Indonesian Journal of Oil Palm Research / Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
Not a member yet
    150 research outputs found

    KEMURNIAN KETURUNAN MENGGUNAKAN MARKA SSR SEBAGAI SISTEM KONTROL DAN SELEKSI DINI KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis JACQ.)

    Full text link
    Information of legitimacy of oil palm progenies is important to guaranty the quality and to control commercial seeds procedures. A true and legitimate cross will produce progeny which has a combination of their parent's allele. The information could be obtained early in the nursery stage through DNA fingerprinting analysis. Simple Sequence Repeats (SSR) is one of DNA markers used for DNA fingerprinting, since the marker system has advantages to acquire information of allele per individual in population and efficiency diverse allele of progeny and their parents. The aim of the research is to obtain legitimacy of 12 progenies analyzing in the oil palm nursery stage. Thirteen SSR markers were used to analyze 12 crossings number of oil palm. The genotypes data by alleles of SSR inferred and quantified using Gene Marker® Software version 2.4.0 Soft Genetics® LLC and analyzed based on Mendel's Law of Segregation. The result showed based on heredity pattern of progeny and their parent's allele that progenies H were indicated genetically derived from their known parents while progenies from A and G indicated as illegitimate crossing. Probability value for legitimacy of progenies of 9 other crosses has 0.031 and 0.5. Legitimacy analysis of progeny using SSR markers could be used to control the quality of crossing material and earlier selection in the oil palm nursery.Analisis kemurnian keturunan hasil persilangan pada program pemuliaan kelapa sawit sangat diperlukan untuk menjamin benih yang dihasilkan bermutu dan terkontrol. Persilangan yang benar dan murni akan menghasilkan keturunan yang memiliki perpaduan alel dari kedua tetuanya. Informasi kemurnian keturunan hasil persilangan dapat diperoleh dari analisis sidik jari DNA. Salah satu metode analisis DNA yang digunakan adalah Simple Sequence Repeats (SSR) yang diketahui memiliki keunggulan untuk mendapatkan informasi alel per individu dalam satu populasi dan efisien untuk membedakan alel keturunan dan tetuanya. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis kemurnian keturunan 12 nomor penyerbukan di tahap pembibitan kelapa sawit. Sebanyak 13 marka SSR yang telah dieksplorasi pada genom kelapa sawit digunakan dalam penelitian ini. Data genotipe berupa alel-alel SSR dibaca dan dikuantitatifkan menggunakan perangkat Gene Marker® versi 2.4.0 Soft Genetics® LLC dan dianalisis berdasarkan Hukum Segregasi Mendel. Berdasarkan pola pewarisan alel keturunan dengan tetuanya, nomor penyerbukan H dapat dinyatakan sesuai dengan Hukum Mendel, sedangkan nomor penyerbukan A dan G terindikasi tidak sesuai dengan Hukum Mendel. Nilai probabilitas kemurnian keturunan pada 9 nomor penyerbukan yang lainnya adalah 0,031 dan 0,5. Analisis kemurnian keturunan menggunakan marka SSR dapat dilakukan untuk sistem kontrol kualitas hasil persilangan dan seleksi dini di pembibitan kelapa sawit

