UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Kalijaga, Yogyakarta: E-Journal Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam

UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Kalijaga, Yogyakarta: E-Journal Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam
Not a member yet
    1356 research outputs found

    MEDIA SOSIAL SEBAGAI SARANA MEMBANGUN KERUKUNAN PADA KOMUNITAS YOUNG INTERFAITH PEACEMAKER (YIPC)

    Get PDF
    Diversity is a reality for the Indonesian nation, one form of diversity, namely religion. Religion is a guide from the creator of how humans can live in differences so as to create an orderly and harmonious life. However, the phenomenon that occurs is just the opposite where religion in fact makes someone to claim the truth of each religion. This certainly becomes a serious conflict for the Indonesian people considering that Indonesia is a plural country and should have an understanding of tolerance. Actually tolerance is not just a concept that must be understood but must be realized in attitudes and behaviors so that a harmony between religious people will be realized. Amid the current global developments, technological sophistication cannot be dammed so that people can easily receive information. Responding to this phenomenon if we especially as youths who basically have an important role in building inter-religious harmony cannot properly take advantage of the existence of social media, it will easily accept and even spread hoax issues, the impact of this will certainly damage the relationship between harmony religious people should be as young people as filtering and wise in the use of social media. Through social media, we as young people can do positive things as well, pour creative ideas to channel talents that we have such as making writings or images so that they can be enjoyed by others, communicating with distant friends or adding friends by joining a social group that later will add insight and foster harmony among others Keywords: Social Media, Harmony, YIP

    Social Movement in Pengajian at Jogokariyan Mosque

    Get PDF
    Pengajian (religious teaching) is one of the primary programmes at Jogokariyan mosque. It has been held regularly and incidentally using the current issues as a theme. After the 212 demonstration 2016 in Jakarta, pengajian in Jogokariyan always uses the specific themes related to the religious social issues.  This article tries to explore how the reception of hadis or the teachings of prophetic tradition live in a social movement in the context of pengajian at Jogokariyan mosque. Employing a social movement approach, this article seeks to explore deeply how the hadis or prophetic traditions are expressed and its relevance to the social movement in pengajian. The social movement has three strategies, namely, (1) political opportunities, (2) mobilizing structures and (3) framing process. This present paper concludes that firstly, religious teaching in Jogokariyanmosque is a model of reception of hadis about seeking knowledge and majlis ilm’. The hadis is used as a basic tool to mobilize the process of social movement in pengajian. Secondly, the social movement in the Jogokariyan mosque is motivated by the injustice feeling caused by the policy of the government today

    SKEMA KEKERASAN TERHADAP ANAK DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

    Get PDF
    Kekerasan terhadap anak merupakan hal yang perlu mendapat perhatian dari semua pihak. Keprihatinan terhadap fenomena sosial yang terjadi dewasa ini, mendorong penulis untuk mengeksplorasi lebih dalam kasus-kasus kekerasan anak yang terjadi di Indonesia, khususnya di D.I. Yogyakarta. Pokok masalah dari studi ini adalah ingin menemukan bagaimana skema kecenderungan kasus-kasus kekerasan yang terjadi pada anak di D.I. Yogyakarta pada periode tahun 2012-2014, faktor-faktor pemicu terjadinya kekerasan terhadap anak pada skema yang ditemukan, dan dampak kekerasan terhadap anak pada skema yang ditemukan. Studi ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Adapun metode pengumpulan datanya adalah melalui wawancara dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis induktif. Studi ini bersumber pada dokumen-dokumen dan kasus-kasus yang ditangani oleh Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Daerah Istimewa Yogyakarta, serta informasi dari staf LPA DIY.Hasil studi ini menemukan bahwa kasus yang selalu ada di setiap rentang tahun antara 2012 sampai dengan 2014 adalah kasus kekerasan seksual. Kasus ini menempati posisi tiga besar di setiap tahunnya dan jumlahnya selalu mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Faktor pemicu terjadinya kekerasan seksual pada klien LPA DIY pada umumnya adalah budaya patriarkhi, tidak ada pemahaman terhadap Undang-undang perlindungan anak dan hak anak, posisi tawar anak rendah dalam keluarga, anak tidak mengetahui tentang kekerasan seksual, dan pengaruh kemajuan informasi dan teknologi. Adapun dampak secara umum pada korban dapat dilihat: anak mudah curiga atau takut bila bertemu dengan orang asing yang belum dikenalnya, anak menjadi tertutup, berbicara sangat pelan, apatis, anak mengalami gangguan fisik dengan gejala keputihan atau keluar cairan berbau, anak menjadi pemalu atau minder, anak mudah marah, dan anak mengalami stockholm syndrom (menunjukkan kekacauan emosi dengan menjadi suka terhadap pelaku kekerasan).Kata Kunci: Skema, Kekerasan Anak, D.I. Yogyakart

