Indonesian Journal of Oil Palm Research / Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
Not a member yet
    150 research outputs found

    DAYA SAING EKSPOR MINYAK KELAPA SAWIT INDONESIA

    Full text link
    Indonesia is the biggest palm oil exporter, however how much Indonesia's competitiveness compared to other exporting countries still need to study. This study measures competitiveness using 10 indicators of trade from the World Bank divided into 3 major groups, namely; export share, market penetration and comparative advantage. Using trade data from UN Comtrade of palm oil in HS code, 2004-2016. Referring to the results of 10 indicators, Indonesia; share exports are increasing, stronger market penetration, more diversified exports, and increased comparative advantage. Malaysia as exporter, although the share of exports is declining but still has strong market penetration, diversified exports and comparative advantage.Indonesia merupakan eksportir terbesar minyak kelapa sawit dunia, namun seberapa besar daya saing Indonesia dibandingkan negara eksportir lainnya masih perlu dikaji kembali. Penelitian ini mengukur daya saing menggunakan 10 indikator perdagangan dari World Bank yang terbagi dalam 3 kelompok besar, yaitu: share ekspor, penetrasi pasar dan keunggulan komparatif. Menggunakan data perdagangan dari UN Comtrade minyak kelapa sawit dalam kode HS, tahun 2004-2016. Mengacu dari hasil 10 indikator, maka Indonesia ; share ekspor semakin meningkat, penetrasi pasar semakin kuat dan terdiversifikasi, serta keunggulan komparatif meningkat. Malaysia sebagai sesama eksportir, walaupun share ekspor menurun namun masih mempunyai penetrasi pasar yang kuat, ekspor terdiversifikasi serta keunggulan komparatif

    PENGGUNAAN SERAT TANDAN KOSONG SAWIT DALAM PENINGKATAN KEKUATAN PADA BETON BERSERAT

    Full text link
    The potency of oil palm empty fruit bunches (OPEFB) fibers as one of the by-products of processing oil palm is increasing significantly so that proper management is needed in reducing environmental impact. One of the utilization of OPEFB fibers is as a substitution material in construction which usually the material is derived from non-renewable mining materials so that the number is increasingly limited. Therefore, it is necessary to study to know the performance of OPEFB fiber in making construction products especially concrete. In this case, the experiment was conducted using experimental method with variation of fiber addition by 0%, 10%, 15%, 20%, 25%, and 30%. Each specimen was tested by weight, slump value, compressive strength, tensile strength, elasticity and crack length. As the results, the variation of fibers addition by 10%, decrease of slump value is 7%, concrete weight is 3% and crack length is 8% while increase of the compressive strength is 2.7% and the modulus of elasticity is 33.3% but its tensile strength decreased insignificantly by 0.05% . Furthermore, the addition of fibers above 10% to 30% decreased compressive strength is still below 10% and tensile strength below 2% while the weight of concrete, slump value and crack length decreased. Therefore, the addition of 10% can replace the performance of concrete without fiber but the addition of above 10% can still be used on non-structural concrete.Potensi serat tandan kosong sawit (TKS) sebagai salah satu produk hasil samping pengolahan kelapa sawit semakin meningkat secara signifikan sehingga dibutuhkan pengelolaan yang tepat dalam mengurangi dampak lingkungan. Salah satu pemanfaatan serat TKS ini adalah sebagai material substitusi dalam dunia konstruksi yang biasanya material tersebut yang berasal dari bahan tambang yang tidak dapat diperbaharui sehingga jumlahnya semakin terbatas. Dengan demikian perlu dilakukan kajian untuk mengetahui performa serat TKS dalam pembuatan produk-produk konstruksi khususnya beton. Dalam hal ini, penelitian dilakukan dengan menggunakan metode ekperimen dengan variasi penambahan serat sebesar 0%, 10%, 15%, 20%, 25%, dan 30%. Setiap benda uji dilakukan pengujian berat, nilai slump, kuat tekan, kuat tarik belah, elastisitas, dan panjang retak. Dari hasil pengujian tersebut, pada variasi penambahan serat 10%, diperoleh penurunan nilai slump sebesar 7%, berat beton sebesar 3% dan pengurangan panjang retak sebesar 8% sedangkan terjadi peningkatan kuat tekan sebesar 2,7% dan modulus elastisitas sebesar 33,3% namun kuat tarik mengalami penurunan yang tidak signifikan sebesar 0,05%. Selanjutnya penambahan serat di atas 10% hingga 30% mengalami penurunan kuat tekan masih dibawah 10% dan kuat tarik di bawah 2%, sedangkan berat beton, nilai slump dan panjang retak semakin berkurang. Oleh karena itu, penambahan 10% dapat menggantikan performa beton tanpa serat namun penambahan di atas 10% masih dapat digunakan pada beton non-struktural

