Jurnal Basataka (JBT)
Not a member yet
516 research outputs found
Sort by
ANALISIS KARAKTERISTIK KEPRIBADIAN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL DAUN YANG JATUH TAK PERNAH MEMBENCI ANGIN KARYA TERE-LIYE
Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis secara kritis salah satu novel karya Tere Liye yang banyak memiliki karakteristik penokohan yang memiliki dinamika dalam kepribadiannya seperti dinamika kepribadian tokoh utama yang dibahas dengan pendekatan psikologi kepribadian dengan kajian psiko behaviour untuk menganalisis kepribadian tokoh utama dalam novel. Latar belakang dalam memilih novel Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin karya Tere-Liye sebagai objek penelitian adalah karena karya-karya Tere-Liye merupakan karya yang selain memiliki kandungan moral, juga di dalam novel ini memiliki banyak permasalahan yang kompleks sehingga mempengaruhi perilaku tokoh utama tersebut, seperti: faktor lingkungan sekitar yang membentuk perilaku tokoh dan pujian dari orang yang disukai dapat menimbulkan gejolak perubahan karakter, serta gejala-gejala perilaku tokoh yang berkaitan dengan kepribadian. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif induktif, yaitu prosedur yang menghasilkan data-data tertulis atau lisan tentang orang-orang dan perilaku yang diamatinya. Dalam analisis tersebut ditemukan bahwa pendekatan yang paling relevan dan efektif dalam menganalisis unsur yang dominan pada tokoh utama dalam teks novel ini adalah menggunakan pendekatan psikologi sastra khususnya psikologi kepribadian. Langkah analisis teks secara intrinsik dalam alur, tokoh, tema dan cerita. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sebuah perilaku yang mencerminkan sebuah kepribadiannya dapat dianalisis dengan psikoanalisis dengan pendekatan teori kepribadian. Tokoh yang terdapat dalam novel menunjukkan bahwa situasi lingkungan dan keberadaan tokoh lain berpengaruh pada aspek perilakunya sehingga ketika dianalisis sebenarnya sebuah perilaku yang sederhana sebenarnya memiliki sebuah keunikan dalam kepribadiannya
PARJAMBARAN DALAM UPACARA SAUR MATUA ETNIK BATAK TOBA: KAJIAN FOLKLOR
Karya ilmiah ini yang berjudul Parjambaran Dalam Upacara Saur Matua Etnik Batak Toba: kajian folklor. masalah yang terdapat pada penelitian ini adalah tahapan parjambaran, pesan parjambaran, dan makna pada parjambaran dalam upacara saur matua, pelaksanaan parjambaran masih dilakukan di Desa Sigumpar Kecamatan Sigumpar Kabupaten Toba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang parjambaran, pesan dan makna dalam upacara kematian saur matua, susunan adat parjambaran yang terdapat dalam skripsi ini sangatlah terstruktur dan dapat sebuah acuan untuk pemahaman parjambaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yang menggunakan teknik penelitian lapangan. 1). Adapun tahap-tahap parjambaran dalam upacara saur matua ialah a). Marhusip-husip b). tonggo raja c). Maralaman horja dan sebagainya 2). Makna parjambaran ialah sebagai penghormatan atau kedudukan seseorang 3).pesan parjambaran adalah penting mengetahui memahami silsilah (Tarombo marga) supaya kita memahmai atau mengetahu kedudukan kita dalam paradatan khususnya upacara saur matua. Parjambaran merupakan salah satu adata istiadat yang masih dilaksanakan oleh masyarakat Batak Toba di Desa Sigumpar Kecamatan Sigumpar, Kabupaten Toba
PENINGKATAN MENGUBAH CERPEN MENJADI NASKAH DRAMA DENGAN METODE RESITASI PADA SISWA KELAS VIII SMP PENCAWAN MEDAN
Mengubah cerpen menjadi naskah drama merupakan salah satu pembelajaran sastra yang ada dalam kurikulum dan harus diajarkan di sekolah menengah pertama. Guru dituntut agar mampu mengembangkan kreatifitas siswa dengan memberikan cerpen dan mengubah menjadi naskah drama. Tujuan penelitian adalah mengetahui hasil serta penerapan media cerpen dengan metode resitasi dalam peningkatan penulisan naskah drama pada siswa kelas VIII SMP Pencawan Medan Tahun Pelajaran 2022/2023. Teknik analisis data sesuai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang digunakan dalam mata pelajaran bahasa Indonesia yaitu nilai 75 dengan ketuntasan klasikal 85%. Hasil penelitian berupa hasil tes kemampuan menulis naskah drama siswa dengan skor rata-rata siswa pada siklus I sebesar 65.38% pada kategori sedang dari 26 siswa subjek penelitian, 2 siswa (7,69%) skor kategori rendah, 17 siswa (65,38%) skor kategori sedang sedangkan 7 siswa (26,92%) skor kategori tinggi. Ketuntasan hasil belajar siswa yaitu 7 siswa kategori meningkat dan 19 siswa kategori tidak meningkat, sehingga hasil pada siklus