Jurnal Basataka (JBT)
Not a member yet
516 research outputs found
Sort by
KRITIK SOSIOLOGIS DALAM PUISI "HIDUP TETAP BERJALAN DAN KITA TELAH LUPA ALASANNYA" KARYA IBE S. PALOGAI MENGGUNAKAN PENDEKATAN EKSPRESIF
Penelitian ini membahas bentuk kritik sosial yang disampaikan dalam antologi puisi Hidup Tetap Berjalan dan Kita Telah Lupa Alasannya karya Ibe S. Palogai dengan menggunakan pendekatan ekspresif. Fokus penelitian adalah menelaah bagaimana penyair mengekspresikan emosi, pengalaman subjektif, dan refleksi pribadi melalui kata, bait, dan citraan untuk menyampaikan kritik sosial. Data penelitian terdiri dari 19 puisi yang mengandung kritik sosial, yang dianalisis menggunakan pendekatan ekspresif untuk menangkap pengalaman emosional penyair terkait isu sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, konsumerisme, dan politik. Hasil analisis menunjukkan bahwa penyair mengekspresikan perasaan frustrasi, cemas, kecewa, marah, dan keterasingan melalui citraan keseharian, finansial, serta kebijakan publik, sehingga puisi berfungsi tidak hanya sebagai karya estetis, tetapi juga sebagai media kritik sosial dan refleksi moral. Kebaruan penelitian ini terletak pada penekanan pada ekspresi emosional penyair sebagai sarana memahami kritik sosial, yang memberikan perspektif berbeda dibandingkan analisis tematik atau struktural sebelumnya. Berdasarkan temuan, disarankan agar pendekatan ekspresif digunakan sebagai metode analisis sastra untuk mengungkap makna subjektif dan kritik sosial dalam karya sastra lainnya. Implikasi penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan refleksi dalam pendidikan, literasi sosial, dan pengembangan kesadaran kritis terhadap isu-isu sosial yang relevan
PEMBINAAN PROFESIONALISME GURU (PERSPEKTIF ISLAM)
Pembinaan profesionalisme guru merupakan aspek penting dalam peningkatan mutu pendidikan Islam yang mengintegrasikan kompetensi pedagogik, keilmuan, dan akhlak mulia. Guru profesional tidak hanya menguasai teknik mengajar, tetapi juga menjadi teladan moral dan spiritual sesuai ajaran Al-Qur’an dan Hadis. Studi ini menggunakan metode tinjauan literatur dengan fokus pada pembinaan profesionalisme guru dalam perspektif Islam, hubungan antara profesionalisme guru dan pembentukan karakter siswa, serta implementasi dan tantangan pembinaan yang terkait dengan supervisi pendidikan. Hasil analisis menunjukkan bahwa profesionalisme guru berperan penting dalam membentuk karakter siswa yang beriman dan berakhlak mulia, serta membutuhkan supervisi yang sistematis dan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas guru secara komprehensif. Kendala dalam pelaksanaan pembinaan guru meliputi keterbatasan supervisi dan resistensi terhadap perubahan, sehingga diperlukan pendekatan supervisi yang adaptif dan berorientasi pada nilai-nilai Islam. Kesimpulannya, pembinaan profesionalisme guru yang berlandaskan Islamic values adalah strategi utama dalam mencetak generasi unggul, kompeten, dan berkarakter sesuai visi pendidikan Islam modern
IMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM PENINGKATAN EFEKTIVITAS SISTEM EVALUASI PEMBELAJARAN DI SEKOLAH MENENGAH
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan manajemen berbasis Artificial Intelligence (AI) dalam meningkatkan efektivitas sistem evaluasi pembelajaran di sekolah menengah. Menggunakan pendekatan library research, penelitian ini menelaah berbagai literatur terkait konsep manajemen pendidikan, prinsip manajemen berbasis AI, serta implementasi AI dalam evaluasi pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI berperan signifikan dalam otomatisasi proses penilaian, analisis data belajar siswa secara real-time, dan penyediaan umpan balik yang cepat serta akurat. Selain itu, AI mendukung personalisasi evaluasi melalui instrumen penilaian adaptif yang mampu menyesuaikan tingkat kesulitan sesuai kemampuan siswa. Namun, penerapan AI menghadapi tantangan seperti kurangnya kompetensi digital guru, keterbatasan infrastruktur teknologi, serta isu privasi dan keamanan data siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi AI dalam manajemen evaluasi pembelajaran memberikan peluang besar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, sepanjang sekolah mampu mengatasi hambatan implementatif yang menyertainya
