Institut Penelitian Matematika Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE): Open Journal System
Not a member yet
    11378 research outputs found

    RISK-BASED MAINTENANCE DENGAN METODE FAILURE MODE AND EFFECTS ANALYSIS (FMEA) UNTUK PENINGKATAN KEANDALAN SISTEM PENDINGIN UDARA DI GEDUNG KOMERSIL

    Get PDF
    Gedung Serba Guna (GSG) di sebagai Gedung komersil di Politeknik Penerbangan Palembang merupakan aset vital yang menopang kegiatan institusional dan komersial berfrekuensi tinggi, sehingga keandalan sistem pendingin udara (Air Conditioning - AC) menjadi krusial. Saat ini, pendekatan pemeliharaan yang diterapkan bersifat dominan reaktif, yang menimbulkan risiko operasional signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemeliharaan yang ada dan menerapkan kerangka kerja Risk-Based Maintenance (RBM) untuk mengidentifikasi mode kegagalan kritis dan meningkatkan keandalan sistem AC secara keseluruhan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui observasi langsung, analisis dokumentasi, dan wawancara semi-terstruktur dengan personel kunci. Metode analisis inti yang digunakan adalah Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) untuk mengukur dan memprioritaskan risiko dengan menghitung Risk Priority Number (RPN) untuk setiap potensi kegagalan. Hasil analisis menunjukkan bahwa praktik pemeliharaan saat ini tidak terjadwal dan dipicu oleh keluhan, yang mengakibatkan kegagalan yang sebenarnya dapat dicegah. FMEA berhasil mengidentifikasi beberapa mode kegagalan berisiko tinggi, dengan panas berlebih pada kompresor akibat unit outdoor yang tersumbat menunjukkan RPN tertinggi. Ditemukan pula adanya diskoneksi persepsi risiko antara manajemen fasilitas yang berhadapan dengan pengguna dan tim teknis yang berfokus pada penggunaan peralatan. Studi ini menyimpulkan bahwa pergeseran dari strategi reaktif ke strategi pemeliharaan proaktif berbasis risiko adalah suatu keharusan. Implementasi program RBM, yang berfokus pada komponen dengan RPN tinggi dan penetapan pemantauan berbasis kondisi, direkomendasikan untuk meningkatkan keandalan sistem, mengoptimalkan alokasi sumber daya, dan menjamin kontinuitas operasional GSG. Kata Kunci: Failure Mode And Effects Analysis, Risk-Based Maintenance, Keandalan Sistem, Pendingin Udar

    PENERAPAN LOAD BALANCE PCC DAN ECMP DALAM PENGGUNAAN AKSES JARINGAN INTERNET SETIAP HARI

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan dua metodologi load balancing yang umum digunakan dalam jaringan komputer, yaitu Per Connection Classifier (PCC) dan Equal-Cost Multi-Path (ECMP). Load balancing merupakan teknik yang penting dalam jaringan komputer untuk mendistribusikan lalu lintas secara efisien guna meningkatkan kinerja jaringan. Dalam penelitian ini, kami melakukan analisis komprehensif terhadap karakteristik, kelebihan, dan kelemahan dari kedua metodologi load balancing tersebut. Kami juga melakukan serangkaian eksperimen menggunakan simulasi jaringan untuk membandingkan kinerja dan efektivitas PCC dan ECMP dalam mengatasi beban lalu lintas yang tinggi. Kata Kunci: Load balancing, Per Connection Classifier (PCC), Equal-Cost Multi-Path (ECMP), Jaringan Komputer, Kinerja Jaringan

