E-Jurnal Universitas Tunas Husada Tasikmalaya
Not a member yet
    22393 research outputs found

    Formulasi dan Evaluasi Sediaan Hydrogel eye patch Kombinasi Aciaticoside Tanaman Pegagan (Centella asiatica L.) dan Astaxanthin Sebagai Antiaging

    No full text
    Kerutan adalah manifestasi klinis dari penuaan kulit dan faktor-faktor yang terkait dengan kerutan bisa intrinsik dan ekstrinsik. Penuaan kulit intrinsik bermanifestasi secara klinis sebagai tanda-tanda seperti peningkatan kekeringan, kerutan, dan penipisan kulit. Penuaan kulit ekstrinsik disebabkan oleh paparan radiasi sinar UV, sehingga akan meningkatkan Reactive Oxygen Species (ROS) yang dapat berdampak pada timbulnya penuaan kulit di usia muda. Antiaging dapat dilakukan dengan menggunakan perawatan kosmetik, agen topikal yang mengandung antioksidan dan cell regulator. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisik maupun kimia dan efektivitas antiaging dari kombinasi asiatikosida dan astaxanthin dalam bentuk hydrogel eye patch yang baik. Hydrogel eye patch diformulasikan menjadi empat formula, F0 sebagai basis, F1 menggunakan zat aktif asiaticosida dengan konsentrasi 1%, F2 menggunakan zat aktif astaxanthin konsentrasi 1%, dan F3 menggunakan zat aktif kombinasi asiaticosida dan astaxanthin diperoleh formula terbaik yaitu F3 dengan zat aktif asiaticosida dan astaxanthin dengan hasil uji organoleptik, uji bobot dan ukuran, uji pH, rasio swelling, ketahanan kelipatan, uji penyusutan, uji stabilitas penyimpanan, uji kelembaban, uji iritasi, uji hedonik, dan uji efektivitas antiaging. Hasil efektivitas antiaging hydrogel eye patch selama 2 minggu menunjukan bahwa F3 adalah formula terbaik dengan hasil 39,72%. Hasil uji statistik dengan One Way Anova diperoleh hasil sig<0.05, menunjukan adanya perbedaan yang nyata pada taraf signifikan 0.05 atas perlakuan setiap minggu penggunaan hydrogel eye patch. Hasil pengamatan sediaan hydrogel eye patch yang didapat memenuhi persyaratan yang berlaku dengan menggunakan asiaticosida dan astaxanthin dalam formula hydrogel eye patch sebagai antiaging

    PENETAPAN KADAR FENOL TOTAL DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL 70% KULIT BUAH TIN UNGU DAN HIJAU (Ficus Carica Linn) DENGAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS

    Get PDF
    Kulit buah tin (Ficus carica Linn) mengandung banyak senyawa polifenol yang memiliki aktivitas antioksidan. Antioksidan adalah senyawa yang mampu mencegah terjadinya reaksi oksidasi lemak atau senyawa lain yang mudah teroksidasi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kadar fenol total dan aktivitas antioksidan ekstrak etanol 70% kulit buah tin ungu dan hijau. Metode yang digunakan dalam penetapan kadar fenol total yaitu FolinCiocalteu dan aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar fenol total tertinggi yaitu pada ekstrak kental kulit buah tin ungu sebesar 7,8749 mgGAE/mL dan kadar fenol total terendah pada ekstrak kering buah tin hijau sebesar 1,9577 mgGAE/mL. Ekstrak kental kulit buah tin ungu dan hijau memiliki IC50 257,3838 μg/mL dan 283,4893 μg/mL, sedangkan ekstrak kering kulit buah tin ungu dan hijau 1216, 229 μg/mL dan 1365,016 μg/mL memiliki aktivitas antioksidan yang sangat lema

