Journal STIKES Pemkab Jombang
Not a member yet
    1178 research outputs found

    Self Healing Dan Manajemen Nyeri Persalinan Kala 1 Fase Aktif

    Full text link
    Childbirth is a very phenomenal event for prospective mothers, where there are very memorable events in their lives, especially related to pain management and anxiety in facing the labor process. Based on a preliminary study of 5 mothers giving birth, it was found that 4 mothers who were going to give birth could not withstand the pain, so the pain became stronger. Self Healing is a way to fight negativity by saying positive affirmation words to the mother so that the mother feels better and more comfortable. This study aims to determine the Effect of Self Healing on the Level of Labor Pain in the First Active Phase of Primigravida at TPMB Naning Widayanti, S.Keb. The type of research is Quasi Experiment with the One Group Pretest-Posttest Design approach. The study population was 37 people, with a sample size of 34 people according to the inclusion criteria. The sampling technique used Acidental Sampling. Before the intervention was given, a pretest was conducted to measure the level of pain using the Numerica Rating Scale, then self-healing intervention was given with positive sentences/affirmations when pain arose for 5 minutes until the opening was 8 cm, then the level of pain was measured again in the post-test. The results of the study obtained before being given Self Healing were that some of the severe pain levels were controlled (47.0%), while after being given Self Healing, some of the mild pain levels were (50%). The results of the Wilcoxon Test p = 0.000, so it was concluded that there was an effect of self-healing on the level of labor pain during the first active phase of primigravida. Suggestions for self-healing therapy can be applied in obstetric services so that it can be used as an alternative complementary obstetric treatmen

    Keefektifan perangkat wearable dalam pemantauan tanda-tanda vital pada pasien: Effectiveness of wearable devices in monitoring vital signs in patients

    Full text link
    Pemeriksaan tanda-tanda vital dilakukan untuk mengevaluasi fungsi fisiologis dasar dari tubuh manusia. Sering terjadinya medical error yang meliputi faktor manusia, masalah teknis medis ataupun kesalahan dalam menilai tanda-tanda vital pasien memerlukan solusi yang tepat untuk mengurangi hal ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan perangkat wearable dalam pemantauan tanda-tanda vital pada pasien untuk mengurangi kejadian medical error. Metode penelitian ini adalah menggunakan desain literature review. Dengan metode pencarian yang digunakan dari database yaitu PubMed, Google Scholar, dan Semantic Scholar. Data diperoleh dari penelitian 5 tahun terakhir dengan pertimbangan konteksual dan kesesuaian. Review akhir melibatkan 5 studi referensi yang dimana menunjukkan bahwa tingkat keefektifan perangkat wearable pemantau tanda-tanda vital sudah bisa dikatakan dengan kategori yang baik. Parameter dalam pemantauan tanda-tanda vital, yaitu: suhu tubuh, detak jantung, rata-rata pernapasan, dan tekanan darah. Hasil ini memperlihatkan perangkat pemantau tanda-tanda vital wearable masih memiliki keunggulan dari segi reliabilitas yang telah teruji dan familiaritas di kalangan praktisi medis, adopsi teknologi baru perlu dilakukan secara bertahap dan terukur agar dapat mencapai keseimbangan antara inovasi dan kualitas layanan kesehatan yang optimal

    Pengaruh Pemberian Video Edukatif Pendidikan Pra Nikah Terhadap Pengetahuan Remaja Pada Pendidikan Pranikah Di Wilayah Kerja Puskesmas Pulo Lor

    Full text link
    Marriages entered into by minors (those under the age of nineteen) are considered early marriages.  Child marriage is influenced by several elements, such as economics, culture, parents' and guardians' roles, and educational opportunities in both formal and non-formal settings.  Approaches to Research  This study used a one-group pre- and post-test design to conduct quantitative research utilizing the pre-experimental approach.  It is a cross-sectional time study.  Nineteen people filled out the survey, and the Incidental Sampling method was used to determine the sample.  Two-Sample Test  The colmogorof smirnof test was used to check for normality before the bivariate test was conducted.  After making sure the data was normal, a dependent t-test was used.  The test findings indicate a Sig (2-Tailed) value less than 0.05, with a 0.000 value, according to the results of the conducted test.  Findings suggest a correlation between teenage monitoring in Pulo Lor village, Jombang District, Jombang Regency, and the distribution of instructional films for premarital education