    PENYUSUNAN MODEL PENDUGAAN POLA PRODUKTIVITAS BULANAN KELAPA SAWIT BERDASARKAN JELUK DAN HARI HUJAN

    Full text link
    Oil palm requires evenly distributed rainfall throughout the year to achieve optimum yield. This study was aimed to estimate monthly oil palm yield based on depth of rainfall and rainy days data. Yield data were collected from 12 years old of oil palm grown on mineral soils at 15 plantations in North Sumatra. The yield data were monthly data of 2016 and 2017 for database and comparison, respectively. Data of depth of rainfall and rainy days were from 2012-2016. Data were analysed using linear and non-linear correlation between depth of rainfall versus yield and rainy days versus yield at time lag of 0, 6, 12, 18, 24, 30, 36, 42, and 48 months. The results of correlation analysis were used to construct an equation model for estimating monthly yield patterns. Based on values of Root Mean Square Error (RMSE), MeanAbsolute Bias Error (MABE), and Mean Absolute Percentage Error (MAPE) between estimation and actual monthly yield of 2017, it could be conluded that estimation model based on rainy days were more accurate than when it was based on depth of rainfall. The values of RMSE, MABE, MAPE of estimation model based on rainy days were 0,337; 0,275; 15,482%, respectively; while based on depth of rainfall the values were 0,367; 0,296; 16,594%, respectively.Untuk produktivitas optimal, kelapa sawit memerlukan curah hujan yang terdistribusi merata sepanjang tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menduga pola produktivitas bulanan kelapa sawit berdasarkan data jeluk dan hari hujan bulanan. Penelitian dilakukan di Sumatra Utara, yaitu pada kelapa sawit tahun umur 12 tahun di 15 kebun kelapa sawit di lahan mineral. Data yang digunakan adalah data jeluk hujan (CH) dan hari hujan (HH) bulanan antara tahun 2012-2016, data produktivitas bulanan tahun 2016 sebagai basis data, serta data produktivitas bulanan tahun 2017 sebagai data pembanding. Data dianalisis menggunakan analisis korelasi linear dan non-linear antara jeluk hujan dengan produktivitas serta hari hujan dengan produktivitas pada lag (jeda waktu) 0, 6, 12, 18, 24, 30, 36, 42, dan 48 bulan. Hasil analisis korelasi digunakan untuk membangun model pendugaan pola produktivitas bulanan. Nilai Root Mean Square Error (RMSE), Mean Absolute Bias Error (MABE), dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE) antara hasil pendugaan dengan capaian aktual produktivitas bulanan tahun 2017 menunjukkan bahwa model pendugaan menggunakan data hari hujan lebih akurat dibandingkan jika menggunakan data jeluk hujan. Nilai rata-rata RMSE; MABE; dan MAPE model pendugaan berdasarkan hari hujan adalah 0,337; 0,275; dan 15,482%; sementara jika menggunakan data jeluk hujan nilainya berturut-turut sebesar 0,367; 0,296; dan 16,594%