    RAGAM GENETIK KANDUNGAN ASAM LEMAK, BILANGAN IODINE DAN BETA KAROTEN 24 AKSESI PLASMA NUTFAH KAMERUN KOLEKSI PUSAT PENELITIAN KELAPA SAWIT

    Full text link
    Twenty four Cameroon accessions have been planted in Adolina oil palm seed garden area in 2010 and have been analyzed their fatty acid, iodine value and beta carotene contents to reveal their genetic variability. Analysis of variance results for fatty acid, iodine value and beta carotene content characters show that there are significant differences for palmitat, stearat, oleat, linoleat acid, iodine value and beta carotene content. Fatty acid content, iodine value and beta carotene content showed medium to high broad sense variability which verify that there is a high genetic impact of these characters. Ten Cameroon accessions with beta carotene content more than 1.000 ppm have been identified and can be used as future breeding material for IOPRI in gaining new varieties with beta carotene content more than 1.000 ppm. In addition there is one accession showed iodine value more than 57.1 Wijs which has a potential used as crossing material in obtaining new superior varieties which have high iodine values. In outline there are negative correlation( in one side) between palmitat acid with stearat, oleat acid and iodine value in other side.Sebanyak 24 aksesi Kamerun telah ditanam di Kebun Benih Adolina, PTPN IV pada 2010 dan telah dilakukan analisis kandungan asam lemak, bilangan iodine dan beta karoten untuk mengetahui variabilitas genetiknya. Hasil analisis varian terhadap asam lemak, bilangan iodine, dan beta karoten menunjukkan adanya perbedaan untuk rerata asam palmitat, asam stearat, asam oleat, asam linoleat, bilangan iodine dan beta karoten. Hasil penghitungan heritabilitas dalam arti luas menunjukkan kandungan asam lemak, bilangan iodine dan beta karoten mempunyai kriteria sedang hingga tinggi yang membuktikan adanya pengaruh genetik yang cukup besar terhadap karakter-karakter ini. Sepuluh aksesi Kamerun dengan kandungan beta karoten lebih dari 1.000 ppm telah teridentifikasi dan dapat digunakan sebagai bahan pemuliaan kelapa sawit masa depan PPKS untuk mendapatkan varietas baru dengan kandungan beta karoten tinggi (lebih dari 1.000 ppm). Selain itu juga terdapat 1 aksesi yang mempunyai bilangan iodin lebih dari 57,1 Wijs yang potensial digunakan sebagai bahan persilangan untuk mendapatkan varietas unggul baru dengan bilangan iodine tinggi. Secara garis besar terdapat korelasi negatif antara kandungan asam palmitat (di satu sisi) dengan kandungan asam stearat, asam oleat, dan bilangan iodine di sisi yang lainnya

    OPTIMASI ANALISIS TEKNIKAL DALAM STRATEGI PEMASARAN MINYAK KELAPA SAWIT: MODEL PERAMALAN HARGA HARIAN UNTUK 30 HARI TRANSAKSI

    Full text link
    Information on future trends in price movement has a strategic role in the palm oil business. Through this information then embodied in the form of product marketing strategy. This study aims to build a daily price forecasting model for 30 days of forward transactions (Model 30 DTH) and based on the technical analysis. Goodness of fit is based on the suitability of the trend of price movement and the daily margin error between the forecast and the actual price in the future (ex-ante). Referring to both indicators from the Formulation stage to the 9th Validation, it shows that the model is relatively good in predicting daily price movement trends as well as daily error margins.Kepemilkan informasi tentang tren pergerakan harga harian di masa depan memiliki peran strategis dalam bisnis minyak kelapa sawit. Penelitian ini ditujukan untuk membangun sebuah model peramalan harga harian untuk 30 hari transaksi ke depan (Model 30 DTH) berbasiskan analisis teknikal. Goodness of fit didasarkan kepada kesesuaian tren pergerakan harga dan rerata margin error harian antara hasil ramalan dengan harga aktualnya di masa depan (ex-ante). Mengacu kepada kedua indikator tersebut mulai dari tahap Formulasi hingga Validasi ke-9, dapat disimpulkan bahwa model yang dibangun relatif baik dalam meramalkan tren pergerakan harga harian maupun dari aspek besaran margin error harian

    DAMPAK MUKA AIR TANAH DAN AMELIORAN TERHADAP KELEMBAPAN TANAH, EMISI CO2 DAN PRODUKSI KELAPA SAWIT PADA TANAH GAMBUT

    No full text
    A field study on peat soil to investigate impacts of soil water table depth and soil ameliorant (steel sludge) had been carried out on mature oil palm. Three treatments of soil water table management and four rates of steel sludge application were applied in this study. Treatments of soil water table management were WLM1, WLM-2, and WLM-3, where soil water table depth was maintained at 35-50 cm, 60-75 cm, and >75 cm below the soil surface, respectively. Treatments of steel sludge were application of this soil ameliorant at the rate of 0; 3.15; 6.51; 9.86 kg tree-1. The study was arranged as split plot randomized block design by assigning soil water table management as main plot and rate of steel sludge as sub plot. Soil Data observed were actual soil water content, peat soil properties, CO2 emission, vegetative growth, and palm yield. The results showed that maintaining soil water table depth at < 75 cm could maintain actual soil moisture up to top parts of peat soil. On the other hand, deeper soil water table (>75 cm, WLM-3) caused significant effects on decreasing of soil moisture in the 0-10 cm layer of peat soil. CO2 emission was 37, 40, dan 45 ton ha-1 year-1 under WLM-1, WLM-2, and WLM-3, respectively. The drop of soil water table to >75 cm (WLM-3) significantly increased CO2 emission to about 11-18% higher than that on WLM-1 and WLM-2. Steel sludge application did not significantly decrease CO2 emission. The highest FFB yield was observed under WLM-1, then followed by WLM-2 and WLM-3. FFB yield was significantly higher when soil water depth was maintained at 35-75 cm than that at > 75 cm, it was 7-10% and 36-60% higher in 2014 and 2015, respectively. There were no significant effects of steel sludge application on FFB yield, but there was improvement on average bunch weight.Penelitian lapangan dampak kedalaman muka air tanah dan aplikasi amelioran (terak baja) telah dilakukan pada tanaman kelapa sawit menghasilkan di lahan gambut. Perlakuan terdiri dari tiga pengelolaan kedalaman muka air tanah (WLM-1, WLM-2, dan WLM-3) dan empat dosis terak baja (0; 3.15; 6.51; 9.86 kg pohon ). Perlakuan WLM-1 adalah pengelolaan kedalaman muka air tanah pada kisaran 35-50 cm dari permukaan tanah, WLM-2 pada 60-75 cm, dan WLM-3 pada >75 cm. Penelitian disusun dalam rancangan acak kelompok petak terpisah dengan pengelolaan kedalaman muka air tanah sebagai petak utama dan dosis terak baja sebagai anak petak. Pengamatan meliputi kadar air tanah aktual, sifat-sifat tanah gambut, emisi CO2, pertumbuhan, dan produksi tanaman kelapa sawit. Perlakuan muka air tanah pada kisaran 35-75 cm dari permukaan tanah mampu menjaga kelembapan tanah aktual hingga lapisan atas tanah gambut, sedangkan penurunan kedalaman muka air tanah gambut hingga >75 cm di bawah permukaan tanah nyata berpengaruh terhadap penurunan kelembapan tanah ke lapisan atas (0-10 cm). Hasil pengukuran emisi CO2 sebesar 37, 40, dan 45 ton ha-1 tahun-1 berturut-turut untuk kondisi muka air tanah pada WLM-1, WLM-2, danWLM-3. Penurunan muka air tanah hingga >75 cm nyata meningkatkan emisi CO2 pada petak penelitian berkisar 11-18%, dibandingkan dengan perlakuan WLM-1 dan WLM-2. Aplikasi terak baja tidak nyata menurunkan emisi CO2. Kedalaman muka air tanah <75 cm nyata meningkatkan produksi TBS dibandingkan perlakuan muka air tanah >75 cm, yaitu sebesar 7-10% dan 36-60% berturut-turut untuk produksi 2014 dan 2015. Aplikasi berbagai dosis terak baja tidak berpengaruh nyata terhadap produksi TBS, namun dapat meningkatkan rerata berat tandan

    PERAN NAA, GA3, KARBON AKTIF, DAN SUKROSA DALAM KULTUR EMBRIO ZIGOTIK KLON OG HYBRID (Elaeis guineensis JACQ. X Elaeis oleifera) OPEN POLLINATED

    Full text link
    Oil palm OG hybrid genetic potentials are high in term of vegetative and generative traits, such as: low height increment, compact palm, high free fatty acid and high carotenes. However, OG hybrid reproduction is hindered due to its low germination rate. So, alternative method for germination is needed, which is in vitro embryo zygotic culture. This study objective was to reveal the best medium composition for OG hybrid embryo culture by modificated several oil palm basic medium from oil palm tissue culture protocol and to understand the role of plant growth regulators, activated charcoal, and sucrose on in vitro growth and development of OG hybrid embryo. The design used was Completely Randomized Design (CRD) with 16 replication and 4 embryos for each replicates, while the treatments were: A1 = M129 (control); A2 = M129 + activated charcoal; A3 = M129+ activated charcoal + sucrose; A4 = ½ M129 + activated charcoal + sucrose; A5 = M129 + GA3 ; and A6 = M129 + GA3 + NAA. From the study we found that the best medium for OG hybrid open pollinated clone's embryo culture was M129 with GA3 and NAA (A6). This medium gave percentage of in vitro germination up to 14.06%, and later on the plantlets from this medium gave the best vegetative growth performance such as high number of leaves and primer roots.OG hybrid kelapa sawit memiliki potensi genetik dari segi vegetatif dan generatif di antaranya pertumbuhan meninggi yang lambat dan kompak, serta kandungan asam lemak tak jenuh dan beta karoten tinggi. Namun material OG hybrid juga memiliki kelemahan dalam perbanyakan karena perkecambahan benihnya rendah. Oleh karena itu diperlukan alternatif perkecambahan benih, salah satunya dengan kultur embrio zigotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan NAA, GA3,  karbon aktif, dan sukrosa dalam keberhasilan kultur embrio zigotik dan media terbaik untuk kultur embrio klon OG hybrid open pollinated menggunakan beberapa modifikasi pada media dasar protokol kultur jaringan kelapa sawit. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 16 ulangan yang masing-masing ulangan terdapat 4 embrio, dengan 6 perlakuan di antaranya: A1 = M129 (kontrol); A2 = M129 + karbon aktif; A3 = M129+ karbon aktif + sukrosa; A4 = ½ M129 + karbon aktif + sukrosa; A5 = M129 + GA3; dan A6 = M129 + GA3 + NAA. Hasil penelitian menunjukkan media terbaik untuk kultur klon OG hybrid open pollinated yaitu Media 129 dengan penambahan GA3 dan NAA (perlakuan A6) yang berperan dalam meningkatkan perkecambahan embrio zigotik secara in vitro hingga 14,06% dan menghasilkan planlet kelapa sawit dengan kualitas vegetatif planlet yang baik yaitu jumlah daun dan jumlah akar primer yang tinggi

    KETELUSURAN GENETIK KETURUNAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) MENGGUNAKAN SIMPLE SEQUENCE REPEAT (SSR)

    Full text link
    Progenies traceability status becomes an important activity in the oil palm breeding program, especially to obtain propriety of individual and progenies population with their parents. This study is concerned to analyze genetic traceability based on pattern and allele size of their parent using Simple Sequence Repeat (SSR) markers. There were 90 palms from 7 progenies populations in the AD02S, AD03S Adolina and MA22S Marihat Estate PT. Perkebunan Nusantara IV used in this research. Leaf and pollen samples were used to get genomic DNA. Then, DNA genomic was amplified using multiplexing method of 8 SSR markers and fluorescence labels of 6-FAM, HEX, and NED. Fragment analysis and extracted genotype data was obtained using Gene Marker® versi 2.4.0 Soft Genetics® LLC program. Genetic traceability analysis was based on alelle segregation pattern of Mendelian Law. The results described inappropriate alleles 4 individuals from 3 progenies (N, P, and S). Those individuals were palmrow of 22-30 in the AD02S; 29-27 in the MA22S; 9-22 and 9-28 in the AD02S. Other 4 progenies showed an appropriate segregation of genotype with their parents, which are crosses number of M, Q, R, and O.Status ketelusuran keturunan menjadi hal yang sangat penting pada program pemuliaan kelapa sawit, terutama untuk mendapatkan individu maupun populasi keturunan yang sesuai dengan kedua tetuanya. Tujuan dari penelitian ini adalahmenganalisis ketelusuran genetik keturunan didasarkan pada pola dan ukuran alel kedua tetuanya menggunakan marka Simple Sequence Repeat (SSR). Sebanyak 90 pohon dari 6 populasi hasil persilangan di kebun percobaan AD02S dan AD03S Kebun Adolina serta MA22S Kebun Marihat PT. Perkebunan Nusantara IV digunakan dalam penelitian ini. Contoh daun dan polen digunakan untuk mendapatkan DNA genomik. DNA genomik tersebut diamplifikasi menggunakan metode multipleks 8 marka SSR dengan mengikutkan label fluorosen 6-FAM, HEX, dan NED. Analisis fragmen dan perolehan data genotipe dilakukan menggunakan bantuan program Gene Marker® versi 2.4.0 Soft Genetics® LLC. Analisisketelusuran genetik dilakukan dengan mengindahkan sebaran segregasi alel keturunan berdasarkan Hukum Mendel. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 4 individu dari 3 keturunan dengan nomor serbuk N, P, dan S yang segregasi alel-alelnya tidak sesuai dengan pola dan ukuran kedua tetuanya. Individu tersebut antara lain dengan nomor pohon-baris 22-30 di AD02S; 29-27 di MA22S; 9-22 dan 9-28 di AD02S. Sebanyak 4 keturunan lainnya menunjukkan kesesuaian segregasi genotipe dengan kedua tetuanya yaitu nomor serbuk M, Q, R, dan O

    DUGAAN GEJALA DEPRESI SILANG-DALAM DAN TINGKAT HOMOZIGOSITAS POPULASI KELAPA SAWIT HASIL PENYERBUKAN SENDIRI GENERASI KE-4 SP540T DAN GENERASI KE-5 DURA DELI

    Full text link
    Inbreeding is a common method used to reproduce candidate mother plant from selected parental lines for commercial seeds in Reciprocal Recurrent Selection (RRS) oil palm breeding program. However this practice may increased homozigosity level of selected population. This study concerned the level of homozygosity of SP540T fourth generations and Dura Deli Dolok Sinumbah fifth generations (3 crosses respectively) and their correlation with inbreeding depression symptoms. Polymerase Chain Reaction-Simple Sequence Repeat (PCR-SSR) with 16 markers developed for oil palm was used to analyze 327 samples. The result shows that the levels of homozigosity of SP540T fourth selfing generation were ranged between 0.44-0.84 or 0.61 in average. While the levels of homozygosity of Dura Deli fifth selfing generations were ranged between 0.60-0.93 or 0.78 in average. The homozygosity level in Dura Deli was 1.27% higher than SP540T populations. Correlation analysis showed that the higher the level of homozygosity, the higher of the inbreeding symptoms 2 observed (R =0.95).Silang-dalam merupakan salah satu metode yang dilakukan untuk memperbanyak tetua terpilih sebagai calon pohon induk pada program Reciprocal Recurrent Selection (RRS). Akibat dari silang-dalam pada tanaman kelapa sawit adalah terjadinya homozigositas yang tinggi pada generasi pohon yang akan dipilih. Tujuan penelitian adalah mengetahui tingkat homozigositas pada silang diri generasi ke-4 SP540T dan generasi ke-5 populasi Dura Deli Dolok Sinumbah yang masing-masing terdiri dari 3 persilangan dan korelasinya terhadap gejala depresi silang-dalam. Data genotipe diperoleh dengan pendekatan Polymerase Chain Reaction-Simple Sequence Repeat (PCR-SSR) menggunakan 16 marka SSR yang telah dikembangkan di kelapa sawit pada 327 pohon contoh. Hasil penelitian menunjukkan homozigositas pada 3 persilangan dari generasi ke-4 populasi SP540T berkisar antara 0,44-0,84 dengan rerata 0,61, sedangkan dari generasi Dura Deli berkisar antara 0,60-0,93 dengan rerata 0,78. Homozigositas pada populasi Dura Deli lebih tinggi 1,27% dibandingkan populasi SP540T. Analisis korelasi menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat homozigositas maka semakin tinggi gejala depresi 2 silang-dalamnya (R =0,95)

    PENGHITUNGAN INDEKS VEGETASI CITRA WORLDVIEW-2 UNTUK ESTIMASI PRODUKSI KELAPA SAWIT

    Full text link
    Remote sensing application that used integrated with environmentally factors for oil palm yield estimating using Worldview-2 Imagery vegetation index (VI) was done. The aims of this study to get : 1) Red Edge Normalized Different Vegetation Index (RENDVI) and C h l o r o p h y l l I n d e x R e d E d g e ( C IRE ) ; 2) Correlation both of VI and oil palm yield; 3) oil palm yield estimation. The methods that used in this study were VI calculation by using RENDVI [(λNIR -λRED EDGE)/(λNIR +λRED EDGE )] and CIRE = [(λNIR /λRED EDGE )-1]. Oil EDGE NIR RED EDGE NIR RED EDGE palm yield estimation done by using linier regression and multiple linier regression. Linier regression used oil palm yield as dependent factor (Y) and VI as independent factor. Multiple linier regression used oil palm yield as dependent factor (Y), vegetative factors (oil palm yield, population per hectars, leaf area index) and environmentally factor (% clay, soil fertility index, altitude and water balance) as independent factors. The results of this study were: 1) the RENDVI value range -1 to 0.493 with average 0.30; while the CIRE value range -1 until 1.845 with average value 0.85. 2) The RENDVI dan CIRE have low positive linier correlation with oil pal yield rendah (rRENDVI = 0.355 dan rCIRE = 0.354); 3) Oil palm RENDVI CIRE yield estimation that using RENDVI and CIRE , vegetatation factors, environmentally factors data integration have similar correlation (r=0.763). Overall estimation model accuration get more than 90% estimation accuration on current month.Pemanfaatan penginderaan jauh yang diintegrasikan dengan faktor lingkungan untuk estimasi produksi melalui penghitungan index vegetasi Citra Worldview-2 telah dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh : 1) nilai indeks vegetasi Red Edge Normalized Different Vegetation Index (RENDVI) dan Chlorophyll Index Red Edge (CIRE ); 2) RE hubungan masing-masing nilai indeks vegetasi dengan produktivitas tanaman kelapa sawit; 3) persamaan estimasi produksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa penentuan indeks vegetasi RENDVI [(λNIR -λRED EDGE)/(λNIR +λRED EDGE)] dan NIR RED EDGE NIR RED EDGE CIRE = [(λNIR /λRED EDGE)-1]. Estimasi produksi dilakukan NIR RED EDGE dengan regresi linier dan regresi linier berganda. Regresi linier melibatkan produktivitas (kg/ha/bulan) sebagai faktor dependen, sedangkan indeks vegetasi digunakan sebagai faktor independen. Regresi linier berganda digunakan dengan melibatkan faktor vegetatif (umur tanaman, jumlah pohon per ha, dan LAI), faktor lingkungan (persen liat, indeks kesuburan tanah, ketinggian tempat, dan keseimbangan air), dan transformasi indeks vegetasi. Hasil dari penelitian ini adalah 1) hasil transformasi indeks vegetasi RENDVI diperoleh -1 sampai dengan 0,493 dengan rerata 0,30, sedangkan CIRE -1 sampai dengan 1,845 dengan rerata 0,85; 2) Transformasi indeks vegetasi RENDVI dan CIRE memiliki hubungan linier positif dengan produksi dengan nilai hubungan yang rendah (rRENDVI = RENDVI 0,355 dan rCIRE = 0,354). 4). Estimasi produksi yang CIRE diperoleh dari indeks vegetasi RENDVI dan CIRE memiliki hasil yang hampir sama (r=0,763). Akurasi model estimasi menggunakan indeks vegetasi yang diintegrasikan dengan faktor lingkungan diperoleh secara keseluruhan lebih dari 90% pada bulan berjalan

    OPTIMASI PROTOKOL EKSTRAKSI DNA Elaeidobius kamerunicus

    Full text link
    African pollination weevil (Elaeidobius kamerunicus Faust) has an important role in the productivity of Indonesian oil palm plantation. Up to now, there has not been a comprehensive biological study of the species at molecular level. The basic knowledge is very useful for exploitation of the weevil for effective oil palm fruit set development. This research aimed to obtain DNA extraction protocol of E. kamerunicus for DNA fingerprinting of the species. Results showed that using a DNA extraction kit,material disruption by using micro pestle resulted the highest quantity of DNA, while there were no significant differences of resulted DNA quantity among treatments using tissue lyser for material disruption. DNA extracted by using micro pestle or tissue lyser for material disruption is adequate for DNA fingerprinting using AFLP (Amplified Fragment Length Polymorphism) and sequencing techniques.Serangga penyerbuk kelapa sawit (Elaeidobius kamerunicus Faust) memiliki peran penting pada tingkat produktivitas perkebunan kelapa sawit di Indonesia. Hingga saat ini, belum ada penelitian yang cukup komprehensif mengenai biologi spesies tersebut pada tingkat molekuler. Padahal, pengetahuan dasar tersebut sangat berguna bagi pengembangan serangga penyerbuk kelapa sawituntuk tujuan efektivitas pembentukan fruit set kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan protokol ekstraksi DNA E. kamerunicus yang sangat berguna bagi analisis sidik jari DNA spesies tersebut. Hasil menunjukkan bahwa pada penggunaan suatu kit ekstraksi DNA, material sampel yang dihancurkan terlebih dahulu dengan micro pestle tanpa penambahan larutan penyangga menghasilkan DNA dengan kuantitas tertinggi, sementara perlakuan lain yang menggunakan tissue lyser sebagai penghancur material tidak memiliki perbedaan kuantitas DNA yang nyata. DNA yang diperoleh baik dengan cara menggunakan micro pestle atau tissue lyser untukpenghancuran material menghasilkan DNA yang memadai untuk analisis sidik jari DNA menggunakan teknik AFLP (Amplified Fragment Length Polymorphism) dan sekuensing

    135

    full texts

    150

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Indonesian Journal of Oil Palm Research / Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