    ANALISIS PERBANDINGAN RANDOM FOREST DAN SUPPORT VECTOR MACHINE (SVM) DALAM SISTEM REKOMENDASI JENIS TANAMAN

    Get PDF
    Pemilihan jenis tanaman yang sesuai dengan kondisi lingkungan dan nutrisi tanah merupakan faktor penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan performa dua algoritma Machine Learning, yaitu Random Forest dan Support Vector Machine (SVM), dalam sistem rekomendasi jenis tanaman berdasarkan faktor lingkungan dan nutrisi tanah. Dataset yang digunakan mencakup parameter seperti suhu, kelembapan, kecepatan angin, pH tanah, serta kandungan nitrogen, fosfor, dan kalium. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa algoritma Random Forest memiliki akurasi tertinggi sebesar 89,03%, sedikit lebih baik dibandingkan SVM dengan akurasi 88,51%. Analisis feature importance menunjukkan bahwa Nitrogen (N), Kalium (K), dan Fosfor (P) merupakan faktor paling berpengaruh. Dengan demikian, algoritma Random Forest dinilai lebih optimal untuk diterapkan dalam sistem rekomendasi tanaman berdasarkan data lingkungan dan nutrisi tanah. Kata Kunci: Random Forest, SVM, Rekomendasi Tanaman, Machine Learning, Pertanian

    ANALISIS KECELAKAAN KERJA DI PT RAVANA JAYA DENGAN MENGGUNAKAN METODE FMEA DAN FTA

    Get PDF
    Penelitian bertujuan untuk menganalisis potensi risiko keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di PT Ravana Jaya dengan pendekatan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan Fault Tree Analysis (FTA). Terdapat tujuh potensi bahaya yang teridentifikasi di lingkungan kerja, yaitu: tersandung material, terkena percikan gram atau api las, terpapar bahan kimia, kaki tertancap gram sisa material, terkena part bersuhu tinggi, tersandung kabel, dan terjepit plat material. Melalui penerapan metode FMEA, dilakukan penilaian tingkat keparahan, kemungkinan kejadian, dan deteksi dari setiap risiko untuk menentukan prioritas penanganan. Hasil analisis menunjukkan bahwa risiko dominan dan sering terjadi adalah paparan bahan kimia. Selanjutnya, analisis menggunakan FTA mengungkapkan bahwa penyebab utama dari risiko ini meliputi kurangnya pengetahuan mengenai bahaya bahan kimia, ketidakpatuhan terhadap penggunaan alat pelindung diri (APD), kurangnya sirkulasi udara,, serta rendahnya kesadaran dalam mematuhi standar operasional prosedur (SOP).  Ini menjadi dasar penting dalam merumuskan strategi mitigasi risiko K3 guna meningkatkan keselamatan kerja di lingkungan perusahaan. Kata Kunci: K3, FMEA, FTA, risiko kerja, bahan kimia, PT Ravana Jay

    ANALISIS PENYEBAB DAN RISIKO CACAT PRODUK AIR MINUM DALAM KEMASAN (AMDK) SWA 240 ML DENGAN METODE FMEA DAN RCA PADA PT. SWABINA GATRA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab utama dan prioritas risiko yang terkait dengan cacat produk selama proses produksi air minum dalam kemasan swa 240 ml di PT Swabina Gatra. Metode yang digunakan menggabungkan Failure Mode dan Effect Analysis (FMEA) dengan Root Cause Analysis (RCA) untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan menentukan penyebab akar permasalahan dari mode kegagalan yang diamati. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi langsung di area produksi dan wawancara dengan departemen Kontrol Kualitas. Analisis menunjukkan bahwa cacat dengan Risk Priority Number (RPN) tertinggi terjadi selama proses sealing, dengan RPN sebesar 216. Cacat ini disebabkan oleh tekanan mesin dan suhu pemanasan yang tidak stabil. Analisis RCA digunakan untuk menunjukkan bahwa penyebab utama berasal dari faktor mesin dan faktor manusia. Peningkatan perbaikan yang diusulkan meliputi kalibrasi rutin mesin sealing, pelatihan operator, dan standar daftar periksa harian untuk mesin produksi. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat membantu perusahaan dalam mengurangi jumlah cacat produk dan meningkatkan efektivitas kualitas control.  Kata kunci : FMEA, RCA, Produk Cacat AMDK