    PREPARASI DAN KARAKTERISASI SELULOSA MIKROKRISTALIN DARI FERMENTASI GANYONG SEBAGAI EKSIPIEN DALAM SEDIAAN TABLET

    No full text
    Keywords: Acetobacter xylinum, Avicel PH 102, Microcrystalline Cellulose, Nata de Ganyong, Tablet Excipient ABSTRAK Latar belakang : Hampir sekitar 96% bahan baku di industri farmasi masih bergantung pada bahan baku impor. Selulosa mikrokristalin (SM) merupakan salah satu bahan baku impor yang digunakan dalam pembuatan sediaan tablet. Nata de ganyong dapat dijadikan sebagai alternatif untuk memperoleh SM. Metode : Umbi ganyong dibuat nata dengan cara fermentasi oleh Acetobacter xylinum. SM diisolasi dari nata de ganyong dengan pemanasan alkali dan hidrolisis asam. SM nata de ganyong (SMNDG) diformulasikan dalam sediaan tablet dengan metode kempa langsung. Hasil: Uji organoleptik SMNDG adalah sebuk putih agak kecoklatan, tidak berbau, tidak berasa. Uji identifikasi menunjukkan warna biru violet. Uji pati menunjukkan warna putih. Karakteristik SMNDG lainnya diantaranya pH 6,56; kelarutan dalam air 0,2085%; sifat alir 11,0035g/detik; sudut diam 43,6698⁰; kompresibilitas 16,2393%; kadar air 4,3%; susut pengeringan 4,7286%.. Pengujian SEM SM nata de ganyong menunjukkan kemiripan morfologi dan ukuran dengan Avicel PH 102. Evaluasi sediaan tablet meliputi uji keseragaman ukuran, keragaman bobot, kekerasan tablet, kerapuhan, waktu hancur dan disolusi. Kesimpulan: SMNDG memiliki karakteristik yang sama dengan Avicel PH 102 sebagai eksipien dalam sediaan tablet dengan metode kempa langsung. Kata kunci : Acetobacter xylinum, Avicel PH 102, Eksipien Tablet, Nata de Ganyong,  Selulosa MikrokristalinABSTRACT Background: Almost 96% of raw materials in the pharmaceutical industry still depended on the imported raw materials. Microcrystalline cellulose (MS) is one of imported raw materials that used in tablet dosage form. Nata de ganyong can be used as an alternative to produce MS. Method: Nata was made of the fermentation of ganyong by Acetobacter xylinum. MS was isolated from nata de ganyong by alkali heating and acid hydrolysis. MS nata de ganyong (MSNDG) was formulated in tablet preparations by direct compression method. Results: The organoleptic of MSNDG was a powder, white slightly brown, odorless, tasteless. The identification test showed blue-violet. The starch test showed white. The other characteristics of MSNDG had included pH 6,56; water-soluble substances 0.2085%; flowability 11,0035 g/sec; angle of repose 43,6698⁰; compressibility 16.2393%; moisture content 4.3%; loss on drying 4,7286%. The SEM test of MSNDG showed a morphological and size similarity with Avicel PH 102. Evaluation of tablet preparation had included uniformity size, weight variation, hardness, friability, disintegration and dissolution test. Conclusions: MSNDG had identical characteristics with Avicel PH 102 as excipient in tablet preparations by direct compression method. 

    PEMANFAATAN LIMBAH BATANG POHON PISANG UNTUK PRODUKSI ASAM LAKTAT SECARA FERMENTASI DENGAN VARIASI KONSENTRASI INOKULUM Lactobacillus acidophilus

