Jurnal Basataka (JBT)
Not a member yet
516 research outputs found
Sort by
PERBANDINGAN GAYA KEPEMIMPINAN VISIONER DAN GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DALAM PENDIDIKAN
Artikel ini membahas dan membandingkan dua gaya kepemimpinan dalam konteks pendidikan, yaitu kepemimpinan visioner dan kepemimpinan transformasional. Kepemimpinan visioner berfokus pada pengembangan dan implementasi visi jangka panjang yang jelas dengan memotivasi dan mengarahkan organisasi menuju tujuan ambisius.
Artikel ini membahas dan membandingkan dua gaya kepemimpinan dalam konteks pendidikan, yaitu kepemimpinan visioner dan kepemimpinan transformasional. Kepemimpinan visioner berfokus pada pengembangan dan implementasi visi jangka panjang yang jelas dengan memotivasi dan mengarahkan organisasi menuju tujuan ambisius. Pemimpin visioner dikenal karena kemampuannya dalam merumuskan visi yang inspiratif dan membangun komitmen di seluruh anggota organisasi. Sebaliknya, kepemimpinan transformasional menekankan pada perubahan positif melalui inspirasi dan motivasi, dengan fokus pada pengembangan individu dan penciptaan lingkungan yang mendukung inovasi. Pemimpin transformasional berperan sebagai panutan, mentor, dan motivator yang mendorong kreativitas dan keterlibatan anggota tim. Dalam membandingkan kedua gaya kepemimpinan ini, dibahas karakteristik, kompetensi, langkah-langkah, dan peran dari kedua gaya kepemimpinan, serta membandingkan kelebihan dan kekurangan masing-masing gaya dalam konteks pendidikan. Temuan menunjukkan bahwa meskipun kedua gaya memiliki pendekatan yang berbeda, keduanya penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang efektif dan inovatif. Kepemimpinan visioner membantu mempersiapkan institusi untuk tantangan masa depan, sedangkan kepemimpinan trans formasional memastikan perkembangan individu dan perubahan yang menyeluruh
ANALISIS KETERAMPILAN MENULIS PADA PESERTA DIDIK KELAS IV SDN 008 SAMARINDA ILIR TAHUN PEMBELAJARAN 2024
Penelitian ini di latarbelakangi oleh kurangnya keterampilan menulis peserta didik kelas IV SDN 008 Samarinda Ilir tahun pembelajaran 2024. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keterampilan menulis pada peserta didik kelas IV SDN 008 Samarinda Ilir tahun pembelajaran 2024. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian yaitu guru kelas dan peserta didik kelas 4 SDN 008 Samarinda Ilir yang berjumlah 25 siswa. Objek penelitian ini adalah analisis keterampilan menulis peserta didik kelas IV SDN 008 Samarinda Ilir. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, tes dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan ialah analisis data kualitatif yang mencakup tiga tahap yakni reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis keterampilan menulis peserta didik kelas IV, dapat disimpulkan bahwa secara umum keterampilan menulis peserta didik berada pada tingkat yang masih kurang. Peserta didik belum mampu menyusun kalimat dengan struktur yang benar. Masih ditemukan beberapa kesalahan penggunaan Bahasa, penulisan, tanda baca, dan kosa kata. Kreativitas peserta didik dalam menyusun cerita atau deskripsi juga masih kurang dan membutuhkan bimbingan lebih lanjut dalam mengembangkan ide secara logis dan runtut
ANALISIS SOSIOPRAGMATIK METAFORA KATA "MULUT" DALAM KOMUNIKASI SEHARI-HARI: SEBUAH PENDEKATAN KONTEKSTUAL DALAM KAJIAN PRAGMATIK SOSIAL
Metafora merupakan salah satu elemen penting dalam kajian pragmatik, khususnya sosiopragmatik, yang melibatkan hubungan antara bahasa dan konteks sosial dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu metafora yang sering muncul dalam percakapan adalah kata "mulut". Kata ini sering digunakan dalam berbagai ekspresi dan ungkapan yang memiliki makna lebih dari sekedar bagian tubuh manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana metafora kata "mulut" digunakan dalam komunikasi sehari-hari, dengan pendekatan sosiopragmatik yang memperhatikan konteks sosial dalam penggunaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis wacana, di mana data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara di berbagai konteks sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metafora "mulut" memiliki berbagai makna yang beragam, yang dipengaruhi oleh faktor sosial seperti status, hubungan sosial, dan peran komunikasi dalam interaksi sosial. Kata "mulut" berfungsi sebagai simbol ekspresi, komunikasi, dan pengaruh dalam masyarakat. Melalui analisis ini, kita dapat memahami bagaimana penggunaan metafora dalam percakapan sosial mencerminkan dinamika hubungan sosial dalam kehidupan sehari-hari
