E-Journal Universitas Subang
Not a member yet
1292 research outputs found
Sort by
UPAYA GURU UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI MELALUI PENDEKATAN OBJEKTIF PADA SISWA KELAS V SD NEGERI CIJOGED KECAMATAN CIPEUNDEUY KABUPATEN SUBANG
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan apresepsi siswa terhadap karya sastra khususnya puisi. Dalam pembelajaran menulis puisi ini, penulis arahkan kepada siswa untuk memahami dan menulis puisi akrostik.Penelitian ini dilaksanakan di kelas V SD Negeri Cijoged Kecamatan Cipeundeuy Kabupaten Subang. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan model siklus yang terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi terhadap siswa dan refleksi. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1. Kegiatan pembelajaran menulis puisi melalui pendekatan objektif dengan pengenalan terlebih dahulu jenis puisi akrostik. Pembelajaran terdiri dari tiga pertemuan dalam dua siklus. Siklus I pembelajaran menulis puisi akrostik dengan model puisi nama, sedangkan siklus II menulis puisi akrostik dengan model puisi lingkungan. Hasil Pembelajaran menunjukan adanya peningkatan yaitu pada siklus I memperoleh nilai rata – rata kemampuan siswa mencapai 2,37 dengan katagori cukup, sedangkan pada siklus II memperoleh nilai dengan rata – rata kemampuan siswa mencapai 3,42 dengan katagori baik. Artinya bahwa pembelajaran menulis puisi melalui pendekatan objektif mampu memperbaiki dan mengoptimalkan kualitas pembelajaran yang dilakukan melalui tindakan kelas. Dan hasil evaluasi terlihat adanya gambaran terbentuknya pemahaman struktur puisi akrostik
MENINGKATKAN KETERAMPILA MENULIS DENGAN MEDIA GAMBAR SERI PADA SISWA KELAS V SD NEGERI PELITA KARYA I KECAMATAN CIPEUNDEUY KABUPATEN SUBANG
Permsalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah : 1) Apakah penggunaan media gambar seri mampu meningkatkan aktivitas siswa dalam menulis karangann di kelas V SD Negeri Pelita Karya I?; 2) Apakh penggunaan medi gambar seri mampu menigkatkan keampuan menulis siswa dikelas V SD Negeri Pelita Karya I?. Seiring dengan rumusan masalah tersebut tujuan yang hendak diccapai dari penelitian ini antara lain unntuk mengetahui efektivitas penggunaan media gambar seri dalam pembelajaran menlis dan mengetahui apakah penggunaan media gambar seri mampu meningkatkan kemampuan menulis siswa. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas yang dilakukan sebnyak tiga siklus. Hasil peneitian menunjukka bahwa. Pertama, aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran menulis karangan dengan menggunakan media gambar seri menunjukkan adanya peningkatn aktivitas yang baik dan tiap siklusnya. Aktivitas dalam menjawab pertanyaan guuru dan 8,3% pada siklus I menjadi 88,9% pada siklus III , begitu pula dalam keseriusan mengerjakan tugas dari 80,6% pada siklus I menjadi 94,4% pada siklus III, sementara itu perilaku yang tidak baik sesuai KB terjadi pennurunan dari 22,2% pada siklus I menjadi 5,6% pada siklus III sehingga menunjukkan perubahan perilaku yang baik. Kedua, hasil kemampuan siswa dalam menulis karangan dari setiap siklusnya mengalami peningkatan. Ha ini dibuktikan dengan peningkatan rata-rata nilai siswa pada siklus I rata-rata mencapai 57,7 smentara padda siklus II mencapai 64, dan mencapai 76 pada siklus III. Berarti nilai yang diperoleh siswa meningkat sebesar 6,7 dari siklus I ke siklus II, dan meningkat lagi sebesar 12 dari siklus dari siklus II ke siklus III
The effect of students' motivation and behavior to the learning environment and it implication to students' achievement in learning English
This research aims to find out the answer of the hypothesis about the effect of students' motivation and behaviour to the learning environment and it implication to students' achievement in learning English. Survey causal was the approach of this research by using path analysis. Structure Equational Analysis by using LISREL was used to analyse the data. The population was 320 students and the sample was 177 students taken randomly. The result hypothesis was: (1) There was an effect of learning motivation (X1) to learning behaviour with the Value = 8.99 > t t = 1.984; (2) There was an effect of motivation to learning attitude with the value to= 5.30 >t t = 1.984 (3) There was an effect of learning behaviour to learning environment with the value= 11.92 > tt = 1.984 (4) There was an effect of students’ learning motivation to learning environment with the value to= 4.25 > tt = 1.984 (5) There was an effect of students’ learning behaviour to learning environment with the value to= 7.74 > tt = 1.984 (6) There was an effect of students’ learning motivation to learning achievement in learning English with the value = 5.25 > tt = 1.984 (7) There was an effect of learning behaviour to learning achievement in learning English with the value to= 7.61 > tt = 1.984 (8) There was an effect of learning behaviour to learning achievement in learning English (Y) with the value to= 2.23 > tt= 1.984 (9) There was an effect of learning environment to slearning achievement in learning English with the value = 6.44 > tt = 1.984. The correlation test model was a fit model with the value of Chi-Square = 0, 05 and P was 1 (P > 0,00). 