    Get PDF
    Tanaman pisang merupakan tanaman yang banyak ditemukan di Indonesia. Salah satu bagian dari tanaman pisang adalah batang pohonnya. Batang pohon pisang merupakan bagian yang belum dimanfaatkan secara optimal, yang diambil buahnya lalu dibuang atau dikumpulkan pada suatu tempat sebagai limbah dan dibiarkan hingga busuk.  Batang pohon pisang memiliki kandungan gizi yang dapat digunakan sebagai sumber makanan bagi mikroba sehingga berkembang dengan baik. Kandungan gizi yang lengkap dari batang pohon  pisang ini dapat dimanfaatkan sebagai media fermentasi mikroba untuk menghasilkan asam laktat. Asam laktat merupakan hidroksikarboksilat yang memiliki banyak manfaat dalam  bidang industri seperti pangan dan farmasi. Tujuan pada penelitian ini adalah memanfaatkan limbah batang pohon pisang sebagai alternatif substrat dalam memproduksi asam laktat dengan bantuan bakteri Lactobacillus acidophilus secara fermentasi. Penelitian ini menggunakan metoda eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan tiga ulangan. Waktu fermentasi terbaik bagi  Lactobacillus acidophilus dalam memproduksi asam laktat ditentukan berdasarkan kurva pertumbuhan selama 24 jam dengan pengukuran optical density (OD) pada panjang gelombang 600 nm. Fermentasi dilakukan pada suhu 37oC dengan kecepatan agitasi 150 rpm.  Hasil penelitian menunjukan bahwa 20 jam merupakan waktu fermentasi terbaik. Produksi asam laktat oleh Lactobacillus acidophilus dilakukan dengan menggunakan konsentrasi inokulum 10%, 25%, dan 50%. Penentuan kadar asam laktat menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis dan penentuan kadar gula menggunakan metode sulfat fenol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 10 % merupakan konsentrasi inokulum terbaik yang menghasilkan asam laktat tertinggi sebesar 2,08 g/L dan  gula media sebesar 1,878 g/L dalam medium fermentas

    MENCEGAH PENYAKIT MELALUI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT SERTA PEMANFAATAN TANAMAN OBAT KELUARGA

    No full text
    Bhakti Kencana University in collaboration with Kutawarinign Village held Community Service through Real Work Lectures (KKN). It is carried out in a hybrid way, namely offline and online with the target community of Kp. Bojong Koneng. Various things are suggested as an effort to increase public understanding regarding Clean and Healthy Life Behavior (PHBS) prevention of diseases by rodents and the use of herbal plants. Several agendas were carried out, including health promotion in the form of counseling on PHBS and Prevention of Diseases caused by rodents and knowledge about Family Medicinal Plants (TOGA). A pretest and post-test were also given to the community with the aim of measuring how far the public\u27s understanding of the material was. Judging from the community\u27s response after the presentation of the material, there was an increase in public knowledge about PHBS prevention of diseases caused by rodents and family medicinal plants

    Uji Aktivitas Anti-Inflamasi Ekstrak Etanol Daun Alpukat (Persea americana Mill) Terhadap Tikus Putih Jantan Galur Wistar

    No full text
    Inflamasi merupakan respon tubuh terhadap luka jaringan yang disebabkan oleh trauma fisik, bahan kimia berbahaya, atau agen mikrobiologi. Senyawa utama yang berpotensi sebagai anti-inflamasi pada daun alpukat adalah senyawa flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol daun alpukat sebagai anti-inflamasi.Tikus yang digunakan sebanyak 25 ekor sesuai rumus Federer dan dikelompokan menjadi lima kelompok yaitu, kelompok kontrol negatif (Na-CMC), kontrol positif (natrium diklofenak), dosis I (100mg), dosis II (200mg), dosis III (300mg). Pengukuran volume udem dilakukan pada alat plestimometer pada setiap jam selama enam jam.  Hasil anlisis statistik jam kesatu hingga jam ketiga menunjukan p > 0,05 (tidak ada perbedaan yang signifikan) sedangkan pada jam keempat hingga keenam menunjukan p < 0,05 (terdapat perbedaan yang signifikan). Dosis paling efektif ditunjukan pada dosis III, dosis III memiliki menunjukan efektivitas yang sama dengan kontrol positif

    Pengaruh Penambahan Adsorben Kulit Pisang Kepok (Musa acuminata x balbisiana) Terhadap Kadar Akrilamida Pada Minyak Bekas Penggorengan

    No full text
    Pemanasan pada minyak diatas suhu 120° C dapat membentuk senyawa akrilamida yang toksik terhadap materi genetik pada sel manusia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruhh penambahan adsorben kulit pisang kepok (Musa acuminata x balbisiana) terhadap kadar akrilamida pada minyak bekas penggorengan. Analisis pada penelitian ini menggunakan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) , dengan kolom Agilent C18, laju alir 1 mL/ menit, panjang gelombang 198 nm, volume injeksi 20 μL, dan fase gerak yang digunakan methanol : asam fosfat 0,1% dengan perbandingan 5:95. Hasil FTIR, adsorben kulit pisang kepok memiliki gugus O-H dan C-H sebagai selulosa yang dapat mengikat akrilamida. Akrilamida pada minyak teridentifikasi pada waktu retensi 4,655 menit, jumlah plat teoritis 34.670, nilai HETP 0,00072, faktor kapasitas 2,703, dan %SBR 0,027%. Metode yang digunakan telah terbukti valid dengan linieritas y=205,53x+38,531, koefisien korelasi 0,9974, %SBR <2%, batas deteksi 0,37 ppm dan batas kuantifikasi 1,25 ppm, % Recovery 95,83-104,05%. Konsentrasi adsorben kulit pisang kepok 20% dan lama perendaman 24 jam dapat menurunkan kadar akrilamida pada minyak goreng bekas sebesar 66,97%

    Review : Aktivitas Inhibitor Enzim Alfa-Glukosidase Dan Enzim Alfa-Amilase Ekstrak Tumbuhan Fabaceae Subfamili Mimosoideae

    No full text
    Latar belakang: Diabetes mellitus adalah sekelompok gangguan metabolik kronis yang ditandai dengan kondisi hiperglikemia karena kerusakan pada produksi insulin, kerja insulin, dan atau keduanya. Salah satu strategi penting untuk mengobati diabetes mellitus tipe II adalah penghambatan enzim alfa-glukosidase yang dapat mengontrol postprandial hiperglikemia dan penghambatan enzim alfa-amilase yang dapat mengontrol pencernaan karbohidrat. Tujuan: Review ini bertujuan untuk mengumpulkan informasi tentang potensi ekstrak famili Fabaceae subfamili Mimosoideae sebagai inhibitor alfa-glukosidase dan alfa-amilase. Metode: Review ini menggunakan pencarian secara online dari beberapa publikasi ilmiah baik nasional maupun internasional. Hasil: ekstrak Xylia xylocarpa (Roxb.) Taub memiliki nilai IC50 glukosidase sebesar 0,0998 µg/mL (bagian daun) dan 0,1286 µg/mL (bagian ranting), ekstrak methanol kulit kayu Parkia speciosa memiliki nilai IC50 glukosidase sebesar 1,92 µg/mL, ekstrak methanol kulit biji Archidendron bubalinum (Jack) I.C. Nielsen memiliki nilai IC50 glukosidase sebesar 7,77 µg/mL, ekstrak methanol kulit dan batang Entada spiralis memiliki nilai IC50 glukosidase sebesar 20,63 µg/mL, ekstrak daun Albizia chevalieri memiliki nilai IC50 glukosidase sebesar 28,2 µg/mL, ekstrak methanol Mimosa pudica Linn memiliki nilai IC50 amilase sebesar 33,86 µg/mL, ekstrak methanol kulit dan batang Entada spiralis memiliki nilai IC50 amilase sebesar 98,15 µg/mL, ekstrak polong tanpa biji Parkia speciosa memiliki nilai IC50 amilase sebesar 199,29 µg/mL, dan ekstrak etanol kulit batang Albizia procera memiliki nilai persen inhibisi glukosidase sebesar 27,80%. Kesimpulan: Hasil yang digunakan dari beberapa studi literatur menunjukkan bahwa Fabaceae dapat dimanfaatkan sebagai obat antidiabetes. Subfamili Mimoseae merupakan subfamili yang paling berperan dalam menghambat aktivitas enzim alfa-glukosidase dan enzim alfa-amilase. Potensi ekstrak daun Albizia chevalieri, ekstrak kulit batang Albizia Procera, ekstrak kulit biji Archidendron bubalinum (Jack) I.C. Nielsen, ekstrak kulit dan batang Entada spiralis, ekstrak daun Mimosa pudica D, ekstrak polong tanpa biji Parkia speciosa, ekstrak kulit kayu Parkia speciosa, ekstrak daun dan ranting Xylia xylocarpa (Roxb.) Taub cukup kuat jika dibandingkan terhadap kontrol positif serta dilihat dari IC50 dan persen inhibisinya.

    Detecting critical defects : towards standards for conducting NDE on cast iron trunk mains.

    No full text
    Every day, water networks across the developed world are relied on by billions of people to provide them with a fresh supply of water. Many of these networks are comprised of pipes made from grey cast iron and may have been in service for up to 150 years. Despite their age, some parts of these networks continue to operate with little degradation, whereas in other areas they degrade rapidly: more recently laid pipes are being outlived by their forerunners. In such networks, it is the trunk mains (pipes between 12-60” [300 mm to 1500 mm] in diameter) that are of great concern, since they pose the greatest risk of failure and are already bursting more frequently. Accurate NDE is required to enable the mains in poor health with the highest risk of failure to be identified and replaced before they burst. A review of the published literature has shown that whilst there are many NDE techniques to choose from, many are not practical for application to the mains. The review process also highlighted the kinds of defects present in grey cast iron and an initial stress analysis using strength models and material data published in the literature has suggested defect sizes approaching 5 mm must be able to be detected to prevent catastrophic pipe failure. Ultrasonic inspection has been investigated and shown to work effectively on uncorroded cast iron. Speed of sound values between 4100 – 4600 m s-1 have been observed across several pipes. A speed of sound of 2950 ± 80 m s-1 has been measured for graphitic corrosion, however, inspection on corroded main has not been possible. A complementary magnetic technique, with the potential to scan pipe rapidly in order to identify mains in need of further investigation, as well as providing supplementary condition data, has been trialled and shown to detect corrosion layers up to 6 mm thick. A methodology using a 3D scanner to accurately determine the “ground truth” pipe condition has been developed. This methodology proved to be successful and provided corrosion measurements that were in-keeping with those obtained through standard pit depth measurements. Further, the data showed that traditional pit depth measurements do not always find the deepest external corrosion pits, particularly where the surrounding geometry is complicated. This methodology was used in a live comparison exercise of two, commercially available techniques. This comparison highlighted problems with the surface preparation required by some techniques, which can be quite damaging, and with some proprietary post-processing algorithms – the raw data can be more useful. From this assessment process, it has been possible to specify very detailed schedule for the testing of new NDE techniques in the future

    IDENTIFIKASI VARIAN GENETIK TERKAIT KEJADIAN INFARK MIOKARD MELALUI PENDEKATAN BIOINFORMATIK

    Get PDF
    Faktor risiko terjadinya penyakit kardiovaskuler selain faktor risiko konvensional (perokok, hipertensi, dislipidemia, diabetes militus dan obesitas) terdapat juga faktor genetik serta faktor risiko non-konvensional seperti kecemasan, stres dan depresi. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengidentifikasi variasi genetik yang terkait dengan patogenesis infark miokard pada berbagai populasi dengan menggunakan basis data genom dan pendekatan bioinformatika. Hasil terdapat tiga varian genetik  yaitu gen APOE, ZC3HC1 dan ALDH2  yang memiliki potensi kerusakan terhadap protein DNA sehingga dapat menyebabkan kejadian infark miokard. SNP dengan kode rs7412, rs11556924 dan rs671 merupakan SNP yang paling kuat dikaitkan dengan kejadian infark miokard sehingga dapat direkomendasikan sebagai risiko genetik

    784

    full texts

    22,393

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Jurnal Universitas Tunas Husada Tasikmalaya
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