VALIDITAS PENGEMBANGAN BAHAN AJAR TEKS ANEKDOT BERBASIS KEARIFAN LOKAL SISWA KELAS X SMAN 15 PEKANBARU
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan validitas bahan ajar teks anekdot berbasis kearifan lokal untuk siswa kelas X SMAN 15 Pekanbaru. Penelitian ini merupakan jenis penelitian dan pengembangan (R&D) dengan menggunakan model ADDIE. Validitas bahan ajar ditinjau dari aspek materi, bahasa, dan media. Setelah dilakukan pengembangan, bahan ajar teks anekdot berbasis kearifan lokal untuk siswa kelas X SMAN 15 Pekanbaru ini divalidasi oleh 2 validator dan 1 praktisi yakni ahli materi, bahasa, dan media dengan instrumen penelitian yang digunakan berupa lembar validasi yang menghasilkan data skor validasi. Berdasarkan analisis data, dapat disimpulkan bahwa bahan ajar teks anekdot berbasis kearifan lokal untuk siswa kelas X SMAN 15 Pekanbaru valid untuk digunakan dengan persentase rata-rata validasi sebesar 92% dan berkategori sangat baik
AN ANALYSIS ON THE STUDENTS' CHALLENGES FACED IN WRITING PROCEDURE TEXTS AT BUDI MURNI 1
Writing is a crucial component of language acquisition. This method may be intricate,particularly for non-native speakers. This study aims to identify the challenges encountered by eleventhh-grade students in composing procedure texts and to ascertain the obstacles contributing to these issues. This approach constitutes qualitative research. The subjects of this study were 21 eleventh-grade pupils. The findings indicated that the data were analyzed with a rubric analytical scale by brown (2007). The results indicated that 19% of students achieved a very good level, 23.80% attained a good level, 33.33% reached a medium level, and 23.80% were classified at a poor level. Therefore, we label 28.5% of students as having poor language features. This means that language features are the most difficult area for eleventh-grade students at SMA Budi Murni 1 with 28.5% of students being at the poor level
ACTION RESEARCH THROUGH THINK TALK WRITE TECHNIQUE (T2WT) IN WRITING NARRATIVE TEXT FOR JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS AT SMP BUDI MURNI 1 MEDAN
Writing skill is one of the basic competencies in English learning, but many students have difficulty in developing this skill, including in writing narrative text. This study aims to improve the narrative writing skills of grade VIII students at SMP Budi Murni 1 Medan through the application of Think-Talk-Write (T2W) technique. Writing skill is a basic competency in English learning, but many students have difficulties, especially in writing narrative texts. The subjects of this study were 27 students at SMP Budi Murni 1 Medan, using the Kemmis and McTaggart model of Classroom Action Research (PTK) method consisting of two cycles. The results showed that 60% of the students achieved the Very Good category and 40% achieved the Good category in cycle II, with all groups successfully meeting the minimum passing score of 70. This improvement was due to the implementation of group discussion in the “Talk” stage, which helped students organize ideas more structurally before writing, as well as clarity of instructions and better time management in Cycle II. Thus, this study concludes that the Think-Talk-Write (T2W) technique is effective in improving junior high school students' narrative writing skills and is recommended to be applied in English language learning
PEMERTAHANAN BAHASA PERANTAU DI KOTA MAKASSAR SULAWESI SELATAN
Fokus utama pada penelitian ini adalah konsep pemertahanan bahasa. Studi sosiolinguistik mencakup pemertahanan bahasa, yakni upaya sebuah komunitas atau bagian dari komunitas bahasa tertentu untuk terus menggunakan bahasa yang telah digunakan secara historis. Pemertahanan bahasa ini dapat berubah menjadi pergeseran bahasa khususnya bagi sekelompok orang yang melakukan perpindahan ke kota atau tempat lain dalam rentang waktu yang lama dengan tujuan tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemertahanan bahasa para perantau di Kota Makassar dan faktor-faktor yang memengaruhi pemertahanan bahasa di wilayah tersebut. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif. Adapun data dalam penelitian ini berupa ujaran yang dituturkan oleh subjek penelitian atau para perantau baik lisan maupun tulisan, ujaran penuh atau ujaran campuran yang diperoleh melalui teknik simak terlibat, tidak terlibat, teknik catat, dan observasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan model Miles dan Huberman yakni melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi kesimpulan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa para perantau masih mempertahankan dan menggunakan bahasa ibunya meskipun berada di lingkungan dengan perbedaan bahasa. Faktor-faktor yang memengaruhi pemertahanan bahasa perantau di Kota Makassar antara lain: 1) faktor keluarga, 2) faktor keinginan, 3) faktor kegiatan, 4) faktor intensitas komunikasi, dan 5) faktor pergaulan
