Jurnal Puslitbang tekMira (Teknologi Mineral dan Batubara)
Not a member yet
1014 research outputs found
Sort by
PENILAIAN PERBANDINGAN KESTABILAN LERENG BATUAN MENGGUNAKAN GENERALIZED ANISOTROPIC DAN JOINT NETWORK
Rock slope stability analysis in a geotechnical study is an important issue in mining engineering. Kinematic analysis is a well-known method to determine potential failures of the rock slope based on structural orientations, but it sometimes disregards the structural properties information. Structural properties are often known as the highly interpreted domains in rock slope engineering; thus, simplification was made for the analysis. Simplification may lead to vague conditions of analysis and reduce its accuracy. Therefore, the aims of this research is to assess the effect of rock structure properties such as heterogeneity, discontinuity, and anisotropic properties of the rock mass. The assessment conducted using the limit-equilibrium method employed the Generalized Anisotropic (GA) material model were compared with finite element method (FEM) using the shear strength reduction (SSR) method employing the joint network rock mass model. The analysis results show that an actual rock slope with a generalized anisotropic material model in the LEM analysis and joint network material model in the FEM analysis is stable with Safety Factor > 1, and the maximum strain model is less than the minimum strain threshold (maximum strain < 0.1). Combining rock slope stability analysis methods aims to produce accurate and representative results regarding the rock mass' condition. This research improves the interpretation of rock slope stability analyses, resulting in a more accurate estimation of the factor of safety (FOS).Analisis kestabilan lereng batuan dalam kajian geoteknik merupakan permasalahan penting dalam bidang teknik pertambangan. Analisis kinematika adalah metode yang pada umumnya digunakan untuk menentukan potensi keruntuhan lereng batuan berdasarkan orientasi struktur dan terkadang mengabaikan informasi sifat struktur. Karakteristik struktur sering dikenal sebagai domain yang diinterpretasikan dalam rekayasa lereng batuan sehingga dilakukan penyederhanaan untuk analisisnya. Penyederhanaan dapat menyebabkan analisis menjadi samar dan mengurangi tingkat keakuratannya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dari karakteristik struktur batuan yaitu heterogenitas, diskontinuitas, dan anisotropi terhadap massa batuan. Analisis kestabilan dilakukan dengan menggunakan metode kesetimbangan batas dengan material model generalized anisotropic (GA) dan dibandingkan dengan metode elemen hingga (FEM) dengan metode reduksi kekuatan geser (SSR) dengan menggunakan model massa batuan joint network. Hasil analisis menunjukkan bahwa lereng batuan aktual dengan material model generalized anisotropic pada analisis LEM dan material model joint netwok pada analisis FEM diketahui dalam keadaan stabil dengan nilai faktor keamanan > 1, dan regangan maksimum model lebih kecil dari ambang batas regangan minimum (regangan maksimum < 0,1). Kombinasi metode analisis kestabilan lereng batuan bertujuan untuk menghasilkan hasil yang akurat dan representatif mengenai karakteristik massa batuan. Penelitian ini meningkatkan interpretasi analisis kestabilan lereng batuan sehingga menghasilkan nilai faktor keamanan yang lebih akurat
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BESARNYA NILAI DANA KOMPENSASI AKIBAT DAMPAK PENAMBANGAN BATUGAMPING
The presence of mining companies in regions with natural resource potential is often regarded as a source of economic hope for local communities. However, not all regions are able to optimize these resources to improve community welfare. In fact, some communities primarily experience the negative impacts of mining activities. Compensation funds serve as a corporate initiative for environmental management, particularly for affected communities. This study aims to analyze the factors influencing the amount of compensation provided. Data were collected through questionnaires distributed to affected residents. Using multiple linear regression analysis, the results reveal that income level and number of family dependents significantly influence the compensation value. The Adjusted R² of 0.551 indicates that 55.1% of