    ANALISIS POTENSI KEGAGALAN PROSES UJI COD LIMBAH CAIR DENGAN PENDEKATAN FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) DAN FAULT TREE ANALYSIS (FTA)

    Get PDF
    Pengujian Chemical Oxygen Demand (COD) merupakan parameter penting dalam evaluasi kualitas limbah cair industri. Ketidakakuratan hasil uji dapat menimbulkan ketidaksesuaian dengan standar lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi kegagalan dalam proses uji COD menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan Fault Tree Analysis (FTA). Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen laboratorium. Hasil FMEA menunjukkan mode kegagalan utama meliputi tidak adanya panduan warna indikator (RPN=384), perbedaan persepsi visual antar analis (RPN=343), dan volume reagen tidak sesuai SOP (RPN=343). Analisis FTA mengungkap jalur kegagalan dominan akibat alat tidak terkalibrasi dan kesalahan interpretasi titik akhir titrasi. Kesimpulannya, integrasi FMEA–FTA memberikan analisis risiko yang komprehensif serta menegaskan perlunya kalibrasi alat, penyediaan color chart, dan peningkatan pencahayaan laboratorium untuk menjamin akurasi hasil uji COD. Kata Kunci: COD, FMEA, FTA, Limbah Cair,Risiko Laboratoriu

    RECONSTRUCTION AI APPLICATION DEVELOPMENT DIAGNOSIS CODEFICATION AND HOSPITAL OBSTETRICS CASE ACTION

    Get PDF
    Introduction The electronic medical record (RME) has become the backbone of the modernization of Health Services. However, at this time there are still many found in the process of diagnosis and medical treatment codefication in obstetric cases in hospitals is done manually, which resulted in delays, inaccuracies in the code, as well as the difficulty of BPJS claims. Artificial Intelligence (AI) is one of the solutions in improving the accuracy, efficiency, and consistency of codefication. Objective: This study aims to accelerate the adoption of RME technology, ensure the security of health data, and support interoperability between health facilities, thus speeding up processes, minimizing errors, and supporting the quality of Health Services. Method :  This study was conducted with the concept of Research and Development (RnD). The stages include problem identification, data collection, application design, design validation, revision, limited trial, re-revision, interpretation of results, and socialization. The study was conducted at Rsia Mutiara Bunda Padang in July 2025 involving 6 respondents (code officers, casemix, and management). Data were collected through FGDs, interviews, and observations. Validation is performed by medical records and IT experts, while application trials are judged on speed and accuracy.  Result : The AI application developed can accelerate the process of diagnosis and action codefication on cases with 100% accuracy and coding time efficiency increased by 40% compared to manual methods. Discussion : Reconstruction the development of this AI application improves the accuracy and speeds up the process of codefication of diagnoses and ac apa kabartions in obstetric cases, minimizes errors, and can support the digital transformation of hospitals. Reconstruction, Application, AI, Codefication, Obstetric.

    PERBANDINGAN BIAYA OPERASIONAL SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN EFISIENSI MELALUI DASHBOARD POWER BI

