UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Kalijaga, Yogyakarta: E-Journal Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam

UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Kalijaga, Yogyakarta: E-Journal Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam
Not a member yet
    1356 research outputs found

    Konstruksi Pembentukan Identitas Kampung Digital Samirono

    Get PDF
    This paper describes how identity construction carried outby the Kampung DigitalSamirono communities that are part ofthe Kampung Digital program. Because it Samirono villagewhich is known as the hometown of Javanese culture that stillretains the "KluwungBudaya Kampung" in the midst ofmodernization today, and people are dynamic, creative,innovative, and even has a rural and urban character. Samironocommunities who live in the era of modernization certainly willmake their identity is lost in the presence of the KampungDigital, but Samirono community can maintain their traditionsand identity in the presence of Kampung Digital. The presence ofthe Kampung Digital is providing a new color for the peopleSamirono, in which can`t be separated from the actors whohave the power in the formation of identity for the communitySamirono.the presence of the Kampung Digital communitySamirono have two different attitudes; First, accept that it isrepresentative of the Kampung Digital providers andgovernment programs. Second, consider the normal presence ofthe Kampung Digital, because it only benefits one party only (nomonopoly) because there are interests that dominate in theprogram. Then the actors in shaping the identity of the villagecommunity Samirono authorities (government) and companies(telkom).The government\u27s role in disseminating the KampungDigital program in the villages especially Samirono and evenhas the authority in the implementation of the program. Thenthe role of the company positioned itself as superior to localproviders Samirono inferiority.Both are external factors that aredominant in constructing identity Samirono villagers. Thus theprocess of identity formation in SamironoKampung Digital is notindependent of external factors (providers and government),then formed a values, norms, and customs of the peopleSamirono.Keywords: Community Samirono, Construction of Identity,Kampung Digital

    TRANSFORMASI SOSIAL PADA UPACARA RAMBU SOLO DIRAPAI DI RANTEPAO TORAJA UTARA

    Get PDF
    This study examines the shift rambu solo dirapai ceremony in conjunction with the social changes that occurred in the Toraja people. This study covers the forms of commodification is happening in the ceremony, interpendensi and social relations, as well as forms of figuration and habitus as a supporting component of a shift in the ceremony rambu solo dirapai. In this paper illustrates that ritual rambu solo dirapai shifting meanings and social values in society, first carried out in order to customary funeral procession of bodies of the nobility, now used as a means to obtain the existence in society and have also been used as a commodity for the benefit of tourism, so the ceremony rambu solo dirapai who had now become profane sacred nature. At the local elite also changes the structure, which was once the relationship is between traditional leaders and communities are now going a new power relationship that is influenced by the government as the new power relations by making ceremony rambu solo dirapai as tourism attraction in Toraja. In the shift between traditional leaders and the government as the new power relations created a balanced power relationship so there is no contradiction in the ceremony rambu solo dirapai as indigenous and as a tourism commodity. Keywords: Ceremony Rambu Solo Dirapai, Social Transformation, Figuratio

    An Examination on Edip Yuksel\u27s Interpretation of Q. 4:34

    Get PDF
    Q.4:34 is frequently used to justify men’s domination over women. There are some keywords in this verse that Edip Yuksel thought have been mistranslated and misunderstood by many scholars, then he reinterpreted them. The authors employed five principles to establish their work, “Quran: A Reformist Translation”. Those five principles are what shaped the work and what influenced the final result of the interpretation. This article uses their principles as tool to criticize the interpretation, so it is called internal criticism. Finally, this work concludes that Edip Yuksel’s interpretation valuated by the five principles is relatively implemented well, the lack is located in the author’s attitude to decide the meaning rashly without explaining the reason they finally chose the meaning after criticizing other’s work.Keywords: 4:34, mistranslated, misunderstood, internal criticism