    ASSESSMENT MODEL MUKA AIR TANAH PADA PERTANAMAN KELAPA SAWIT DI LAHAN BERBUKIT

    Full text link
    The aim of this research is to assess performance of developed water table model on oil palm area in a hilly land. The model requires some data of initiatial condition, input model, and physical parameters of the soils and crops. Initial data includes leaf area index, latitude geography position, initial water table, and the deep of impermeable soil layer. Input model includes daily weather data (rainfall, temperature, solar radiation, and wind speed). Soil physic parameters includes bulk volum density at each soil layers, and run-off of the soil surface. The crop parameters includes rainfall interception of crown and stem plants. Daily water table measurement was carried out at 3 points of wells located in one line hilly catena (30 – 70 m above sea level) with slope about of 15% (top, middle, and foot). The area was the 20 years old oil palm planting area, soil type was Typic Hapludult with coarse to fine soil texture, hydraulic conductivity was classified as fast. The water table in this area was located in unconfined aquifer zone. The results showed that outputs of the model were 3 - 4% higher than the actual values observed on the top hill, 7 – 8% lower than the actual values on the middle sloping of the hill, and 7 – 7.5% lower than the actual values on the foot hill. The high rate of run-off at the top might have reduced the water inflow (through infiltration process) to the system, causing output values of the model were higher than the actual values. On the other hand, the water inflow from the top to the lower area might have increased the water inflow to the system, so that the actual values were higher than the output values of the water table model. Adjustments of parameters mainly run-off rate and hydraulic potential gradient on sloping and hilly physiography might increase the accuracy of the model.Penelitian ini bertujuan menguji keragaan keluaran model muka air tanah yang dikembangkan saat ini pada pertanaman kelapa sawit dengan fisiografis berbukit. Model memerlukan data inisiasi, data masukan, dan parameter fisik tanah dan tanaman. Data inisiasi meliputi penutupan vegetasi (Indeks Luas Daun), posisi lintang geografis, kedalaman muka air tanah awal, dan kedalaman lapisan kedap air. Data masukan meliputi data cuaca harian (curah hujan, suhu, kelembapan, radiasi surya, dan kecepatan angin). Parameter fisik tanah meliputi berat volume setiap lapisan tanah dan limpasan air permukaan tanah (run-off). Parameter tanaman meliputi intersepsi tajuk dan batang tanaman terhadap curah hujan. Pengamatan muka air tanah harian dilakukan terhadap 3 titik sumur pantau pada suatu garis katena bukit di pertanaman kelapa sawit berumur 20 tahun dengan kelerengan 15% dan berjenis tanah Typic Hapludult dengan ketinggian 30 – 70 m di atas permukaan laut. Tanah pada lokasi penelitian memiliki tekstur kasar hingga halus dengan konduktivitas hidrolik tergolong cepat dan air tanah pada lokasi ini berada zona unconfined aquifer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluaran model lebih tinggi 3 – 4% dibanding pengamatan aktual pada area di puncak bukit, keluaran model lebih rendah 7 – 8% pada area dibanding pengamatan aktual di lereng bukit, dan keluaran model lebih rendah 7 – 7,5% dibanding pengamatan aktual pada area di kaki bukit. Laju run-off Penelitian ini bertujuan menguji keragaan keluaran model muka air tanah yang dikembangkan saat ini pada pertanaman kelapa sawit dengan fisiografis berbukit. Model memerlukan data inisiasi, data masukan, dan parameter fisik tanah dan tanaman. Data inisiasi meliputi penutupan vegetasi (Indeks Luas Daun), posisi lintang geografis, kedalaman muka air tanah awal, dan kedalaman lapisan kedap air. Data masukan meliputi data cuaca harian (curah hujan, suhu, kelembapan, radiasi surya, dan kecepatan angin). Parameter fisik tanah meliputi berat volume setiap lapisan tanah dan limpasan air permukaan tanah (run-off). Parameter tanaman meliputi intersepsi tajuk dan batang tanaman terhadap curah hujan. Pengamatan muka air tanah harian dilakukan terhadap 3 titik sumur pantau pada suatu garis katena bukit di pertanaman kelapa sawit berumur 20 tahun dengan kelerengan 15% dan berjenis tanah Typic Hapludult dengan ketinggian 30 – 70 m di atas permukaan laut. Tanah pada lokasi penelitian memiliki tekstur kasar hingga halus dengan konduktivitas hidraulik tergolong cepat dan air tanah pada lokasi ini berada zona unconfined aquifer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluaran model lebih tinggi 3 – 4% dibanding pengamatan aktual pada area di puncak bukit, keluaran model lebih rendah 7 – 8% pada area dibanding pengamatan aktual di lereng bukit, dan keluaran model lebih rendah 7 – 7,5% dibanding pengamatan aktual pada area di kaki bukit. Laju run-off yang relatif tinggi pada puncak bukit diduga mereduksi air infiltrasi sehingga mengurangi inflow air. Sedangkan pada area lereng dan kaki bukit, inflow air dari area puncak yang berasal dari run-off, meningkatkan air infiltrasi pada kedua area tersebut, sehingga pengukuran aktual lebih tinggi dari keluaran model. Penyesuaian parameter laju run-off dan gradien potensi hidrolik pada area lereng dan perbukitan dapat meningkatkan akurasi keluaran model

    ANALISIS KANDUNGAN HARA MAKRO DI DALAM TANAH DENGAN METODE NEAR INFRA RED (NIR)

