Jurnal Basataka (JBT)
Not a member yet
516 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN KEKERABATAN BAHASA JAWA SERANG DAN BUGIS BONE : KAJIAN LINGUISTIK HISTORIS KOMPARATIF
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kekerabatan bahasa Jawa Serang (BJS) dan Bugis Bone (BBB) dilihat dari penetapan kata kerabat (pasangan identik, korespondensi fonemis, dan kemiripan secara fonetis), persentase kekerabatan, dan waktu pisah. Melalui metode kuantitatif dan deskriptif kualitatif, penelitian ini mengkaji dua ratus kosakata Swadesh yang diperoleh dari informan-informan penutur asli BJS dan BBB. Teknik data yang digunakan adalah teknik leksikostatistik dan glotokronologi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa BJS dan BBB berkerabat dan berasal dari protobahasa yang sama berkategori tingkatan rumpun bahasa dengan persentase sebesar 21%. Persentase tersebut diperoleh dari hasil perhitungan kesamaan kosakata keduanya, yakni sebanyak 42 kosakata. Kognat bahasa tersebut berupa (1) pasangan identik sebanyak 6 kosakata dan koresponden bunyi sebanyak 36 kosakata yang terdiri atas korespondensi vocal, korespondensi konsonan, perbedaan satu silabel, perbedaan satu fonem konsonan dan perbedaan satu fonem vocal. Adapun, BJS dan BBB dari hasil perhitungan memiliki rentang pisah 3.472 – 3.966 tahun yang lalu atau 1448 – 1942 SM jika dihitung dari tahun penelitian (2024)
POLA PEMOSISIAN DAN GRADUASI DALAM TEKS UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 2020
Pandemi Covid-19 mengharuskan negara bergerak cepat dalam memberi perlindungan kesehatan kepada seluruh masyarakat Indonesia. Sehingga pemerintah mengeluarkan PP Pengganti UU No. 1 tahun 2020 menjadi UU No. 2 tahun 2020. Namun dalam perjalanannya beberapa asumsi menganggap pengesahan Perppu menimbulkan kesan terburu-buru dan melanggar konstitusi. Tujuan kajian ini untuk menganalisis pola pemosisian dan graduasi dalam teks UU No. 2 tahun 2020 serta menemukan faktor penyebab pola atau dominasi pemosisian dan graduasi dalam teks tersebut. Metode yang digunakan dalam kajian ini deskriptif kualitatif dengan pendekatan kerangka kerja apraisal. Dari hasil analisis ditemukan pola dominasi teks UU No. 2 tahun 2020 Pemosisian>heteroglos>intravokalisasi>terbuka>modalitas. Dominasi graduasi dengan pola Graduasi>forsa>kuantifikasi>ruang. Faktor penyebab terbentuknya pola pemosisian dalam teks UU No. 2 tahun 2020 karena unsur modalitas dengan leksis dapat, harus, tentu, ketentuan, dan wajib. Faktor penyebab graduasi karena penggunaan fungsi bahasa untuk menguatkan atau melemahkan pemosisian yang dihubungkan oleh teks UU No. 2 tahun 2020
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING (PjBL) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA PADA MATERI TEKS BERITA DI KELAS XI-A SMA NEGERI 6 BALIKPAPAN TAHUN AJARAN 2023/2024
Penelitian ini bertujuan untuk Penerpan Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) Untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara Pada Materi Teks Berita di Kelas XI-A SMA Negeri 6 Balikpapan Tahun Ajaran 2023/2024, Jenis penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan alokasi waktu 4 x 45 menit untuk masing-masing siklus. Hasil kemampuan berbicara siswa pada siklus I diperoleh nilai rata-rata 55,4% dan pada siklus II diperoleh nilai rata-rata 76,1%. Persentase kenaikan dari siklus I ke siklus II yaitu 20,7%. Setiap siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini siswa kelas XI-A SMA Negeri 6 Balikpapan. Objek dari penelitian ini yaitu keterampilan berbicara siswa dengan metode Project Based Learning (PjBL)
EKOLOGI SASTRA PADA CERITA ANAK KALIMATAN SELATAN ‘DOA UNTUK AMANG KANI’ KARYA NURUL MAKIAH