    Filsafat sebagai hikmah: Konteks berfilsafat di dunia islam

    Get PDF
    There is a strong impression on some that the Islamic philosophy is unoriginal, just a duplication of Greek philosophy, and has become extinct or no longer found in modern day development. According to the authors, such an impression and other negative impressions similar to it need to be evaluated and reviewed. The impression is very reductive and less proportional in assessing the existence of Islamic philosophy. One way is to put Islamic philosophy in its distinctive historical context. The author consid- ers that the use of the word $ikmah to define philosophy in the Islamic world implies a distinctive context that surrounds the birth and development of philosophy in the Islamic world, and at the same time exhibits its characteristics. This paper will try to explore and explore more in the context in question, so that the realization of philosophy in the Islamic world can photographed in a more fair and whole.[Ada kesan yang kuat pada sebagian kalangan bahwa filsafat Islam itu tidak orisinal, sekedar duplikasi dari filsafat Yunani, dan telah punah atau tidak ditemukan lagi perkembangannya pada masa modern ini. Menurut penulis, kesan semacam itu dan kesan negatif lainnya yang senada dengannya perlu dievaluasi dan ditinjau ulang. Kesan tersebut sangat reduktif dan kurang proporsional dalam menilai keberadaan filsafat Islam. Salah satu caranya adalah dengan meletakkan filsafat Islam dalam konteks kesejarahannya yang khas. Penulis memandang bahwa penggunaan kata %ikmah untuk mendefinisikan filsafat di dunia Islam menyiratkan adanya konteks khas yang mengitari kelahiran dan perkembangan filsafat di dunia Islam, dan sekaligus menunjukkan karakteristiknya. Tulisan ini akan mencoba menggali dan menelisik lebih dalam konteks yang dimaksud, sehingga perwujudan filsafat di dunia Islam dapat dipotret secara lebih adil dan utuh.

    Tanawwu\u27 Ma\u27ani al-Libas fi al-Qur\u27an (Dirasat al-Tafsir al-Maudu\u27iy)

    No full text
    Penelitian ini ditekankan dan didasarkan pada realita dan pemahaman masyarakat yang penulis temukan bahwa mereka memahami “libas” hanyalah sebatas penutup badan saja, atau dalam artikata “pakaian”. Sementara didalam al-Qur’an, pengungkapan kata libas itu bermacam-macam, ada yang diungkapkan dengan ungkapan “libasul khauf”, ada juga dengan istilah "libasul jû’”. Penelitian ini ditekankan pada kajian penafsiran ayat-ayat “libas” dalam al-Qur’an, di mana lafaz al-Qur’an yang berasal dari pecahan kata yang sama (dalam hal ini ayat-ayat “libas”) sehingga terjadi kekeliruan dan salah tanggap dalam memahami isi dan kandungan al-Qur’an. Dalam kajian ulum al-Qur’an hal ini dinamakan dengan wujuh, yaitu lafaz musytarak yang muncul berulang kali dengan makna yang beragam

    Gerakan Oposisi Islam Masa Reformasi (Studi Terhadap Majelis Mujahidin Indonesia)

    No full text
    Gerakan oposisi MMI, memiliki tiga kekhasan, yaitu: dari aspek gagasan politik, gagasan MMI yang diantaranya pertama, MMI berkeyakinan bahwa Islam mengatur persoalan negara. Argumen ini didasarkan pada konsepsi bahwa Islam telah mengatur semua sendi kehidupan manusia, dari masalah duniawi sampai ukhrawi. Oleh karena itu, Islam bagi MMI adalah entitas yang tidak bisa dipisahkan dari negara (al-islam huwa al din wa al-dawlah). Kedua, pandangan penyatuan agama dan negara ini pada akhirnya mensyaratkan kedaulatan agama, yakni berupa negara Islam. Ketiga, pandangan MMI tentang pelaksanaan syariah Islam. Resistensi MMI terhadap negara adalah bentuk oposisi yang bekerjasama dengan beroperasi dalam sistem politik yang ada sekaligus oposisi yang berpartisipasi aktif dalam pemerintahan melalui aliansi atau koalisi dengan kekuatan-kekuatan politik.Kata Kunci: Oposisi, Syariah, Khilafah