    Full text link
    Fertilizer costs are the largest component of production costs in oil palm plantations. To obtain precise data dosage and type of fertilizer used, it is necessary to analyze the contents of macro and micronutrients in soil in oil palm plantation. Analysis of nutrients content using the conventional method is expensive and not environmentally friendly. Analysis by Near Infra Red (NIR) spectroscopyy method has several advantages such as rapid, does not require chemicals, and environmentally friendly. Soil samples used in this study were 419 samples originating from the farm of PT. Perkebunan Nusantara in North Sumatra. Nutrients contents of the soil was determined by conventional methods and is used for calibration and validation of NIR Master of Buchi. Results of soil nutrients analysis with NIR method showed that the 2 value of r for N, P, K, Mg, and Ca respectively is 0,08; 0,7; 0,5; 0,3; and 0,8. While the difference of value of analysis using conventional method and NIR for parameter N, P, K, Mg and Ca respectively is 0.012%, 8,317 ppm, 0.045 meq/100g, 0.173 meq/100g, and 2 0.936 meq/100g. Although the value of r is relatively low but the difference in the analysis results using conventional and NIR methods is also low . Thus the analysis of macro nutrient content in the soil in oil palm plantations is very possible can be done with NIR spectroscopy method.Biaya pemupukan merupakan komponen biaya produksi terbesar pada perkebunan kelapa sawit. Untuk memperoleh data tepat dosis dan jenis pupuk yang digunakan, maka perlu dilakukan analisis kandungan hara makro dan mikro di dalam tanah di perkebunan kelapa sawit. Analisis kandungan hara makro dan mikro menggunakan cara konvensional biayanya mahal dan tidak ramah lingkungan. Analisis dengan metode spektroskopi Near Infra Red (NIR) mempunyai beberapa kelebihan seperti cepat, tidak memerlukan bahan kimia, dan ramah lingkungan. Sampel tanah yang digunakan di dalam penelitian ini sebanyak 419 sampel yang berasal dari kebun PT Perkebunan Nusantara di Sumatra Utara. Kandungan hara makro tanah ini ditentunkan dengan metode konvensional dan digunakan untuk kalibrasi dan validasi NIR Master dari Buchi. Hasil analisis hara tanah di perkebunan kelapa sawit dengan metode NIR 2 memperlihatkan bahwa nilai r untuk N, P, K, Mg dan Ca berturut-turut adalah 0,08; 0,7; 0,5; 0,3; dan 0,8. Sedangkan selisih nilai analisis menggunakan metode konvensional dan NIR untuk parameter N, P, K, Mg, dan Ca berturut-turut adalah 0,012%, 8,317 ppm, 0,045 meq/100g, 0,173 meq/100g, dan 0,936 meq/100g. Walaupun nilai r2 relatif rendah namun perbedaan hasil analisis menggunakan metode konvensional dan NIR juga rendah. Dengan demikian analisis kandungan hara makro di dalam tanah di perkebunan kelapa sawit sangat memungkinkan untukdilakukan dengan metode spektroskopi NIR

    KEEFEKTIFAN FUNGISIDA TERHADAP ISOLAT CENDAWAN TERBAWA BENIH KELAPA SAWIT

    Full text link
    Oil palm seed is known to bring some pathogenic microbes and reduce the quality of seeds. Research aims to determine the effectiveness of fungicide active ingredients and later as a recommendation fungicide to control fungal isolates carried by oil palm seeds. Research were conducted in the Plant Protection laboratory, IOPRI business unit of Marihat, from April to October 2016. Research using descriptive analysis of seeds and seed health testing methods used consisted of visual observation of seeds and washing test. Seeds obtained from six production sites namely derpericarping, seed selection, first immersion, first winding, germination chamber, and distribution of germinated seed. The fungicides used consist of 39 different types of active ingredients. From the results of seed health testing there are three fungi carried by seeds that have been isolated, ie Aspergillus, Penicillium, and Mucor. These three fungi were further tested against 39 types of fungicides and the result there are 13 to 18 of fungicides that are effective to suppress the growth rate of the three fungi until the seventh day after the application.Benih kelapa sawit diketahui dapat membawa beberapa mikroba yang bersifat patogenik dan menurunkan mutu benih. Penelitian bertujuan untuk mengetahui keefektifan bahan aktif fungisida kimia dan nantinya sebagai bahan rekomendasi pengendalian cendawan terbawa benih. Penelitian dilakukan di laboratorium Proteksi Tanaman, PPKS Unit Usaha Marihat, Sumatra Utara, pada April hingga Oktober 2016. Penelitian menggunakan analisis deskriptif benih dan metode pengujian kesehatan benih yang digunakan terdiri atas pengamatan visual benih kering dan teknik pencucian benih (washing test). Benih diperoleh dari 6 lokasi produksi yaitu pengupasan benih, seleksi benih, perendaman 1, penganginan 1, ruang perkecambahan, dan penyaluran benih. Fungisida yang digunakan terdiri atas 39 jenis bahan aktif yang berbeda. Dari hasil pengujian kesehatan benih terdapat tiga cendawan terbawa benih yang berhasil diisolasi yaitu Aspergillus, Penicillium, dan Mucor. Ketiga cendawan ini selanjutnya diuji terhadap 39 jenis fungisida dan hasilnya terdapat 13 sampai 18 fungisida yang efektif menekan laju pertumbuhan ketiga cendawan tersebut hingga hari ke-7 setelah aplikasi

