UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Kalijaga, Yogyakarta: E-Journal Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam
UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Kalijaga, Yogyakarta: E-Journal Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran IslamNot a member yet
1356 research outputs found
Sort by
Radikalisme Agama Penghambat Kemajuan Peradaban
Exclusivism in religion is one factor that is closely related to the emergence of religious radicalism or violence. Exclusivity is also of course a poor indicator of human civilization caused by social empathy is still thin. Thus, it is clear that such a religious pattern is built with an exclusive insight anyway. Through this article, the author would like to express that violence in any form is a major obstacle in achieving an advanced civilization, or at least reach back civilization achieved by the Prophet as a carrier Muhammmad treatise. In addition, this article also emphasizes that Islam is not a religion that teaches violence exclusively
Teologi Sosial; Keniscayaan Keberagamaan yang Islami Berbasis Kemanusiaan
Islam yang sejatinya murni untuk mengEsakan Tuhan, Allah Swt, telah mengalami berbagai tahap ke\u27bumi\u27an yang konsekuensinya tercampur dengan berbagai persoalan kemanusiaan. Teologi dalam hal ini yang notabene sebagai pelopor wacana ketuhanan dan menjadi salah satu terma pokok dalam diskusi keagamaan Islam juga ikut mencuat pengaruhnya. Fenomena historis mengenai perdebatan teologis yang cukup sengit dalam diskursus agama Islam diantara Mutakallimi>n dalam diskusi kali ini mendapat sorotan tajam bagi kalangan cerdik cendekia Muslim modernis karena dipandang tidak mampu lagi menampung jawaban permasalahan yang bersifat antroposentris. Alasannya konkret, teologi yang selama ini dipelajari hanya berbicara mengenai masalah \u27langit\u27 (teosentris) dan hampir –jikalau tidak mengatakan sama sekali- tidak pernah \u27turun ke bumi\u27 (antroposentris). Karenanya, dimunculkan wacana baru yang menggagas konsep teologi yang selain berpijak pada nilai-nilai ketuhanan, namun juga mampu diaktualisasikan ke dalam ranah kemanusiaan, yaitu Teologi Sosial. Sehingga diharapkan ia mampu menjadi solusi atas problem kemanusiaan yang marak saat ini, semisal ketidakadilan, kekeraasan, terorisme dan sebagainya, khususnya yang termasuk dalam pelanggaran hak-hak asasi kemanusiaan
Pemahaman Hadis Tentang Bencana (Sebuah Kajian Teologis terhadap Hadis-hadis tentang Bencana)
Disaster is something always happens around human life. Those catastrophic events occured one after anothers and the intensity increases in contemporary times. In that context, it is necessary to attempt selfreflection and build knowledge about the disaster in religious perspective. Actually, the disaster in the Qur\u27an has been widely described. However, the hadith of the Prophet Muhammad as the highest authority after the Qur\u27an, which serves as an explanatory (al-bayan), describes how the disaster happened, what causes it, and how humans should behave for facing the disaster. This brief article will review these matters with the theological approach
Women’s Marginalization and the Androcentric Religious Interpretation in the History of Aceh Kingdom
Sejarah Indonesia dan agama di Indonesia bersifat androsentrik, yaitu didominasi oleh dan tentang laki-laki, dan dengan demikian telah meminggirkan sejarah perempuan. Model sejarah yang androginis penting dikembangkan, yaitu model yang mengakomodasi suara dan cerita perempuan dan laki-laki serta memungkinkan mereka untuk memiliki tempat yang sama dalam sejarah tersebut. Tulisan ini menguraikan peran perempuan dalam sejarah Kerajaan Aceh dan mengkaji pengaruh agama dan gender dalam proses peminggiran perempuan. Aceh terkenal sebagai wilayah Islam dimana nilai-nilai agama dominan dan menjadi jantung dari kehidupan sosial dan budaya masyarakat. Di satu sisi, potret Ratu Aceh menarik karena Aceh merupakan satu-satunya kerajaan Islam di dunia yang pernah mengakui perempuan sebagai pemimpin tertinggi kekuasaan politik dalam pemerintahan. Di sisi lain, nilai-nilai agama mewarnaimasyarakat Aceh, dan pada saat yang sama budaya patriarki menjadi jantung kehidupan politik. Budaya patriarki yang dominan menyebabkan perempuan termarginalisasi dalam kehidupan publik dan dalam sejarah. Agama dan gender memainkan peran penting dalam melegitimasi identitas kolektif dan pada saat yang sama diskriminasi terhadap perempuan. Dalam konteks Aceh, perdebatan tentang kelayakanperempuan sebagai pemimpin dalam Islam telah memberikan kontribusi terhadap proses peminggiran perempuan. Peminggiran perempuan di arena politik dan kehidupan publik menjadi masalah serius karena berkelit kelindan dengan keyakinan agama yang androsentris, patrarkhi dan kepentingan politik
Kitab Klasik Elektronik Gratis: Menuju Keberdayaan Literasi dan Rekonstruksi Ilmu
Kitab atau buku adalah ibu peradaban dunia. Memiliki buku merupakan jalan untuk menciptakan peradaban. Sayangnya tidak semua buku bisa dibaca, dimiliki, dan dibeli. Lebih-kurang karena sekian keterbatasan insani yang sangat beragam. Tersering di antaranya adalah musabab ekonomi. Memang, buku-buku yang dijual di toko buku terkadang tak terlalu bersahabat dengan kantong. Di samping itu, musabab tersering dan terpenting lainnya adalah keterbatasan sumber penyedia buku. Bisa jadi karena buku tersebut masih asing. Bisa pula terbatasnya cetakan. Sejak kehadiran berbagai situs penyedia buku elektronik (e-book) di internet, kendala-kendala tersebut tampaknya bisa untuk diatasi. Satu di antara situs penyedia buku elektronik yang paling populer adalah www.library.nu yang kini telah gulung karpet. Selain situs tersebut, saat ini ada situs penyedia kitab-kitab kuning gratis. Ada dua situs yang dibahas dalam tulisan ini. Pertama, www.waqfeya.com. Kedua, www.kitabklasik.co.cc. Situs pertama berbahasa Arab. Situs kedua berbahasa Indonesia. Biografi kitab-kitab itu sendiri, pada masa ini, ada pada eksistensinya sebagai pemantik kreativitas baru di dunia maya. Fenomena pengunggahan buku elektronik secara massif kini telah cukup banyak. Akan tetapi, pengunggahan kitab-kitab klasik belum banyak yang memulainya. Dari sisi dunia media, kitab-kitab tersebut melahirkan wujud media alternatif. Sementara dari sisi lainnya, ia turut menyumbang saham dalam proses pemberdayaan literasi masyarakat. Hal yang tidak kalah pentingnya adalah bahwa kitab-kitab itu, menurut saya, punya biografi ilmiah yang belakangan dapat ditarik ke dalam perbincangan mengenai perlunya tatanan keilmuan manusia direkonstruksi
Dialog Interreligius-Kultural dan Civil Religion (Studi atas Paguyuban Ngesti Tunggal (Pangestu)
The disaster is not only a mere natural occurrence, but also due to the lack of awareness and understanding of one\u27s environmental problems. This paper will review the ecological values contained in the Qur\u27an. In fact, the Qur\u27an has given a stern warning of not doing mischief on earth. In this regard, within the certain limits, the query is how religion (Islam) providing ecological value to the whole community through the Koran? Applying semantic-hermeneutical approach, the research results the concept that has been introduced by the Qur\u27an with various forms and models of word. With some verses that describe the ecological problems, the formulation can be used as \u27green religion\u27, namely religion that requires people to practice Islam stressing the integral relationship between faith and the environment (all natural). Moral-ethical action is not only related to human relations, but also with nature
Umar Bin Abdul Aziz dan Semangat Penulisan Hadis
Here I try to uncover various foundation of time and space underlying the nature of caliph ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz’s thought who formally commanded codifying hadith. I use Peter L. Berger theory of sociology of knowledge to get an understanding of how the process ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz that has lived in the luxuriousness dynastic of Umayyah capable to pay attention on hadith whereas formerly it was allowed running wild in the arms individual thalib hadith and didn’t get attention from any Umayyad caliphate
Ayat-ayat Perdamaian: Dekonstruksi Tafsir ala Jane Dammen McAuliffe
Its is the matter of fact that Muslims way to behave, including to behave before other communities, such as Christians, comes from the Qur’an. To understand how Muslims do something on their religiousity is then to come analyzing the Qur’an. This is what Jane Dammen McAulife fully aware of; She is curious of how the Qur’an presents the Christians. However, since the Qur’an further controlled by exegesis, it become an integral aspect in her way to study Qura’nic Christians. This paper will descriptively explore Jane Dammen McAuliffe’s though on Qur’anic presentation to Christians. Her dissertation will be the basis of analysis. However, we previously present the mapping of her whole thought to gain the comprehensive understanding on her complete thought. In context of Qur’anic Christians, she concludes that since the exegesis controls the Qur’an, Qur’anic Christians refer to nor historical Christians nor the living community call themselves as Christians
Discourse Kontestasi Ideologi: Reposisi Islam dan Negara di Indonesia
Tulisan ini mendiskusikan pertarungan ideologi yang berkembang di Indonesia berkaitan antara agama dan negara untuk sebuah masyarakat yang majemuk. Dalam karangan ini pendekatan yang dipakai adalah ideologi politik kontemporer dimana secara khusus membahas soal-soal ideologi kontemporer yang berkembang di dunia dan Indonesia. Tulisan ini secara khusus memberikan penjelasan bahwa di Indonesia perlu melakukan reposisi ideologi sebab selama ini masih kuat terjadi diskursus tentang kehendak perubahan dasar negara Pancasila dengan dasar yang lain yakni dasar Islam. Tulisan ini menegaskan Indonesia tidak perlu lagi menjadikan Islam sebagai dasar negara sebab Indonesia sebenarnya sudah menjadi Islamic Society sekalipun bukan Islamic state, tinggal melaksanakan nilai yang terkandung dalam Pancasila. Perspektif dalam kajian ini adalah sosiologi (agama) dalam konteks politik Indonesia dengan mendasarkan kajian pustaka