I masih rendah. Skor rata-rata hasil belajar siswa pada siklus II sebesar 80,96% pada kategori aktif. Dari 26 siswa subjek penelitian, 3 siswa (11,53%) skor kategori rendah, 15 siswa (57,69%) skor kategori sedang sedangkan 8 siswa (30,78%) skor kategori tinggi. Tingkat kemampuan siswa pada siklus II nilai ≥75-100 sebanyak 23 siswa (88,46%), siswa yang memperoleh nilai < 75 sebayak 3 siswa (11,53%). Hal ini menunjukkan tingkat kemampuan mengubah cerpen menjadi naskah drama mengalami peningkatan dari 7 orang (26,92%) pada Siklus I menjadi 23 orang (88,46%) pada Siklus II. Saran penelitian adalah siswa hendaknya diberikan banyak pelatihan menulis cerpen maupun menulis naskah drama, serta mengubah cerpen menjadi naskah drama ataupun sebaliknya. Kemampuan siswa dalam mengubah cerpen menjadi naskah drama hendaknya lebih ditingkatkan atau dilakukan secara berulang
PENDIDIKAN KARAKTER DALAM CERITA RAKYAT KARO DAN POTENSI SEBAGAI BAHAN AJAR DI SMP
Tujuan dari hasil penelitian ini adalah untuk menemukan aspek dan potensi mata pelajaran Bahasa Indonesia sebagai bahan ajar khususnya untuk siswa Sekolah Menengah Atas (SMP). Metode untuk memperoleh hasil tersebut terdiri dari observasi dan metode wawancara yang dilakukan selama wawancara untuk mendapatkan hasil data dunia nyata dengan menggunakan spreadsheet. Salah satu cara menggunakan penelitian untuk mendapatkan hasil adalah dengan menggunakan penelitian kualitatif. Dari hasil yang diperoleh, peneliti mendapatkan tiga bentukan karakter dari cerita rakyat Karo Nande, Shi Megege Elda dan Si Belenga Kuni, meliputi aspek toleransi, tanggung jawab dan religi
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN DICSOVERY LEARNING DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII SMP SWASTA TAMORA 2 T.A 2022/2023
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model discovery learning terhadap hasil belajar kognitif Bahasa Indonesia SMP Swasta Tamora 2 pada materi teks berita dengan desain penelitian “posttest control group design”. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas VII SMP Tamora 2 yang terdiri dari dua kelas. Sampel penelitian ini sebanyak dua kelas yaitu kelas VII A sebagai kelas eksperimen dan kelas VII B sebagai kelas kontrol yang dipilih secara simple random sampling. Variabel penelitian terdiri dari variabel bebas yaitu model discovery learning sedangkan variabel terikat yaitu hasil belajar kognitif siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui pemberian posttest. Data dianalisis dengan statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan bantuan SPSS (Statistical Product and Service Solutions). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada nilai rata-rata hasil belajar posstest kelas esperimen 76,3 dan kelas kontrol yaitu 68,3. Pada uji hipotesis melalui independen sample t-test dengan nilai p=0,002< a=0,05 dengan demikian model discovery learning berpengaruh terhadap hasil belajar kognitif siswa Kelas VII SMP Swasta Tamora 2
PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA DENGAN MENGGUNAKAN METODE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) DALAM MENCERITAKAN KEMBALI ISI TEKS BIOGRAFI PADA KELAS X SMK
Permasalahan penelitian ini adalah siswa SMK kesulitan mengekspresikan diri melalui kegiatan berbicara. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa dengan cara menceritakan kembali isi teks biografi menggunakan metode Numbered Head Together di kelas X SMK. Subyek penelitian ini adalah 22 siswa kelas X TKJ-1 SMK PAB 5 KLAMBIR LIMA. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Sebelum melakukan tindakan, peneliti melakukan tes pra tindakan. Rata-rata nilai tes pra tindakan siswa 62,5 dituntaskan oleh 4 siswa (18,2%), dan rata-rata nilai siswa pada siklus I adalah 70,3 dituntaskan oleh 6 siswa (27,2%). Kemudian rata-rata nilai siswa pada siklus II adalah 81,5, dan sebanyak 19 siswa (86,3%) tuntas. Berdasarkan data tersebut disimpulkan bahwa penggunaan metode Numbered Head Together dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa dalam menceritakan kembali isi teks biografi siswa kelas X SMK
GRAMMATICAL ERRORS IN WRITING DESCRIPTIVE TEXT MADE BY TENTH GRADERS OF SMA SWASTA FREE METHODIST MEDAN