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekologi alam Kalimantan Selatan dalam cerita anak yang berjudul ‘Doa Untuk Amang Kani’ karya Nurul Makiah. Karya sastra dibutuhkan oleh alam sebagai sarana publikasi dan sarana dalam penyampaian gagasan tentang alam dan pelestariannya. Ekologi alam dan ekologi budaya pada cerita anak Kalimantan Selatan yang berjudul ‘Doa Untuk Amang Kani’ karya Nurul Makiah ini patut digambarkan sebagai bentuk apresiasi terhadap sastra yang peduli terhadap kelestarian alam sekitar. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan ekologis dengan jenis penelitian kualitatif. Hasil penelitian ditemukan bahwa ekologi sastra Masyarakat Kalimantan Selatan terbagi menjadi 2 yakni, a) sastra yang berhubungan dengan pelestarian lingkungan yang meliputi menanam pohon, merawat tanaman hiyas, dan keinginan mengetahui berbagai jenis tumbuhan dan manfaatnya, b) sastra yang berhubung dengan pemanfaatan meliputi: pemanfaatan tumbuhan sebagai bahan kerajinan, bahan bangunan, obat-obatan, dan penjaga ekosistem alam
ASESMEN SUMATIF BUATAN GURU MELALUI SOAL UJI COBA PADA MATERI BAHASA INDONESIA KELAS V SEKOLAH DASAR
Tujuan penelitian ini menganalisis soal buatan guru menggunakan analisis butir soal, melakukan uji coba, pengubahan skor mentah ke nilai jadi melalui Penilaian Acuan Patokan (PAP), dan menentukan deskripsi hasil asesmen siswa. Adapun metode penelitian yang digunakan mixed methods dengan kuantitatif dan kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu dokumentasi. Selanjutnya, analisis data dengan statistik dan deskriptif. Didapatkan hasil penelitian analisis butir soal yang tidak valid 5 soal pilihan ganda dan esai semua valid, uji reliabelitas Cronbach’s Alpha menunjukkan nilai 0,679 untuk soal pilihan ganda dan 0,638 untuk soal esai, artinya reliabel. Daya beda soal antara 0,301 hingga 0,365. Tingkat kesukaran soal sedang (67%) dan mudah (33%), sedangkan untuk soal esai, soal mudah (40%) dan soal sedang (60%). Dari hasil pengolahan data, sebanyak 88% siswa (30 dari 34 siswa) dinyatakan lulus, sementara 12% (4 siswa) tidak lulus. Hasil asesmen menunjukkan bahwa 26% dari siswa mencapai nilai A, artinya peserta didik mampu mencapai seluruh indikator tujuan pembelajaran dan berhak mengikuti pembelajaran selanjutnya. Lalu, 62% berada di nilai B, artinya peserta didik sudah menuntaskan sebagian besar indikator tujuan pembelajaran, Kemudian, 12% berada di nilai C, artinya peserta didik masih kesulitan dalam mencapai sebagian tujuan pembelajaran. Penelitian selanjutnya dapat dikonsentrasikan pada peningkatan kualitas soal, terutama dalam hal daya beda dan pengukuran kemampuan berpikir kritis siswa
KEPRIBADIAN TOKOH DALAM NOVEL KALEIDOSKOP SERI 1 DAN 2 KARYA TENDERLOVA: KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui dan menjelaskan kepribadian tokoh dalam novel Kaleidoskop seri 1 dan 2 karya Tenderlova, yang dalam penelitian ini dikaji dari sudut pandang psikologi sastra. jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca catat, dan penarikan kesimpulan. Selanjutnya, data yang telah diperoleh akan dihubungkan dengan teori kepribadian Carl Gustav Jung. Hasil dari penelitian ini adalah gambaran kepribadian tokoh dalam novel Kaleidoskop seri 1 dan 2 Karya Tenderlova, yaitu Raja, Davina, Jovanka, Aji, dan Keenan. Para tokoh dalam novel ini menampilkan perkembangan kepribadian yang kompleks berdasarkan teori struktur kepribadian Carl Gustav Jung, terutama dalam berbagai aspek seperti ego, ketidaksadaran pribadi, dan ketidaksadaran kolektif yang mencakup persona, shadow, anima animus, dan self. Secara keseluruhan, kepribadian para tokoh dalam novel ini berkembang dalam ketegangan antara ego dan berbagai aspek dari ketidaksadaran pribadi dan ketidaksdaran kolektif. Setiap tokoh menunjukkan perjalanan mental atau psikologis yang berbeda
