UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Kalijaga, Yogyakarta: E-Journal Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam

UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Kalijaga, Yogyakarta: E-Journal Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam
Not a member yet
    1356 research outputs found

    SEKSUAL DALAM AL-QUR’AN

    Get PDF
    Sexual has the meaning of the case relating to intercourse between men and women. Talking about sex is a taboo subject, but the Quran as a holy book talks about it. For this reason, this research will focus on discussing sexual issues discussed in the Quran. This research method uses qualitative technical-library research with a thematic interpretation approach (mawdu‘i). The results of this study conclude that: First, Halal sex can be mapped into six redaction: Rafath means sex because it is identical with dirty things; Mubasharah means sex because of meeting the skin; Qaraba means sex because it is so close; Taghaththa> means coming to have sex; Nikah means sex permisible with Sha>ri’; Dukhul means sex because it includes the male genitalia in the female genitalia for husband and wife. Secondly forbidden sex, al-Qur’an uses the bigha redaction, it is meaning coercion to women to become Prostitute; al-musafihat prostitute women in the context of accusations; Muttakhidat akhdan means mistress; Fahishah means immorality (sex); Zina means unlawful sexual (free sex). Keyword: Sex, Tafsir, Thematic

    RELASI SOSIAL ELIT POLITIK DAN SESEPUH DESA MELALUI LANGGAR DI KABUPATEN MALANG

    Get PDF
    Menjadi elit yang terjun ke dalam kontestasi politik membutuhkan sebuah strategi. Semua ini dilakukan dalam rangka mencari tahu pemetaan suara elit. Banyak cara yang bisa dilakukan, salah satunya melalui survey pemetaan. Dengan menentukan indikator sampel, elit akan tahu bagaimana peluang untuk elit bisa menjadi anggota dewan di daerah pilihannya. Pemetaan suara bagi calon merupakan hal yang wajib dilakukan sebelum mereka turun langsung menyapa masyarakat dengan penyampaian bermacam-macam visi misi dan strategi kampanye. Kabupaten Malang merupakan Kabupaten dengan luas wilayah terbesar kedua di Jawa Timur setelah Banyuwangi. Kondisi masyarakat yang di dominasi kultur budaya pedesaan menunjukkan pola pergerakan politik arus bawah yang menarik. Popularitas dan juga kemampuan finansial tidak menjadi indikator utama dalam mendapatkan keterpercayaan masyarakat disana. Dalam tradisi budaya lokal yang dibangun, nilai-nilai lokal masih dipegang teguh sebagai suatu kepercayaan bagi masyarakat. Nilai itu di adopsi sebagai dasar seseorang untuk memberikan suaranya terhadap calon yang ingin maju dalam kontestasi politik salah satunya menggunakan pemetaan langgar. Langgar mempunyai nilai spiritual etik, selain sebuah simbol status sosial di pedesaan. Dimana peran pemilik langgar dalam strategi pemenangan calon tidak bisa dilepaskan begitu saja.. Penelitian ini menunjukkan betapa penting relasi sosial dalam aspek budaya lokal antara elit dan pemilik langgar. Ketika langgar yang merupakan institusi kultural dijadikan sebagai alat pemetaan politik.Kata kunci: Langgar, Pemetaan Politik, Relasi SosialBecoming an elite who engages in political contestation requires a strategy. All this was done in order to find out elite voice mapping. Many ways can be done, one of them through mapping surveys. By determining sample indicators, the elite will know how opportunities for the elite can become council members in their chosen area. Voice mapping for candidates is something that must be done before they go down directly to the public by delivering various vision and mission and campaign strategies. Malang Regency is the regency with the second largest area in East Java after Banyuwangi. The condition of the people who are dominated by rural culture shows an interesting pattern of undercurrent political movements. Popularity and financial capability are not the main indicators in gaining public trust there. In the local cultural traditions that are built, local values are still held firmly as a trust for the community. The value was adopted as the basis for someone to vote for candidates who want to advance in political contestation, one of which uses mapping violations. Langgar has ethical spiritual values, in addition to a symbol of social status in the countryside. Where the role of the owner of the langgar in the candidate winning strategy cannot be released just like that. This research shows how important social relations are in the aspect of local culture between the elite and the owner of the langgar. When langgar which is a cultural institution is used as a political mapping tool.Keywords: Langgar, Political Mapping, Social Relatio