ANALISIS CAMPUR KODE DALAM NOVEL “AZZAMINE” KARYA SOPHIE AULIA
Penelitian ini membahas tentang campur kode yang dibagi 2 kategori : a. bersumber dari asal-usul resapanya, yaitu campur kode kedalam, campur kode ke luar, dan campur kode campuran, b. bersumber tinggkat alat kebahasaan, yaitu campur kode kata, campur kode frasa, dan campur kode klausa. Pengkajian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan pustaka. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik pustaka, sedangkan analisis data menggunakan teknik deskriptif. Hasil pengkajian ini membuktikan maka dalam novel “Azzamine” karya Sophie Aulia, diperoleh 75 kasus campur kode dalam bentuk kata dan frasa. Rincianya adalah 7 data Bahasa Sunda (6 kata beserta 1 frasa), 1 data Bahasa Jawa (1 kata), 51 data Bahasa Inggris (33 kata beserta 18 frasa), 15 data Bahasa Arab (12 kata beserta 13 frasa), dan 1 data Bahasa Korea (1kata). Campur kode yang paling dominan adalah campur kode antara Bahasa Indonesia dengan Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia dengan Bahasa arab, dan Bahasa Indonesia dengan Bahasa Korea. Dominasi penggunaan Bahasa Inggris, Bahasa Arab, dan Bahasa Korea ini disebabkan oleh penulis yang menyesuaikan diri dengan perkembangan remaja saat ini
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KEBIASAAN MENJIPLAK/MENIRU TUGAS TEMAN DAN MEMBOLOS PADA SISWA KELAS X E-3 DI SMAN 12 MEDAN
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab kebiasaan menjiplak atau meniru tugas teman dan membolos pada siswa kelas X E-3 di SMAN 12 Medan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi serta kuesioner. Hasil penelitian mengidentifikasi beberapa faktor utama yang mendorong perilaku menjiplak dan membolos, antara lain tekanan akademis yang tinggi, kurangnya motivasi belajar, pengaruh teman sebaya, dan pengawasan yang kurang dari guru dan orang tua. Selain itu, lingkungan sekolah yang tidak mendukung dan beban tugas yang berlebihan juga berkontribusi terhadap perilaku ini. Berdasarkan temuan ini, rekomendasi diberikan kepada pihak sekolah untuk meningkatkan pengawasan dan bimbingan terhadap siswa, serta menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif. Guru juga diharapkan dapat mengembangkan metode pengajaran yang lebih bervariasi dan menarik untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Kerjasama antara sekolah dan orang tua sangat penting untuk memantau dan membimbing siswa secara lebih efektif. Penelitian ini memberikan pemahaman yang mendalam tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kebiasaan menjiplak dan membolos, serta menawarkan solusi praktis untuk mengatasi masalah tersebut. Dengan demikian, diharapkan dapat tercipta lingkungan belajar yang lebih positif dan mendukung perkembangan akademis dan karakter siswa di SMAN 12 Medan
PERAN INTRAKURIKULER DAN EKSTRAKURIKULER KELAS BAHASA MANDARIN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS SISWA SERTA PROMOSI DI SD GLOBAL PRIMA MEDAN
Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana aktivitas Bahasa Mandarin di dalam dan di luar kelas mempengaruhi kualitas siswa dan promosi sekolah. Data dari penelitian ini didasarkan pada informasi yang didapat langsung dari sumber asli langsung. Ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan metode deskripsi studi korelasi. Sampel penelitian terdiri dari 40 siswa dari Sekolah Dasar Global Prima Medan. Hasil analisis variabel menunjukkan bahwa aktivitas kelas mempunyai peran yang signifikan pada kenaikan kualitas siswa, dengan korelasi 0,378. Selain itu, kegiatan ekstrakurikuler memiliki dampak positif dan signifikan pada kualitas siswa, dengan korelasi 0,392. Studi ini juga memeriksa dampak peran dalam dan luar sekolah pada promosi sekolah. Hasil analisis menunjukkan bahwa peran dalam sekolah memiliki dampak yang signifikan pada promosi sekolah, dengan korelasi 0,457. Demikian pula, peran ekstrakurikuler memiliki dampak positif dan signifikan pada promosi sekolah, dengan korelasi 0,503. Sebagai kesimpulan, kajian ini menekankan pentingnya aktiviti dalam dan luar sekolah untuk meningkatkan kualiti pelajar dan mempromosikan sekolah