E-Jurnal Universitas Tunas Husada Tasikmalaya
Not a member yet
    22393 research outputs found

    Formulasi Sediaan Hand and Body Lotion Ekstrak Metanol Buah Paprika Merah (Capsicum annuum Linnaeus) sebagai Antioksida

    No full text
    Red bell pepper (Capsicum annum L.) contains various types of carotenoid compounds that have the potential as antioxidants. The methanolic extract of red bell pepper fruit has been previously investigated as an antioxidant. Peppers are special compared to other chilies, because they contain very high vitamin C. Red bell pepper is one of the fruits with the main compound content is carotenoids which act as antioxidants. Objective: The purpose of this study was to formulate the preparation of hand and body lotion extra methanol from red bell pepper (Capsicum annum L.) and to determine the effect of differences in the concentration of methanol extract of red bell pepper (Capsicum annum L.) in the preparation of hand and body lotion which is effective as a skin moisturizer. Methods: This study used an experimental method. namely the thick extract of red bell peppers obtained by extracting by maceration in the preparation of hand and body lotion which is effective as a skin moisturizer. Several hand and body lotion formulas have been made containing methanol extract of red bell pepper (Capsicum annum L.) by varying the extract, namely 1%, 5%, and 7.5%. To determine the antioxidant activity was determined by the free radical scavenging test DPPH (1,1-diphenyl-2-picrihydrazil). Results: The results of this study indicate that all hand and body lotion formulas have met the evaluation parameters of hand and body lotion while the results of the antioxidant activity test each formula F1 (278.025±0.405), F2 (132.737± 1.347) and F3 (79.816± 2.551) ppm. Conclusion: Based on antioxidant testing, the best preparation found in formula 3 has a strong antioxidant content

    Potensi Immunomodulator Tanaman Herbal Tradisional Indonesia terhadap SARS-COV-2

    No full text
    Sars-cov-2 is a corona virus that causes severe acute respiratory syndrome which is transmitted through inhalation or droplets of infected people. Herbal plants are plants that are identified and known on the basis of human observations to have compounds that are useful for preventing curing diseases and performing several biological functions. If the body\u27s immune system is lacking, what is needed is a compound that can increase the body\u27s immune system (immunomodulator). Objective: The purpose of this study was to determine the immunomodulatory potential of Indonesian traditional herbal plants against Sars-CoV-2. Methods: This study is a literature review sourced from books, scientific journals, and articles, using a search engine: google scholar, sciencedirect. Results: Phyllanthus niruri L, Zingiber officinale var Rubrum, Garcinia mangostana, Morinda citrifolia. L. is a traditional Indonesian herbal plant that has the potential as an immunomodulator. Based on the traditional medicine class in Indonesia, the phytopharmaca product, namely the plant Phyllanthus niruri, has a phagocytosis index value of 1.646. In the OHT product group, the three herbal plants can improve the immune system with a phagocytic index value of Morinda citrifolia L 1.25, then Garcinia mangostana 2.92 and Zingiber officinale var Rubrum of 0.831. Conclusion: Herbal plants Phylanthus niruri L, Zingiber officinale var.rubrum, Garcinia mangostana, Morinda citrisfolia L, with phagocytic index values of the four plants, namely IF> 1 so that they have activity to increase the body\u27s immune system (Imunomodulator). These plants contain secondary metabolites of flavonoids, hypophyllanthin, niranthin, hirtetralin phyrltetralin, phyrophorbide, gingerol, anthocyanins, xanthones

    Penambatan Senyawa Anti Virus sebagai Anti COVID-19 terhadap Enzim Papain-Like Protease

    No full text
    Papain-like protease is a cysteine protease enzym that is effective in inhibitor the covid-19. The purpose of this study was to determine the interaction of antiviral compounds with the papain-like protease enzym in covid-19 with the best bond-free energy value among the antiviral test compounds including ritonavir, ribavirin, remdesivir, oseltamivir, lopinavir, chloroquine, hydroxychloroquine, favipiravir, umifenovir in the research method using AutodockTools, Lipinski testing, visualization using Discovery Studio Visualizer software and molecular dynamics simulations from the docking result of antiviral test compounds against enzym papain-like protease 3E9S the best free energy binding value of the antiviral compound was umifenovir with the lowest binding affinity value of -8.74 kcal/mol from the result of molecular dynamics, there is a match in amino acids and shows stability in the interaction of umifenovir compounds with the papain-like protease enzym umifenovir compounds can be used as anti-covid-19 drugs

    Isolasi Biomaterial Silika dari Mikroalga Autotrofik dengan Variasi Air Laut Buatan

    No full text
    Indonesian waters, are mostly marine, that have abundant biodiversity. One of the biodiversity is microalgae. Microalgae is one of the wealth of marine products which has become an alternative to be developed as food. One of the species of microalgae is Dunaleilla salina. This study aims to determine the biosilica material level from the microalgae Dunaleilla salina in artificial seawater media. Isolation of biosilica was carried out by cultivation using a variety of mediums, namely artificial seawater (ALB), krosok salt (GK) and growth media of FeCl3, Na2SiO3, KNO3 TSP fertilizer. Based on the results of the study, it was found that the different formulas of the growth media used in the microalgae Dunaleilla salina could affect the silica amount. Silica with krosok salt growth medium was 2.0483 gram, while for artificial seawater growth media it was 1.644 gram. SiO-Si which is the functional group of silica gel (SiO2

    Formulasi dan Evaluasi Stabilitas Fisik Sediaan Body Butter Ekstrak Kacip Fatimah (Labisia pumila) sebagai Antioksidan

    No full text
    Meningkatnya kembali trend back to nature pada perawatan kulit, kini masyarakat lebih percaya bahwa senyawa aktif dari bahan alam relatif lebih aman karena mempunyai efek samping yang relatif kecil. Salah satu dari manfaat perawatan kulit adalah untuk mengatasi penuaan dini yang diakibatkan oleh radikal bebas sehingga diperlukan senyawa antioksidan untuk menangkal radikal bebas tersebut yang dibuat dalam sediaan body butter. Salah satu tanaman yang mengandung senyawa antioksidan yaitu kacip fatimah (Labisia pumila). Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak kacip fatimah (Labisia pumila) dalam sediaan body butter dan untuk mengetahui stabilitas fisik yang disimpan pada suhu 40oC. Ekstrak kacip fatimah (Labisia pumila) dibuat menjadi sediaan body butter dengan 3 formula yaitu 1%, 1,5% dan 2%, kemudian dilakukan evaluasi sediaan meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji viskositas, uji daya lekat dan uji daya sebar dilanjutkan pengujian statistik dengan metode One Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak kacip fatimah (Labisia pumila) mempunyai aktifitas antioksidan dan dapat diformulasikan menjadi sediaan body butter, dan menunjukan bahwa ketiga formula stabil pada penyimpanan suhu 40oC

    Isolasi dan Aktivitas Antioksidan dengan Menggunakan Metode ABTS (2,2 Azinobis (3-Ethylbenzotiazolin) 6 Sulfonat) Senyawa Superoksida Dismutase pada Mikroalga Chlorrela vulgaris

    No full text
    Mikroalga mengandung berbagai metabolit sekunder yang belum banyak dimanfaatkan, seperti senyawa antioksidan. Salah satu mikroalga yg mengandung antioksidan adalah mikroalga chlorella vulgaris yaitu terdapat senyawa superoksida dismutase yang berpotensi sebagai sumber antioksidan. Metode ABTS merupakan metode yang bisa digunakan untuk mengetahui aktivitas antioksidan untuk protein termasuk senyawa superoksida dismutase. Tujuan dari penelitian yaitu mengetahui karakteristik dan aktivitas antioksidan senyawa superoksida dismutase dari mikroalga chlorella vulgaris dengan menggunakan metode ABTS. Mikroalga dikultivasi dan dihasilkan biomassa basah sebanyak 1,17% ± 0,34 dan diisolasi dengan menggunakan buffer fosfat pH 7 dan EDTA yang menghasilkan rendemen ekstrak sebanyak 0,52% ± 0,01. Hasil uji karakteristik dengan FTIR dihasilkan gugus (N-H) dan (O-H) pada bilangan gelombang 3271 cm-1 dan (C-O) pada bilangan gelombang 1637 cm-1 dan untuk karakteristik dengan SEM didapat ukuran partikel rata – rata 6,881μm. Pada hasil uji aktivitas antioksidan dengan menggunakan metode ABTS didapat nilai IC50 yaitu 227,317 ppm ± 7,311 yang bisa dikategorikan dengan antioksidan sedang

    Karakterisasi Simplisia dan Identifikasi Senyawa Flavonoid Ekstrak Daun Puring Kura (Codiaeum variegatum L.)

    No full text
    (Codiaeum variegatum L.) merupakan tanaman hias yang dimanfaatkan sebagai pengobatan salah satunya analgetik karena terdapat senyawa flavonoid. Tujuan penelitian untuk mengetahui hasil karakterisasi simplisia dan mengidentifikasi senyawa flavonoid yang terdapat pada ekstrak. Ekstrak diperoleh dari proses maserasi bertingkat dengan pelarut n-heksan, etil asetat dan etanol 70%. Pemantauan ekstrak dengan KLT, fraksinasi dengan KCV menggunakan elusi gradien, pemurnian dengan KLTP, dan uji kemurnian dengan KLT 2 Dimensi. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa parameter spesifik dan non spesifik simplisia memenuhi persyaratan FHI. Hasil uji metabolit sekunder positif senyawa flavonoid pada ekstrak etanol 70% dan etil asetat. Berdasarkan kromatogram lapis tipis, ekstrak etil asetat dipilih dengan Rf 0,4 dan hasil fraksinasi menghasilkan 21 fraksi. Fraksi 5 dan 6 dipilih dan dilanjutkan pada tahap pemurnian dengan membentuk 5 pita. Isolat 3 yang dipilih karena memiliki warna kuning yang lebih dominan dan menunjukkan bercak tunggal pada profil KLT 2 dimensi. Berdasarkan data FTIR menunjukkan adanya gugus fungsi O-H, C=O aldehida, C=C aromatik, C-O alkohol. Hasil analisis spektrofotometri UV-Vis dengan pereaksi geser, isolat 3 mempunyai serapan maksimum pada panjang gelombang 346 nm dan 280 nm yang diduga adanya senyawa flavonoid golongan flavon yaitu 5,7,8,4‘- tetrahidroksi-6-(3-metil-2-buten-yl) flavon. Isolat daun puring kura (Codiaeum variegatum (L.) Blume) mengandung senyawa flavonoid golongan flavon diduga senyawa 5,7,8,4‘-tetrahidroksi-6-(3-metil-2-buten-yl) flavon

    Sediaan Bubble Mask Ekstrak Etanol Biji Pepaya (Carica papaya L.) sebagai Antibakteri terhadap Propionibacterium acnes

    No full text
    Biji pepaya diketahui mengandung senyawa golongan alkaloid, flavonoid, saponin dan tanin yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ekstrak etanol biji pepaya memiliki aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acnes serta dapat diformulasikan menjadi sediaan bubble mask, untuk mengetahui pemeriksaan fisik sediaan bubble mask dan mengetahui aktivitas antibakteri pada sediaan bubble mask ekstrak etanol biji pepaya terhadap Propionibacterium acnes. Metode uji antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi cakram kertas. Biji pepaya diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Ekstrak etanol biji pepaya memiliki aktivitas dalam menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes, pada konsentrasi 30% yang termasuk kedalam kategori kuat. Ekstrak yang diperoleh kemudian dibuat sediaan bubble mask dengan persentase 10%, 20% dan 30%. Sediaan bubble mask ekstrak etanol biji pepaya memiliki aktivitas dalam menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acne, pada kontrol positif termasuk kedalam kategori kuat, kontrol negatif tidak memiliki zona hambat serta pada konsentrasi 10%, 20%, dan 30% termasuk kedalam kategori kuat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstra etanol biji pepaya dengan konsentrasi 30% memenuhi syarat uji mutu fisik produk yang baik pada evaluasi organoleptik, homogenitas, viskositas, pH, daya sebar, daya lekat, stabilitas, waktu mengeluarkan busa dan mengering dibandingkan dengan konsentrasi 20% dan 10%

    Uji Aktivitas Larvasida Esktrak Etanol Bunga Kecombrang Hutan (Etlingera hemisphaerica (Blume) R.M.Sm.) dan Sediaan Granulnya Terhadap Larva Nyamuk Aedes aegypti

    No full text
    Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue dan penularannya melalui nyamuk Aedes aegypti. Pencegahan DBD dengan menggunakan larvasida sintetik dalam jangka waktu lama dapat memberikan dampak negatif bagi lingkungan maupun manusia dan menyebabkan vektor menjadi resisten. Salah satu solusi alternatif yaitu menggunakan larvasida alami yang berasal dari tanaman. Bunga kecombrang hutan (Etlingera hemisphaerica) diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai larvasida alami diantaranya yaitu flavonoid, saponin, dan tanin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas larvasida ekstrak etanol bunga kecombrang hutan dan sediaan granulnya terhadap larva nyamuk Aedes aegypti yang dilihat dari nilai LC50, serta mengetahui karakteristik sediaan granul. Metode ekstraksi yang digunakan adalah maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Hasil standarisasi mutu simplisia telah memenuhi persyaratan kecuali kadar sari larut etanol. Konsentrasi ekstrak yang digunakan adalah 0,0125; 0,025; 0,05; 0,1; 0,25; 0,5; 0,75; dan 1%. Kontrol positif menggunakan abate 1% dan kontrol negatif menggunakan DMSO 1%. Pengujian aktivitas larvasida granul menggunakan 3 formula, dengan kontrol negatif yaitu basis sediaan. Pengulangan dilakukan sebanyak 3 kali, dengan total sampel 1125 larva Aedes aegypti. Pengamatan dilakukan pada jam ke-6, 12, 18, dan 24 jam. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji probit menggunakan Program Microsoft Office Excel 2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LC50 ekstrak etanol bunga kecombrang hutan sebesar 460 ppm dan sediaan granulnya sebesar 833 ppm. Hasil evaluasi sediaan granul menunjukkan bahwa semua formula telah memenuhi standar karakteristik granul

    Uji Karakteristik dan Aktivitas Gel Hand Sanitizer Kombinasi Ekstrak Daun Sirih Hijau dan Ekstrak Daun Sirih Merah

    No full text
    Daun sirih hijau dan daun sirih merah dapat dijadikan alternatif sebagai zat aktif dalam hand sanitizer yang lebih aman dan tidak mengiritasi dibandingkan alkohol dan telah terbukti memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik dan aktivitas gel hand sanitizer kombinasi ekstrak daun sirih hijau dan ekstrak daun sirih merah. Metode yang digunakan yaitu eksperimental dengan membuat gel hand sanitizer kombinasi ekstrak daun sirih hijau dan ekstrak daun sirih merah dengan variasi konsentrasi formula 1 yaitu 7,5% ekstrak daun sirih hijau dan 2,5 % ekstrak daun sirih merah, formula 2 yaitu 5% ekstrak daun sirih hijau dan 5% ekstrak daun sirih merah, formula 3 yaitu 2,5% ekstrak daun sirih hijau dan 7,5% ekstrak daun sirih merah. Analisis data yang digunakan yaitu deskriptif yang dituangkan dalam bentuk tabel hasil pengamatan. Gel hand sanitizer yang memiliki karakteristik dan aktivitas paling baik yaitu formula 1 yang memiliki warna sediaan coklat, bertekstur kental, aroma khas sirih hijau, homogen, pH 6,8 ± 0,06, viskositas 3349,17 ± 24,54 cPs, daya sebar 6,8 ± 0,06 cm, daya lekat 4,16 ± 0,68 detik dan dapat menghambat bakteri staphylococcus aureus dengan zona hambat 21, 98 mm dengan respon hambat sangat kuat

    784

    full texts

    22,393

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Jurnal Universitas Tunas Husada Tasikmalaya
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