    KONSEP KETUHANAN MENURUT KRISTEN SAKSI YEHUWA

    Get PDF
    Ajaran Kristen mainstream meyakini Tritunggal secara dogmatis. Dogma Tritunggal mengimani ketuhanan Allah, Yesus Kristus, dan Roh Kudus sekaligus sebagaimana tercantum dalam kredo iman rasuli. Ketiga pribadi itu adalah pribadi Allah dan ketiga pribadi tersebut adalah Allah. Allah adalah Tuhan, Yesus adalah Tuhan, dan Roh Kudus juga Tuhan. Terdapat aliran Kristen yang bernama Saksi-Saksi Yehuwa yang menolak dogma Tritunggal ini. Menurut Saksi-Saksi Yehuwa, Tuhan itu Satu bernama Yehuwa. Hanya Yehuwa Yang Maha Kuasa dan Pencipta. Konsekwensinya, Yesus bukanlah Tuhan karena ia diciptakan atau makhluk. Konsep ketuhanan Saksi-Saksi Yehuwa ini bersifat monoteistik. Konsep ketuhanan yang monoteistik ini dijelaskan bahwa Hanya ada Satu Tuhan, Tidak ada Tuhan selain Yehuwa dalam ajaran Kristen Saksi Yehuwa (Kejadian 17:1); Tuhan memiliki sifat-sifat; dalam Alkitab dijelaskan Allah Yehuwa itu Maha Tinggi (Mazmur 83:18), Maha Kuasa (Penyingkapan 15:3), Raja kekekalan (Mazmur 90:2), Pencipta (Penyingkapan), dan Kudus (Yesaya 6:3). Key Words: Kristen Saksi Yehuwa, Yehuwa, monoteism

    METODE TAFSIR MAUDU’I (Perspektif Komparatif)

    Get PDF
    Metode maud}u>’i> adalah metode yang banyak digunakan oleh para penafsir akhir-akhir ini. Metode ini dianggap lebih mampu menjawab permasalahan-permasalahan dan menyuguhkan maksud al Qur’an secara tuntas apalagi dengan perkembangan berbagai permasalahan yang dihadapi umat muslim dan harus dicarikan prinsip-prinsip penyelesaiannya dalam al Qur’an. Salah satu ulama yang menawarkan konsep tafsir maud}u>’i> adalah Muh}ammad Ba>qir al S}adr. Beliau menulis buku yang berjudul al Madrasah al Qur’a>niyyah. Menurut Ba>qir al S}adr, seorang penafsir yang menggunakan metode maud}u>’i> harus memusatkan perhatian terhadap suatu masalah dalam kehidupan sosial untuk dicarikan solusinya dalam al Qur’an. Ulama lain yang menawarkan metode tafsir maud}u>’i> adalah Abdul H}ayy al Farmawi> yang menjabat sebagai guru besar pada Fakultas Ushuluddin Universitas al Azhar. Beliau menerbitkan buku berjudul alBida>yah fi al Tafsi>r al Maud}u>’i> dengan mengemukakan langkah-langkah secara terperinci untuk menerapkan metode maud}u>’i>. Penulis tertarik untuk membandingkan metode tafsir maud}u>’i> yang ditawarkan kedua tokoh tersebut karena adanya perbedaan yang signifikan antara metode yang kedua tokoh ini tawarkan. Penelitian ini mencoba membandingkan metode kedua tokoh tersebut dengan melihat persamaan, perbedaan, kelibihan, kekurangan, dan sintesis dari kedua metode tersebut.Kata Kunci: Tafsir Maud{u<’i<, Muhammad Baqir al Sadr, Abdul Hayy al Farmaw

    Struggle For Identity and Social Image of Haji: Study on Life History of Social Construction of Haji in Sasak Community, Lombok, NTB