    RITUAL KEMATIAN DALAM AGAMA ASLI TORAJA “ALUK TO DOLO” (STUDI ATAS UPACARA KEMATIAN RAMBU SOLOK)

    Get PDF
    Aluk To Dolo merupakan agama asli Suku Toraja yang sejak tahun 1969 mendapatkan status sebagai cabang dari agama Hindu Dharma. Di antara praktik agama Aluk To Dolo yang masih bertahan sampai sekarang adalah upacara kematian “Rambu Solok” dan disebut-sebut sebagai ritual kematian termahal. Orang yang merayakan ritual ini rela menghabiskan ratusan juta bahkan milyaran rupiah. Orang Toraja percaya bahwa ketika seorang mati dan belum diupacarakan Rambu Solok, ia sedang sakit dan diperlakukan layaknya orang hidup seperti disajikan makan dan minum, dan diajak bicara sewaktu-waktu. Orang mati ini baru dimakamkan di batu atau tebing setelah diupacarakan Rambu Solok dengan melakukan korban hewan kerbau dan babi sebanyak mungkin sehingga biayanya sangat mahal sekali. Hal itu berkaitan dengan konsep bekal di alam roh yang bernama “puya”. Semakin banyak “korban”, semakin banyak dan terjamin kehidupannya di “puya”. Puya dipercaya sama persis dengan dunia ini, hanya ia bersifat abadi atau kekal, karenanya diperlukan kebutuhan-kebutuhan hidup seperti di dunia ini. Semua bekal di “puya” ini ditentukan oleh sedikit banyak hewan yang dikorbankan dalam ritual kematian Rambu Solok. Oleh karena itu, masyarakat Toraja yang percaya filosofi Rambu Solok dalam agama Aluk To Dolo ini berusaha sebanyak mungkin mengorbankan hewan-hewan, agar sang jenazah cukup membawa bekal untuk hidup di alam baru “puya”

    KONTEKSTUALISASI HADIS PEMINANGAN PEREMPUAN TERHADAP LAKI-LAKI

    Get PDF
    This article is talking about the contextual understanding of Hadith about women proposing toward men and how this phenomenon develops in the contemporary era. Islam requires that a proposing is done before marriage. The practice of proposing generally is held by men. However, in several locations, it is found that a proposing is committed by women. They are doing it because of their understanding of a hadith which explains that in Islam, a woman has the right to propose a man. On the other side, Islam does not regulate who must propose whether men or women. Even though, there is a hadith which tells that a woman offered her self to be married by a pious man. As an open and changed text, a hadith can be explained by many ways of interpretation. One of them is contextual understanding. Therefore, contextual understanding of woman proposing toward a man which is based on the hadith is allowed because the prophet did not give a legal decision and forbid it. Keywords: Hadith, Women Proposing, Contextual Understandin

    Dilema Penggunaan “Syariah” Dalam Deklarasi-Deklarasi HAM Islam

    No full text
    Among the many religions in the world, Islam is the only religion that explicitly declares the notion of human rights known as al-Bayàn al-`Alam ‘an Huqùq al-Insàn fi al-Islàm (Universal Declaration of Human Rights in Islam). Therefore, it is clear that Islam truly respects human rights. However, the use of the term "Islam" in the declaration implies that the declaration was based on sharia. Even though the principles of sharia in question tend to discriminate against other religious groups, slaves, and women. This article will explain some of the ambiguities in the Universal Declaration of Human Rights in Islam and suggest more adequate ideas in the enforcement of human rights campaigns in the Islamic world

