Jurnal Puslitbang tekMira (Teknologi Mineral dan Batubara)
Not a member yet
1014 research outputs found
Sort by
STUDY ON CHEMICAL CHARACTERISTICS OF COAL AND BIOMASS BLEND AND THE TENDENCY OF ITS ASH DEPOSITION
A coal and biomasses of empty fruit bunch (EFB), mesocarp fiber (MF) and palm kernel shell (PKS) were characterized in terms of its proximate, ultimate, calorific value and ash chemical composition. Ash fusion temperature (AFT) was carried out on coal and biomass blends with a composition in weight % of 95-5; 90-10 and 85-15. The coal used in this research has high calorific value of 6,106 cal/g. Results indicate that based on the AFT, the coal-biomass blends at some composition shows a medium tendency to ash deposition. While based on the chemical composition, generally the coal-biomass blends have a low tendency to slagging but have a high tendency to fouling. Coal-biomass blend at the coal composition of 85 wt% and PKS of 15 wt% (85-15) is recommended to be applied. The less the coal is used, the less the CO2 emission, so it is expected to reduce the GHG significantly
ANALISIS DAN PEMODELAN DISTRIBUSI TEGANGAN SUMUR BOR INJEKSI PADA PROSES UNDERGROUND COAL GASIFICATION
Gasifikasi batubara bawah tanah adalah proses gasifikasi batubara secara in-situ pada lapisan batubara yang jauh di bawah tanah dengan cara melakukan injeksi udara bertekanan melalui sumur bor dan menghasilkan gas bakar batubara melalui sumur produksi. Salah satu permasalahan yang perlu diperhatikan dalam proses gasifikasi ini adalah kerusakan konstruksi sumur bor pada saat menginjeksikan udara bertekanan ke dalam sumur, ketika akan membuat jalur koneksi antara sumur injeksi dan produksi. Beberapa faktor yang perlu dievaluasi adalah tegangan dan regangan maksimum, distribusi tegangan dan regangan dan distribusi temperatur di sekitar lokasi sumur tersebut. Analisis dan pemodelan geomekanika dilakukan terhadap kondisi di sekitar sumur bor injeksi dengan memerhatikan kekuatan dan ketebalan casing, karakteristik batuan, kekuatan dan daya lekat penyemenan yang merupakan pengontrol rusak atau tidaknya sumur bor tersebut. Dengan asumsi nilai faktor keamanan ≥1,3, tegangan horizontal maksimum yang aman adalah 30 MPa dengan perolehan nilai tegangan maksimum di sekitar lubang bor sebesar 454,07 MPa, tegangan minimum 0,476 MPa dan regangan maksimum sebesar 0,08 m, serta distribusi temperatur berkisar antara 272,84-22°C dengan nilai terbesar di tengah lubang bor. Dengan demikian udara bertekanan maksimum yang diizinkan melalui konstruksi sumur injeksi adalah sebesar 30 MPa
EVALUASI CADANGAN BATUBARA DENGAN MEMPERTIMBANGKAN OPTION VALUE
Indonesia memiliki cadangan batubara hanya sebesar 2,2% dari cadangan dunia. Namun, permintaan batubara Indonesia tergolong tinggi, baik dalam negeri maupun luar negeri. Hal ini diindikasikan dari peningkatan produksi batubara sejak 2007. Banyak tambang, khususnya batubara, yang evaluasinya tidak memperhitungkan ketidakpastian dalam penentuan desain penambangan, terutama faktor ekonomi atau fluktuasi harga jual. Perusahaan pertambangan menganggap bahwa harga jual akan konstan sepanjang umur tambang dengan metode discounted cash flow. Oleh karena itu diperlukan metode baru yang dapat memperhatikan ketidakpastian tersebut dalam optimasi desain penambangan, yaitu metode real option valuation. Dengan metode ini dapat diketahui apakah nisbah kupas yang tidak ekonomis berdasarkan metode discounted cash flow dapat menjadi ekonomis berdasarkan metode real option yang memerhatikan perubahan harga jual. Penentuannya dilihat dari nilai opsi yang dihasilkan dari real option yang dibandingkan dengan hasil dari metode discounted cash flow. Hasil studi ini menunjukkan bahwa nisbah kupas yang tidak ekonomis berdasarkan metode discounted cashflow masih memiliki nilai tambah dan dapat ditambang
ECONOMIC ANALYSIS OF MINI COAL GASIFIER (GasMin) COMMERCIALIZATION FOR SMALL AND MEDIUM INDUSTRIES (SMIs)
The Research and Development Centre for Mineral and Coal Technology (tekMIRA) has conducted a research on the GasMin since 2011, and currently enters the commercialization stage with a partnership scheme (KSO). This technology is one solution to solve the problem regarding the availability of cheap, clean and sustainable energy as well as environmentally friendly which is specifically intended for SMIs. Economic analysis is one of the activities in the commercialization process. From the analysis results, it can be seen that the Net Present Value of IDR is 808,273,705, the Internal Rate of Return 28.68% per year and the Payback Period 3 years and 8 months. The three indicators show that the project is financially feasible, with a level of sensitivity to changes in production costs is up to a 5% increase, and a level of sensitivity to a decrease in selling prices is up to -4%. This economic analysis is very important for both tekMIRA as a technology provider to find out the value of technology, and its potential partners as input in making decisions as a partnership with tekMIRA