    EFEK KEKERINGAN DAN GANGGUAN ASAP TERHADAP EKOFISIOLOGI DAN PRODUKTIVITAS TANAMAN KELAPA SAWIT DI SUMATRA SELATAN

    Full text link
    Prolonged dry season, land fire, and haze disturbance occurred during El Niño 2015 in Indonesia. A study had been conducted to identify impacts of prolonged dry season and haze disturbance on ecophysiology of oil palm in Dawas Estate, South Sumatra. The study was conducted by collecting data of precipitation, visibility, oil palm fronds addition, rate of photosynthesis, Photosinthetically Active Radiation (PAR), and Elaeidobius kamerunicus activity on mature and immature palm before, during and after the incidence of drought and haze disturbance. T test was used for statistics analysis. The results showed that water deficit was recorded in July, August, September and October, it was 45, 92, 80, and 148 mm respectively. Dry month (precipitation was ≤ 60 mm) was 2 months, while dry spell occurred 3 times in June to July (33 days), August to September (42 days), and September to October (40 days). Haze disturbance occurred in August to November, it had decreased visibility to 80%. During drought stress and haze disturbance, there was decrease in fronds addition, photosynthesis rate and bunch productivity in following year. In addition, haze disturbance had decreased number of Elaeidobius kamerunicus visitting female flowers up to 95%.Kekeringan panjang, kebakaran lahan, dan gangguan asap terjadi selama El Niño 2015 di Indonesia. Penelitian telah dilakukan untuk mengetahui dampak kekeringan panjang dan gangguan asap terhadap ekofisiologi tanaman kelapa sawit di Kebun Dawas, Sumatra Selatan. Penelitian dilakukan dengan menghimpun data curah hujan, visibilitas, pertambahan pelepah kelapa sawit, laju fotosintesis, Photosinthetically Active Radiation (PAR), dan aktivitas serangga Elaeidobius kamerunicus pada TBM dan TM saat sebelum, ketika, dan sesudah terjadinya cekaman kekeringan dan gangguan asap. Analisis data dilakukan secara statistik menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa defisit air terjadi pada Juli, Agustus, September dan Oktober berturut-turut sebesar 45, 92, 80, dan 148 mm. Jumlah bulan kering (≤ 60mm) adalah 2 bulan, sementara hari terpanjang tidak hujan (dry spell) terjadi 3 kali yaitu selama Juni-Juli (33 hari), Agustus-September (42 hari), dan September-Oktober (40 hari). Gangguan asap terjadi pada Agustus-November dengan penurunan visibilitas mencapai 80%. Selama periode cekaman kekeringan dan gangguan asap tersebut,terjadi penurunan pertambahan pelepah baru, laju fotosintesis dan penurunan produksi di tahun berikutnya. Gangguan asap juga mengakibatkan penurunan kunjungan serangga Elaeidobius kamerunicus ke bunga betina hingga 95%

    ANALISIS KESIAPAN PETANI DAN KOPERASI DALAM PROGRAM PEREMAJAAN PERKEBUNAN RAKYAT KELAPA SAWIT (Studi Kasus Petani Lingkup Ophir, Kab. Pasaman Barat, Provinsi Sumatra Barat)

    Full text link
    The study of replanting models for smallholding oil palm plantation analysis is focus on smallholders and cooperatives' readiness assessment involves in replanting and business development program. The research objects are four oil palm plantantion cooperatives (KPS) in Ophir, West Pasam: KPS Perintis, KPS Indah, KPS Maju and KPS Makmur. Smallholders readiness in replanting and business development program was assessed through three criterias, which are ability to repay of debt, good faith to join community, and cooperative capacity. The results showed that smallholders in KPS Ophir are basically ready and feasible in obtaining financing and follow the oil palm replanting program, but access to financing and regulations that requires avalis become constrains for the smallholders.Kegiatan penelitian analisis model replanting perkebunan rakyat kelapa sawit fokus kepada studi penilaian kesiapan petani dan koperasi untuk mengikuti program peremajaan dan program pengembangan usaha. Objek penelitian adalah empat Koperasi Perkebunan Sawit (KPS) di Lingkup Ophir, Pasaman Barat, yaitu: KPS Perintis, KPS Indah, KPS Maju dan KPS Makmur. Kesiapan petani dalam mengikuti program peremajaan dan pengembangan usaha koperasi dinilai melalui tiga kriteria, yaitu analisis kemampuan petani dalam melunasi hutang (ability to repay of debt), analisis iktikad baik petani dalam berorganisasi (good faith to join community), dan analisis penilaian kapasitas koperasi (cooperative capacity). Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani KPS lingkup Ophir pada dasarnya siap dan layak dalam memperoleh pembiayaan maupun mengikuti program peremajaan perkebunan rakyat kelapa sawit, namun akses terhadap pembiayaan dan regulasi yang mengharuskan adanya avalis menjadi kendala dalam kegiatan replanting kebun petani

    PRODUKSI JENIS KELAMIN TANDAN BUNGA KELAPA SAWIT DAN RESPONSNYA TERHADAP PERLAKUAN EXOGENOUS HORMONE TANAMAN PADA LAHAN YANG MENGALAMI KEKERINGAN

    Full text link
    To determining effects of drought on the oil palm sex inflorescene and its response on plant hormone treatmet under drought condition. Then it was carried out the serial treatment at indonesian oil palm research institute (IOPRI) field area trial in Pulau Maria, Asahan District, North Sumatra during 4 year (2013 until midle of 2016). These area having flat topography class with sandy loam texture of typic paleudult soil type and suffering frequently of 200- 460 mm water deficit per year. The trial were undertaken on oil palm tenera's type with 8 years old (planted in 2005). The trial including, 4 kind of phytohormone plus the control treatment, which treated on plant with several of dose and frequency. The phytohormone were IAA (auxsin, Indole-3-acetic acid), BAP (citokinin, 6-benzylaminopurine), GA_3 (gibberelline, gibberellic acid), dan ABA (absisic acid). The dose of each of these kind of hormone were 100, 300, dan 500 ppm, with frequenscy application once and twice per year. The trial design following randomized block design with 3 replicated. Individual unit treatment was the indivduplant. The variable that observed were female, male, and aborted inflorescence; number of frond production; and vegetative growth (height of plant and length of rachis frond). Analysis effect the drought on oil palm sex inflorescene were done by correlation analysis between rainfall and water deficit with inflorescene production. The result shown drought period decline of female inflorescense, and increasing male and aborted inflorescense. Auxin (IAA) treatment, induced vegetatif growth, but contrarily, declining female inflorescense production and increasing male and aborted inflorescense. Gibberelline (GA_3) treatment, decreasing commonly female inflorescense production, and increasing male and aborted inflorescense, mainly in the certain peak of drought periods. Citokinin (ABA) and absicic asid (ABA), tend tokeep female inflorescense production in drought condition, in a way reducing number of aborted inflorescense. Citokinin (BAP), was dominantly plant hormone to keep female inflorescense production.Untuk mengetahui pengaruh kekeringan terhadap produksi jenis kelamin tandan bunga kelapa sawit dan responsnya terhadap perlakuan hormon tanaman pada lahan yang mengalami kekeringan, maka dilakukan penelitian di kebun percobaan PPKS Pulau Maria, Kabupaten Asahan, Sumatra Utara selama 4 tahun pada tanaman kelapa sawit tenera berumur 8 tahun (tahun tanam 2005), yang ditanam pada lahan yang datar, dengan jenis tanah Typic Paleudult, dengan bertekstur lempung berpasir (sandy loam). Areal penelitian sering mengalami defisit air sebesar 200-400 mm setiap tahunnya. Perlakukan terdiri dari pemberian 4 jenis hormon, yaitu IAA (auksin, Indole-3-acetic acid), BAP (sitokinin, 6-benzylaminopurine), GA_3 (gibberellin, gibberellic acid), dan ABA (asam absisik, absisic acid). Setiap jenis hormon diberikan dengan dosis 100, 300, dan 500 ppm/pohon, dengan frekuensi pemberian setiap 1 dan 2 kali. Desain penelitian adalah rancangan acak kelompok (randomized block design), dengan ulangan tiga kali. Peubah yang diamati produksi jenis bunga (jantan dan betina), bunga gugur, emisi pelepah daun, dan vegetatif, yaitu tinggi dan panjang rakhis pelepah daun. Analisis efek kekeringan dilakukan dengan analisis korelasi antara peubah iklim, curah hujan, hari hujan, dan defisit air tahunan dan produksi jenis tandan bunga. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa cekaman kekeringan menurunkan produksi tandan bunga betina, meningkatkan tandan bunga jantan, dan kejadian tandan bunga yang gugur. Perlakuan hormon auksin (IAA), memacu pertumbuhan organ vegetatif, tetapi sebaliknya menurunkan produksi tandan bunga betina dan meningkatkan tandan bunga jantan dan kejadian tandan bunga gugur. Perlakuan hormon gibberellin (GA_3), secara umum menurunkan produksi tandan bunga betina, dan meningkatkan tandan bunga jantan dan kejadian tandan bunga gugur, terutama pada tahun puncak cekaman kekeringan. Hormon sitokinin (BAP) dan dan asam absisik (ABA), menjaga produksi tandan bunga betina pada kondisi cekaman kekeringan, dengan mengurangi tandan bunga yang gugur. Hormon sitokinin (BAP), adalah hormon yang paling kuat dalam mempertahankan produksi tandan bunga betina

    KARAKTERISASI MINYAK SELAMA PEMATANGAN BUAH PADA TANAMAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) VARIETAS DxP SIMALUNGUN

    Full text link
    This research was conducted to study the changing levels of oil, kernel and water on the palm fruits, palm kernel oil content on the kernel, and chlorophyll, carotene and tocols (tocopherols & tocotrienols) content on oil from oil palm plants D × P Simalungun during ripening fruits for 0 to 24 weeks after reseptic (WAR). Fruits fertilized at 0 WAR containing 81% water, 0.5% oil and not containing the kernel. Water levels declined during ripening of fruits and at 20 – 24 WAR by 27 – 36%. Levels of oil rised during ripening fruits and increased rapidly after 17 WAR, maximum oil content (51.6%) was obtained at 22 WAR, which was the optimum time for harvesting the fruits. Kernel had not formed until 4 WAR and formed in 5 WAR (0.1%), the increase occurred in the 14 – 24 WAR by 4 – 5%. Changes in fatty acid shown by the total unsaturated fatty acids (polyunsaturated) decreased, while total saturated fatty acids increased. Changes in the main fatty acids were palmitic (C16:0), linoleic (C18:2), oleic (C18:1), linolenic acid (C18:3) and stearic (C18:0). Changes in fatty acids also cause changed of iodine value. Carotene had been established at 0 WAR (73 ppm) and then continue rised to 12 MSR reach 1,301 ppm and decreased during fruit ripening at 20 – 24 WAR (703 – 598 ppm). Tocols levels continue rised and a drastic improvement occurred at 20 WAR (700.3 ppm from 353 ppm at 19 WAR). Chlorophyll content increased at 0 – 16 WAR (1.7 to 20.9 ppm), and then decreased at 22 – 24 WAR (1.1 to 2.1 ppm). Palm kernel oil content in the kernel at 7 WAR amounted to 56.2% and increased to 15 WAR (56.2 to 68.7%) but decreased at 20 – 24 WAR (54.0 to 59.9%).Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji perubahan kadar minyak, kernel dan air pada buah, kadar minyak inti sawit pada kernel, dan kadar klorofil, karoten dan tokols (tokoferol & tokotrienol) pada minyak dari tanaman kelapa sawit D×P Simalungun selama pematangan buah 0 – 24 minggu setelah reseptik (MSR). Buah yang terbuahi pada 0 MSR mengandung air 81%, minyak 0,5% dan belum mengandung kernel. Kadar air terus menurun selama pematangan buah dan pada 20 – 24 MSR sebesar 27 – 36%. Kadar minyak terus meningkat selama pematangan buah dan meningkat cepat setelah 17 MSR, kadar minyak maksimum (51,6%) diperoleh pada 22 MSR, yang merupakan waktu optimum untuk pemanenan buah. Kernel belum terbentuk hingga 4 MSR dan mulai terbentuk pada 5 MSR (0,1%), peningkatan terjadi pada 14 – 24 MSR sebesar 4 – 5%. Perubahan asam lemak ditunjukkan dengan total asam lemak tidak jenuh (polyunsaturated) menurun, ketika total asam lemak jenuh meningkat. Perubahan asam lemak utama adalah asam palmitat (C16:0), linoleat (C18:2), oleat (C18:1), linolenat (C18:3) dan stearat (C18:0). Perubahan asam lemak juga menyebabkan bilangan iodin berubah. Karoten telah terbentuk pada 0 MSR (73 ppm) kemudian terus meningkat hingga 12 MSR mencapai 1.301 ppm dan menurun selama pematangan buah 20 – 24 MSR (703 – 598 ppm). Kadar tokols terus meningkat dan peningkatan drastis terjadi pada 20 MSR (700,3 ppm dari 353 ppm pada 19 MSR). Kadar klorofil meningkat pada 0 – 16 MSR (1,7 – 20,9 ppm), kemudian menurun pada 22 – 24 MSR (1,1 – 2,1 ppm). Kadar minyak inti sawit pada kernel pada 7 MSR sebesar 56,2% dan meningkat hingga 15 MSR (56,2 – 68,7%) namun menurun pada 20 – 24 MSR (54,0-59,9%)

    KONSTRUKSI PETA GENETIK KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis JACQ.) PPKS KETURUNAN SP540T DENGAN MENGGUNAKAN MARKA RESTRICTION SITE ASSOCIATED DNA (RAD)

    Full text link
    Construction of genetic linkage on oil palm derived SP540T was established in 2012-2015 in colaboration with PPKS, Indonesia with Neiker, Spain. DNA isolation was conducted in Molecular Biology Laboratory in PPKS Marihat meanwhile RAD analysis was performed in Laboratorio Biotecnologia Vegetal, Neiker, Spain. Genetic map construction was carried out using Restriction Site Associated DNA. A total 532 RAD fragments were applied to configure 16 Linkage Groups (LGs) which represented 16 chromosomes of oil palm. The map spans in 1269.9 map unit (mU) or 79.37 mU per chromosome in average and consists of RAD fragments which could be blasted to the DNA data base to identify candidate genes. Genenic map which had been formed is a fondation of constructing an IOPRI functional map (IOPRImap) when it is integrated with phenotypic data. The IOPRImap is expected to facilitate shortening oil palm selection cycle and defining a precise oil palm breeding strategy.Konstruksi peta pautan kelapa sawit pada populasi keturunan SP540T dilakukan pada 2012 hingga 2015 yang merupakan kerja sama Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), Indonesia dan Neiker, Spanyol. Sebagian kegiatan seperti isolasi DNA dilakukan di PPKS Marihat, sedangkan analisis RAD dilakukan di Laboratorio Biotecnologia Vegetal, Neiker, Spanyol. Peta genetik dikonstruksi menggunakan marka Restriction Site Associated DNA (RAD Tags). Sebanyak 532 fragmen RAD digunakan untuk membentuk 16 kelompok pautan atau Linkage Group (LG) yang mewakili 16 kromosom kelapa sawit. Peta genetik sepanjang 1269,9 map unit (mU) atau rata-rata 79,37 mU per kromosom yang terdiri atas fragmen-fragmen RAD yang dapat dicarikan homologinya dengan sekuen pada data base DNA untuk mengidentifikasi gen kandidat. Peta genetik yang terbentuk menjadi dasar untuk konstruksi peta fungsional PPKS (IOPRImap) setelah diintegrasikan dengan data fenotipik. IOPRImap diharapkan dapat membantu memperpendek siklus seleksi pemuliaan kelapa sawit di PPKS dan membantu menentukan strategi pemuliaan kelapa sawit yang lebih presisi

    135

    full texts

    150

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Indonesian Journal of Oil Palm Research / Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