Jurnal Basataka (JBT)
Not a member yet
516 research outputs found
Sort by
ANALISIS ALIH KODE DAN CAMPUR KODE NOVEL “FIT AND PROPER TEST” KARYA SORAYA NASUTION
Artikel ini membahas fenomena alih kode dan campur kode dalam novel "FIT AND PROPER TEST" karya Soraya Nasution. Alih kode terjadi saat terjadi peralihan bahasa dalam percakapan, sementara campur kode terjadi ketika penutur menggunakan bahasa dominan disisipi dengan unsur bahasa lainnya. Dengan memberikan contoh-contoh percakapan yang mengandung alih kode dan campur kode dalam novel tersebut, artikel ini mengilustrasikan bagaimana fenomena ini dapat memperkaya narasi dalam karya sastra modern. Pemahaman tentang alih kode dan campur kode dalam konteks karya sastra dapat memberikan wawasan yang lebih dalam tentang penggunaan bahasa dan kompleksitas interaksi bahasa dalam kehidupan sehari-hari. Penulis artikel ini memberikan insight yang menarik tentang fenomena alih kode dan campur kode dalam novel tersebut, serta memberikan contoh konkret yang memperkuat pemahaman pembaca tentang konsep tersebut
ANALISIS CAMPUR KODE PADA NOVEL CATATAN ANAK SEKOLAH (JAMET CIRCLE) KARYA LIZA
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi campur kode dalam novel “Catatan Anak Sekolah (Jamet Circle)” melalui pendekatan sosiolinguistik. Fokus penelitian ini adalah mengidentifikasi unsur dan fenomena kebahasaan berupa campur kode yang terdapat dalam bentuk deskripsi, narasi, dan dialog novel. Data penelitian berupa kata, frasa, kalimat, dan paragraf yang mengandung campur kode dikumpulkan melalui observasi non-partisipan dengan membaca dan mencatat secara teliti. Metode deskriptif kualitatif digunakan untuk menganalisis data secara mendalam, menghasilkan deskripsi detail mengenai penggunaan campur kode dalam novel. Teknik studi pustaka diterapkan untuk memperkaya analisis dengan membandingkan data temuan dengan literatur relevan tentang sosiolinguistik. Analisis non-statistik digunakan untuk mengolah data, mengkroscek, membuat kesimpulan sementara, membandingkan dengan data baru, dan akhirnya menghasilkan kesimpulan akhir mengenai bentuk dan fungsi campur kode dalam novel
ANALISIS CAMPUR KODE DALAM NOVEL DAGO SETELAH HUJAN KARYA SKYSPHIRE
Penelitian ini menganalisis fenomena campur kode dalam novel "Dago Setelah Hujan" karya Skysphire. Masalah utama yang dibahas adalah bagaimana dan mengapa penggunaan campur kode terjadi dalam novel tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bentuk-bentuk campur kode serta memahami fungsi campur kode dalam novel. Metodologi penelitian ini menggunakan pendekatan dokumenter untuk pengumpulan data dan analisis struktural untuk analisis data. Data dikumpulkan dengan membaca teks novel secara menyeluruh dan mencatat bagian-bagian yang relevan dengan campur kode. Data kemudian diidentifikasi, diklasifikasikan, dan dideskripsikan setiap bentuk campur kode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan campur kode dalam novel mencerminkan keragaman budaya dan latar belakang sosial karakter-karakternya. Campur kode ke bahasa Inggris menunjukkan fleksibilitas dan kompleksitas karakter, sementara campur kode dengan bahasa lokal seperti Jawa dan Arab menambah kedalaman pada dialog. Penggunaan campur kode ini memperkaya gaya bahasa dan menggambarkan realitas sosial yang dinamis. Penelitian ini menekankan pentingnya memahami keragaman bahasa dan budaya dalam menciptakan karakter yang autentik dan menarik dalam karya sastra. Dengan demikian, novel ini tidak hanya mencerminkan kehidupan sehari-hari tetapi juga menunjukkan pentingnya integrasi budaya dalam komunikasi
PERAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP HASIL BELAJAR BAHASA MANDARIN SISWA KELAS 5 SD GLOBAL PRIMA MEDAN
Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran media audio visual terhadap hasil belajar bahasa Mandarin siswa kelas 5 SD Global Prima Medan dengan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi dokumentasi, wawancara, dan observasi. Penelitian ini melibatkan guru dan siswa sebagai partisipan utama untuk mendapatkan gambaran yang mendalam mengenai penerapan media audio visual dalam proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media audio visual memiliki peran yang signifikan dalam meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa. Observasi di kelas menunjukkan bahwa siswa lebih aktif dan antusias saat belajar menggunakan media audio visual dibandingkan dengan metode konvensional. Dokumentasi hasil belajar siswa juga menunjukkan peningkatan yang konsisten dalam pemahaman dan keterampilan berbahasa Mandarin setelah penggunaan media audio visual. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa media audio visual efektif dalam meningkatkan hasil belajar bahasa Mandarin siswa kelas 5 SD Global Prima Medan. Penggunaan media ini dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik dan interaktif bagi siswa, sehingga disarankan untuk diimplementasikan secara lebih luas dalam pembelajaran bahasa asing di sekolah dasar
REDUPLIKASI BAHASA MELAYU RIAU DIALEK PEMATANG TIGA LORONG KABUPATEN INDRAGIRI HULU
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bentuk dan makna reduplikasi pada Bahasa Melayu Riau Subdialek Pematang Tiga Lorong. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan teknik pengumpulan data seperti pancing, simak, libat, cakap, rekam, dan catat. Analisis data dilakukan melalui mendengarkan ulang rekaman, menyajikan data, dan menyimpulkan hasil analisis. Hasil penelitian mengungkap 64 data reduplikasi yang terbagi ke dalam empat bentuk utama: reduplikasi penuh, reduplikasi sebagian, reduplikasi berafiks, dan reduplikasi dengan perubahan fonem. Selain itu, ditemukan berbagai makna reduplikasi, seperti menyatakan jumlah yang banyak, makna tanpa syarat, makna menyerupai, dan makna yang menunjukkan perbuatan berulang-ulang. Beberapa reduplikasi juga bermakna perbuatan yang dilakukan semau hati, perbuatan saling melibatkan dua belah pihak, dan hal-hal terkait pekerjaan. Makna lainnya termasuk menyatakan tingkat "agak," tingkat paling tinggi, dan intensitas perasaan atau emosi. Penelitian ini menunjukkan bahwa reduplikasi dalam Subdialek Pematang Tiga Lorong memiliki fungsi yang kompleks, tidak hanya untuk memperkaya kosakata, tetapi juga untuk menyampaikan nuansa makna yang beragam dalam interaksi sosial masyarakatnya. Hal ini memperlihatkan keunikan dan kekayaan bahasa dalam budaya lokal
ANALISIS PENGGUNAAN MAJAS PADA LIRIK LAGU ALBUM "SIALNYA HIDUP HARUS TETAP BERJALAN" KARYA BERNADYA RIBKA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan majas dalam lirik lagu album “Sialnya, Hidup Harus Tetap Berjalan” karya Bernadya Ribka. Album ini dipilih karena mencerminkan ekspresi Gen-Z yang khas dalam menghadapi masalah kehidupan terutama hubungan asmara. Jenis pendekatan yang digunakan pada penelitian ini bersifat kualitatif yang menggunakan metode analisis stilistika. Data yang diperoleh dari hasil analisis adalah penggunaan dari gaya bahasa dan maknanya yang terdapat pada lirik – lirik lagu album “Sialnya Hidup Harus Tetap Berjalan” karya Bernadya Ribka yang terdiri dari 8 judul lagu, yaitu Sialnya Hidup Harus Tetap Berjalan, Kata Mereka Ini Berlebihan, Lama – lama, Kita Kubur Sampai Mati, Ambang Pintu, Berlari, Kini Mereka Tahu, Untungnya Hidup Harus Tetap Berjalan. Pengumpulan data penelitian ini digunakan teknik dokumentasi dan analisis isi. Berdasarkan penelitian, dapat disimpulkan pada lirik lagu album karya penyanyi Bernadya Ribka itu ditemukan majas, antara lain: a. perbandingan meliputi, metafora, hiperbola, personifikasi, dan simile. b. penegasan meliputi repetisi, simbolik, klimaks, antiklimaks dan retoris. c. sindiran meliputi sinisme serta ironi. d. pertentangan meliputi paradoks, litotes dan antithesis
PENGARUH FILM ANIMASI TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS FABEL SISWA KELAS VII SMP NEGERI MADANI
