Jurnal Puslitbang tekMira (Teknologi Mineral dan Batubara)
Not a member yet
    1014 research outputs found

    Cover Depan

    No full text

    Kata Pengantar

    No full text

    EVALUASI SISTEM OTOMATISASI PENCADANGAN WILAYAH PERTAMBANGAN BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI DINAS PERTAMBANGAN DAN ENERGI KOTA KUPANG

    No full text
    Dinas Pertambangan dan Energi Kota Kupang sebagai satuan kerja perangkat daerah (SKPD) pada pemerintahan kota mempunyai tugas dan fungsi menyelenggarakan perizinan kegiatan pertambangan. Untuk menunjang tugas dan fungsi tersebut diperlukan suatu sistem yang dapat mempercepat proses perizinan dengan data yang akurat.Sebagai solusi terhadap kebutuhan tersebut telah dibangun suatu sistem otomatisasi pencadangan wilayah pertambangan berbasis sistem informasi geografis (SIG). Untuk mengetahui kinerja sistem tersebut dilakukan evaluasi terhadap unjuk kerja sistem, operator penanganan sistem serta organisasi kerja dari pengelolaan perizinan di instansi tersebut

    INTERPOLASI SPASIAL REKONSTRUKSI PERUBAHAN PERMUKAAN TANAH MELALUI OTOMASI INVERSE DISTANCE WEIGHTING (IDW) UNTUK MEMANTAU KEMAJUAN PENAMBANGAN TERBUKA DI PT. AVOCET KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW PROPINSI SULAWESI UTARA

    No full text
    Untuk memantau kemajuan suatu tambang terbuka dilakukan dengan cara menghitung volume tanah yang digali atau dipindahkan dari suatu lokasi tambang yang terukur. Perhitungan volume tanah dilakukan pada bidang permukaan kontinu dari susunan titik-titik lokasi yang teratur, yang berasal dari permukaan diskontinu dari sebaran data XYZ yang tidak teratur. Dapat dikatakan bahwa permukaan diskontinu tersebut tidak memiliki data Z. Tulisan ini mengemukakan penggunaan inverse distance weighting interpolator (IDW) untuk eksplorasi dan interpolasi nilai Z dan mengisi lubang titik lokasi secara keseluruhan, sehingga terbentuk suatu bidang kontinu. Ketika dua buah bidang kontinu yang mewakili permukaan tanah sebelum dan sesudah penggalian terbentuk, maka perhitungan volume tanah dapat dilakukan. Aplikasi komputer telah dibangun untuk keperluan pemantauan ini dan studi kasus telah dilakukan dilokasi PT AVOCET, Kabupaten Bolaang Mongondow, Propinsi Sulawesi Utara. Parameter IDW yang digunakan adalah : jarak antar titik grid = 2 – 5 m, pangkat = 2, parameter smoothing = 0 dan radius pencarian maksimum 200 m. Hasil proses aplikasi kemudian dibandingkan dengan hasil pengukuran lapangan, dan hasil yang didapat adalah penyimpangan baku terhitung 7,0 m3 dan dapat diterima baik oleh pemangku kepentingan sebagai bahan pemantauan dan pengawasan

    PENGGUNAAN TRAS SUKABUMI UNTUK BAHAN BANGUNAN BETON JENIS PAVING DAN CONBLOCK

    No full text
    Penelitian pembuatan bahan bangunan beton jenis paving dan conblock atau bata beton berlubang dengan menggunakan bahan baku tras dari daerah Sukabumi telah dilakukan, karena belum ada industri bahan bangunan (paving maupun conblock) yang menggunakan tras Sukabumi. Dalam penelitian ini selain bahan tras, juga digunakan kapur tohor dan “ares” (bahan hasil gilingan produk reject seperti genteng beton, batako, ubin teraso dan paving block), dibuat dengan 5 (lima) variasi komposisi A1 – A5. Dalam komposisi tersebut, digunakan tras 49-57%,kapur tohor 27-33% dan “ares” 18%. Terhadap benda uji dilakukan perawatan (curing) selama berturut-turut 3,7,14 dan 21 hari dan selanjutnya diamati sifat penyerapan air, berat jenis dan kuat tekannya. Berdasarkan data hasil pengamatan penyerapan air, berat jenis dan kuat tekan, maka komposisi A5 memberikan hasil yang paling baik untuk produk conblock . Namun untuk produk paving block belum memenuhi syarat, karena kuat tekannya  masih  dibawah  100  kg/cm2

    Cover Belakang

    No full text

    STUDI KONSUMSI TIOSULFAT PADA PROSES EKSTRAKSI EMAS DENGAN LARUTAN AMONIA TIOSULFAT

    No full text
    Ekstraksi emas dengan menggunakan sianida makin mendapat perhatian, karena masalah lingkungan yang ditimbulkannya, juga karena tingkat efisiensinya yang rendah dalam mengolah bijih emas refraktori. Karena itu, saat ini penelitian di bidang hidrometalurgi emas terfokus pada pencarian metode alternatif. Amonia tiosulfat merupakan pelarut nontoksik untuk pelindian emas dan dianggap paling menjanjikan sebagai pengganti sianida, namun masalah utama metode ini adalah konsumsi reagen yang cukup tinggi. Penelitian ini menyajikan pengaruh aerasi, amonia dan pH terhadap konsumsi tiosulfat dan perolehan emas. Penggunaan aerasi meningkatkan kehilangan tiosulfat, tetapi penambahan amonia dan pengaturan pH dapat mengurangi dekomposisi tiosulfat. Pada percobaan ini, ekstraksi emas yang paling efektif dicapai dengan menggunakan tiosulfat 0.1M dengan perolehan emas sebesar 80%

    Lampiran

    No full text

    Cover Depan

    No full text

    PARAMETERS THAT AFFECT THE DISSOLUTION OF INDONESIAN GALENA CONCENTRATE IN FLUOROSILICIC ACID AND HYDROGEN PEROXIDE

    No full text
    Pyrometallurgical process still dominates the extraction of galena concentrates. The process used to extract the lead includes reduction smelting in a blast furnace, air flash smelting (Boliden process), oxygen flash smelting (Kivcet, Boliden Kaldo, Outokumpu), air-slag bath smelting (Isasmelt) and oxygen-slag bath smelting (QSL). However, those generate dust, SO2 gas and volatile Pb liquid. As a result, such processes are ineffective to treat the complex sulfides and low-grade flotation con concentrates. Referring to the lack of high-grade lead ore the lead pyrometallurgical is a problem in the future. In addition, the environmental regulation becomes very strict lately. Those pushes the metallurgist to seek the alternative process that are environmentally friendly and able to treat the low-grade concentrates. Lead extraction through hydrometallurgical process is considered to be safer as the process do not produce dust, SO2 gas and lead vapor.Researches for lead extraction through hydrometallurgical routes have been performed using various leaching agents such as acetic acid, ferric methanesulfonate, ferric chloride, ferric fluorosilicate and nitric acid with hydrogen peroxide and ferric ion as the oxidants. So far, no lead plant operates hydrometallurgically in an industrial scale. Fluorosilicic acid has a potential to be used as the leaching reagent for concentrating the lead because of high lead solubility in this solution and cheaper price of the reagent in compared to sulfamate and fluoroborate solutions. This research used galena concentrates from a mining area in Bogor, Indonesia, fluorosilicic acid and hydrogen peroxide as the oxidants. The highest Pb extraction percentage of 99.26% was achieved from the leaching experiment using 3.44 M of H2SiF6 and 9.79 M of H2O2, at 97oC and concentrate particle size distribution of -100+150 mesh after 135 minutes. The XRD analysis of the leaching residue with no oxidant showed the presence of galena, sphalerite and chalcopyrite, while the residue of the leaching with oxidant showed anglesite (PbSO4), galena, sphalerite, sulphur and pyrite. Lead extractions were increased by the increase of temperature and concentration of fluorosilicic acid. The best solid percentage that gave the highest lead extraction percentage was 12%. Variations of rotation speeds at the range of 300-700 rpm did not significantly influence lead extraction percentage. However, the particle size distribution that resulted in the best extraction percentage of lead is 100+150#, at which the finer particle size of the concentrate give a lower extraction percentage of the lead due to PbSO4precipitation.

    50

    full texts

    1,014

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Puslitbang tekMira (Teknologi Mineral dan Batubara)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