REPRESENTASI WANITA DALAM DRAMA BALADA SUMARAH: KAJIAN KRITIS TEORI SARA MILLS
Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi perempuan dalam drama Balada Sumarah dengan menggunakan kerangka teori Sara Mills, yang berfokus pada tiga aspek utama: posisi subjek, posisi objek, dan pembaca yang dibayangkan. Melalui pendekatan kualitatif dan analisis wacana kritis feminis, penelitian ini mengidentifikasi berbagai bentuk pembungkaman, objektifikasi, dan marginalisasi yang dialami tokoh Sumarah sebagai perempuan dalam struktur sosial, budaya, dan politik. Hasil analisis menunjukkan bahwa Sumarah direpresentasikan sebagai perempuan yang kehilangan kendali atas identitasnya akibat wacana eksternal yang menindas, namun pada titik tertentu berupaya merebut kembali posisi sebagai subjek melalui tindakan resistif. Temuan penelitian ini memperlihatkan bahwa drama tersebut menjadi cermin ketidaksetaraan gender sekaligus arena perlawanan simbolik terhadap hegemoni patriarki. Kajian ini menegaskan pentingnya analisis gender dalam membaca teks sastra Indonesia untuk mengungkap dinamika kekuasaan dan konstruksi identitas perempuan
IMPLEMETASI METODE BERMAIN PERAN (ROLE PLAYING) UNTUK MENUMBUHKAN LITERASI SAINS PADA ANAK USIA DINI
Metode bermain peran adalah suatu metde pembelajaran yang dilakukan guru dalam bentuk bermain untuk meniurukan suatu tingkah laku yang ada pada situasi sosial yang bertujuan untuk menyampaikan informasi baru dan memberikan pemahaman kepada peserta didik. Literasi sains untuk anak usia dini dalam hal ini anak dapat mengenal, menyadari, dan peduli terhadap lingkungannya dan yang dialami sehingga dapat memecahkan masalahnya. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan implementasi metode bermain peran (role playing) untuk menunbuhkan literasi sains pada anak usia dini dan mendeskrpsikan tingkat pertumbuhan literasi sains setelah mengimplementasikan metode bermain peran (role playing). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriftif. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sementara itu, untuk menganalisis data yang sudah terkumpul, menggunakan teknik dengan mengikuti langkah-langkah sesuai dengan Miles dan Huberman yaitu pengumpulan data, reduksi datam penyajian data yang disajikan dalam bentuk tabel dan deskriptif, dan penarikan kesimpulan.Adapun hasil penelitian diperoleh bahwa mplementasi metode bermain peran (role playing) untuk menunbuhkan literasi sains pada anak usia dini sudah dilakukan dengan baik dan pertumbuhan literasi sains setelah mengimplementasikan metode bermain peran (role playing) dalam tingkat mulai berkembang (MB)
KONFLIK SOSIAL PADA TOKOH YUNI DALAM NOVEL YUNI KARYA ADE UBAIDIL (KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA)
Penelitian ini mendeskripsikan konflik sosial pada tokoh utama Yuni dalam novel Yuni karya Ade Ubaidil melalui kajian sosiologi sastra. Novel Yuni karya Ade Ubaidil mengambarkan tentang konflik sosial yang muncul akibat budaya patriarki dan pamali yang masih kental dalam ruang lingkup kehidupan Masyarakat.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mendeskripsikan konflik sosial pada tokoh Yuni dalam novel Yuni karya Ade Ubaidil melalui kajian sosisologi sastra. Penelitian ini menggunakan teknik baca dan catat. Berdasarkan data yang diperoleh menunjukan adanya dua bentuk konflik sosial yang dialami oleh Yuni yaitu konflik pribadi dan konflik antar kelas-kelas sosial yang berkaitan dengan budaya patriarki dan pamali. Kemudian, terdapat dua faktor penyebab terjadinya konflik sosial yaitu perbedaan individu dan perbedaan kepentingan serta dampak terjadinya konflik sosial berupa penolakan, pertentangan dan perselisihan terhadap kondisi yang dialami di lingkungan sosialnya
