, and strengthening the coordination between the government and the community in environmental maintenance, especially drainage
Sosialisasi Teh Kelor, Kunyit & Kayu Manis (Temo.tis) dalam Pencegahan Osteoartristis di Puskesmas Wayhalim II, Bandar Lampung
Pengabdian Masyarakat dilaksanakan oleh kelompok kami bersama dengan mitra UPT Puskesmas Way Halim II, Bandar Lampung. Target pengabdian masyarakat yang kami lakukan adalah orang dewasa dan lansia. Hal tersebut dilakukan karena melihat prevalensi osteoartritis atau penyakit sendi degeneratif di Indonesia yang cukup tinggi. Selain itu, keanekaragaman hayati di Indonesia untuk mencegah terjadinya penyakit sendi belum terlalu dimanfaatkan. Oleh karena itu kelompok kami membuat suatu penyuluhan tentang Osteoartritis dan Temo.tis. Pengabdian masyarakat ini sangat penting untuk dilakukan agar masyarakat sekitar paham akan penyakit sendi degeneratif dan mengetahui cara mengatasi dan mencegahnya sedini mungkin. Metode pengabdian yang kami lakukan meliputi 3 tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Tahap persiapan merupakan tahap awal sebelum melakukan pengabdian masyarakat, tahap pelaksanaan merupakan hari dimana pengabdian masyarakat dimulai di UPT Puskesmas Way Halim II, sedangkan tahap evaluasi merupakan tahap mengkaji seluruh rangkaian pelaksanaan pengabdian masyarakat. Setelah melakukan pengabdian masyarakat diperoleh hasil bahwa ternyata pengetahuan masyarakat terkait Penyakit Osteoarthritis semakin meningkat setelah mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat. Berdasarkan kegiatan tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat tentang "Pemanfaatan bahan alam daun kelor, kunyit, dan kayu manis dalam menangani gejala osteoartritis (OA) di UPT Puskesmas Way Halim II, Bandar Lampung " telah berhasil dilaksanakan dengan sangat baik
Peningkatan Pemahaman Sadar Wisata di sekitar Situs Kebumian Desa Girimulyo, Kecamatan Marga Sekampung, Lampung Timur
Provinsi Lampung memiliki Geowisata Gunungapi Perisai Sukadana yang merupakan gunungapi tipe perisai (Shield Volcano) terbesar di Indonesia. Informasi tentang geowisata ini relatif masih terbatas sehingga perlu disosialisasikan kepada masyarakat khususnya masyarakat yang awam terhadap ilmu kebumian sehingga mampu memberikan informasi dan cerita yang tepat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan metode observasi lapangan untuk mengidentifikasi keanekakragaman situs kebumian dan kuesioner digunakan untuk mengukur tingkat pemahaman masyarakat terhadap keanekaragaman dan proses pembembentukan situs kebumian. Hasil observasi menunjukkan situs kebumian di Desa Girimulyo merupakan bagian dari Gunungapi Purba Sukadana terdiri dari batuan beku basalt vesikuler yang terbentuk akibat hasil erupsi lelehan. Gunungapi Purba Sukadana memiliki daya tarik karena membentuk goa vulkanik yang terjadi akibat pendinginan magma basalt yang berumur 0,44 - 1,15 juta tahun lalu (Plistosen). Elemen geo+ pada Geowisata Gunungapi tertajuk agroforestri alpukat siger asli Lampung, yang diprogramkan sebagai pemberdayaan masyarakat berupa wisata petik buah. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat terhadap keanekaragaman situs kebumian meningkat setelah pembuatan media pembelajaran gunungapi dan diseminasi kepada masyaraka
Pelatihan Perakitan Robot Omni-Directional Kepada Guru SMAN 5 Bandar Lampung untuk Meningkatkan Kemampuan Sains dan Teknologi dalam Pembelajaran
Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengenalkan dan menerapkan teknologi robot omni-directional yakni robot yang mampu bergerak ke segala arah dan dapat dikontrol secara nirkabel. Adapun hasil analisis evaluasi kognitif peserta pelatihan telah menunjukkan bahwa terjadi peningkatan sebesar sebesar 26 poin pengetahuan peserta di bidang pelatihan perakitan robot, yang semula 59 menjadi 85. Selanjutnya untuk nilai modus pada postest dapat dilihat peserta pelatihan mendapatkan nilai 80 yang berarti jumlah peserta yang paham dan mengerti setelah pelatihan meningkat signifikan. Tujuan perakitan robot omni-directional untuk menunjang para pendidik SMAN 5 Bandar Lampung yang lebih kompeten dan visioner dalam media pembelajara