    Gambaran pengelolaan menyusui tidak efektif dengan pijat oksitosin dan perawatan payudara pada ibu post partum spontan di rsud gondo suwarno ungaran: Overview of ineffective breastfeeding management with oxytocin massage and breast care in spontaneous post-partum mothers at gondo suwarno hospital, ungaran

    Full text link
    Menyusui tidak efektif adalah ketidakpuasaan dalam proses menyusui yang dirasakan oleh bayi maupun ibu. Dampaknya ialah ibu mengalami kecemasan, peradangan payudara, produksi ASI tidak lancar Hal tersebut dapat diatasi dengan memberikan edukasi menyusui, pijat oksitosin dan perawatan payudara pada ibu. Tujuan penelitian ini memberikan gambaran mengenai menyusui tidak efektif dengan edukasi menyusui, perawatan payudara dan pijat oksitosin. Jenis penelitian ini adalah deskriptif bentuk studi kasus untuk menggambarkan masalah pengelolaan pada pasien dengan masalah menyusui tidak efektif.’Pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, intervensi dan evaluasi. Pengambilan sampel dilakukan dengan kriteria ibu post partum spontan kelahiran anak pertama. Pengelolaan dilakukan selama 2 kali 24 jam dengan hasil masalah menyusui tidak efektif teratasi. Tindakan yang dilakukan adalah edukasi menyusui, pijat oksitosin dan perawatan payudara. Setelah dilakukan tindakan keperawatan tersebut pasien dapat menjelaskan kembali mengenai edukasi menyusui, pasien mengetahui pentingnya menyusui bagi bayi, dapat melakukan pijat oksitoisn dan perawatan payudara. Selain itu air susu keluar lancar, bayi tidak rewel, serta bayi sudah mau menyusu. Pemberian edukasi menyusui, perawatan payudara serta pijat oksitosin sangat efektif bagi pasien dalam mengatasi masalah menyusui tidak efektif

    Hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pada pasien Ca Mammae : The correlation between family support and anxiety level in breast cancer (Ca Mammae) patients

    Full text link
    Dukungan dalam bentuk fisik dan psikologis dapat sangat berarti bagi pasien dengan Ca Mammae, selain berdampak pada meningkatnya kualitas pengobatan yang dijalani, hal tersebut juga memberikan harapan positif bagi pasien sehingga kualitas hidup pasien dapat terus terjaga dengan baik. Dukungan keluarga merupakan suatu bentuk dorongan dan bantuan yang dapat berupa emosional, instrumental, informasi, dan sosial yang dapat memberikan ketenangan sehingga kecemasan pasien dapat berkurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pada pasien Ca Mammae di Purwokerto. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 1107 pasien Ca Mammae di Purwokerto sepanjang tahun 2023, dengan jumlah sampel terkumpul adalah 91 pasien Ca Mammae yang diambil dengan teknik consecutive sampling. Instrumen penelitian ini adalah Family Support Scale Questionnaire (FSS) untuk mengukur variabel dukungan keluarga dan State-Trait Anxiety Inventory (STAI) untuk mengukur variabel kecemasan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji Rank Spearman. Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga yang diterima dengan kecemasan yang dirasakan oleh pasien Ca Mammae di Purwokerto. Semakin tinggi dukungan keluarga yang diterima maka semakin rendah kecemasan yang dirasakan oleh pasien Ca Mammae

    Potensi kandungan zat kimia dalam vape terhadap sel kanker paru-paru: Potential of chemical content in vape on lung cancer cells