    Get PDF
    Hajj (pilgrimage to Mecca) has become something that attracts many Sasak Muslim people’s ambitions and focuses, in Tanah Merah, Lombok.  It also became the model of the ideal individual identity with a positive image attached to it, and people call it “tuan haji”. Sociologically, the struggle of identity and self-image building efforts of the “tuan haji” gives us the understanding of the relationship and the distance between religious doctrine, as a model for the reality of Islam, with the implementation of the doctrine in social praxis, as a model of reality in Clifford Geertz’s term. Sociological analysis in this study uses two key theoretical concepts, namely the concept of social identity and image of Pierre Bourdieu, through the concept of habitus, as well as the concept of self-image by Jean Baudrillard. This study formulates a thesis which contains the assumption that in Islam, there are teachings that maintain the economic ethos of its adherents, among other obligations, one of these teachings contained in the Hajj. Tradition and culture have strengthened the religious ethos of the Sasak people in Tanah Merah to gain access to social capital that exist within social class. It shows that the collaboration between religious teachings and cultural values become an important force in the development of a religion, and how religion spread and influences every corner of the cultural elements that exist in the area where the community is located. Together with the tradition or locality, Religion has provided the basis for the Muslim Sasak in Tanah Merah to gain prestige and social status in the social world of people of Lombok in Tanah Merah, through pilgrimage.[Haji menjadi daya tarik yang menyedot cita-cita, ambisi, dan fokus hidup banyak individu muslim Sasak di Tanah Merah, Lombok. Haji menjadi model dari identitas individu yang ideal dengan citra positif yang melekat padanya, dan masyarakat menyebutnya sebagai tuan haji. Secara sosiologis, pergulatan identitas dan upaya membangun citra diri para tuan haji memberi pemahaman tentang relasi dan jarak antara doktrin agama sebagai model for reality dari ajaran Islam, dengan implementasi doktrin itu dalam praksis sosial sebagai model of reality dari Clifford Geertz. Analisis sosiologi dalam studi ini menggunakan dua konsep teoritis kunci, yaitu konsep tentang identitas sosial dan citra Pierre Bourdieu melalui konsep habitus, serta konsep citra diri menurut Jean Baudrillard. Dari studi ini dapat dirumuskan sebuah thesis yang berisi asumsi bahwa di dalam Islam terdapat ajaran yang menumbuhkan etos ekonomi para penganutnya, dan ajaran itu antara lain terkandung dalam kewajiban haji. Tradisi dan kultur keagamaan lokal telah menguatkan etos orang-orang Sasak di Tanah Merah untuk meraih akses terhadap modal sosial yang ada di dalam kelas sosial yang begitu dicita-citakan. Kenyataan itu menunjukkan bahwa kolaborasi antara ajaran agama dan nilai kultural menjadi kekuatan penting dalam perkembangan suatu agama, dan bagaimana agama itu kemudian berpengaruh menyebar ke setiap sudut unsur budaya yang ada di wilayah di mana komunitas itu berada. Agama bersama tradisi atau lokalitas telah memberi landasan bagi muslim Sasak di Tanah Merah untuk meraih gengsi dan status sosial dalam dunia sosial orang Lombok di Tanah Merah, melalui haji.

    Menata Kehidupan Lansia: Suatu Langkah Responsif untuk Kesejahteraan Keluarga (Studi pada Lansia Desa Mojolegi Imogiri Bantul Yogyakarta)

    Get PDF
    Usia harapan hidup manusia di dunia semakin panjangsehingga jumlah lansia semakin banyak melebihi pertumbuhanangka kelahiran. Karena itu, di berbagai negara termasukIndonesia mulai fokus memperhatikan kehidupan lansia.Berbagai program untuk meningkatkan kesejahteraan lansiatelah diupayakan oleh pemerintah tetapi kasus-kasus seputarlansia masih banyak, sehingga berbagai pihak perlu membantupemerintah mengembangkan berbagai upaya inovatif untukmeningkatkan kesejahteraan lansia. Mensejahterakan lansiaberarti pula mensejahterakan keluarga sebab lansia turutberperan penting dalam keluarga termasuk dalam pengasuhancucu. Karena itulah, penelitian ini akan mengupas bagaimanalangkah responsif untuk mensejahterakan keluarga melaluipemberdayaan lansia.Langkah responsif untuk menata lansia tidak lepas dariberbagai faktor baik internal diri lansia maupun faktoreksternal lansia seperti sosial demografik maupun budayatempat lansia berasal dan bertempat tinggal. Melalui metodekualitatif, pengambilan data melibatkan aparat dan lansia diDesa Mojolegi Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta untukmenggali problem dan kebutuhan lansia kemudian dijadikanbahan untuk membuat model pemberdayaan lansia yangberbasis potensi lokal.Hasil penelitian menemukan model pemberdayaan lansiayang difokuskan pada dua hal yaitu potensi alam dan potensiSDM yang diawali dengan langkah look, think, act, monitoringand evaluation sehingga menghasilkan kesejahteraan lansiasecara lahir dan batin.Keyword:Lansia, kesejahteraan keluarga, model pemberdayaa

    1,021

    full texts

    1,356

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Kalijaga, Yogyakarta: E-Journal Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Kalijaga, Yogyakarta: E-Journal Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam? Access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard!