E-Jurnal Universitas Tunas Husada Tasikmalaya
Not a member yet
22393 research outputs found
Sort by
BERITA HOAX RUMAH SAKIT COVIDKAN PASIEN: KONTEN ANALISIS
Informasi yang belum jelas kebenarannya, seringkali hadir di sosial media. Informasi tersebut dengan cepat menyebar melalui jejaring sosial maupun pesan instan. Hoak yang paling banyak dilakukan pada saat ini adalah di bidang kesehatan, dan disebarkan oleh orang-orang yang mengannggap hal tersebut penting sehingga perlu dengan segera disebarkan. Keadaan seperti ini yang menjadikan salah satu berita hoak menyebar dengan cepat Ketik abstrak bahasa Indonesia di sini. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan tema isi berita online tentang fasilitas kesehatan (rumah sakit ) yang mencovidkan pasien. Rancangan penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan model pendekatan penelitian conten analysis. Hasil penelitian ini terdapat empat tema utama yang dapat disajikan dari hasil content analysis tersebut yaitu: 1) Tokoh masyarakat/public pigure harus hati-hati dalam mengeluarkan statement; 2) RS dianggap memanipulasi data untuk mendapatkan dana Covid-19; 3) Stigma dan Opini dapat menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap tenaga kesehatan dan Rumah sakit (fasilitas kesehatan); 4) perlunya tindakan tegas terhadap oknum. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah pentingnya budaya literasi digital yang harus di lakukan oleh masyarakat Indonesia untuk menghindari hoaks dengan cara budaya membaca literasi digital melaui situs resmi dan berita resmiInformasi yang belum jelas kebenarannya, seringkali hadir di sosial media. Informasi tersebut dengan cepat menyebar melalui jejaring sosial maupun pesan instan. Hoak yang paling banyak dilakukan pada saat ini adalah di bidang kesehatan, dan disebarkan oleh orang-orang yang mengannggap hal tersebut penting sehingga perlu dengan segera disebarkan. Keadaan seperti ini yang menjadikan salah satu berita hoak menyebar dengan cepat Ketik abstrak bahasa Indonesia di sini. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan tema isi berita online tentang fasilitas kesehatan (rumah sakit ) yang mencovidkan pasien. Rancangan penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan model pendekatan penelitian conten analysis. Hasil penelitian ini terdapat empat tema utama yang dapat disajikan dari hasil content analysis tersebut yaitu: 1) Tokoh masyarakat/public pigure harus hati-hati dalam mengeluarkan statement; 2) RS dianggap memanipulasi data untuk mendapatkan dana Covid-19; 3) Stigma dan Opini dapat menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap tenaga kesehatan dan Rumah sakit (fasilitas kesehatan); 4) perlunya tindakan tegas terhadap oknum. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah pentingnya budaya literasi digital yang harus di lakukan oleh masyarakat Indonesia untuk menghindari hoaks dengan cara budaya membaca literasi digital melaui situs resmi dan berita resm
GAMBARAN PSYCHOLOGICAL WELL BEING ORANG TUA YANG MEMILIKI ANAK THALASEMIA MAYOR
Latar Belakang. Thalasemia merupakan salah satu penyakit kronis yang memerlukan perawatan intens. Peningkatan intensitas dan beban perawatan orang tua yang memiliki anak dengan thalasemia mayor berkorelasi negatif dengan tingkat psychological well being orang tua. Sehingga semakin tinggi intensitas dan beban perawatan maka psychological well being orang tua akan semakin rendah, begitu pun sebaliknya. Selain itu, psychological well being orang tua yang memiliki anak dengan thalasemia mayor dapat berpengaruh terhadap kualitas hidup anak. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran psychological well being orang tua yang memiliki anak thalasemia mayor di RS TNI AD Tk. IV Guntur. Metode. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kuantitatif dan dilakukan pada populasi orang tua yang datang ke Ruangan Thalasemia RS TNI AD TK. IV Guntur sebanyak 82 orang. Sampel menggunakan total sampling technique dengan tingkat partisipasi 60,97% sehingga didapatkan 50 orang tua dari total populasi. Penelitian ini menggunakan instrumen berupa kuesioner Psychological Well Being Scale (PWBS) versi 37 item dari Carol D. Ryff 1989. Hasil. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa psychological well being orang tua yang memiliki anak thalasemia mayor di RS TNI AD Tk. IV Guntur berada pada kategori tinggi (56%). Walaupun psychological well being orang tua berada pada kategori tinggi, namun masih ditemukan beberapa orang tua yang mengalami permasalahan dari setiap dimensi psychological well being. Diperlukan peran perawat untuk memberikan edukasi, dukungan emosional, dan konseling yang bertujuan untuk mempertahankan dan meningkatkan psychological well being orang tua yang memiliki anak thalasemia mayor. Simpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tingkat psychological well being orang tua yang memiliki anak thalasemia mayor di RS TNI AD Tk. IV Guntur, yaitu tinggi atau baik
PERBANDINGAN AKTIVITAS EKSTRAK DAUN KELOR DAN EKSTRAK DAUN SIRIH MERAH SERTA KOMBINASINYA SEBAGAI ANTIJERAWAT PENYEBAB JERAWAT
Daun kelor dan daun sirih merah terbukti efektif sebagai antibakteri jerawat terhadap S. aureus dan P. acne. Kandungan daun kelor dan daun siirh merah dalah flavonoid, saponin, tanin yang bisa sebagai antibakteri. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri terhadap S. aureus dan P. acne konsentrat ekstrak daun kelor dan daun sirih merah serta kombinasi ekstrak daun kelor dan daun sirih merah. Ekstraksi diperoleh menggunakan metode maserasi etanol 70%. Masing-masing ekstrak dilakukan uji aktivitas antibakteri terhadap bakteri uji dengan metode difusi sumuran dengan konsentrasi 0,3%; 0,6%; 1,25%; 2,5%; 5%; 10%; 20% , kontrol positif (klindamisin) dan kontrol negatif (akuabidest steril). Selanjutnya dilakukan pengukuran zona hambat dan penetapan konsentrasi zona hambat minimum dari kedua ekstrak. Ekstrak etanol daun kelor dapat menghambat pertumbuhan terhadap Propionibacterium acnes pada konsentrasi 1,25%, terhadap Stapylococcus aureus pada konsentrasi 1,25% dan ekstrak etanol daun sirih merah dapat menghambat pertumbuhan terhadap Propionibacterium acnes pada konsentrasi 2,5%, terhadap Stapylococcus aureus pada konsentrasi 2,5%. Aktivitas antibakteri terbaik kombinasi ekstrak daun sirih merah dan daun kelor terhadap bakteri Propionibacterium acnes dan Staphylococcus aureus pada konsentrasi 2,,5% : 2,5% dengan diameter daya hambat terhadap Propionibacterium acnes 22,75 ± 0,28 dan terhadap bakteri Stapylococcus aureus pada diameter daya hambat 25,50 ± 0,5
Formulasi dan Evaluasi Fisik Gel Ekstrak Kecambah Kacang Hijau Dengan Carbomer Sebagai Gelling Agent
Tujuan penelitian ini adalah formulasi dan evaluasi fisik gel ekstrak kecambah kacang hijau dengan carbomer sebagai gelling agent. Ekstrak Kecambah kacang hijau di ekstraksi dengan cara maserasi. dibuat 4 formula dengan kosentrasi ekstrak masing 1%, 2%, 3% dan 0% formual F1, F2, F3 dan F4 secara berturut-turut. Evaluasi sediaan meliputi organoleptik, Uji pH, Uji Daya Sebar dan Uji Viskositas. Hasil uji viskositas menunjukan sediaan yang dibuat tanpa menambahkan ekstrak kecambah kacang hijau memiliki viskositas sediaan yang lebih besar dibandingakan dengan sediaan gel ekstrak kecambah kacang hijau. Pengamatan menunjukan sediaan memiliki stabilitas fisika yang baik selama penyimpanan 28 hari pada penyimpanan suhu ruang
AKTIVITAS ANTIHIPERLIPIDEMIA EKSTRAK ETANOL DAUN KATUK (Sauropus androgynus (L.) Merr.) PADA MODEL HEWAN YANG DIINDUKSI FRUKTOSA
Latar Belakang: Hiperlipidemia merupakan kondisi dimana terjadi peningkatan salah satu atau lebih kolesterol total, LDL, atau trigliserida, dan atau penurunan HDL yang dapat menyebabkan penyakit aterosklerosis dan kardiovaskular. Daun katuk (Sauropus androgynus (L).merr) kaya akan nutrisi dan telah dimanfaatkan untuk melancarkan ASI serta mengatasi berbagai macam penyakit antara lain sebagai antihiperlipidemia, antiobesitas, antiinflamasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antihiperlipidemia dari ekstrak etanol daun katuk pada model hewan hyperlipidemia yang diinduksi dengan 25% fruktosa. Metode: Sejumlah 30 tikus Wistar jantan usia 2 bulan dikelompokkan secara acak menjadi 6 kelompok (n=6) antara lain kelompok normal, positif, pembanding simvastatin dosis 1.8 mg/kg, Ekstrak daun katuk dosis 50, 100 dan 200 mg/kg. Semua kelompok kecuali kelompok normal, menerima induksi fruktosa 25% dalam air minum 2 jam setelah pemberian ekstrak uji selama 21 hari. Pada hari ke 0 dan 22 dilakukan pemeriksaan kadar kolesterol total, LDL, HDL dan trigliserida secara enzimatik. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak dosis 50, 100, dan 200 mg/kg dapat mempertahankan profil lipid dan mencegah kenaikan profil lipid jika dibandingkan dengan kelompok positif. Kesimpulan: Semakin tinggi dosis ekstrak, semakin baik aktivitasnya dalam mempertahankan profil lipi
PEMANFAATAN UBI JALAR ORANYE (Ipomoea batatas L.) DALAM PEMBUATAN MINUMAN PROBIOTIK SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL
Functional foods are food that consumed, as usual, has a physiological effect and can reduce the effect of chronic disease. One of them is probiotic beverages. Probiotic beverages that have been widely known overtime was produced by a dairy house. This product could have been expensive due to the cost of raw materials. Alternative vegetable ingredients that can be used as raw materials for probiotic drinks are sweet potatoes. Sweet potato varieties known in Indonesia are generally grouped based on the colour of the sweet potato flesh, one of which is orange sweet potato which is rich in beta carotene. This study aims to determine the effect of orange sweet potato ratio and the starter for the quality of probiotic drinks. This study used a descriptive experimental method by making a probiotic drink from orange sweet potato using Lactobacillus bulgaricus and Streptococcus thermophilus bacteria as the test inoculum. The study was conducted through four comparisons of orange sweet potato with bacterial culture, namely P1=20:50, P2=30:50, P3=40:50, and P4=50:50). Each treatment was carried out in two replications. Observation and measurement of data were done by analyzing the determination of organoleptic, pH value, and viscosity. The results showed that the comparative treatment of bacterial culture with orange sweet potato juice (20:50, 30:50, 40:50, and 50:50) in the manufacture of probiotic drink orange sweet potato juice affected acidity (pH) and viscosity. The best treatment obtained was an orange sweet potato juice probiotic drink with a bacterial culture ratio of 50:50 orange sweet potato juice which had a pH value of 4.0 and a viscosity of 0.596 g/mL
PELAYANAN TELEFARMASI SELAMA COVID 19
ABSTRACTDuring pandemic, telepharmacy are the cornerstone of pharmaceutical care which allow broader access. This literature review focuses on answering questions about the pharmacist role on telepharmacy and its impact in several countries as well as studies on regulations in each country. This literature review was written using a scoping review approach. Sources of data retrieved from articles with inclusion criteria; full text, observational studies, discussing the role of pharmacists and the influence of telepharmacy in several countries, or reviewing the related and scope of telepharmaceuticals. Literature search used Google Scholar and PubMed databases. Literature evaluation was carried out to ensure the suitability of the article with the criteria that had been set following the purpose of this literature review. Based on a review of 10 articles shows that telepharmacy has been conducted in America, Canada, the Emirates, Indonesia, and Spain in for services in community as well as in hospitals. Telepharmacy is carried out for reconciliation, monitoring, and counseling services as well as drug information using whatsApp media or systems and websites. Telepharmaceutical services are proven to have a positive impact in the form of reducing errors, side effects, length of stay, and costs. Regulations issued by organizations or countries supports pharmacists in providing telepharmacy implementation.Keywords : telepharmacy, pharmacist\u27s role, impact of telepharmacy, telepharmacy regulation
OPTIMASI GELATIN-GLISERIN PADA SEDIAAN GUMMY CANDIES EKSTRAK BIJI JINTEN HITAM
Biji Jinten hitam (Nigella sativa L.) merupakan salah satu tanaman obat yang memiliki khasiat sebagai anti-inflamasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa efek anti-inflamasi disebabkan karena kandungan timol dan kuinon pada biji jinten hitam Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi sediaan gummy candies ekstrak jinten hitam dengan variasi gelatin-gliserin. Jinten hitam diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstrak jinten hitam diformulasi menjadi sediaan gummy candies dengan menggunakan basis gliserin:gelatin dalam berbagai perbandingan yaitu Formula 1 60:25; Formula 2 65:20 dan Formula 3 70:15. Gummy candies dilakukan pengujian sifat fisik seperti organoleptik, kekerasan, kekenyalan, keseragaman bobot, pH dan uji hedonik serta analisis kimia berupa uji kadar air dan kadar abu. Hasil penelitian menunjukan bahwa biji jinten hitam dapat dibuat sediaan gummy candies yang baik. Semakin tinggi konsentrasi gelatin, kekerasan dan kekenyalan sediaan semakin meningkat. Formula 1 dengan konsentrasi gelatin tertinggi (60:25:15) menunjukan nilai kekerasan 2161,5 g dan kekenyalan 57,51 mJ dan merupakan formula yang paling disukai oleh responden karena memiliki jumlah skor tertinggi pada uji hedoni
Formulasi Sediaan Serbuk Effervescent Ekstrak Daun Talas Untuk Mengobati Diabetes
ABSTRACTThe patients of Covid-19 with comorbid diabetes mellitus (DM) are 2.58 times more likely to die than those without comorbid DM, presumably because the people with diabetes mellitus have a higher susceptibility to infection. Inpatients with comorbid DM are three times at risk of dying from Covid-19. The plant of taro has potentiality for antidiabetic because it has flavonoid content. The leaf of taro contains fiber more than tubers and its stalk so that it can stabilize blood sugar by limiting absorption the sugar in intestines. The form of effervescent preparation is very practical. When it was mixed by water, it could produce CO2. The purpose of this research to determine the appropriate concentration of formulation effervescent powder for healthy drinking and developing research in the field of pharmacy technology of ingredient nature. The Method of extraction by maceration use ethanol 96%. The next method was making formulation of effervescent powder with a number of acid substance combination. The results of water content test for Taro leaves is 4% yield extract of 3.699%, the result of phytochemical screening of taro leaf extract contain flavonoid compounds, alkaloids, tannins, terpenoid steroids . Based on the results of the research that has been done, it can be concluded that the taro effervescent powder formulation which is viewed from the evaluation of the preparation starting from pH testing, dissolving speed testing and water content testing is quite good except for organoleptic testing for formulation 3 in texture. It has not been said to be effervescent powder because of its moist rough texture possibly from the hygroscopic taro extract. Keywords: Colocasia esculenta, Taro Leaf, Effervescent Powder, Antidiabetic. ABSTRAKPasien covid 19 dengan komorbid diabetes melitus (DM) 2,58 kali lebih berisiko mengalami kematian dibandingkan tanpa komorbid DM, diduga karena penderita diabetes melitus memiliki kerentanan yang lebih tinggi untuk terkena suatu infeksi. Pada pasien rawat inap dengan komorbid DM tiga kali berisiko mengalami kematian akibat covid 19. Tanaman talas berpotensi sebagai antidiabetes karena mempunyai kandungan flavonoid. Daun Talas mempunyai kandungan serat lebih banyak dibandingkan umbi dan tangkainya. Sehingga kandungan serat dalam talas bisa menstabilkan gula darah dengan membatasi penyerapan gula di usus. Bentuk sediaan effervescent dapat menghasilkan gas CO2 bila bercampur dengan air dan bentuknya yang praktis. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi formulasi serbuk effervescent yang sesuai untuk minuman kesehatan serta untuk mengembangkan penelitian di bidang farmasi teknologi bahan alam. Metode ekstraksi dengan cara maserasi menggunakan etanol 96%. Metode selanjutnya membuat formulasi serbuk effervescent dengan beberapa kombinasi zat asam. Hasil pengujian kadar air untuk daun daun talas adalah 4%, rendemen ekstrak sebesar 3,699%, hasil penapisan fitokimia ekstrak daun talas mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, tannin, steroid terpenoid. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa formulasi serbuk effervescent talas dilihat dari evaluasi sediaan dimulai dari pengujian pH, uji kecepatan larut serta uji kadar air cukup baik kecuali pada pengujian organoleptis untuk formulasi 3 secara tekstur belum dikatakan serbuk effervescent karena teksturnya yang kasar lembab yang kemungkinan dari ekstrak talas yang higroskopis. Kata kunci: Colocasia esculenta, Daun Talas, Serbuk Effervescent, Antidiabete
EVALUASI PENGELOLAAN OBAT PADA TAHAP PENYIMPANAN, DISTRIBUSI, SERTA PENGGUNAAN OBAT DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT UMUM MAWAR BANJARBARU TAHUN 2020
ABSTRACTThe hospital is one of the health service facilities that have a strategic role in efforts to accelerate the improvement of the health status of the Indonesian people. Hospitals must develop policies related to effective drug use management and also need to promote drug management policies. The availability of drugs has a very significant role in the drug management process because it is a demand for health services. The management of pharmaceutical preparations, medical devices, and medical consumables must be carried out in a multidisciplinary, coordinated manner and use an effective process to ensure quality control and cost control. This study aims to evaluate drug management in the Pharmacy Installation of Mawar Banjarbaru General Hospital at the stages of storage, distribution, and drug use. This study uses an evaluative descriptive design for prospective and concurrent data. The instruments used in this study were stock cards, recipe sheets, and stopwatches. The data obtained from all stages of drug management at the Mawar General Hospital Pharmacy Installation were analyzed using the indicators of the Ministry of Health (2008), indicators of Pudjaningsih (1996) and Satibi (2015) and then compared with established standards. The results of the research at the storage stage, namely the percentage of matches between the stock card and the physical form of the drug was 87.10%, the percentage of damaged/expired drugs was 3.23%, the percentage of dead drugs was 2.15% (not fulfilled to standard), at the distribution stage, namely the percentage of drugs that can be submitted 84.98%, the percentage of drugs that are not delivered is 15.02% (fulfilled the standards), the results of the research at the use stage the average percentage of service time for concoction drugs is 29 minutes 57 seconds, while the average percentage of drug service time the nonconcoction is 11 minutes 40 seconds (fulfilled the standar). For drug management at the distribution and drug use stage, it is in fulfilled with the standard, but at the drug storage stage it is still not fulfilled the standard.ABSTRAKRumah sakit merupakan salah satu fasilitas pelayanan kesehatan yang memiliki peran strategis dalam upaya mempercepat peningkatan derajat kesehatan masyarakat Indonesia. Rumah Sakit harus menyusun kebijakan terkait manajemen pengunaan obat yang efektif dan juga perlu mengembangkan kebijakan pengelolaan Obat. Ketersediaan obat memiliki peranan yang sangat penting didalam proses pengelolaan obat karena menjadi tuntutan bagi pelayanan kesehatan. Pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai harus dilaksanakan secara multidisiplin, terkoordinir dan menggunakan proses yang efektif untuk menjamin kendali mutu dan kendali biaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengelolaan obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Mawar Banjarbaru pada tahap penyimpanan, distribusi, serta penggunaan obat. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif evaluatif untuk data yang bersifat prospektif dan concurrent. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini yaitu kartu stok, lembar resep, stopwatch. Data yang diperoleh dari seluruh tahap pengelolaan obat dianalisis dengan indikator Depkes (2008), indikator Pudjaningsih (1996) dan Satibi (2015) lalu dibandingkan dengan standar yang telah ditetapkan. Hasil penelitian pada tahap penyimpanan yaitu persentase kecocokan antara kartu stok dan bentuk fisik obat sebesar 87,10%, persentase obat rusak/kedaluwarsa 3,23%, persentase obat mati 2,15% (belum sesuai standar), pada tahap distribusi yaitu persentase obat yang dapat diserahkan 84,98%, persentase obat yang tidak diserahkan 15,02% (sesuai standar ), hasil penelitian pada pada tahap penggunaan persentase rata-rata waktu pelayanan obat racikan adalah 29 menit 57 detik, sedangkan persentase rata-rata waktu pelayanan obat non racikan adalah 11 menit 40 detik (sesuai standar). Untuk pengelolaan obat pada tahap distribusi dan penggunaan obat sudah sesuai standar, namun pada tahap penyimpanan obat masih beum sesuai standar