Institut Penelitian Matematika Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE): Open Journal System
Not a member yet
11378 research outputs found
Sort by
ANALISIS PERAN DIVIDEN, PROFITABILITAS, RISIKO SISTEMATIS, DAN TINGKAT SUKU BUNGA TERHADAP KEPERCAYAAN INVESTOR DI SEKTOR PERBANKAN
Penelitian ini mempunyai maksud dalam melakukan analisis peran dividen, profitabilitas, risiko sistematis, dan tingkat suku bunga terhadap kepercayaan investor di sektor perbankan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 47 perbankan dengan 17 sampel dan 51 observasi. Analisis data dengan memanfaatkan regresi berganda. Hasil penelitian memperoleh Profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap Kepercayaan Investor namun, Dividen, Risiko sistematis dan Tingkat Suku Bunga tidak berpengaruh baik secara parsial dan simultan terhadap Kepercayaan Investor
ANALISIS PENGGUNAAN BENIH NON SERTIFIKAT DAN BENIH BERSERTIFIKAT PADI SAWAH DI DESA WIA-WIA KECAMATAN POLI POLIA KABUPATEN KOLAKA TIMUR
Penelitian ini bertujuan untuk menilai perbedaan biaya produksi, penerimaan, pendapatan, serta faktor-faktor yang memengaruhi keputusan petani dalam memilih benih bersertifikat dan non-sertifikat pada usahatani padi sawah di Desa Wia-wia, Kecamatan Poli-polia, Kabupaten Kolaka Timur. Metode yang digunakan adalah survei dengan 76 responden, terbagi menjadi dua kelompok berdasarkan jenis benih yang digunakan. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan diuji perbedaannya menggunakan Independent Samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani yang menggunakan benih non-sertifikat memiliki total biaya produksi lebih tinggi, yakni Rp18.977.483, dibandingkan petani pengguna benih bersertifikat sebesar Rp18.365.830. Sebaliknya, penerimaan dari penjualan padi pengguna benih bersertifikat lebih besar, yaitu Rp54.817.892, sedangkan kelompok non-sertifikat hanya Rp42.927.155. Perbedaan ini menghasilkan pendapatan bersih yang signifikan; petani benih bersertifikat memperoleh Rp36.452.062, sementara petani non-sertifikat Rp23.949.672, dengan uji t menunjukkan nilai signifikansi 0,000. Kesimpulannya, penggunaan benih bersertifikat memberikan keuntungan ekonomi lebih tinggi dan efisiensi biaya produksi lebih baik. Oleh karena itu, perlu adanya upaya untuk meningkatkan akses, sosialisasi, dan dukungan pemerintah agar lebih banyak petani menggunakan benih berkualitas tinggi
Media Audio Visual sebagai Sarana Edukasi untuk Meningkatkan Pengetahuan WUS tentang Metode Kontrasepsi IUD
This study aimed to examine the effect of audiovisual media on the knowledge of women of reproductive age regarding intrauterine device (IUD) contraceptive methods. The research employed a pre experimental design with a one-group pretest–posttest approach. The results showed a p-value of 0.001 (< 0.05), indicating a statistically significant difference in the level of knowledge of women of reproductive age before and after the intervention using audiovisual media. In conclusion, there was a significant difference in the level of knowledge before and after the provision of the audiovisual media intervention. It is expected that the findings of this study can support the use of audiovisual media as a health education tool in community counseling activities at Puskesmas Rakit Kulim in 2025.
Keywords : IUD, Knowledge Of Women Of Childbearing Age, Audiovisual Medi
PENGARUH LEVERAGE, ALIRAN KAS, DAN BOOK TAX DIFFERENCES TERHADAP PERSISTENSI LABA PADA PERUSAHAAN PROPERTIES DAN REAL ESTATE YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2020-2023
Tujuan dari penelitian ini difokuskan pada upaya untuk memahami berbagai faktor yang memengaruhi keberlanjutan persistensi laba pada perusahaan-perusahaan di sektor properti dan real estat yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Metode penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis statistik untuk menguji pengaruh antar variabel. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan perusahaan sektor properti dan real estat yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2020–2023. Sampel penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu, sehingga diperoleh sebanyak 17 perusahaan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan studi kepustakaan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan statistik deskriptif dan regresi linier berganda yang diolah melalui bantuan perangkat lunak SPSS Statistics versi 25. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Leverage, Aliran Kas, dan Book Tax Differences berpengaruh signifikan terhadap persistensi laba perusahaan. Leverage memiliki pengaruh negatif, yang mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat utang, semakin rendah kemampuan perusahaan untuk mempertahankan kestabilan laba. Aliran Kas juga berpengaruh negatif, menunjukkan bahwa peningkatan arus kas operasional tidak selalu sejalan dengan kestabilan laba jangka panjang. Sebaliknya, Book Tax Differences menunjukkan pengaruh positif, di mana semakin besar perbedaan antara laba komersial dan fiskal, semakin tinggi tingkat persistensi laba, yang mengindikasikan potensi perusahaan dalam mempertahankan laba secara konsisten
ANALISIS POTENSI BAHAYA MENGGUNAKAN METODE HIRARC DAN JSA UNTUK MENGURANGI ANGKA KECELAKAAN KERJA DI PT. XYZ
XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri manufaktur dan pembangkit energi listrik. Selama periode penelitian, perusahaan mengalami 43 kasus kecelakaan kerja yang berkaitan dengan aktivitas operasional, terutama pada proses pengelasan dan pengangkatan beban berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi serta mengurangi potensi bahaya kecelakaan kerja pada berbagai jenis aktivitas di lingkungan perusahaan. Metode yang digunakan adalah Hazard Identification, Risk Assessment, Risk Control (HIRARC) untuk menilai tingkat risiko serta menentukan langkah pengendalian, dan Job safety Analysis (JSA) untuk mengidentifikasi tahapan bahaya serta tindakan pencegahannya. Berdasarkan hasil analisis risiko, ditemukan 4 potensi bahaya dengan kategori Extreme Risk pada aktivitas Welding, 2 kategori Extreme Risk dan 1 High Risk pada pekerjaan Grinding, 1 kategori Extreme Risk, 2 kategori High Risk dan Medium Risk pada pekerjaan Cutting, 1 kategori Extreme Risk, 1 Medium Risk, dan Low Risk pada pekerjaan Assembling.
Kata kunci : HIRARC, Analisis Keselamatan Kerja (JSA), Bahaya Kerja, Penilaian Risiko, Keselamatan di Tempat Kerja, Industri Manufaktur, Kecelakaan Kerj
PENGARUH DISPLAY PRODUK, PROMOSI, DAN DISKON TERHADAP PEMBELIAN IMPULSIF PADA KONSUMEN SHOPEE DI KOTA SEMARANG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh display produk, promosi, dan diskon terhadap pembelian impulsif pada konsumen pengguna marketplace Shopee di Kota Semarang. Fenomena belanja online yang semakin meningkat, didorong oleh perkembangan teknologi dan kemudahan akses, menimbulkan kebiasaan pembelian yang tidak direncanakan (impulsif) di kalangan masyarakat, khususnya pengguna Shopee. Penelitian ini juga bermanfaat untuk memberikan masukan strategis bagi pelaku usaha e-commerce serta menambah literatur akademik dalam bidang perilaku konsumen digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 100 orang pengguna Shopee di Kota Semarang. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner dengan skala Likert. Analisis data dilakukan dengan regresi linier berganda yang didahului oleh uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, dan uji determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa display produk, promosi, dan diskon secara simultan berpengaruh signifikan terhadap pembelian impulsif. Secara parsial, ketiga variabel tersebut juga memiliki pengaruh positif terhadap pembelian impulsif, dengan promosi menjadi faktor yang paling dominan. Temuan ini menunjukkan pentingnya strategi visual dan penawaran promosi dalam memengaruhi perilaku konsumen di era digital
PENGARUH PELAYANAN KELENGKAPAN PRODUK HARGA DAN KUALITAS PRODUK TERHADAP MINAT BELI ULANG DI TOKO SERAGAM (Studi Kasus Pada Kios Pramuka Elvan Semarang)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelayanan, kelengkapan produk, harga, dan kualitas produk terhadap minat beli ulang konsumen di Kios Pramuka Elvan Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui kuesioner yang disebarkan kepada 100 responden. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dan uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, keempat variabel independen—pelayanan (β = 0,129; Sig. 0,244), kelengkapan produk (β = 0,281; Sig. 0,002), harga (β = 0,064; Sig. 0,492), dan kualitas produk (β = 0,139; Sig. 0,166)—memiliki pengaruh positif terhadap minat beli ulang, meskipun hanya kelengkapan produk yang terbukti signifikan secara statistik. Secara simultan, seluruh variabel independen memberikan pengaruh signifikan terhadap minat beli ulang dengan nilai F hitung 14,203 dan signifikansi 0,000 < 0,05. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,337 menunjukkan bahwa 33,7% variabilitas minat beli ulang dapat dijelaskan oleh keempat variabel tersebut. Temuan ini menegaskan pentingnya menjaga pelayanan yang baik, ketersediaan produk yang lengkap, penyesuaian harga yang wajar, serta peningkatan kualitas produk sebagai upaya strategis untuk membangun loyalitas pelanggan dan meningkatkan potensi pembelian ulang.
INDUSTRIALISASI DAN PERUBAHAN IKLIM: DAMPAKNYA TERHADAP PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA
Industrialisasi merupakan pendorong utama pertumbuhan ekonomi dan transformasi struktural suatu negara. Namun di sisi lain turut berkontribusi signifikan terhadap degradasi lingkungan dan percepatan perubahan iklim. Peningkatan aktivitas industri memicu emisi gas rumah kaca, eksploitasi sumber daya alam, serta perubahan tata guna lahan yang berdampak pada ketidakseimbangan ekosistem. Perubahan iklim yang ditandai dengan peningkatan suhu global, naiknya permukaan air laut, dan meningkatnya frekuensi bencana alam kemudian mempengaruhi pola produktivitas tenaga kerja. Kondisi ini dapat menurunkan Tingkat produktivitas tenaga kerja akibat adanya stress panas yang berkepanjangan. Peneilitian ini menggunakan objek penelitian negara Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Thailand dengan menggunakan panel Fully Modified-OLS (FMOLS) yang bertujuan untuk melihat kondisi jangka Panjang yang ditimbulkan dengan serries antara 1990-2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terhadap hubungan yang positif dan signifikan pada industrialisasi terhadap produktivitas tenaga kerja. Sementara itu, perubahan iklim memiliki hubungan yang positif namun tidak signifikan terhadap produktivitas tenaga kerja yang berarti bahwa semakin tinggi suhu udara tidak selamnaya dapat menurunkan produktivitas tenaga kerja dalam jangka panjang. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan pembangunan yang terintegrasi antara industrialisasi rendah karbon, mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, serta produktivitas tenaga kerja yang berkelanjutan guna mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, tangguh, dan ramah lingkungan
BLUEPRINT MASA DEPAN INDUSTRI KREATIF YANG BERKELANJUTAN (EKOSISTEM, PONDASI ETIKA DAN EKONOMI, MENCETAKKAN VALUE JANGKA PANJANG)
The creative industry has emerged as a promising new pillar of economic growth; however, its long-term viability is fundamentally dependent on the integration of sustainability principles. This article presents a comprehensive blueprint structured around three core pillars: Adaptive Ecosystems, Balanced Ethical and Economic Foundations, and Long-Term Value Creation. Drawing on contemporary literature published between 2020 and 2025, as well as theoretical synthesis including Prof. Hadi Supratikta’s perspective on the critical role of Emotional and Spiritual Intelligence (EQ/SQ) in Society 5.0 this study identifies significant gaps between prevailing industry practices and global sustainability imperatives. The analysis highlights the urgent need to shift from linear economic models toward a Regenerative Economy, to institutionalize Environmental, Social, and Governance (ESG) standards, and to cultivate an ethically conscious creative workforce. The proposed blueprint advocates a holistic intervention approach, encompassing policies that promote green innovation, investment in ethics-based human capital development, and the establishment of standardized metrics for measuring social and cultural impact. Ultimately, this framework aims to ensure that the creative industry not only generates economic value but also functions as a positive and transformative force for society and the environment
MODEL INTEGRASI PROGRAM BISNIS DALAM MISI ORGANISASI UNTUK PERUMUSAN STRATEGI BERKELANJUTAN PADA PERUSAHAAN ALAT BERAT
The heavy equipment industry is under increasing pressure to transform in response to regulatory requirements, market volatility, and the growing urgency of sustainability. Despite this, many companies continue to experience fragmentation across their Environmental, Social, and Governance (ESG), Corporate Social Responsibility (CSR), and Net-Zero initiatives, which are frequently implemented in isolation and lack alignment with core business strategy. This study aims to develop a conceptual model that integrates these business programs into the organizational mission to support the formulation of a cohesive and sustainable strategy. The research adopts a qualitative model-development approach, combining a Systematic Literature Review (SLR) to identify key variables with a multiple case study analysis of four leading heavy equipment companies: PT United Tractors Tbk, Caterpillar Inc., Komatsu Ltd., and PT Hexindo Adiperkasa Tbk. The results propose the Mission–Program–Strategy (MPS) Integration Model. This model positions the organizational mission (the why) as an active strategic filter that aligns and integrates business programs (the what), ultimately enabling the formulation of a coherent and actionable sustainable strategy (the how). The case studies reveal that leading firms such as PT United Tractors through its “10 Sustainability Aspirations” and Caterpillar through its strong emphasis on the circular economy have intuitively applied the underlying logic of this model. The findings offer important managerial implications by providing a practical framework for industry leaders to bridge the gap between sustainability strategy formulation and implementation, while transforming the organizational mission from a passive statement into a functional strategic instrument