    TRANSFORMASI SOSIAL MASYARAKAT SAMIN Di BOJONEGORO (Analisis Perubahan Sosial dalam Pembagian Kerja dan Solidaritas Sosial Emile Durkheim)

    Get PDF
    Kajian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan yang terjadi pada masyarakat Samin Bojonegoro dengan menggunakan teori Pembagian Kerja dan Solidaritas Sosial Emile Durkheim. Yaitu perubahan sosial dari masyarakat tradisional menuju masyarakat modern. Menurut Emile Durkheim, peningkatan sistem pembagian kerja pada masyarakat berimplikasi pada perubahan tipe solidaritas sosialnya, yaitu pada masyarakat dengan sistem pembagian kerja yang sangat sedikit akan menghasilkan tipe soli-daritas mekanik, sedangkan pada masyarakat dengan pembagian kerja yang kompleks akan menghasilkan tipe solidaritas organik. Dimulai dengan mendeskripsikan kehidupan masyarakat Samin dari asal usul, ajaran yang diikuti dan perubahan sosial yang terjadi pada mereka. Bentuk kajian ini adalah penelitian kualitatif. Data dalam kajian ini digunakan untuk memahami dan menafsirkan makna peristiwa serta pola tingkah laku masyarakat Samin Bojonegoro. Adapun data yang diperoleh berasal dari dokumen sejarah Samin dan bahan kepustakaan berupa buku, video film maupun jurnal ilmiah. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa kondisi masyarakat Samin Bojonegoro telah mengalami transformasi dari tradisional menuju masyarakat modern. Meskipun telah mengalami perubahan dan modernisasi di segala bidang, masyarakat Samin masih identik dengan masyarakat mekanik dalam hal solidaritas. Hal tersebut dikarenakan masyarakat Samin masih menjunjung tinggi ajaran Saminisme dan mengamalkannya sampai sekarang yang berimplikasi pada kesadaran kolektif yang tinggi., meskipun mengalami berbagai transformasi, masyarakat Samin masih memegang teguh ajaran leluhurnya, yaitu Saminisme.Kata Kunci: Transformasi Sosial; Suku Samin; Pembagian Kerja Emile Durkheim; Solidaritas Organik; Solidaritas MekanikThis study aims to analyze the changes that occur in the Samin Bojonegoro community by using Emile Durkheim’s Division of Work and Social Solidarity. Namely the social change from traditional society to modern society. According to Durkheim, an increase in the system of division of labor in society has implications for changes in the type of social solidarity, that is, in societies with very little division of labor will produce a type of mechanical solidarity, whereas in societies with complex division of labor will produce types of organic solidarity. It starts by describing the lives of the Samin people from their origins, the teachings that are followed and the social changes that occur in them. The form of this study is qualitative research. The data in this study are used to understand and interpret the meaning of events and the behavior patterns of the Samin Bojonegoro community. The data obtained comes from historical documents Samin and literature materials in the form of books, video films and scientific journals. Based on the results of the study it can be seen that the condition of the Samin Bojonegoro community has undergone a transformation from traditional to modern society. Although it has undergone changes and modernization in all fields, the Samin community is still synonymous with a mechanical society in terms of solidarity. That is because the Samin community still upholds the teachings of Saminism and practices it until now which has implications for high collective consciousness., Despite undergoing various transformations, the Samin community still upholds the teachings of its ancestors, namely Saminism.Keywords: Social Transformation; Samin Tribe; Emile Durkheim Division of Work, Organic Solidarity; Mechanical Solidarit