    Full text link
    Saat ini popularitas rokok elektronik atau vape sebagai alternatif rokok konvensional sering dianggap sebagai pilihan yang lebih aman, kenyataannya, rokok elektrik ini mengandung berbagai zat adiktif yang berbahaya dan dapat menjadi pemicu kanker paru-paru. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran kandungan zat kimia dalam vape yang menjadi potensi terhadap sel kanker paru-paru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah tinjauan literatur naratif, sekaligus mencari referensi yang relevan dengan permasalahan yang sedang diteliti menggunakan database dari Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cairan vape mengandung berbagai zat kimia berbahaya, di antaranya nikotin, propilen glikol, gliserin, logam berat (seperti kromium dan nikel), serta Tobacco Specific Nitrosamines (TSNAs) yang dapat berdampak negatif pada kesehatan. Zat-zat ini bersifat karsinogenik dan dapat menyebabkan stres oksidatif, peradangan kronis, serta kerusakan DNA, yang semuanya berkontribusi pada perkembangan kanker, terutama kanker paru-paru. Tingginya kandungan logam berat dalam vape dapat meningkatkan risiko paparan racun dalam jangka panjang. Namun, hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa belum ada mekanisme yang dijelaskan secara mendetail mengenai bagaimana zat adiktif dalam vape dapat memicu munculnya sel kanker paru-paru. Oleh karena itu, diharapkan akan ada penelitian lebih lanjut untuk menggali lebih dalam tentang hubungan zat-zat adiktif dalam vape dengan perkembangan sel kanker

    Pengembangan Teaching Factory (TEFA) Baby Spa Pendampingan Smk Pusat Keunggulan Citra Nusantara Klaten

    Full text link
    Sekolah menengah kejuruan merupakan pendidikan vokasi level sekolah menengah atas dengan target lulusan adalah siap bekerja. Pada kurikulum merdeka sekolah menengah kejuruan memiliki program sekolah menengah kejuruan pusat keunggulan memiliki tujuan meningkatkan kualitas keahlian lulusan dengan penguatan mitra kerja dan penyelarasan dengan dunia industri. Dalam pelaksanaan program sekolah menengah kejuruan pusat keunggulan, sekolah mendapatkan pendampingan dari perguruan tinggi. Dalam pelaksanaanya perguruan tinggi pendamping akan ditunjuk langsung oleh Direktorat Jendral Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Progran studi diploma tiga Unipdu Jombang, merupakan salah satu perguruan tinggi yang mendapatkan tugas melakukan pendampingan program pusat keunggulan di sekolah menengah kejuruan. Salah satu sekolah menengah kejuruan yang mendapat pendampungan dari UNIPDU adalah sekolah menengah kejuruan Citra Nusantara Klaten, Jawa Tengah. Pendampingan dilakukan selama tiga bulan untuk pelaksanaan program pusat keunggulan, dengan fokus pendampingan; meningkatkan mitra pengembangan kurikulum, pengembanagn teaching factory di sekolah menengah kejuruan dan optimalisasi penggunaan sarana prasarana di sekolah. Metode yang digunakan selama pedampingan adalah focus group discussion, workshop dan pendampingan langsung. Hasil pendampingan secara umum dapat disampaikan bahwa sekolah menengah kejuruan Citra Nusantara Klaten sudah melakukan MoU dengan mitra baru yaitu Indonesian Holistic Care Association (IHCA) dengan kompetensi keahlian baby spa. Sekolah sudah berhasil melaksanakan penyelarasan kurikulum dengan mitra atau dunia industri bersama IHCA. Pada program pemanfaatan sarana prasarana sekolah berhasil menyediakan ruangan laboratorium untuk kompetensi keahlian baby spa, serta kelengkapan standar operasional prosedur untuk penggunaan dan perawatan sarana prasarana. Mitra industri  Indonesian Holistic Care Association bersedia menjadi mitra dalam program pemadaan pengembanagn teaching factory pada tahun 202

    HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI YAYASAN PONDOK PESANTREN RAIHANUN ZAINUDDIN NW TANJUNG SANGGAR: The Relationship Between the Level of Knowledge of Adolescent Girls and the Incidence of Anemia in Adolescent Girls at the Raihanun Zainuddin Nw Tanjung Sanggar Islamic Boarding School Foundation