PERSEPSI MASYARAKAT TERHAPAD PENGGUNAAN LAMUT TATAMBA DALAM PRAKTIK SPRITUAL DI DESA SUNGAI TUAN KECAMATAN ASTAMBUL KABUPATEN BANJAR
Lamut tumbuh dan berkembang di masyarakat Banjar sebagai sebuah tradisi keluarga secara turun-temurun. Lamut dikenal sebagian masyarakat sebagai pertunjukkan untuk tatamba atau pengobatan maupun hiburan. Sebagai sebuah tradisi, lamut memiliki kelengkapan upacara tersendiri berupa tatungkal (sesajen) yang digunakan selama upacara, terdiri dari empat puluh satu macam wadai (kue) yang diletakkan di ancak (tempat yang terbuat dari daun kelapa berbentuk persegi empat), piduduk (bahan-bahan mentah untuk membuat sesajen), dan kelengkapan lainnya. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mengetahui persepsi masyarakat dalam balamut batatamba dan (2) Mengetahui proses acara balamut tatamba. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan hermeutika. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, dokumentasi, dan kajian kepustakaan. Langkah-langkah penelitian dilakukan dengan pengumpulan dokumen, pengamatan, merekam, dan mencatat hasil wawancara. Analisis data dilakukan dengan melakukan identifikasi, klasifikasi, rekontruksi, dan menarik simpulan. Keabsahan data penelitian diuji dengan tranferbilitas. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa: (1) Persepsi masyarakat dalam balamut batatamba di desa Sungai Tuan adalah wajib dilaksanakan bagi keturunan tertentu. Jika tidak melaksanakan takutnya akan sakit, yang tidak bisa disembuhkan secara medis. Cenderungnya keluarga palamutan melaksanakan lamut ketika anak kecil. Ketika tasmiyah anak dilaksanakan siang hari, maka lamut diadakan pada malam hari dan (2) Proses acara lamut tatamba (pengobatan) diperlukan beberapa properti yang digunakan sebagai kelengkapan upacara. Kelengkapan upacara ini berupa tatungkal (sesajen) yang digunakan selama upacara, terdiri dari empat puluh satu macam wadai (kue) yang diletakkan di ancak (tempat yang terbuat dari daun kelapa berbentuk persegi empat), nasi lemak, dan ayam hitam, piduduk (bahan-bahan mentah untuk membuat sesajen), dan kelengkapan lainnya
MEMBANGUN KESADARAN LINGKUNGAN MELALUI SASTRA BANJAR: STUDI KASUS TERHADAP DAMPAK PERUBAHAN IKLIM DI KALIMANTAN SELATAN
Kawasan di Kalimantan Selatan terbagi menjadi kawasan dataran rendah di bagian barat dan pantai timur. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui kondisi lingkungan masyarakat Kalimantan Selatan saat ini., (2) mengetengahkan peran sastra Banjar dalam membangun kesadaran lingkungan di Kalimantan Selatan., (3) mengetahui bagaimana sastra Banjar merepresentasikan dampak perubahan iklim di Kalimantan Selatan., (4) memaparkan strategi yang dapat dilakukan untuk lebih memanfaatkan sastra Banjar dalam kampanye kesadaran lingkungan. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif, lokasi penelitian di Kalimantan Selatan dan menggunakan sumber data dari kumpulan cerpen, puisi dan wawancara kepada sastrawan Kalimantan Selatan. teknik analisis data peneliti melakukan beberapa tahap awal seperti melakukan transkip atau pemindahan bahasa dari bahasa lisan ke bahasa tulis dan melakukan terjemahan bahasa dari bahasa Banjar ke bahasa Indonesia. Selanjutnya analisis data dilakukan dalam tiga tingkatan, yaitu 1) melakukan pengklasifikasian data sesuai fokus penelitin; 2) melakukan interpretasi data; 3) melakukan analisis data sesuai dengan fokus penelitian berupa konsep fakta, kebudayaan, dan nilai-nilai kehidupan yang ada di dalam kata, kalimat, dan dialog dalam pementasan sastra Banjar; 3) menarik simpulan berdasarkan hasil temuan penelitian. Hasil penelitian ditemukan bahwa: (1) kondisi lingkungan masyarakat Kalimantan Selatan saat ini baik cerpen, puisi dan wawancara kepada sastrawaan Kalimantan Selatan, ditemukan jawaban bahwa