    KONSTRUKSI MITOS ILUMINATI PADA MASJID AL-SAFAR (Analisis Semiotika Roland Barthes)

    Get PDF
    Secara umum, struktur arsitektur masjid tidak memperlihatkan keseragaman. Nilai lokalitas atau kedaerahan dan pra-islam memberi pengaruh pada beberapa arsitektur masjid tua di Indonesia. Dewasa ini, arsitektur masjid lebih berkembang dengan pola desain yang lebih modern dan unik, sepeti masjid al-Safar. Arsitekturnya yang menyerupai segitiga sebagai konsekuensi desainya yang mengadopsi konsep folding. Tuduhan atau tafsiran arsitektur masjid al-Safar yang tidak islami karena menyerupai objek sakral dari umat Yahadi, yaitu iluminati atau segitiga adalah mitos. Dalam sejarah manusia, benda fisik yang bermakna simbolis atau Yang Sakral dipengaruhi pengalaman hidup atau realitas subyektif manusia. Dua objek simbolis ini, memiliki sejarahnya masing-masing dan diference.Kata Kunci: Aristektur masjid, Masjid Al-Safar, Mitos, SimbolisGenerally, the mosque’s architectural structure does not show uniformity. The locality or provincial and pre-Islamic value gave architecture influence to some ancient mosques in Indonesia. Recently, the mosque’s architecture is well-developed with modern and unique design pattern, such as Al-Safar mosque. Its architecture resembled triangle as its adopted design by folded concept. Accusation or interpretation of Al-Safar mosque which doesn’t represent Islam, whereas its represent the sacred object of Jewish adherent, which is illuminati or triangle is a myth. In human history, this physical object symbolically related or the Most Sacred affected by life experience or subjective human reality. These two symbols, have their own differences and history.Keywords: Mosque Architecture, Al-Safar Mosque, Myth, Symboli

    REINTERPRETASI HADIS PEREMPUAN TERCIPTA DARI TULANG RUSUK

    Get PDF
    Pemahaman secara tekstual terhadap hadis penciptaan perempuan dari tulang rusuk mengarah pada pemahamanbahwa perempuan berada di bawah dominasi lelaki. Posisi ini menyebabkan gerak dan hak-hak perempuan menjadi sempit dan terbatas. Hal ini tentu bertentangan dengan nilai-nilai keadilan sebagai prinsip dasar agama Islam. Oleh karenanya, pengkajian ulang terhadap hadis ini perlu dilakukan secara lebih komprehensif. Melalui pengkajian ulang, didapatkan kesimpulan bahwa hadis ini perlu dipahami secara metafor. Hadis penciptaan perempuan dari tulang rusuk sebenarnya bertujuan untuk meningkatkan derajat dan martabat kaum perempuan, diposisikansebagai partner hidup. Sehinggarelasi laki-laki dan perempuan dapat tercipta secara harmoni dengan saling melindungi, menghargai dan saling menghormati

    FILOLOGI NASKAH TAFSÎR BI AL-IMLÂ’ SURAT AL-BAQARAH KARYA KYAI ZAINI MUN’IM

    Get PDF
    This is a philological study of the manuscript tafsîr bi al-Imlâ’ surat al-Baqarah Kyai Zaini Mun’im, the first founder of Nurul Jadid Islamic Boarding School Paiton, Probolinggo. This study deals to discuss systematic, forms, methods, style and ideology that contained in the script of tafsîr bi al-imlâ’ surat al-Baqarah. Having studied manuscript of tafsîr bi al-Imlâ’, it can be identified that: commentaries (tafsîr) of Kyai Zaini used tartib muṣḥafî’s systematic presentation, ra\u27yî’s form, taḥlîlî’s method, adabî ijtima\u27î’s style and Ahl al-Sunnah wa al-Jama\u27ah’s ideology. In addition, this study also found that the interpretation bi al-imlâ’ many affected by tafsîr al-Marâghî of Shaikh al-Marâghî and al-Manâr by Shaikh Muhammad Abduh and Rasyid Rida, in the form of ideas and writing formats. Nevertheless, in some interpretation on certain verses, Kyai Zaini’s interpretation is partly different from the two interpretation above, and it becomes its own peculiarities of the intellectual work of islamic boarding school