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika melalui Metode Practice Rehearsal Pairs pada Siswa SMA Al-Hidayah Medan
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dalam pokok bahasan persamaan kuadrat melalui metode pembelajaran Practice Rehearsal Pairs.Yang menjadi lokasi dalam penelitian ini bertempat di SMA Al-Hidayah Medan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Al-Hidayah Medan yang terdiri dari 3 kelas sebanyak 120 orang. Yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IPA-1 SMA Al-Hidayah Medan yang berjumlah 30 orang.Instrumen penelitian ini adalah dengan menggunakan tes untuk mengetahui tingkat kemampuan siswa dalam memecahkan masalah berdasarkan tingkat kemampuan pemecahan masalah yang dikemukakan oleh Polya dan untuk mengetahui ketuntasan belajar siswa. Observasi digunakan untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah matematika berdasarkan hasil tes. Dari analisis kemampuan pemecahan masalah matematika siswa berdasarkan tingkat kemampuan pemecahan masalah yang dikemukakan oleh Polya melalui metode Practice Rehearsal Pairs adalah pada tingakat kemampuan 1 persentasenya 2%, pada tingkat kemampuan 2 persentasenya 6%, pada Tingkat Kemampuan 3 persentasenya 67%, pada tingkat kemampuan 4 persentasenya 25% serta ketuntasan belajar siswa diperoleh persentasenya 93%. Deskripsi tingkat kemampuan siswa dalam memecahkan masalah dalam bentuk soal cerita : (1) Peserta didik tidak mampu melaksanakan empat langkah pemecahan masalah Polya sama sekali (memahami masalah, menyusun rencana penyelesaian, melaksanakan rencana penyelesaian, memeriksa kembali), (2) Peserta didik mampu memahami masalah, (3) Peserta didik mampu melaksanakan tahap memahami masalah, menyusun rencana penyelesaian, dan tahap melaksanakan rencana penyelesaian, (4) Peserta didik mampu melaksanakan tahap memahami soal, menyusun rencana penyelesaian, melaksanakan rencana penyelesaian, dan tahap memeriksa kembali. Dengan demikian dapat dikatakan tingkat kemampuan siswa kelas X IPA SMA Al-Hidayah Medan dalam memecahkan masalah bentuk soal cerita pada materi persamaan kuadrat pada Tingkat
Menggambar dalam Mengembangkan Kreativitas dan Bakat Siswa Sekolah Dasar
Penelitian ini mengkaji terkait proses pelatihan menggambar pada siswa sekolah dasar. Fokus penelitian ini membahas bakat dan kreativitas siswa sekolah dasar yang mengikuti pelatihan menggambar dalam mengembangkan bakat dan kreativitas yang dicapai. Desain dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, metode yang digunakan yaitu metode deskritif, dalam hal ini akan dikaji serta mendeskripsikan proses kegiatan pelatihan mengambar terhadap siswa sekolah dasar dalam mengembangkan bakat dan kreativitasnya dalam bidang menggambar. Subjek dalam penelitian ini adalah tiga siswa sekolah dasar dari tiga sekolah yang telah diteliti. Penelitian lebih berfokus pada teknik belajar siswa dalam menggambar, menentukan bakat dan kreativitas siswa, mengenalkan teknik dasar menggambar dan hasil capaian setelah siswa mengikuti kegiatan pelatihan menggambar. Teknik analisis data yang digunakan penelitian ini menggunakan analisis model interaktif (Interactive Model of Analysis), dengan adanya suatu reduksi data, sajian data serta penarikan kesimpulan dengan proses pengumpulan data. Hasil capai pada penelitian ini, siswa perlu diarahkan ke hal yang aktif dan produktif karena lingkungan dapat mempengaruhi pola pikir siswa, setelah diberikan pelatihan yang berkaiatan dengan teknik dasar menggambar ada perubahan yang baik yaitu siswa dapat memanfaatkan imajinasinya lalu diterapkan dalam bentuk gambar
MENINGKATKAN KEMAMPUAN KEPALA SEKOLAH DALAM PENYUSUNAN PROGRAM SUPERVISI MELALUI PENERAPAN PEMBINAAN BERKELANJUTAN DI GUGUS II KECAMATAN SERANGPANJANG