the variation in compensation is explained by the independent variables, while the remaining 44.9% is attributed to other factors not examined in this study.Hadirnya perusahaan pertambangan di daerah dengan potensi sumberdaya alam menjadi harapan masyarakat dalam rangka peningkataan ekonomi. Namun, tidak semua wilayah dapat memaksimalkan sumberdaya alam yang ada untuk dapat mensejahterakan masyarakat. Bahkan sebagian masyarakat hanya mendapatkan dampak negatif dari adanya aktivitas penambangan. Dana kompensasi menjadi upaya perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup terutama bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya nilai dana kompensasi. Penelitian dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada masyarakat yang terkena dampak. Dengan metode regresi linier berganda diketahui bahwa variabel tingkat pendapatan dan jumlah tanggungan keluarga memiliki pengaruh besar terhadap besarnya nilai dana kompensasi. Adjusted R square bernilai 0,551 yang artinya 55,1% variabel-variabel bebas memberikan kontribusi sebanyak 55,1%. Sementara itu 44,9% dijelaskan oleh variabel yang tidak diteliti dalam penelitian ini
PENILAIAN TEKNIS DAN EKONOMIS KUALITAS PENGELOLAAN LINGKUNGAN STOCKPILE BATUBARA UNTUK LINGKUNGAN BERKELANJUTAN
Coal mining has positive impacts in the form of increasing the national economy and people's income. However, it also has negative impacts, including the decrease of environmental quality such as air, soil, and noise, as well as the potential for spontaneous combustion. The research was conducted to assess the technical and economic aspects of environmental management at coal stockpiles in the Tarahan Port Unit of PT Bukit Asam Tbk to support environmental sustainability. The technical assessment of stockpile environmental management was carried out by comparing observation results with the Environmental Management and Monitoring Plan Document (RKL/RPL) and Indonesia’s applicable Environmental Quality Standards. The economic assessment focused on the cost of environmental monitoring and management by observing the discrepancies between the planned and realization in the first and second quarters. The technical assessment results show that environmental management at the stockpile has been implemented effectively. Air quality parameters and noise levels remain below the established standards, soil quality is classified good as indicated by vegetation growth, and no spontaneous combustion occurred during the observation period. The economic assessment revealed a discrepancy of 2.02% between the planned cost of IDR 121,183,548 to the actual realization of IDR 123,641,668. This increase was attributed to the construction of a dust reduction system and an operational chimney for the 2X8 MW Steam Power Plant, through the use of Electrostatic Precipitators. The study recommends a detailed inventory of environmental cost plans and potential cost escalation to anticipate risk factors. It also highlights the need for regular maintenance of machines that are known to frequently produce emissions. These efforts are expected to reduce the emissions and lower the costs of environmental management and monitoring.Pertambangan batubara memberikan dampak positif dalam meningkatkan perekonomian negara dan pendapatan masyarakat. Di sisi lain juga memberikan dampak negatif berupa menurunnya kualitas lingkungan hidup, seperti kualitas udara, tanah, kebisingan, dan potensi swabakar. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kualitas pengelolan lingkungan stockpile batubara Unit Pelabuhan Tarahan PT Bukit Asam Tbk secara teknis dan ekonomis untuk lingkungan berkelanjutan. Penilaian teknik pengelolaan lingkungan stockpile dilakukan dengan melihat kesesuaian hasil observasi dengan dokumen rencana pengelolaan/pemantauan lingkungan (RKL/RPL), dan Standar Mutu Lingkungan yang berlaku di wilayah Indonesia. Penilaian ekonomi dilakukan pada biaya pemantauan dan pengelolaan lingkungan dengan mengamati ketidaksesuaian antara rencana dan realisasi dengan Kuartal I dan II. Hasil penilaian teknis menunjukkan bahwa pengelolaan lingkungan hidup di stockpile sudah dilaksanakan dengan baik, terlihat dari parameter kualitas udara dan tingkat kebisingan masih di bawah baku mutu lingkungan yang ditetapkan, kualitas tanah tergolong