    Resepsi Hadis Tuntunan Sebelum dan Setelah Pernikahan Dalam Film Papi dan Kacung Episode 12-13

    No full text
    This paper discusses the study of living hadith in the film “Papi dan Kacung” (read: PdK) episodes 12-13 uploaded by Qoryyan on Instagram in 2019. The film is a short film of Islamic nuances which in each scene shows a reception of the Prophet’s hadith, especially about guidance before and after marriage. In addition, one of the episodes of the film has received more comments from Instagram account users compared to other episodes. Therefore, to find out the variety of receptions on the Prophet’s hadith in the film “PdK” episodes 12-13 using reception theory introduced by Ahmad Rafiq. The results of this study are 1) exegetical reception manifested in the reading of the Book Riyadhus Shalihin and Minhajul Muslim: Konsep Hidup Ideal dalam Islam; 2) the aesthetic reception contained in the reading of the two hadith books accompanied by the backsound "I Came to Know Love"; 3) functional receptions are realized more inclined towards informative ie before men are married they should look for women who are righteous, while after marriage the husband helps with homework

    Exegetic Cyberwar: Religious Dialectics In New Media

    No full text
    This study concern the role of the media in creating dialectics of religious interpretation in cyberspace. The focus is mainly on the influence of the content of lecturers on YouTube on religious debates among netizens. Early paper resulted from a qualitative study. Primary data sources are online threats both in the form of videos of the clerics on Youtube and online discussions that respond to the video. This study selected five clerics whose influence was examined online, namely Ustadz Abdul Somad, Khalid Basalamah, Felix Siauw, Evie Effendie, and Cak Nun. Observations and interviews were also carried out on some of the official teams that managed the content of the Ustadz lecturers and broadcast them on Youtube. This research found that religious teachers have been very aware that contemporary proselytizing must use online media, including Youtube, so that the message of good shall spread quickly. Of the several popular ustadz, all have YouTube accounts whether managed by the team or the personal account of the ustadz. Official accounts provide genuine and enlightening content. On the other hand, there are free accounts with various motives. The three most visible motives are monetization (economic) motives, provocation motives, and propaganda or science motives. The impact of free accounts is the emergence of religious debate among netizens in cyberspace. The debate has resembled a kind of war that is toppling each other. This phenomenon is, on the one hand, positive because it is proof that cyberspace has become a public sphere where all ideas can be tested by joint discussion. On the other hand, this has a negative effect, it possibly generates conflicts in cyberspace which have the potential to become open conflicts in the real world.[Penelitian ini berkaitan dengan peran media terhadap pembentukan dialektika dalam interpretasi keagamaan di dunia maya. Fokus utamanya terletak pada pengaruh konten ceramah di YouTube terhadap perdebatan keagamaan yang terjadi di antara para warganet. Makalah ini dihasilkan dari suatu penelitian kualitatif. Sumber data primer adalah bahan dalam bentuk daring mencakup video beberapa ulama di Youtube dan diskusi daring yang merespons video tersebut. Penelitian ini memilih lima ulama yang pengaruhnya diteliti secara daring, yaitu Ustadz Abdul Somad, Khalid Basalamah, Felix Siauw, Evie Effendie, dan Cak Nun. Pengamatan dan wawancara juga dilakukan kepada beberapa tim resmi yang mengelola konten ceramah seorang Ustad dan menyiarkannya di Youtube. Penelitian ini menyimpulkan bahwa para pemuka agama sangat menyadari bahwa dakwah di era kontemporer harus menggunakan media daring, termasuk Youtube, sehingga pesan kebaikan akan menyebar dengan cepat. Beberapa ustadz yang populer telah memiliki akun YouTube yang dikelola baik oleh sebuah tim atau secara personal. Akun resmi menyediakan konten yang orisinil dan mencerahkan. Di sisi lain, mereka adalah akun bebas yang dibuat dengan berbagai motif. Tiga motif yang paling terlihat adalah motif monetisasi (ekonomi), motif provokasi, dan motif propaganda atau sains. Dampak dari akun gratis/bebas adalah munculnya perdebatan agama di antara warganet di dunia maya. Perdebatan telah menyerupai semacam perang yang saling menjatuhkan. Fenomena ini, di satu sisi, bersifat positif karena menjadi bukti bahwa dunia maya telah menjadi ruang publik di mana semua ide dapat diuji dengan diskusi bersama. Di sisi lain, ia juga memiliki efek negatif karena dapat menimbulkan konflik di dunia maya yang berpotensi menjadi konflik terbuka di dunia nyata.