PEMBELAJARAN KREATIF PRODUKTIF MELALUI POHON LITERASI DI MAS HIDAYATULLAH KABUPATEN BANJAR
Siswa sebagai objek pendidikan memiliki perbedaan individual berdasarkan intelegensia, emosi, motivasi, minat, dan gaya belajar. Perbedaan individual ini memberikan warna dalam proses pembelajaran. Guru memiliki peranan tersendiri untuk menjadi bagian dalam perbedaan individual ini. Temuan hasil observasi, peserta didik kurang terlibat aktif dalam proses pembelajaran dan bosan mengikuti pembelajaran. Peneliti juga melihat belum ada aktivitas pembelajaran yang melibatkan siswa menciptakan produk inovasi yang kreatif pada proses pembelajaran. Jika hal ini terus berlanjut pembelajaran akan berlangsung begitu saja, tidak menyenangkan, dan bisa berimbas pada hasil belajar kurang memuaskan. Dengan demikan diperlukan metode pembelajaran baru untuk melibatkan peserta didik secara aktif dalam proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah 1) Menerapkan metode pembelajaran kreatif produktif melalui pohon literasi untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar, dan 2) Pembuatan pohon literasi ini mampu menjadi sebuah Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang bertujuan menumbuhkan budaya membaca, menulis, menyimak, berbicara pada warga sekolah, baik kepala sekolah, peserta didik, dan guru yang berujung pada kemampuan mamahami informasi secara analitis, kritis, dan reflektif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK), dengan tahapan: 1) perencanaan, 2) tindakan, 3) observasi, 4) refleksi. Instrumen penelitian penelitian ini adalah alat dan bahan untuk pembuatan pohon literasi. Kegiatan ini didokumentasikan dalam bentuk foto. Teknik pengumpulan data dengan menyiapkan bahan-bahan pembuatan pohon literasi dan melibatkan seluruh siswa kelas X dalam pembuatan pohon literasi. Tahapan pembelajaran kreatif produktif yakni: (1) orientasi, (2) eksplorasi, (3) interpretasi dengan menilai hasil eksplorasi, (4) re-kreasi, dan (5) evaluasi. Kegiatan penelitian di MAS Hidayatullah Kabupaten Banjar ini yang mampu menerapkan metode pembelajaran kreatif produktif melalui pohon literasi untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar, dan pembuatan pohon literasi ini mampu menjadi sebuah Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang bertujuan menumbuhkan budaya membaca, menulis, menyimak, berbicara pada warga sekolah, baik kepala sekolah, peserta didik, dan guru yang berujung pada kemampuan mamahami informasi secara analitis, kritis, dan reflektif
RESPON PENONTON TERHADAP KUMPULAN LAGU LESTI KEJORA KARYA ADIBAL SAHRUL
Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan jenis respon penonton yang dibagi menjadi empat mode penerimaan, yaitu transparent (teks sebagai kehidupan), referential (teks seperti kehidupan), mediated (teks sebagai produksi), discursive (teks sebagai pesan) yang terdapat dalam komentar dari keenam lagu Lesti Kejora Karya Adibal Sahrul di platform YouTube. Berdasarkan hasil analisis, terdapat aspek-aspek yang mempengaruhi komentar dalam video musik kumpulan lagu Lesti Kejora karya Adibal Sahrul. Aspek-aspek tersebut diantaranya kualitas vokal, pengaruh lirik dan komposisi lagu, faktor emosional dan keterhubungan, pengaruh media sosial dan media massa, dan dampak terhadap industri musik dangdut. Dari berbagai pandangan tersebut akhirnya membuat respon penonton menjadi beragam. Sebanyak 56 yang diperoleh peneliti yang menggambarkan keempat jenis respon tersebut. Sebanyak 14 data merupakan transparent (teks sebagai kehidupan), 17 data merupakan referential (teks seperti kehidupan), 14 data merupakan data mediated (teks sebagai produksi) dan 11 data merupakan discursive (teks sebagai pesan). Dari keempat jenis respon tersebut, respon yang paling dominan yang didapat oleh peneliti dalam komentar masyarakat di platform YouTube adalah mode penerimaan referential (teks seperti kehidupan) yaitu penonton menghubungkan teks dengan pembaca atau penonton berdasarkan pengalaman hidup mereka. Kemudian respon yang paling sedikit ditemukan adalah discursive (teks sebagai pesan)
MANIFESTASI GENDER DALAM MASYARAKAT BATAK TOBA PADA GORGA (UKIRAN SIMBOL) DALAM RUMAH ADAT BATAK TOBA
Penelitian ini merupakan upaya menganalisis simbol-simbol kebudayaan yang terdapat pada masyarakat Batak Toba khususnya pada ornamen gorga. Gorga Batak Toba memainkan peranan yang cukup penting selain menjadi identitas namun juga digunakan dalam berbagai kegiatan adat, seperti upacara perkawinan, pemakaman, dan upacara keagamaan. Dalam berbagai kegiatan tersebut penelitian ini menemukan bahwa simbol, mitos di dalam satu masyarakat merupakan pedoman, petunjuk arah bagi bertingkah laku dengan baik. Gorga sebagai simbol kebudayaan dapat mewakili bahkan menggambarkan bagaimana pemikiran dan pandangan masyarakat Batak terhadap berbagai hal yang berhubungan dengan hidup. Khususnya dalam penelitian ini bertujuan melihat dan menganalisis bagaimana manifestasi kedudukan gender dalam berbagai simbol-simbol ornamen tersebut. Dengan menggunakan metode kualitatif jenis deskriptif analitis berupaya menemukan penyebab banyaknya kontroversi dalam isu ketidaksetaraan gender dalam masyarakat Batak Toba. Maka penelitian ini menemukan bahwa perempuan memiliki tempat dan cara penghargaan khusus yang pada idealnya adat Batak yang jika dilaksanakan dengan baik maka akan mewujudnyatakan yang mereka sebut kesetaraan gender
KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA DALAM CERPEN “TUNGKU DI TUBUH IBU”, “KEJADIAN DI TAMBANG PASIR”, DAN “LAYANG-LAYANG MANUSIA” PADA LAMAN KOMPAS.COM EDISI BULAN MARET 2023
Cerita pendek merupakan karya sastra berupa cerita singkat yang memiliki pengenalan, pertikaian, dan penyelesaian yang mana hanya fokus pada satu kejadian atau cerita saja. Salah satu hal yang penting dalam cerpen adalah bagaimana peristiwa dan pemikiran pengarang dapat diungkapkan dengan baik sehingga dapat dipahami dan dinikmati dengan baik pula oleh pembaca. Untuk mencari informasi yang terkandung dalam cerpen secara lebih mendalam dapat dilakukan dengan sebuah penelitian yang berupa analisis. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis substansi dari cerpen terbitan Kompas.com edisi bulan Maret 2023 yang berjudul “Tungku di Tubuh ibu”, ‘Kejadian di Tambang Pasir”, dan “Layang-Layang Manusia” dengan pendekatan sosiologi sastra. Dalam sosiologi sastra karya sastra dianggap sebagai cerminan dari kehidupan masyarakat yang tidak lepas dari pertimbangan unsur fiksi dan segi-segi sosial kehidupan masyarakat. Artinya dalam sosiologi sastra ini mengkaji hubungan karya sastra dengan manusia dalam masyarakat dan proses sosialnya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Dengan menggunakan teknik simak dan catat sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam cerpen yang berjudul “Tungku di Tubuh Ibu” terdapat aspek sosial dan aspek budaya; dalam cerpen yang berjudul “Kejadian di Tambang Pasir” ditemukan aspek sosial, aspek budaya, dan aspek pendidikan; dan dalam cerpen yang berjudul “Layang-Layang Manusia” ditemukan aspek sosial dan aspek moral. Dari temuan-temuan tersebut menjelaskan bahwa karya sastra merupakan cerminan dari kehidupan masyarakat