Kemampuan kepala sekolah dalam menyusun program supervisi masih rendah, hal tersebut disebabkan oleh ketidaktahuan dan kurangnya informasi tentang cara dan penyusunan program supervisi yang baik dan benar. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka dilaksanakan kegiatan penelitian tindakan sekolah melalui kegiatan pembinaan berkelanjutan dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan kepala sekolah dalam penyusunan program supervisi. Subyek dalam penelitian adalah 10 orang kepala sekolah dasar di Gugus II Kecamatan Serangpanjang Kabupaten Subang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi serta analisis dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah teknik triangulasi sumber dan metode. Hasil yang diperoleh dari kondisi awal sebanyak 4 kepala sekolah dinyatakan mampu menyusun dengan Kurang Baik (K) atau 40% dari 10 kepala sekolah yang barada di Gugus I dengan nilai rata-rata 49,75, meningkat menjadi 7 kepala sekolah (70%) mampu menyusun dengan cukup baik (C) dan 3 kepala sekolah (30%) mampu menyusun dengan baik (B) pada siklus pertama dengan nilai rata-rata sebesar 64,75 serta 6 kepala sekolah (60%) mampu menyusun dengan baik (B) dan 4 kepala sekolah (40%) mampu menyusun dengan sangat baik (SB) pada siklus kedua dengan nilai rata-rata sebesar 89,50
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATERI PECAHAN SEDERHANA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Pecahan Sederhana melalui penerapan Model model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams-Achievement Division (STAD) pada siswa kelas III SD Negeri Cipancar Kecamatan Serangpanjang Kabupaten Subang semester genap tahun pelajaran 2014/2015. Subyek penelitian terdiri dari 22 orang siswa yang heterogen. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus sertiap siklus terdiri dari 3 pertemuan , pada 2 pertemuan awal pembelajaran tentang pembahaasan materi pelajaran, sedangkan pertemuan ke 3 dilaksanakan tes formatif. Rata- rata hasil tes formatif siklus 1 adalah 67,73 dan rata- rata hasil tes formatif siklus 2 adalah 80,63. Hasil penelitian ini menunjukan adanya peningkatan nilai rata- rata sebesar 12,90 (16,02%). Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pembelajaran melalui penerapan model Pembelajaran kooperatif tipe Student Teams-Achievement Division (STAD) dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas III SD Negeri Cipancar Kecamatan Serangpanjang Kabupaten Subang semester genap tahun pelajaran 2014/2015 pada materi Pecahan Sederhana
Peranan Slik (Sistem Layanan Informasi Keuangan) Pada Pt. Bank Pembangunan Jawa Barat Dan Banten Kantor Cabang Pembantu Jalancagak
Salah satu lembaga keuangan yang melayani masalah keuangan masyarakat yaitu PT. Bank Pembangunan Jawa Barat Dan Banten Kantor Cabang Pembantu Jalancagak berdasarkan data yang di peroleh terdapat beberapa kegiatan yang dilakukan PT. Bank Pembangunan Jawa Barat Dan Banten Kantor Cabang Pembantu Jalancagak yaitu menghimpun dana dan penyaluran kredit Peran bank dalam penyaluran kredit memang tidak bisa dipungkiri lagi bahwa merupakan usaha yang banyak menghasilkan keuntungan atau return yang tinggi. Dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan atau yang biasa di sebut OJK selaku lembaga yang mempunyai peran mengawasi seluruh kegiatan lembaga keuangan yang ada di Indonesia meluncurkan sebuah sistem yang berbentuk aplikasi yang dinamakan dengan SLIK atau kepanjangan dari (Sistem Layanan Informasi Keuangan) yang diluncurkan dan digunakan secara meluas pada tanggal 1 januari 2018 untuk membantu pengawasan terhadap kreditur dan debitur dan dapat digunakan untuk bertukar informasi.