    RESOLUSI KONFLIK DI DUNIA ISLAM: ANTARA DAMAI, DIPLOMASI, DAN PERANG (PERSPEKTIF ISLAM DAN HUBUNGAN INTERNASIONAL)

    No full text
    In international relations, especially relations between countries, it will always have the potential to have cooperation, agreements, even disputes. In general, all countries in the world make relations between countries as a manifestation of wanting peace because every country definitely needs other countries to be able to meet their country\u27s needs. The current concept of Diplomacy is something that international actors are currently doing to establish cooperation with a country. However, when the path of diplomacy cannot be used, using hard power in the form of war is an instinctive thing that is done by a country to achieve its interests. Islam has its own perspective and guidance in studying relations between countries, through peace, the concept of diplomacy and the circumstances in which war is permitted.Keywords: Peace-Diplomacy-War, Islamic Perspective, International Relations

    PLURALISME AGAMA DALAM KONTEKS KEISLAMAN DI INDONESIA

    Get PDF
    Karya ini dilatarbelakangi oleh fenomena perbedaan paham pluralisme agama, terlebih setelah munculnya fatwa MUI yang menolak dengan keras bahkan menentang paham pluralisme agama. Mengenai pluralisme agama dalam Islam sangatlah rentan dan mengundang perdebatan dari berbagai kalangan. Selain itu pluralisme agama menjadi salah satu isu keagamaan yang berkaitan dengan Islam dalam hubungan antar agama dan negara, serta pada kurun waktu yang sama bertepatan dengan alur demokrasi pasca reformasi. Sejatinya, Islam mengakui dan memandang kemajemukan beragama secara kritis, tetapi tidak pernah menolak atau menganggapnya salah. Pluralisme agama lebih menekankan pada sebuah paham kesatuan agama menuju Yang Satu. Secara epistemologi, pluralisme agama memerlukan sebuah kerangka untuk menyikapi realitas alamiah yang tidak bisa dihindari. Istilah pluralisme agama terlalu menonjolkan paradigma kesatuan agama yang bersifat semu. Pluralisme yang hanya sementara masih menggunakan pendekatan atas pernyataan bahwa semua agama dan semua manusia secara bertahap akan menemukan kebenaran agama, kemudian akan mengikuti agama yang diyakini kebenarannya. Pemahaman pluralisme seperti ini justru tidak menghargai kekhasan dan nilai-nilai agama lain, tetapi secara halus berusaha menggunakan konsep global dan kategori-kategori agamanya. Pluralisme agama memerlukan pergeseran paradigma dari pluralitas agama sebagai sunnatullah menuju kooperatif agama-agama. Keberagaman agama, budaya, ras, suku, bangsa, bahasa diperlukan konsep agree in disagreement serta sikap inklusifis-pluralis, terbuka dalam menerima perbedaan, saling bekerja sama membangun peradaban manusia yang berkemajuan tanpa sekat-sekat agama, suku, ras, dan sebagainya untuk merealisasikan misi Islam, rahmatan li al-‘alamin, kasih-sayang bagi semesta. Penelitian ini menggunakan pendekatan hermeneutik (hermeneutics approach). Metode yang digunakan dalam pencarian data adalah penelitian kepustakaan (library research)

    1,021

    full texts

    1,356

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Kalijaga, Yogyakarta: E-Journal Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Kalijaga, Yogyakarta: E-Journal Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam? Access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard!