Jurnal Puslitbang tekMira (Teknologi Mineral dan Batubara)
Not a member yet
    1014 research outputs found

    TRANSFORMASI MINERAL PIROLUSIT PADA TEMPERATUR TINGGI

    No full text
    Mangan adalah unsur penting yang digunakan oleh beberapa industri a.l. sebagai unsur pemadu dalam industri baterai dan baja khusus. Reduksi merupakan tahap yang sangat penting dalam proses pengolahan mangan. Tujuan dari penelitian ini untuk menyelidiki perilaku reduksi konsentrat mangan yang berasal dari Sumbawa. Konsentrat mangan ini mengandung pirolusit dan kuarsa. Pemanasan campuran konsentrat mangan dan batubara menghasilkan senyawa Mn3O4 yang stabil sampai temperatur 700°C. Menurunnya tekanan parsial reduktor pada temperatur 800°C menyebabkan Mn3O4 teroksidasi kembali menjadi Mn2O3 yang stabil sampai temperatur 1100°C. Selama pemanasan, kuarsa diperkirakan mengalami perubahan struktur kristal menjadi silika nonkristalin. Akhirnya, silika nonkristalin tersebut bereaksi dengan mangan oksida pada temperatur 1200°C membentuk mangan silikat

    STUDI PHYTOMINING EMAS DARI AMPAS PROSES AMALGAMASI MENGGUNAKAN SINGKONG KARET

    No full text
    Ampas pengolahan bijih emas masih mengandung unsur logam emas cukup signifikan. Salah satu cara yang dikembang- kan untuk memperoleh kembali unsur-unsur logam berharga dalam ampas tersebut adalah dengan metode phytomin- ing. Di Indonesia metode yang menggunakan tetumbuhan ini masih relatif baru. Tujuan penelitian ini adalah menguji kemampuan penyerapan ion emas oleh tanaman singkong karet (Manihot glaziovii L.) agar ampas bersih dari unsur emas dengan harapan perolehan emas menjadi lebih optimal. Ampas proses amalgamasi pengolahan emas rakyat dari Sukabumi digunakan sebagai bahan penelitian. Kandungan unsur Au dalam ampas sebesar 5,1 ppm dan unsur-unsur logam berat sebesar 51,7 ppm Pb, 5,83 ppm Cu dan 18,42 ppm Zn. Penanaman singkong karet dilakukan pada 3 petak berukuran 2 x 2 m, petak pertama perlakuan dengan pemberian chelating agent Na-tiosulfat secara periodik (setiap 2 minggu), petak kedua perlakuan pemberian chelating agent menjelang akhir masa tanam (final, 4,5 bulan). Petak ketiga adalah tanpa pemberian chelating agent (sebagai kontrol). Untuk meningkatkan kelarutan unsur emas pada ampas dita- mbahkan kapur sebagai pengatur pH. Analisis serapan ion emas dan ion logam-logam lain dilakukan terhadap percontoh akar, batang dan daun setelah 4,5 bulan penanaman. Hasilnya, tanaman singkong karet dapat menyerap ion Au tertinggi sebesar 2,05 ppm pada bagian akar dengan perlakuan penambahan 1% Na-tiosulfat dan 0,5% CaO secara periodik. Sebaliknya konsentrasi serapan ion-ion logam berat (Pb, Cu, Zn) mencapai 1000 kali lebih besar dibandingkan serapan ion logam emas. Akumulasi ion Au pada akar singkong karet secara teknis relatif tinggi, namun belum didukung oleh jumlah biomassa yang banyak

    Lampiran

    No full text

    KARAKTERISASI MINERAL-MINERAL AMPAS UNTUK PEMBUATAN MATERIAL GEOPOLIMER BANGUNAN

    No full text
    Karakterisasi terhadap tiga jenis mineral ampas yang akan digunakan sebagai bahan baku pembuatan bahan geopolimer telah dilakukan. Bahan baku yang dikarakterisasi terdiri dari residu bauksit (red mud) dan ampas pencucian bauksit (asal Tayan, Kalbar) serta abu layang PLTU (asal Asam-asam, Kalsel). Hasil karakterisasi menunjukkan ketiga jenis mineral ampas mengandung alumina (Al2O3) dan atau silikat (SiO2) relatif tinggi; ampas pencucian bauksit mengandung 32 % Al2O3 dan 40 % SiO2, residu bauksit 25 % Al2O3 dan 3 % SiO2, serta abu layang 10 % Al2O3 dan 42 % SiO2. Alumina dan silika merupakan komponen utama pembentuk material (aluminosilikat) geopolimer. Abu layang mengandung 10% alumina reaktif dan 42 % silika reaktif dan ampas pencucian bauksit mengandung sekitar 8 % silika reaktif. Alumina reaktif dan silika reaktif berpotensi membantu mempercepat pembentukan material geopolimer. Ampas pencucian bauksit mengandung fraksi kasar (-12 +60 mesh) sekitar 69 %, berpotensi sebagai grog. Residu bauksit dan abu layang berukuran butir halus (residu bauksit 80 % -200 mesh, abu layang -200 mesh), berpotensi sebagai pengisi rongga di antara grog sehingga menghasilkan produk berkekuatan tekan yang baik. Kandungan 6,35 % Na2O residu bauksit membantu mengurangi pemakaian larutan alkali sehingga mengurangi ongkos pembuatan bahan geopolimer. Hasil pemeriksaan toksisitas dan radioaktifitas menunjukkan residu bauksit, ampas pencucian bauksit dan abu layang aman dari sifat toksik dan radioaktifitas. Hasil karakterisasi secara keseluruhan menunjukkan bahwa secara teknis residu bauksit, ampas pen- cucian bauksit dan abu layang PLTU berpotensi menghasilkan material geopolimer yang memenuhi persyaratan untuk bangunan khususnya untuk bata dan mortar

    Lampiran

    No full text

    BENEFISIASI LEMPUNG BOGOR UNTUK KATALIS PADAT DALAM SINTESIS BIODIESEL

    No full text
    Dalam upaya mencari alternatif katalis padat untuk sintesis biodiesel, telah dilakukan benefisisasi lempung mengandung monmorilonit asal Nanggung, Bogor. Benefisiasi dilakukan melalui pengadukan kasar dan pemisahan monmorilonit dengan hidrosiklon. Monmorilonit keluar dari hidrosiklon sebagai aliran atas dan diaktifasi dengan asam sulfat melalui perendaman dengan konsentrasi 0,05; 0,5; 5 M selama dua minggu. Lempung aktif yang dihasilkan diuji angka asam dan kinerjanya dalam esterifikasi lemak nabati dengan pembanding katalis asam sulfat. Hasil pengujian menunjukkan, angka asam lempung dapat ditingkatkan dari asalnya 2,06 mmol H+/gram berturut-turut menjadi 2,46; 2,87; dan 2,98 mmol H+/gram, setelah diaktifasi dengan asam sulfat 0,05; 0,5; dan 5 M. Juga kemampuannya mengkonversi lemak nabati menjadi ester dapat ditingkatkan dari 50,36% berturut-turut mencapai 64,89; 67,11; dan 70,96 %. Kemampuan konversi lempung aktif tersebut dapat mencapai 72 % dari kemampuan konversi katalis asam sulfat

    KELARUTAN NIKEL PADA PROSES PELINDIAN NICKEL MATTE (Ni3S2) DALAM MEDIA AMONIA – AMONIUM NITRAT

    No full text
    Nikel memiliki peran yang penting dalam berbagai industri. Salah satu bentuk nikel yang digunakan adalah garam nikel. Garam nikel dapat dihasilkan dari nickel matte (Ni3S2) melalui proses pelindian pada kondisi suhu kamar dengan media campuran larutan senyawa amonia dan senyawa nitrat. Pada penelitian ini, digunakan campuran amonia dan amonium nitrat. Nitrat berfungsi untuk mengoksidasi sulfur menjadi sulfat dan melepaskan nikel sebagai ion nikel. Sedangkan amonia berfungsi untuk mengikat ion nikel membentuk senyawa amina komplek. Percobaan dilakukan pada suhu kamar dan tekanan atmosfer. Percobaan menggunakan variabel konsentrasi amonium nitrat 1,5– 4,0 M, waktu pelarutan 2-10 jam dan parameter tetap persen padatan 25 % dan pH 9,3. Selama percobaan, gas oksigen dialirkan ke dalam reaktor dengan debit 4 liter/menit. Hasil percobaan menunjukkan bahwa kelarutan nikel terbesar adalah 80,7 g/l yang dicapai pada konsentrasi NH4NO3 2,5 M dengan waktu pelindian 8 jam. Hasil percobaan menunjukkan bahwa kelarutan nikel dipengaruhi oleh konsentrasi nitrat, pH larutan dan kandungan oksigen terlarut

    Lampiran

    No full text

    BLENDING BATUBARA UNTUK PEMBANGKIT LISTRIK STUDI KASUS PLTU SURALAYA UNIT 1- 4

    No full text
    PLTU Suralaya unit 1-4 yang mulai beroperasi pada akhir tahun 80-an didesain sesuai dengan kualitas batubara Air Laya, Sumatera Selatan yang termasuk batubara subbituminus dengan parameter kualitas tertentu. Penggunaan batubara lain yang spesifikasinya tidak sesuai dengan kualitas batubara Air Laya tersebut dapat mengganggu kelancaran pengoperasian ketel uap pembangkit. Dalam rangka melihat kemungkinan penerapan sistem blend- ing batubara untuk pembangkit tersebut, telah diadakan kajian kemungkinan blending batubara Indonesia. Kajian dilakukan berdasarkan pengumpulan data spesifikasi batubara untuk PLTU Suralaya unit 1-4 dan data kualitas batubara Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa untuk mengatasi masalah pasokan batubara untuk PLTU Suralaya unit 1-4, sistem blending dapat dilakukan antara batubara peringkat rendah (lignit) dan batubara peringkat tinggi (bituminus) sesuai dengan spesifikasi parameter kualitas batubara, terutama nilai kalor. Namun demikian, batubara peringkat tinggi umumnya mempunyai sifat ketergerusan rendah, sehingga parameter ini perlu diperhatikan mengingat parameter ini cenderung bersifat nonaditif. Pengujian penggerusan dan pembakaran dalam skala yang mendekati kondisi nyata di lapangan perlu dilakukan untuk mengevaluasi batubara hasil blending

    Cover Belakang

    No full text

    50

    full texts

    1,014

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Puslitbang tekMira (Teknologi Mineral dan Batubara)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