    Get PDF
    Efisiensi biaya merupakan kunci yang sangat penting dalam menjaga struktur arus keuangan untuk memberikan stabilitas dan membantu memaksimalkan kinerja operasional perusahaan. Dikarenakan fakta bahwa banyak perusahaan yang kesulitan untuk mengidentifikasi dan mengetahui bagian dari pengeluaran pada arus laporan keuangan, oleh karena itu menjadi tantangan tersendiri. Proses mengelola dan menganalisis data masih banyak bergantung pada pencatatan atau data tertulis yang tersebar datang dari berbagai arah sumber divisi. Apabila pengolahan tidak optimal, artinya akan terjadi ketidakefisienan dalam membaca data perusahaan. Power BI dapat diimplementasikan sebagai media untuk membantu proses analisis data, dimana semua data yang sudah disatukan akan ditampilkan lewat media visual yang lebih mudah dipahami dan lebih interaktif. Jika data yang dibutuhkan sudah bisa diakses, maka perusahaan sudah melakukan proses Business Intelligence untuk mendukung analisis data agar lebih mudah dilihat diantar periode pembuatan laporan biaya untuk mengetahui perubahan efisiensi yang terjadi. Power BI membantu perusahaan memahami pola pengeluaran biaya lebih detail dan rinci. Dari analisis data tersebut diketahui, bahwa keberadaan Power BI bisa membantu perusahaan memahami rincian pola pengeluaran biaya untuk membantu meminimalkan pemborosan sektor dan mendukung perusahaan dalam pengambilan keputusan. Lebih mengatasi perubahan dengan lebih mudah lewat implementasi teknologi agar proses analisis tidak merugikan arus perusahaan. Kata Kunci: Efisiensi Biaya, Power BI, Business Intelligence, Visualisasi Data, Analisis Dat

    PENGEMBANGAN INSTRUMEN DATAFIKASI: EKSPLORASI PEMAHAMAN DASAR SISWA DI BELITUNG

    Get PDF
    Dorongan di era teknologi digital terhadap dunia pendidikan membawa perubahan besar dalam proses pembelajaran yang melibatkan datafikasi. Di Indonesia, penerapan pembelajaran model datafikasi di tingkat sekolah masih tergolong baru dan minim kajian, terutama dalam hal pengembangan instrumen untuk mengukur pemahaman siswa terkait datafikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menguji instrumen pengukuran pemahaman datafikasi siswa di Sekolah Menengah Atas di Belitung. Penelitian ini melibatkan 4 kelas siswa kelas 10 dengan total partisipan 110 orang. Instrumen pre-test disusun ke dalam 21 butir pertanyaan dan post-test 26 butir pertanyan. Metode penelitian yang diterapkan adalah kuantitatif deskriptif verifikatif. Analisis data dilakukan melalui uji Validitas, reliabilitas dan uji Wilcoxon Signed Rank Test untuk mengukur perbedaan pemahaman sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen pengukuran pemahamanan berhasil meningkatkan pemahaman siswa terhadap datafikasi (Z = -8.823, p < 0.05) dengan peningkatan skor dari 66.22 menjadi 85.85. Skor Cronbach’s Alpha 0.883 pada pre-test dan 0.920 untuk post-test menunjukkan reliabilitas tinggi. Penelitian ini turut berkontribusi dalam pengembangan instrumen asesmen berbasis data terhadap datafikasi khususnya di Indonesia serta mendukung proses pembelajaran literasi data digital. Kata kunci: Datafikasi, Sekolah Menengah, Pengembangan Instrumen, Literasi Digita

    Penerapan Model Kooperatif Tipe TGT Menggunakan Media Interaktif Berbasis Wordwall terhadap Mata Pelajaran IPAS kelas IV

    Get PDF
    This study aims to determine the learning outcomes of science learning in grade IV of SD Negeri 07 Bingin Teluk after implementing the TGT-type cooperative model using interactive media, based on whether word walls were significantly completed. This research method used a pre-experimental design; the research design is a one-group pretest-posttest. The study\u27s results showed the results of the initial test (pre-test) with an average pre-test value of 45.53 and an average final test (post-test) value of 72.81. This shows that the average value of the final test (post-test) is greater than the initial test (pre-test). After being calculated using the t-test, the t_count value (4.15) was obtained which was compared with the 〖 t〗_table value with a significance level of 5% was (1.695). So the t_count value > 〖 t〗_table or 4.15 > 1.695. In conclusion, the science learning outcomes of fourth-grade students at SD Negeri 07 Bingin Teluk after implementing the TGT cooperative learning model using interactive wordwall-based media significantly improved by the 2025 academic year.   Keywords: Wordwall Media, Science Learning, TGT Model Implementatio

    11,064

    full texts

    11,378

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Institut Penelitian Matematika Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE): Open Journal System
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