baik, terbukti dengan tumbuhan yang tumbuh, dan untuk swabakar tidak pernah terjadi selama masa pengamatan. Penilaian ekonomi pengelolaan lingkungan yang direncanakan dengan realisasi terdapat ketidaksesuaian sebesar 2,02% dari rencana semula sebesar Rp 121.183.548 menjadi Rp 123.641.668. Peningkatan ini disebabkan oleh pembangunan sistem peredam debu dan cerobong operasional Pembangkit Listrik Tenaga Uap 2X8 MW, melalui penggunaan Electrostatic Precipitator. Penelitian ini merekomendasikan inventarisasi rinci rencana biaya lingkungan dan eskalasinya guna mengantisipasi faktor risiko dan juga melakukan perawatan mesin yang diketahui sering menghasilkan emisi. Dengan demikian emisi yang dihasilkan terpantau menurun, dan dana pengelolaan dan pemantauan lingkungan juga berkurang
PEMANFAATAN MINYAK BERAT HASIL PERENGKAHAN KATALITIK MINYAK PLASTIK POLYPROPYLENE-LOW DENSITY POLYETHYLENE UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS LIGNIT
The most obvious characteristics of lignite are its high moisture content (30-50%) and relatively low calorific value compared to other types of coal. This causes low combustion efficiency, making it not optimal for use as fuel. In this study, the slurry dewatering process was applied to coal that has a low calorific value of 3,662 cal/g and a moisture content of 37.29%. The addition effect of heavy oil from catalytic cracking of Polypropylene-Low Density Polyethylene (PP/LDPE) plastic waste pyrolysis oil on improving quality of lignite was investigated in this study. Heavy oil was used as additive. The ratio of 120 mesh lignite to heavy oil used was 100:15, 100:30, 100:45, 100:60, 100:75, and 100:90 (g/mL). Coal was carried out with a slurry dewatering process in an autoclave at various temperatures of 140 and 150 °C for 60 min. The test results obtained the highest calorific value of 6,374 cal/g and the moisture content of 2.81% for a ratio of lignite to heavy oil of 100: 45 g/mL at a temperature of 140 °C.Karakteristik lignit yang paling jelas adalah kadar airnya yang tinggi (30-50%) dan nilai kalor yang relatif rendah dibandingkan dengan jenis batubara lainnya. Hal ini menyebabkan efisiensi pembakarannya rendah, sehingga kurang optimal untuk digunakan sebagai bahan bakar. Dalam penelitian ini, proses dewatering slurry diterapkan pada batubara yang memiliki nilai kalor rendah yaitu 3.662 kal/g dan kadar air 37,29%. Pengaruh penambahan minyak berat hasil perengkahan katalitik minyak pirolisis limbah plastik Polypropylene-Low Density Polyethylene (PP/LDPE) terhadap peningkatan kualitas lignit dipelajari dalam penelitian ini. Minyak berat digunakan sebagai zat aditif. Perbandingan lignit 120 mesh dan minyak berat yang digunakan adalah 100:15, 100:30, 100:45, 100:60, 100:75, dan 100:90 (g/mL). Batubara diproses dengan metode slurry dewatering dalam autoklaf pada suhu 140 dan 150 °C selama 60 menit. Hasil pengujian diperoleh nilai kalor tertinggi sebesar 6.374 kal/g dan kadar air 2,81% untuk perbandingan lignit terhadap minyak berat 100:45 g/mL pada suhu 140 °C
REVIEW MINERAL KRITIS GLOBAL DAN TANTANGAN EKSPLORASINYA DI INDONESIA
Global critical minerals will highlight critical minerals such as lithium, cobalt, rare earth elements (REEs) and nickel that are critical in the clean energy transition. The analysis also covers the distribution of critical minerals in different regions of the world, including Europe, Africa, the Middle East, and Asia. It also discusses challenges in the extraction and processing of critical minerals and implications for sustainable exploration practices. The method used was a literature review of journals. The results show that countries such as Australia, the Democratic Republic of Congo, and China have significant critical mineral reserves. However, the African continent also has great potential in providing critical minerals needed for the clean energy transition. Therefore, emphasizing the importance of securing a reliable supply of critical minerals to support industrial and technological ambitions. In conclusion, then, with Australia, China, and Africa as major providers of clean energy, the provision of critical minerals such as nickel, lithium, cobalt, and REEs is essential for the clean energy transition and to control processes and reduce production costs, improve