One of the financial institutions that serves the public financial problems, namely PT. West Java and Banten Development Bank Jalancagak Sub-Branch Office based on the data obtained there are several activities carried out by PT. West Java and Banten Development Bank Jalancagak Sub-Branch Office is to raise funds and credit distribution The role of banks in lending is indeed undeniable that it is a business that generates high profits or returns. In this case the Financial Services Authority or commonly called OJK as an institution that has the role of overseeing all activities of financial institutions in Indonesia launches a system in the form of an application called SLIK or stands for (Financial Information Service System) which is launched and used extends on January 1, 2018 to help supervise creditors and debtors and can be used to exchange information.
 
PENGARUH METODE BERMAIN TERHADAP PENINGKATAN PASSING BAWAH DALAM PERMAINAN BOLAVOLI SISWI EKSTRAKURIKULER DI SMA NEGERI 1 PURWADADI
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu, dengan desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah One Group Pretest and Post Test Design. Subyek dari penelitian ini adalah siswa peserta ekstrakurikuler bola voli putri, dengan jumlah 20 siswi. Pengambilan data menggunakan tes, dengan instrumen berupa Kautz Volley Ball Passing Test. Teknik analisis data menggunakan analisis uji-t, melalui uji prasyarat normalitas dan homogenitas. Hasil pengujian hipotesis menggunakan Uji-t mendapatkan t hitung sebesar - 10,405 lebih besar dari t tabel sebesar 1,729 (-10,405 > 1,729), sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara data sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Peningkatan rerata terlihat nyata karena terjadi peningkatan sebesar 3,50 dari 17,60 menjadi 21,10. Jika digambarkan dalam persentase, peningkatan tersebut sebesar 19,89%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pelatihan metode bermain terhadap kemampuan passing bawah bola voli siswi ekstrakurikuler SMA N 1 Purwadadi
EVALUASI KEBIJAKAN PELAYANAN KESEHATAN BAGI PENDUDUK MISKIN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TANJUNGSIANG KECAMATAN TANJUNGSIANG KABUPATEN SUBANG
Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui fakor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan Evaluasi Kebijakan Pelayanan Kesehatan bagi Penduduk Miskin di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjungsiang Kecamatan Tanjungsiang Kabupaten Subang, menggunakan indikator Efektivitas, Efisiensi, Kecukupan, Pemerataan, Responsivitas, dan Ketepatan. Penelitian ini menggunakan model persamaan regresi multiple yang sering disebut dengan Structural Equation Modeling (SEM) atau Linear Structural Relationship (LISREL). SEM banyak digunakan dalam penelitian ilmu-ilmu sosial dan perilaku berbasis penelitian kuantitatif. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Analisis Faktor Komfirmatori atau sering disebut Comfirmatory Factor Analysis (CFA). Dengan penelitian ini maka akan dapat dibangun suatu teori yang dapat berfung si untuk menjelaskan, meramalkan, dan mengontrol suatu gejala yang ada melalui gejala yang ada melalui pengumpulan data dilapangan dengan menggunakan kuesioner dan di sebarkan kepada responden terkait pelaksanaan kebijakan pelayanan kesehatan bagipenduduk miskin. Untuk penghitungannya menggunakan model pengukuran (outer model) dan dibantu menggunakan Statistic Programmer For Social Science (SPSS)versi 16.0.Berdasarkan hasil analisis model pengukuran (outer model) pada statistik uji t-student untuk setiap indikator pada Variabel Laten Evaluasi Kebijakan, diperoleh hasil perhitungan nilai t-student dimensiEfektivitas = 15.87> 1.96, dimensiEfisiensidengannilai t-student = 21.28> 1.96, dimensi Kecukupan dengan nilai t-student = 8.13> 1.96, dimensi Pemerataan dengan nilai t-student = 20,41> 1.96, dimensi Responsivitas dengan nilai t-student = 14.08 > 1.96, dandimens iKetepatan dengan nilai t-student= 5.64 > 1.96. Sehingga dapat diputuskan H0 ditolak dan H1 diterima dengan kata lain terdapat pengaruh signifikan dari Efektivitas, Efisiensi, Kecukupan, Pemerataan, Responsivitas dan Ketepatan terhadap Evaluasi kebijakan pelayanan kesehatan bagi penduduk miskin di PuskesmasTanjungsiang