    EMHA AINUN NADJIB DAN TEOLOGI HARMONI SOSIAL DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGI AGAMA

    Get PDF
    Tantangan kehidupan keberagamaan yang terus berkembang, narasi baru terus tumbuh yang disebabkan terbukanya kran reformasi, polarisasi politik, hingga munculnya media baru. Dalam ruang itu Harmoni sosial tak lagi menjadi tema utama, namun lebih pada diskursus ideologi yang menyebabkan menguatnya polarisasi keagamaan. Dalam konteks itu, Emha Ainun Nadjib tetap konsisten dengan perjuangan harmoni sosial di aras masyarakat bawah. Konsistensinya memiliki signifikansii sosial yang dibangun dengan pola pikir adaptif melalui tiga hal: kerangka sufisme (sturukturalisme transendental), based on living values berupa paham agama yang berbasis pada kehidupan, dan kerangka historis-antroposentris. Gerak sirkular tiga hal ini yang nantinya membangun teologi harmoni sosial Emha Ainun Nadjib.The religious life takes new challenges lately, new narration of religious issue continues to grow due to the reformation 1998, political polarization, and the emergence of new media.  In this space, religious social harmony is no longer the main discourse, but rather the ideological discourse that causes strengthening religious polarization.  In that context, Emha Ainun Nadjib remains consistent with the struggle for building social harmony in society.  His consistency has social significance caused by his adaptive thought through three things: a framework sufism (transcendental structuralism), based on living values in the form of religious understanding based on social life, and historis-anthropocentric framework. These three circular movements build the theology of Emha Ainun Nadjib\u27s social harmony. Keyword; teologi harmoni, living values, transendensi, Historis-antroposentri

    STUDI KITAB HADIS NUSANTARA: KITAB JAWAHIR AL-AHADIS KARYA BUYA MAWARDI MUHAMMAD

    Get PDF
    Buya Mawardi Muhammad merupakan seorang ulama yang cukup tersohor di Indonesia pada abad ke-20 M, terutama di ranah asalnya, Minangkabau. Beliau sangat disegani karena pengetahuannya yang meliputi berbagai bidang keilmuan. Mulai dari ilmu bahasa, seperti nahwu, sharaf, balaghah, dan ‘arudh, serta ilmu-ilmu keislaman lainnya seperti hadis, ilmu hadis, fiqh mawaris, ilmu tafsir, dan lain sebagainya. Ini terbukti dari karya-karya yang beliau hasilkan di berbagai bidang tersebut. Tulisan ini akan membahas satu di antara karyanya yang cukup monumental di bidang hadis yang berjudul Jawāhir al-Aḥādīṡ  al-Nabawiyyah. Kitab ini hanya berisi hadis-hadis shahih dan hasan yang beliau pilih dari kitab-kitab hadis dan sunan-sunan para imam yang mu’tabarah. Adapun karakteristik dari kitab ini di antaranya ialah bahwa kitab tersebut disusun berdasarkan tema-tema yang beragam berdasarkan hadis-hadis yang lebih menekankan pada masalah akhlak dalam perkara sosial dan muamalah, baik yang bersifat duniawi maupun ukhrawi. Kitab ini terdiri dari 147 halaman yang di dalamnya termuat lebih dari 500 hadis. Dengan demikian, karya Buya Mawardi ini dapat menjadi salah satu bukti kekayaan intelektual ulama Nusantara, sehingga menarik untuk diteliti sebagai khazanah tambahan bagi para generasi penerus, terutama bagi para pengkaji hadis

    Islamist Ideology and Its Effect on the Global Conflict: Comparative Study between Hamas and ISIS