geological data and laboratory facilities for analysis are required. Indonesia has significant reserves for the global transition to clean energy and technological advancement. Hence, it is strategically positioned in the global mineral market as it becomes a focal point for geopolitical competition, especially between major powers. The regulatory framework in Indonesia can be complex and can pose challenges for foreign investment to enter, so addressing these challenges through increased research and regulatory alignment will be critical to unlocking Indonesia's abundant REE resources and meeting global demand.Mineral kritis global akan menyoroti mineral-mineral kritis seperti litium, kobalt, logam tanah jarang (LTJ), dan nikel yang sangat penting dalam transisi energi bersih. Analisis ini juga mencakup distribusi mineral kritis di berbagai wilayah dunia termasuk Eropa, Afrika, Timur Tengah, dan Asia. Selain itu juga membahas tantangan dalam ekstraksi dan pengolahan mineral kritis serta implikasi untuk praktek eksplorasi yang berkelanjutan. Metode yang digunakan yaitu literatur review dari jurnal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa negara-negara seperti Australia, Republik Demokratik Kongo, dan Cina memiliki cadangan mineral kritis yang signifikan. Namun, benua Afrika juga memiliki potensi besar dalam menyediakan mineral kritis yang diperlukan untuk transisi energi bersih. Oleh karena itu, menekankan pentingnya mengamankan pasokan mineral kritis yang dapat diandalkan untuk mendukung ambisi industri dan teknologi. Maka, kesimpulannya dengan Australia, Cina, dan Afrika sebagai penyedia utama energi bersih, penyediaan mineral kritis seperti nikel, litium, kobalt, dan LTJ sangat penting untuk transisi energi bersih dan untuk mengontrol proses dan mengurangi biaya produksi, diperlukan peningkatan data geologi dan fasilitas laboratorium untuk analisis. Indonesia memiliki cadangan yang signifikan untuk transisi global menuju energi bersih dan kemajuan teknologi, maka Indonesia berada pada posisi strategis dalam pasar mineral global karena menjadikannya titik fokus persaingan geopolitik, terutama antara negara-negara besar. Kerangka peraturan di Indonesia bisa jadi rumit dan dapat menimbulkan tantangan bagi investasi asing untuk masuk, maka mengatasi tantangan-tantangan ini melalui peningkatan penelitian dan penyelarasan regulasi akan sangat penting untuk membuka sumber daya LTJ Indonesia yang melimpah dan memenuhi permintaan global
KESESUAIAN BATUBARA LAPISAN D UNTUK PROSES GASIFIKASI BAWAH PERMUKAAN
Coal seam D is part of the Suban Burung Block, Muara Enim Formation, Central Palembang Subbasin, South Sumatra Basin, and is dated to the Middle to Late Miocene. The aims of this study is to determine the suitability of coal characteristics for (UCG) technology. The research was conducted on coal samples from seam D obtained from drilling during Underground Coal Gasification activities that utilized using the maceral composition method for coal utilization. Several coal quality parameter were tested, including calorific value, vitrinite reflectance, total sulfur content, ash content, total moisture content, ash fusion temperature, alkali oxide content (Na₂O + K₂O), maceral composition (vitrinite, liptinite, and inertinite), volatile matter content, as well as carbon and hydrogen content. Additionaly, to assess its applicability for UCG, the parameters of coal seam thickness and depth were also considered. The study results indicate that the characteristics of coal seam D has suitable for normative combustion and gasification using a fixed bed gasifier, a process similar to underground coal gasification. The thickness and depth of coal seam D are suitable for the application of Underground Coal Gasification (UCG) technology.Batubara lapisan D termasuk ke dalam Blok Suban Burung, Formasi Muara Enim, Subcekungan Palembang Tengah, Cekungan Sumatera Selatan, berumur Miosen Tengah sampai Miosen Akhir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian karakteristik batubara dengan teknologi gasifikasi bawah permukaan (underground coal gasification/UCG). Penelitian ini dilakukan terhadap percontoh batubara lapisan D dari pengeboran pada kegiatan gasifikasi bawah permukaan dengan metode komposisi maseral untuk mengetahui karakteristik