kondisi Lingkungan saat ini mengalami banyak perubahan dan kerusakan akibat perubahan iklim dan perkembangan zaman, seperti jalan raya yang penuh dengan lubang, air Sungai yang tercemar, persawahan yang mulai sempit lahannya karena banyaknya bangunan yang didirikan, dan juga banyaknya tambang illegal (tanpa izin) hingga menyebabkan kerusakan Lingkungan, (2) peran sastra Banjar dalam membangun kesadaran lingkungan di Kalimantan Selatan. Sastra banjar memiliki peran dalam membangun kesadaran Lingkungan dari subjek yang diteliti yakni cerpen, puisi dan wawancara. Ditemukan simpulan bahwa karya sastra berusaha mengetengahkan pesan kepada pembaca agar memiliki kepekaan terhadap perubahan iklim di Kalimantan Selatan, (3) Sastra Banjar merepresentasikan dampak perubahan iklim di Kalimantan Selatan. Representasi dampak perubahan iklim di Kalimantan Selatan disampaikan melalui dampak-dampak yang dirasakan Masyarakat, sehingga dengan adanya dampak yang dirasakan maka Masyarakat dapat melakukan pencegahan terhadap berbagai dampak yang telah diutarakan. (4) Strategi yang dapat dilakukan untuk lebih memanfaatkan sastra Banjar dalam kampanye kesadaran lingkungan
GAYA BAHASA PADA LIRIK LAGU “BERTAUT” KARYA NADIN AMIZAH DALAM ALBUM SELAMAT ULANG TAHUN: KAJIAN STILISTIKA
Tujuan penelitian ini yaitu untuk memaparkan dan menganalisis penggunaan majas dalam lirik lagu “Bertaut” karya Nadin Amizah sebagai bentuk kajian stilistika. Lagu ini dipilih karena mengandung kekuatan ekspresif yang tinggi serta nilai estetika yang mencerminkan relasi emosional antara penutur dan sosok yang dikasihi, terutama ibu, Metode yang diterapkan yaitu pendekatan kualitatif, dengan pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi. menggunakan teknik baca-catat. Analisis dilakukan dengan menelaah secara mendalam struktur kebahasaan dalam lirik, khususnya penggunaan gaya bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam lirik lagu tersebut ditemukan berbagai jenis majas, antara lain: majas metafora (7 data), simile (5 data), personifikasi (5 data), hiperbola (5 data), antitesis (1 data), repetisi (3 data), paralelisme (2 data), dan pleonasme (1 data). Terdapat 6 data diksi diantaranya, diksi emotif, diksi metaforis, diksi simbolis, diksi puitis, diksi lugas & naratif, diksi kasar/ekspresif. Penggunaan gaya bahasa ini tidak hanya memperkuat makna lirik tetapi juga menambah daya tarik artistik lagu. Kajian ini menyimpulkan bahwa penguasaan stilistika berperan penting dalam menciptakan karya sastra yang bernilai estetis tinggi dan mampu menyampaikan emosi secara mendalam
KUALITAS SOAL URAIAN DALAM NASKAH UJIAN AKHIR SEMESTER GENAP MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMAN 3 JEMBER TAHUN PELAJARAN 2023/2024 BERDASARKAN KRITERIA PUSPENDIK
Soal sebagai alat evaluasi pembelajaran perlu dianalisis untuk mengetahui apakah soal sudah menjadi alat ukur yang sesuai dengan kemampuan siswa dan tidak menyebabkan siswa salah paham saat mengerjakan soal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aspek materi, aspek kebahasaan dan aspek konstruksi soal uraian dalam naskah ujian Akhir Semester Genap Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di SMAN 3 Jember Tahun Pelajaran 2023/2024 berdasarkan kriteria Puspendik (2019). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif penelitian ini meliputi kata, frasa, kalimat, paragraf tentang kaidah penulisan soal dan data kuantitatif yaitu hasil persentase soal yang sesuai dan tidak sesuai dengan kaidah penulisan soal. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 4 soal kelas 10 yang tidak sesuai aspek materi, 4 soal kelas 10 dan 2 soal kelas 11 yang tidak sesuai aspek konstruksi, 4 soal kelas 10 dan 4 soal kelas 11 yang tidak sesuai aspek bahasa. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa aspek materi soal berada pada kategori baik, aspek konstruksi berada pada kategori cukup dan aspek bahasa berada pada kategori sedang.