    No full text
    Remaja putri merupakan salah satu kelompok yang rawan mengalami defisiensi zat besi. Meningkatnya kebutuhan bila diiringi kurangnya asupan zat besi dapat mengakibatkan remaja putri rawan mengalami anemia. Penyebab utama anemia gizi pada remaja putri adalah karena kurangnya asupan zat gizi melalui makanan, sementara kebutuhan zat besi relatif tinggi untuk kebutuhan dan menstruasi. Kehilangan zat besi diatas rata-rata dapat terjadi pada remaja putri dengan pola haid yang lebih banyak dan waktunya lebih panjang terhadap rendahnya kadar hemoglobin. Anemia pada remaja merupakan anemia yang banyak disebabkan karena kurangnya asupan zat gizi yang dibutuhkan untuk pembentukan hemoglobin, yaitu zat besi (Fe), vitamin C dan tembaga. Zat besi diperlukan untuk membentuk bagian heme dari hemoglobin, vitamin C juga merupakan unsur esensial untuk pembentukan hemoglobin dan tembaga diperlukan untuk absorpsi besi dari traktus gastrointestinal. Dampak anemia pada remaja putri antara lain dapat menyebabkan lelah, konsentrasi belajar menurun sehingga prestasi belajar rendah dan dapat menurunkan produktivitas kerja. Di samping itu juga menurunkan daya tahan tubuh sehingga mudah terkena infeksi. Prevalensi anemia yang tinggi dikalangan remaja jika tidak tertangani dengan baik akan berlanjut hingga dewasa dan berkontribusi besar terhadap angka kematian ibu, bayi lahir prematur, dan bayi dengan berat lahir rendah. Pengetahuan mengenai anemia dan tablet tambah darah berperan dalam menentukan sikap remaja tersebut untuk berkomitmen mengkonsumsi tablet tambah darah. Remaja yang memiliki pengetahuan yang tinggi dan kesadaran mengenai pentingnya mengkonsumsi tablet tambah darah akan membentuk sikap remaja putri yang baik, begitupun sebaliknya. Kata Kunci   : Remaja Putri, Pengetahuan, Anemi

    Edukasi Edukasi Upaya Pencegahan Gagal Ginjal Kronis Pada Pasien Hipertensi Dan Diabetes Mellitus: Edukasi

    No full text
    Pasien dengan hipertensi dan diabetes perlu menjaga kontrol gula darah dan tekanan darah untuk mencegah atau memperlambat perkembangan GGK. Kesadaran pasien sangat penting dalam hal ini. Faktor-faktor yang mempengaruhi kontrol tersebut mencakup ketaatan pasien terhadap minum obat, persepsi positif pasien terhadap pengobatan, serta pengetahuan tentang komplikasi penyakitnya. Tujuan : meningkatkan  pengetahuan  masyarakat  tentang pencegahan gagal ginjal kronik  bagi  pasien  diabetes  melitus dan hipertensi. Metode  :  ceramah,  diskusi  dan  tanya  jawab. Kegiatan PKM dilaksanakan pada tanggal 10 Juli 2023 dengan target responden adalah perawat masyarakat yang mengalami hipertensi dan diabetes melitus sebanyak 20 orang.  Kegiatan PKM  dievaluasi   dengan pre-test dan post-test. PKM menunjukkan  sebelum dilakukan edukasi pengetahuan peserta kategori rendah  sebanyak 16 orang (80 %) dan setelah edukasi pengetahuan peserta mayoritas tinggi 15 orang (75%). Hal ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat sebelum dan setelah  edukasi upaya pencegahan gagal ginjal kronik pada masyarakat yang mengalami diabetes melitus dan hipertensi.  Melalui upaya ini diharapkan dapat mencegah terjadinya gagal ginjal kronik dengan merubah pola hidup, kontrol kadar gula darah dan tekanan darah. &nbsp

    Surgical team communication and compliance in implementing surgical safety checklist

    Full text link
    Poor team communication is the most common cause of side effects in all aspects of health care. Non-compliance with the implementation of the surgical safety checklist is a form of poor team communication that can cause harm to patient safety. The purpose of this study was to determine the relationship between surgical team communication and compliance with the implementation of the surgical safety checklist. The research design used was a correlative analytical study with a cross- sectional approach with a total sampling technique with 42 respondents. The statistical test used in this study was the Spearman rank. The results showed that almost all respondents had good communication, and almost all respondents were compliant in implementing the SSC filling. From the results of the statistical test using Spearman's rank analysis H1 was accepted, which means that there is a relationship between surgical team communication and compliance with the implementation of the surgical safety checklist. The results of this study can be input if the team communication support is good, then compliance in the implementation of SSC filling will also increase. It is expected that IBS nurses can improve team communication by complying with the implementation of SSC filling

    950

    full texts

    1,178

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal STIKES Pemkab Jombang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