kegunaan batubara. Beberapa parameter kualitas batubara juga diujikan, yaitu nilai kalor, reflektan vitrinit, kandungan total sulfur, kandungan abu, kandungan air, titik leleh abu, kandungan abu (Na2O+K2O), komposisi maseral (vitrinit, liptinit dan inertinit), kandungan zat terbang serta kandungan karbon dan hidrogen. Kesesuaian pemanfaatan batubara dan teknologi yang digunakan mengacu pada diagram Bielowicz. Selanjutnya untuk mendapatkan hubungan dengan kesesuaian penerapan UCG dilakukan pengujian parameter ketebalan dan kedalaman lapisan batubara. Dari hasil penelitian diketahui batubara lapisan D mempunyai karakteristik yang sesuai jika dimanfaatkan untuk pembakaran normatif dan gasifikasi dengan gasifier unggun tetap (fixed bed gasifier) yang secara proses hampir sama dengan proses gasifikasi batubara bawah permukaan. Ketebalan dan kedalaman batubara lapisan D sesuai untuk penerapan teknologi UCG
ANALISIS SUSTAINABLE DEVELOPMENT BERBASIS KOMODITAS TIMAH DI PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG MENGGUNAKAN PENDEKATAN DATA PANEL
Sustainable development is one of the important aspects of the development of a region. Development planning of a region has many obstacles, one of them is the dependence on a certain sector that becomes a source of regional income, such as the tin mining sector in Bangka Belitung Province. Sustainable development has several goals that are represented by three main aspects; economic, social, and environmental aspects of the six regencies in the Bangka Belitung Island Province. The economic aspect uses Gross Regional Domestic Product data from the tin mining sector, the social aspect uses Human Development Index data, and the environmental aspect uses the Environmental Quality Index data. These three aspects will be used as indicators to obtain the value of the Sustainable Development Index in the Bangka Belitung Islands Province. This study used the panel data method to examine the influence of the tin mining sector as one of the largest contributors to regional income, on sustainable development in the Bangka Belitung Islands Province. The panel data method was used to analyze the economic, social, and environmental aspects of the Sustainable Development Index so that the most influence sustainable development aspect in the Bangka Belitung Islands Province can be identified. The results of this study show that the mining sector had the least contribution of 0.17 units to the Sustainable Development Index compared to the Human Development Index value of 5.9 units and 0.48 units of the Environmental Quality Index value which represented social and environmental aspects.Pembangunan berkelanjutan merupakan salah satu aspek penting dalam pembangunan suatu daerah. Perencanaan pembangunan suatu daerah memiliki banyak kendala, salah satunya ketergantungan terhadap sektor tertentu yang menjadi sumber pendapatan daerah seperti sektor pertambangan timah di Provinsi Bangka Belitung. Tujuan pembangunan berkelanjutan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung direpresentasikan oleh tiga aspek utama yaitu aspek ekonomi, aspek sosial, dan aspek lingkungan dari enam kabupaten di wilayah tersebut. Aspek ekonomi menggunakan data Produk Domestik Regional Bruto sektor pertambangan timah, aspek sosial menggunakan data Indeks Pembangunan Manusia, dan aspek lingkungan menggunakan data Indeks Kualitas Lingkungan Hidup. Ketiga aspek ini akan dijadikan indikator untuk mendapatkan nilai Indeks Pembangunan Berkelanjutan. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode data panel untuk melihat pengaruh sektor pertambangan timah sebagai salah satu penyumbang pendapatan daerah terbesar terhadap pembangunan berkelanjutan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Metode data panel digunakan untuk menganalisis aspek ekonomi sosial dan lingkungan terhadap Indeks Pembangunan Berkelanjutan, sehingga diketahui aspek yang paling mempengaruhi pembangunan berkelanjutan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sektor pertambangan memberikan kontribusi paling kecil sebesar 0,17 satuan terhadap Indeks Pembangunan Berkelanjutan dibandingkan nilai Indeks Pembangunan Manusia sebesar 5,9 satuan dan 0,48 satuan untuk nilai Indeks Kualitas Lingkungan Hidup yang mewakili aspek sosial dan lingkungan