This research was conducted to identify the various types of errors made in English descriptive texts written by tenth graders at Free Methodist Private High School Medan during the 2022-2023 academic year. This research was conducted on 36 students who became the focus of the research. This research method is descriptive qualitative. Research is conducted offline. Written test-based data collection method. The researcher checked the writing errors of the descriptive texts made by the students. This study concentrates on the categorization of writing errors made by students. The Surface Strategy Taxonomy analysis of the findings revealed 30 inaccuracies in student-submitted descriptive texts. There were 9 addition errors with a total of 30%, 16 errors of omission with a total of 54%, 5 misformation errors with a total of 16%, and 0 ordering errors with a total of 0%. The majority of errors, or 15 out of 30, are spelling (Spelling) errors, which are classed as errors within omission errors. In conclusion, the researchers found 30 errors in the descriptive text written by class X IPS 1 SMA Medan Free Methodis
MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) UNTUK MENINGKATKAN MENEMUKAN GAGASAN UTAMA DALAM PARAGRAF
Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya kemampuan siswa SMP dalam menemukan gagasan utama masih rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa pada pelajaran menemukan gagasan utama paragraf dengan menggunakan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC). Penelitian yang dilaksanakan adalah Penelitian Tindakan Kelas. Sampel yang diteliti 29 siswa SMP kelas VII A. Untuk memperoleh data dalam penulisan ini penulis melakukan pengumpulan data dengan cara melakukan tes, siklus I, siklus II, dan observasi. Dari hasil penelitian yang menggunakan tes, siklus I, dan siklus II pada pelajaran menemukan gagasan utama pada paragraf memperoleh peningkatan ketuntasan hasil belajar siswa yang signifikan. Ketuntasan hasil belajar pada tes awal (pre test) adalah 24,14%, pada siklus I menjadi 65,51%. Selanjutnya diketahui bahwa siklus II tuntas dengan hasil 86,21%. Berdasarkan data tersebut dapat diartikan bahwa penggunaan model Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran menemukan gagasan utama pada paragraf kelas VII SMP Satu Atap Negeri 4 Pangurura
SISTEM SAPAAN DALAM BAHASA KARO: KAJIAN SOSIOLINGUSTIK
Penelitian ini bejudul Sistem Sapaan dalam Bahasa Karo: Kajian Sosiolingustik. Metode pengumpulan data yang digunakan ada 3 (tiga) yaitu metode observasi, metode wawancara dan metode analisis dan metode kepustakaan. Metode analisis data yang digunakan adalah metode kualitatif yang bersifat deskritif. Lokasi pengambilan data untuk peneitian ini terletak di desa Ketaren, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan Bentuk Sapaan dalam Bahasa Karo dan Fungsi sapaan dalam bahasa Karo. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori sosiolinguistik oleh Abdul Cher. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini ada 5 bentuk sapaan dalam bahasa Karo (1) bentuk sapaan dalam hubungan kerabat. (2) bentuk sapaan kepada orang yang lebih tua di luar hubungan kerabat. (3) bentuk sapaan kepada sebaya diluar hubungan kerabat. (4) bentuk sapaan kepada orang yang lebih muda. (5) bentuk sapaan kata ganti. Fungsi sapaan dalam bahasa Karo ada 6 yaitu : (1) fungsi perhatian lawan bicara, (2) fungsi berbahsa santun (3) fungsi mempertegas lawan bicara (4) fungsi menambah keakraban, (5) fungsi mempertegas identitas, (6) mengontrrol intraksi sosial
PERAN SASTRA MELAYU DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER BANGSA BAGI GENERASI MILENIAL MELALUI SOSIAL MEDIA
Karakter Bangsa Indonesia yang ramah, santun, perduli sesama, suka bergotong royong, dan memiliki sikap toleransi yang tinggi seolah-olah sudah hilang. Muncul sikap pragmatik dan cenderung tidak memperhatikan tatanan nilai dan aturan yang ada. Sikap pragmatis ini membuat masyarakat lebih egois dan lebih mementingkan diri sendiri. Semuanya ingin diperoleh secara instan dan tidak mau capek. Budaya kekerasan dan anarkisme sosial sudah lumrah terjadi di mana-mana. Masyarakat sangat mudah dihasut dengan berita hoak, mudah terpancing emosi, kasar, brutal, sikap rasional telah hilang dan lebih mengikuti hawa nafsu. Kondisi ini menggambarkan karakter bangsa sudah rusak dan harus segera diatasi. Artikel ini menawarkan peran sastra Melayu untuk memperbaikinya berbasis sosial media. Sosial Media sangat relevan digunakan karena sebanyak 91,62% generasi milenial menggunakan telepon seluler. Strategi yang dapat dilakukan pemerintah dan atau relawan sastra membuka website yang isinya tentang bermacam-macam karya sastra. Generasi milenial diharapkan tertarik mengakses web tersebut. Karakter generasi milenial diharapkan akan berubah ke arah yang positif karena sastra memiliki nilai-nilai positif, keindahan, religius, ketokohan dan sebagainya