Rancangan penelitian ini adalah penelitian eksperimen murni (true eksperimen), dengan desain penelitian pre-test post-test control group design yaitu penelitian untuk memperoleh nilai awal siswa melalui pemberian pre-test, selanjutnya memberikan tes akhir (post-test) untuk menyimpulkan penelitian. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan pada kelas eksperimen yang menggunakan media film animasi dan kelas kontrol yang menggunakan media konvensional pada siswa kelas VII SMPN Madani Pekanbaru. Hasilnya menujukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata sebelum treatment dan sesudah treatment. Pre-test kelas eksperimen memiliki nilai minimum 60 dan maksimum 80, dengan rata-rata 72,00. Setelah menerapkan media film animasi dan dilakukan tes, diperoleh skor post-test kelas eksperimen yaitu nilai minimum 80 dan maksimum 93, dengan rata-rata 85,25. Kemudian, skor pre-test post-test ini dibandingkan dengan skor pre-test post-test kontrol. Dalam hal ini, untuk kelas kontrol menggunakan media konvensional. Pre-test kelas kontrol memiliki 80 dan maksimum 86. Dengan rata-rata 72,00. Setelah menerapkan media konvensional dan dilakukan tes, diperoleh skor post-test kelas kontrol yaitu nilai minimum 80 dan maksimum 93, dengan rata-rata 83,79
DISKRIMINASI GENDER TERHADAP PEREMPUAN DALAM SERIES GADIS KRETEK
Budaya patriarki merupakan sebuah sistem sosial di dalam masyarakat yang menempatkan laki-laki sebagai penguasa atau gender yang lebih dominan. Diskriminasi gender sering terjadi terhadap perempuan sebagai dampak dari budaya patriarki. Series Gadis Kretek mengangkat tema feminisme dan konflik sosial yang terjadi pada tahun 1960-an yang terungkap pada tahun 2002. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk diskriminasi gender yang terdapat di dalam series Gadis Kretek. Metode penelitian yang digunakan peneliti adalah penelitian deskriptif kualitatif. Hasil yang ditemukan adanya marginalisasi, stereotip, dan subordinasi. Tokoh Dasiyah berhasil menghilangkan diskriminasi gender di dalam masyarakat saat itu dengan membuktikan bahwa kretek yang dibuat perempuan tidak asam
AN ANALYSIS OF STUDENTS’ RECOUNT TEXT WRITING ABILITY AT SMK TELKOM 2 MEDAN
This study aims to analyze the ability to write recount texts in English for grade 10th students at SMK Telkom 2 Medan. Using a descriptive qualitative approach, this research focuses on four main aspects in writing assessment, namely structure, grammar, vocabulary, and cohesion. Data were collected through writing tests, classroom observations, and questionnaires involving 22 students. The results showed that the students' overall writing ability was in the “good” category with an average score of 79.3. The structure aspect was the most mastered aspect, as most students were able to apply the recount text organization correctly. The use of vocabulary was also quite good, although some students still showed a limited variety of words. However, the grammar aspect was the main weakness, where many students had difficulty in using tenses and sentence construction. The cohesion aspect was moderately mastered, although there were still some students who lacked fluency in connecting ideas between sentences. The study concludes that although students performed well in the structure and vocabulary aspects, further learning emphasis is needed on the grammar and cohesion aspects to improve the overall quality of writing
TINDAK TUTUR DIREKTIF GURU DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA NEGERI 1 MATUR KABUPATEN AGAM
Tindak tutur diretif merupakan tuturan yang digunakan oleh penutur untuk memerintahkan mitra tutur melakukan apa yang diperintahkan. Tindak tutur direktif terdiri atas beberapa bagian, yakni pertanyaan, perintah, larangan, persetuuan, permintaan, dan menasehati. Tindak tutur direktif memerlukan penggunaan strategi bertutur yang tepat. Hal itu juga terbagi atas beberapa bagian, yakni, strategi bertutur terus terang tanpa basa-basi, strategi bertutur dengan kesantunan positif, strategi dertutur dengan basa-basi kesantunan negatif, dan strategi sertutur samar-samar. Penelitian ini dilakukan pada guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Matur Kabupaten Agam. Penelitian ini juga difokuskan pada pembelajaran teks anekdot. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tindak tutur direktif dan strategi bertutur yang digunakan guru dalam pembelajaran teks anekdot kelas X di SMA Negeri 1 Matur. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa tindak tutur direktif pertanyaan yang paling banyak digunakan dan yang jarang digunakan adalah tindak tutur direktif menasehati. Strategi bertutur yang paling banyak digunakan adalah strategi bertutur dengan kesantunan positif. Implikasi hasil peneliatian ini akan dipaparkan dalam bentuk modul