    Get PDF
    This paper aims to explain that the spread of the ideology of Islamism in the Middle East in recent decades has led to conflict, both intra and inter-religion that continues until today. From these Islamist groups, Hamas Movement and ISIS provided significant effects of the conflict are. This study is qualitative research. Conflict Theory of John Spanier (higt-politic conflict) used to analyze how the two groups model of ideological construction influenced the political and economic stability as well as conflict in the Middle East and the Islamic world. Based on the observations of these two groups, it can be found that theologically, Hamas adheres to religious doctrines which prompted him to undertake armed resistance against Israel. At the same time, ISIS is a militant group that is strongly influenced by religious doctrine. However, from the aspect of rigidity doctrine and strategy of the movement, both groups are much different. ISIS is an ultra-radical group hostile to all other communities and brutally attacked the community of which he considered infidels. While Hamas has a more soft ideology and commit acts of violence in the context of resistance against Israeli colonialism.[Makalah ini bertujuan untuk menjelaskan bahwa penyebaran ideologi Islamisme di Timur Tengah dalam beberapa dekade terakhir telah menyebabkan konflik, baik intra maupun antar-agama yang berlanjut hingga saat ini. Dari kelompok-kelompok Islam ini, Gerakan Hamas dan ISIS memberikan efek  signifikan  dari  konflik  tersebut.  Penelitian  ini  adalah  penelitian  kualitatif. Teori  Konflik John Spanier (konflik politik berskala tinggi) digunakan untuk menganalisis bagaimana model konstruksi ideologis kedua kelompok mempengaruhi stabilitas politik dan ekonomi serta konflik di Timur Tengah dan dunia Islam. Berdasarkan pengamatan kedua kelompok ini, dapat ditemukan bahwa secara teologis, Hamas menganut doktrin agama yang mendorong mereka untuk melakukan perlawanan bersenjata terhadap Israel. Pada saat yang sama, ISIS adalah kelompok militan yang sangat dipengaruhi oleh doktrin agama. Namun, dari aspek kekakuan doktrin dan strategi pergerakan, kedua kelompok jauh berbeda. ISIS adalah kelompok ultra-radikal yang memusuhi semua komunitas lain dan secara brutal menyerang komunitas yang dianggapnya sebagai orang kafir. Sementara Hamas memiliki ideologi yang lebih lunak dan melakukan tindakan kekerasan dalam konteks perlawanan terhadap kolonialisme Israel.

    Economic Thought of Ibn Taimiyah and Relevance to the World Economic and Community Economic System

    Get PDF
    This article describes the biography and economic thinking of Ibn Taimiyah, a great Muslim thinker in 1263 M / 661 H - 1328 M / 728 H. This research is a research library with a descriptive approach. And explain the analysis of the Economic Thought of Ibn Taimiyah and Relevance to The World Economic and Community System. Data collection methods in this study using documentation, then analyzed using inductive, deductive and comparative methods. His contributions and thoughts regarding (1) buying and selling transactions include fair prices, market mechanisms, and price regulation, (2) Money and monetary policy, including the characteristics and functions of money, decreasing currency values, and a bad currency will get rid of the currency the good one. Ibn Taimiyyah has a framework that is in line with the opinion that states that the Islamic economy, both its system and its law, is an integral part of the world economic system and society.[Artikel ini menjelaskan tentang biograpi dan pemikiran ekonomi Ibn Taimiyah, seorang pemikir Muslim besar Tahun 1263 M/661 H – 1328 M/728 H. This research is a library research with descriptive approach. That is to describe or explain the analysis of Economic Thought of Ibn Taimiyah and Relevance with The World Economic and Community System. Data collection methods in this study using documentation, then analyzed using inductive, deductive and comparative methods. Sumbangan dan pemikirannya mengenai (1) transaksi jual beli meliputi harga yang adil, mekanisme pasar, dan regulasi harga, (2) Uang dan kebijakan moneter, meliputi karakteristik dan fungsi uang, penurunan nilai mata uang, dan Mata uang yang buruk akan menyingkirkan mata uang yang baik. Ibn Taimiyyah mempunyai kerangka pikir yang sejalan dalam pendapat yang menyatakan bahwa ekonomi syariah, baik sistem maupun hukumnya, merupakan bagian tak terpisahkan dari sistem pemerintahan dan ketatanegaran.

    1,021

    full texts

    1,356

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Kalijaga, Yogyakarta: E-Journal Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Kalijaga, Yogyakarta: E-Journal Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam? Access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard!