UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Kalijaga, Yogyakarta: E-Journal Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam

UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Kalijaga, Yogyakarta: E-Journal Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam
Not a member yet
    1356 research outputs found

    BUDAYA DAN SOLIDARITAS SOSIAL DALAM KERUKUNAN UMAT BERAGAMA DI KECAMATAN KABANJAHE KABUPATEN TANAH KARO

    No full text
    ABSTRAKDalam penelitian ini Penulis melihat bagaimana solidaritas masyarakat karo di Kabanjahe yang berimplikasi pada terciptanya kehidupan yang harmoni di tengah perbedaan umat beragama. Solidaritas masyarakat Karo terbentuk atas adat istiadat yang kuat yang diwariskan dan terus berlangsung sepanjang sejarah masyarakat Karo hingga kini. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan melakukan observasi langsung ke lokasi penelitian kemudian mewawancarai beberapa tokoh agama dan tokoh adat dengan pendekatan sosial yang dikemukan Emile Durkheim berkenaan solidaritas sosial. Peneliti mencatat setidaknya terdapat dua hal yang paling penting dalam adat istiadat masyarakat Karo yaitu sistem kekerabatan yang dikenal dengan Daliken Si Telu, yang berarti tiga tungku batu, atau dapat dipahami juga sebagai tata susunan kekeluargaan yang terdiri dari : Sembuyak/Senina/Sukut, Kalibumbu dan Anak Beru. Dalam penyusunan tata susunan kekeluargaan tersebut maka setiap masyarakat Karo mengenal lima marga induk atau merga si lima yang masing-masing induk memiliki cabang-cabangnya. Merga si lima merupakan tiang atau pendukung utama dari tata susunan kekeluargaan masyarakat karo, lima marga induk itu ialah : Perangin-angin, Ginting, Tarigan, Karo-karo, dan Sembiring. Daliken si telu mengambil peranan yang sangat penting bagi masyarakat Karo di Kabanjahe terutama pada upacara-upacara adat seperti, perkawinan, kematian sampai pada permasalahan yang terjadi dalam ruang lingkup sosial. Hal inilah yang menyebabkan Masyarakat Karo terhindar dari konflik agama, karena antara satu individu dan kelompok jika ditelusuri lebih dalam maka merupakan bagian dari keluarga. Keywords : Karo, Daliken Si Telu, merga si lima

    MODEL MANAJEMEN KONFLIK PERNIKAHAN BEDA AGAMA DALAM PEMIKIRAN AHMAD NURCHOLISH

    Get PDF
    Interfaith marriage is still an interesting theme to be discussed which is full of controversy. Ahmad Nurcholish and Ang Mei Yong were one of the phenomenal interfaith marriages in Indonesia in 2003. This study focused on the conflict management model of interfaith marriage undertaken by both. Ahmad Nurcholish is a devout Muslim, and Ang Mei Yong is a Confucian. The interfaith marriages that are lived by them are mutual agreements without any element of coercion. According to Ahmad Nurcholish, to deal with interfaith marriages there are at least 3 models, namely: self-reflection, asking for advice from the closest person, and presenting mediators, through the process of externalization, objectification, and internalization. While in conflict management there are several aspects, namely, competency, collaboration, compromise, avoidance, and accommodating.Keywords: Marriage different religion, Ahmad Nurcholis, Social Construction, Conflict Management AbstrakPernikahan beda agama masih menjadi tema menarik untuk diperbincangkan yang sarat akan kontroversi. Ahmad Nurcholish dan Ang Mei Yong merupakan salah satu pelaku nikah beda agama di Indonesia yang fenomenal pada tahun 2003. Kajian ini, memfokuskan pada model manajemen konflik Nikah beda agama yang dijalani oleh keduanya. Ahmad Nurcholish yang beragama Islam taat, dan Ang Mei Yong yang beragama Khonghucu. Pernikahan beda agama yang dijalani keduanya merupakan kesepakatan bersama tanpa ada unsur paksaan. Menurut Ahmad Nurcholish, untuk menangani nikah beda agama setidaknya ada 3 model, yaitu: refleksi diri, minta saran orang terdekat, dan menghadirkan mediator, melalui proses eksternalisasi, objektivikasi, dan internalisasi. Sementara dalam memanajemen konflik ada beberapa aspek yaitu, kompetesi, kolaborasi, kompromi, menghindar, dan mengakomodasi.Kata Kunci: Nikah Beda Agama, Ahmad Nurcholis, Konstruksi Sosial, Manjemen Konfli

    HUBUNGAN KEGIATAN EKSTRAKURIKULER PRAMUKA DENGAN TINGKAT RELIGIUSITAS SISWA SMA NEGERI 1 TANGEN (PERSPEKTIF TEORI SISTEM SOSIAL TALCOTT PARSONS)

    Get PDF
    Extracurricular compulsory curriculum became Scout at the elementary and secondary education as a pillar of character education in the nation. Unlike other extracurricular activities students select appropriate talent and interestin making this ektrakurikuler impressed forced. Descriptive method quantitative research aims to find out and analyze the relationship of the extracurricular activities of the Scout with the level of religious students. Research results based on the data analysis has been done on the relationship between Extracurricular Activities with Scout level of Religiosity in students who demonstrate 0575 (r count), while the value of sig 2 tailednya value 0.000 < 0.01. This means the Ha received his and Ho is rejected. So the hypothesis which says there is a significant relationship between extracurricular activities with Scout level of religiosity is right, and also in correlation with test use Product Moment shown with * marked * in the table correlation between extracurricular activities with Scout level of religiosity which means it shows the value of positive correlation. That is, the better the student in carrying out activities through extracurricular activities the Scouts then the higher levels of religiosity in students. School social system in shaping the character of the religious students through extracurricular Scouts can go well because the fourth social system functions (adaptation, goal attainment, integration, and latency) can walk properly and mutual related.Keywords: Extracurricular Scouts, Religiosity, Students, Social Systems.ABSTRAKEkstrakurikuler Pramuka menjadi kurikulum wajib pada pendidikan dasar dan menengah sebagai pilar pendidikan karakter bangsa. Tidak seperti ekstrakurikuler lainnya yang siswa pilih sesuai bakat dan minatnya membuat ektrakurikuler ini terkesan dipaksakan. Penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif  ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis hubungan kegiatan ekstrakurikuler Pramuka dengan tingkat religius siswa. Hasil penelitian berdasarkan data analisis yang telah dilakukan mengenai hubungan antara Aktivitas Ekstrakurikuler Pramuka dengan tingkat Religiusitas Siswa yang menunjukkan 0.575 (r hitung), sedangkan nilai sig 2 tailednya bernilai 0,000 < 0,01. Ini berarti Ha diterima dan Ho nya ditolak. Sehingga hipotesis yang mengatakan terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas ekstrakurikuler pramuka dengan tingkat religiusitas adalah benar, dan juga dalam uji korelasi dengan menggunakan Product Moment ditunjukkan dengan tanda ** dalam tabel korelasi antara aktivitas ekstrakurikuler pramuka dengan tingkat religiusitas yang berarti menunjukkan nilai korelasi positif. Artinya, semakin baik siswa dalam melaksanakan aktivitas melalui kegiatan ekstrakurikuler pramuka maka semakin tinggi tingkat religiusitas siswa. Sistem sosial Sekolah dalam membentuk karakter religius siswa melalui ekstrakurikuler Pramuka bisa berjalan dengan baik karena keempat fungsi sistem sosialnya (adaptasi, goal attainment, integrasi, dan latensi) bisa berjalan sebagaimana mestinya dan saling terkait.Kata Kunci: Ekstrakurikuler Pramuka, Religiusitas, Siswa, Sistem Sosial

    Membangun Spirit Kebangsaan Kaum Muda di Tengah Fenomena Radikalisme

    Get PDF
    AbstrakThe opening of the texts of political freedom and democratization following the fall of the New Order regime not only provided space for the emergence of various expressions built on primordial sentiments and identities but also paved the way for the expansion of radicalism. Reports by a number of survey institutions indicate that Indonesia is still a fertile ground for the production and reproduction of radical ideologies that allow the continued expansion of the radical organization or network. This threat is exacerbated by high public support for intolerance and violence.This article explores how the spirit of nationality for young people in the midst of the emergence of intolerant attitudes in society, the attitude of monopolizing the truth in religion that led to acts of terror in society. It needs dialogue and reconciliation honestly and openly. The deradicalization program must now be strengthened with elements of society to create a safe and peaceful atmosphere. As a consequence of choice as a democratic country, the principle of proportionality is very important to be put forward, so that there is no majority domination and minority tyranny.Keywords: nationality, young people, radicalism, deradicalis

    STRATEGI PERCEPATAN PEMBANGUNAN DAERAH BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI KECAMATAN GUNUNG WUNGKAL

    Get PDF
    AbstractThis research aims to find out strategies that can be used to accelerate the pace of economic development in Gunungwungkal sub-district, by referring to physical, environmental, social and local wisdom conditions in Gunungwungkal in 2015. The result is that Gunungwungkal is a plateau with good physical conditions for agriculture and livestock but is constrained by the addition of added value in the production of goods. The number of residents of the productive age is more than the age of being unproductive, but the educational facilities are not sufficient, so other institutions such as training centers are needed. There is tourism potential such as Grojogan Sewu waterfall and monastery, but the infrastructure does not support it. Therefore, the right strategy to accelerate the development of the Gunungwungkal area is to increase the ability and knowledge of the population in order to provide added value to the production results and improve infrastructure, and this cannot be done except with good cooperation between the government and the community

    KEBERAGAMAAN REMAJA PENYALAHGUNA NARKOTIKA (Studi Kasus pada Penganut Beda Agama di Pondok Pesantren Al-Qodir Sleman, Yogyakarta)

    Get PDF
    This fi eld research deals with the juvenile religiosity among the narcotic abuse, a casestudy on different religious adherents in Al-Qadir Islamic Boarding School, SlemanYogyakarta. The focus is on how the method of teaching carried out among juvenilenarcotics abuse that based on different religious adherents in Pondok Pesantren Al-Qodir. It includes the religiosity prior to and the aftermath of their relation with thePondok. Applying a qualitative type of approach with an in-depth interview, theresearch shows that, fi rst, the process of nurturing is manifest on the juvenile narcoticsabuse from different religious adherents in the Pondok and second, the religiosity amongthe juveline prior to and the aftermath of their relation with the Pondok PesantrenAl-Qodir is profound

    Wanita Mengimami Shalat laki-laki (Studi atas Hadis yang Melarang dan Hadis yang Membolehkan)

    Get PDF
    Tulisan ini melakukan kajian sanad dan matan atas dua kelompok hadis yang saling bertentangan (ta’arudh), yakni hadis yang melarang wanita menjadi imam bagi laki-laki dalam shalat dan hadis yang membolehkan. Dari penelitian ini tampak bahwa kedua hadis ini sama-sama dipandang sebagai hadis yang shahih, alias keduanya tidak memiliki problem dan masalah, terutama dari aspek rijal yang meriwayatkannya. Namun demikian, dalam praktik di masyarakat, perlu dipertimbangkan aspekaspek lain, seperti kaidah-kaidah fiih demi mendapatkan mashlahat yang lebih besar bagi masyarakat dunia, khususnya umat Islam

    Metode Tahfidz Al-Qur’an Untuk Anak Usia Dini (Kajian Atas Buku Rahasia Sukses 3 Hafizh Quran Cilik Mengguncang Dunia)

    Get PDF
    This article discusses methods of memorizing Qur’an for early childhood, as a form of early childhood education. The methods are very various. They are method of talqin, listening record of murottal, reading mushaf, motion and sign, etc. As one of the methods, the writer specifically talks about a way of memorizing qur’an for early childhood in a family of Kamil el-Laboody written on Rahasia Sukses 3 Hafizh Qur’an Cilik Mengguncang Dunia. He successfully educated his three children to be hafiz^ in their early childhood in 4,5 years old. Before entering the main idea, the writer elaborates how Islam (Qur’an and Hadis) and science talk about memorizing Qur’an for early childhood.Keywords: method, memorizing Qur’an, early childhood

    Eksistensi Tuhan Dalam Tasawuf Emha Ainun Nadjib

    Get PDF
    One of the poets, writers, artists, writers, cultural artists who popularized the popular mass media in the 1980s to the 1990s, is Emha Ainun Nadjib or Emha. His works found many religious and spiritual discourses, especially in his essays and poems. This study highlights Emha’s thoughts about the Existence of God within the framework of Sufism. The results of the study explained that the process of natural creation lasted for six days. The cycle will eventually be reunited with God. God’s execution according to Emha is the Emanation of God within the framework of the wahdah al-wujud. All come from God and will reunite with God (al-Haq).[Salah satu penyair, penulis, seniman, sastrawan, budayawan yang mewarnasi media massa yang popular diera 1980 hingga 1990-an yaitu Emha Ainun Nadjib atau Emha. Karya-karyanya banyak ditemukan wacana religious dan spiritual, khususnya dalam esai dan puisinya. Kajian ini menyoroti tentang pemikiran Emha tentang Eksistensi Tuhan dalam kerangka tasawuf. Hasil dari kajian menjelaskan bahwa proses penciptaan alam berlangsung selama enam hari. Siklus tersebut pada akhirnya akan manunggal (menyatu) kembali bersama Allah. Eksestensi Tuhan menurut Emha adalah Emanasi Tuhan yang dalam kerangka wahdah al-wujud. Semua berasal dari Allah dan akan menyatu kembali dengan Allah (al-Haq).

    Nasionalisme Banser NU (Nasionalisme dalam perspektif Banser NU Magelang)

    Get PDF
    This paper seeks to see nationalism among Banser in Magelang District. In the historical record, Multiple Ansor Movement of the Nahdlatul Ulama (NU) nationalism is undoubtedly, among other things how Banser secures Pancasila and actively participates with society and government in maintaining the unity and defending NKRI. History has proven post-G 30 S / PKI eruption, GP. Ansor and Banser have been instrumental in the G.30.S / PKI crackdown. Ansor Multipurpose Group is the core force of Ansor Youth Movement as a cadre of movers, caretakers and security of social programs of Ansor Youth Movement. The aforementioned cadres are members of the Ansor Youth Movement that have qualifications: Discipline and high dedication, strong physical and mental resilience, mental and religious as the bastion of the ulama and can realize the ideals of Ansor Youth Movement and the common good. Based on the results of this study found that the attitude of Banser nationalism in the willingness to sacrifice can be realized by helping friends and others with sincerity without expecting any reward, able to prioritize the public interest rather than personal interests, and willing to defend the nation and state. In the context of Diklatsar Banser, there is a great need for awareness to raise citizens who are dedicated to the nation and state.[Tulisan ini berupaya melihat nasionalisme di kalangan Banser di Kabupaten Magelang. Dalam catatan sejarah, nasionalisme Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama (NU) sudah tidak diragukan lagi, di antaranya saat bagaimana Banser mengamankan Pancasila dan berpartisipasi aktif bersama masyarakat serta pemerintah dalam menjaga keutuhan dan mempertahankan NKRI. Sejarah telah membuktikan pasca meletusnya G 30 S/PKI, GP. Ansor dan Banser telah berjasa dalam penumpasan G.30.S/PKI. Barisan Ansor Serbaguna adalah tenaga inti Gerakan Pemuda Ansor sebagai kader penggerak, pengemban dan pengaman program-program sosial kemasyarakatan Gerakan Pemuda Ansor. Kader dimaksud adalah anggota Gerakan Pemuda Ansor yang memiliki kwalifikasi: Disiplin dan dedikasi yang tinggi, ketahanan fisik dan mental yang tangguh, penuh daya juang dan religius sebagai benteng ulama dan dapat mewujudkan Gita-cita Gerakan Pemuda Ansor dan kemaslahatan umum. Berdasarkan hasil penelitian ini didapat bahwa sikap nasionalisme Banser dalam aspek rela berkorban dapat diwujudkan dengan cara membantu teman maupun orang lain dengan ikhlas tanpa mengharapkan imbalan apapun, mampu mendahulukan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi, dan bersedia membela bangsa dan negara. Di dalam konteks Diklatsar Banser, amat dibutuhkan kesadaran untuk membangkitkan warga negara yang penuh dedikasi terhadap bangsa dan negara.

    1,021

    full texts

    1,356

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Kalijaga, Yogyakarta: E-Journal Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Kalijaga, Yogyakarta: E-Journal Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam? Access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard!