E-Journal Universitas Subang
Not a member yet
1292 research outputs found
Sort by
Perancangan Poros Utama Mesin Bubut Kayu
Poros utama mesin bubut kayu merupakan salah satu komponen penting pada mesin bubut kayu. Poros utama dihubungkan dengan pencekam dan motor lisrik. Tujuan dari pembuatan poros utama mesin bubut ialah untuk lebih mengoptimalkan fungsi dari mesin bubut kayu. Hasil penelitian menunjukkan Dari hasil yang diperoleh hasil: (1) Poros utama Poros utama dapat menggerakkan pencekam sesuai dengan kecepatan yang telah ditentukan mengalami kemiringan posisi; (2) Proses pembuatan poros utama mesin bubut kayu sederhana yaitu: proses pemotongan (sawing) - proses pembubutan (turning) meliputi pembubutan facing, pengeboran senter, pembubutan rata, pembubutan bertingkat, dan pembubutan chamfe dan pembuatan ulir luar secara manual dengan snei; (2) Waktu yang diperlukan dalam membuat poros utama mesin bubut kayu sederhana yaitu 137 menit atau 2 jam 17 menit
Pengaruh Penggunaan Alat Penghemat BBM Terhadap Konsumsi Bahan Bakar Sepeda Motor Bertransmisi Matic, Semi Automatic dan Manual
Pengujian konsumsi bahan bakar ini dilakukan dengan alat penghemat Bahan Bakar Minyak (BBM) IM Power dengan spesimen uji motor matic, semi automatic dan manual. Tujuannya untuk mengetahui pengaruh penggunaan alat penghemat bahan bakar terhadap konsumsi bahan bakar sepeda motor uji tersebut. Bahan bakar berhubungan dengan bilangan oktan yang menunjukkan seberapa besar tekanan yang bisa diberikan sebelum bensin terbakar secara spontan. Pemilihan jenis bahan bakar harus diperhitungkan rasio kompresi motor. Konsumsi bahan bakar kendaraan semakin menjadi perhatian mengingat harga bahan bakar minyak sebagai bahan bakar utama kendaraan semakin meningkat harganya. Pengujian ini dilakukan dengan membandingkan konsumsi bahan bakar yang dipasang dengan alat penghemat bahan bakar pada sepeda motor bertransmisi matic,semi matic dan manual. Hasil yang didapatkan dari analisa data adalah konsumsi bahan bakar yang menggunakan alat penghemat bahan bakar mengalami penurunan dengan bahan bakar bensin produksi Pertamina terdiri dari Premium, Pertamax maupun Pertalite yang mempunyai kandungan nilai oktan berbeda
Analisis Alokasi Anggaran Penanganan Terhadap Pencapaian Kemantapan Ruas Jalan Studi Kasus Kabupaten Subang
Faktor penyebab kerusakan jalan yang terjadi biasanya disebabkan oleh umur rencana jalan yang telah dilewati, kelebihan beban kendaraan, perencanaan awal yang tidak tepat, pengawasan yang kurang baik serta pelaksanaan pekerjaan yang tidak sesuai dengan standar yang telah ditentukan. Disisi lain pemerintah daerah selalu mengalokasikan anggaran biaya penanganan untuk ruas jalan yang mengalami penurunan tingkat pelayanan (kerusakan) hal ini bertujuan untuk memelihara kinerja jalan agar tetap baik dan anggaran biaya penanganan tersebut bisa saja meningkat setiap tahunnya begitupun dengan tingkat kerusakan yang terjadi. Usulan penanganan untuk setiap ruas jalan akan sangat berbeda maka diperlukan suatu perencanaan yang efektif dan efisien dalam menganalisa kondisi ruas jalan serta anggaran penanganan yang dibutuhkan agar dapat mencapai kemantapan jalan. Dari hasil analisis diperoleh skema pendanaan pada kegiatan penanganan jalan dengan kondisi terbatas untuk memperoleh hasil maksimum yaitu berdasarkan skema 3, dimana dengan skenario alokasi pendanaan dimaksimalkan pada kegiatan pemeliharaan berkala 100% sebesar Rp. 164.813.284.341,- dan sisanya dialokasikan pada kegiatan peningkatan jalan sebesar Rp. 35.186.715.679,- maka diperoleh kondisi kemantapan jalan untuk tahun selanjutnya dengan kondisi jalan mantap sebesar 82,80% dan tidak mantap sebesar 17,20%. Peneliti menilai bahwa simulasi yang dilakukan cenderung bersifat kondisional dan fleksibel, dimana sangat bergantung pada data kondisi awal kinerja jalan yang ditangani serta kapabilitas pendanaan pemerintah daerah serta target pencapaian kemantapan jalan yang diharapkan.
Studi Mikro Terkait Rekayasa dan Penataan Fasilitas dalam Menunjang Aktifitas Naik Turun Pengguna Ojek Online dalam Kerangka Edukasi dan Kajian Kebijakan Pada Suatu Pusat Kegiatan, Studi Kasus Kawasan Kampus ITB
Tingginya intensitas kegiatan naik turun penumpang ojek online pada beberapa pintu masuk kampus yang terjadi sepanjang hari, terindikasi menyebabkan intensitas kemacetan pada kawasan kampus ITB dan sekitarnya. Berdasarkan kajian sebelumnya teridikasi penurunan kinerja jalan sebagai dam-pak aktifitas mangkal dan naik turun pengguna ojek online di kawasan ITB menghasilkan angka densitas berkisar 0,96 s/d 1,15. Berdasarkan model Biogeme yang dibangun pada penelitian yang telah dilakukan terindikasi intensitas penggunaan ojek online dipengaruhi sensitifitas negatif ter-hadap besaran biaya perjalanan (-1.09) dan waktu tunggu (-0.681), sementara sensitivitas positif ter-jadi pada besaran tingkat kecepatan operasi ojek online (0.108) khsusunya jika dibandingkan moda angkutan perkotaan. Sementara berdasarkan model SEM, mengindikasikan pengaruh variabel so-sioekonomi yang dipengaruhi indikator besaran pengeluaran transportasi menghasilkan nilai koefisien sebesar (-0,505) dan variabel Pola Perjalanan yang dipengaruhi indikator Waktu pen-capaian dan Biaya perjalanan menghasilkan nilai koefisien sebesar (+0,306). Terkait konsep penataan area parkir/ halte untuk ojek online pada kawasan pusat kegiatan, disulkan beberapa opsi yang bersi-fat kondisional tergantung ketersediaan site yang akan diperuntukan bagi area parkir/ halte yang akan diusulkan
PERENCANAAN STRATEGI SISTEM INFORMASI PERTANIAN MENGGUNAKAN METODE CASSIDY: Pada : Instalasi Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan Hortikultura Kabupaten Subang
Pemerintah dalam salah satu rencana strategisnya, menetapkan ketahanan pangan sebagaifokus penanganan yang serius. Ketahanan Pangan adalah kondisi terpenuhinya Pangan baginegara sampai dengan perseorangan, yang tercermin dari tersedianya Pangan yang cukup, baikjumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata, dan terjangkau serta tidakbertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat, untuk dapat hidup sehat, aktif,dan produktif secara berkelanjutan. Balai pengawasan sertifikasi benih dan tanaman panganhortikultura wilayah 3 subang berada pada salah satu kota yang mempunyai area pertanianyang cukup luas dengan beragam tantangan yang ada seperti mulai adanya penyempitan lahanpertanian, keterbatasan teknologi pertanian, pupuk dan pemasaran agar saat panen hargaproduk pertanian tidak anjlok. Munculnya kompleksitas permasalahan yang ada makadiperlukan perencanaan strategi untuk mengatasinya yaitu sistem informasi. Untukmendapatkan perencanaan yang baik maka digunakan metode anita casidy sehinggga akandihasilkan berupa strategi jangka panjang terkait aplikasi apa yang akan dibutuhkan dalammembangun sistem informasi pertanian di balai pengawasan sertifikasi benih padi tanamanpangan dan hortikultura wilayah 3 Subang
The role of the learning environment in addressing online learning in the Covid-19 era
Since the outbreak of the Corona Virus Disease pandemic (covid-19) has had a significant impact on all aspects of life, especially education. In the world of online learning education is considered to be a new thing in the process so that many students and teachers feel strange doing it. The number of obstacles experienced make online learning not yet implemented well. The lack of preparation for the role of the learning environment is considered to be a contributing factor to online learning in the Covid 19 era. The purpose of writing this article are 1) Describe the role of the environment in the mathematics learning process of elementary school students in the Covid-19 era. 2) Analyzing the impact arising from the unpreparedness of the learning environment in implementing online learning in the Covid-19 era. This research method uses the type of literature study. The object of this research focuses on the role of the learning environment in addressing online learning in the Covid era 19. The validity of the data is done by triangulating various sources. The data analysis technique used in this study is the Constant Comparison method. The results of this study are 1). The learning environment plays an important role in implementing online learning. 2). Online learning takes place suddenly so that the lack of preparation of the learning environment is the main problem at hand. That causes many obstacles faced in implementing online learning
Hubungan Kualitas Tidur Mood dan Kinerja pada Atlet Bola Voli Universitas 17 Agustus 1945 Cirebon
Abstrak
Investigasi ini menganalisis hubungan antara kualitas tidur, suasana hati, dan hasil latihan pada atlet bola voli UNTAG Cirebon. Peserta (n = 35 atlet bola voli, 25 (71,4%) pria dan 10 (28,6%) wanita) menyelesaikan latihan selama 30 hari dan melaporkan persepsi tidur subjektif mereka. Atlet dengan kualitas tidur yang buruk melaporkan skor yang lebih tinggi untuk kebingungan dibandingkan dengan atlet dengan kualitas tidur yang baik (p <0.01, d = 0.43). Selain itu, atlet yang kalah pada saat evaluasi menunjukkan tingkat ketegangan (p <0,01, d = 0,49) dan kebingungan (p <0,01, d = 0,32) yang lebih tinggi dibandingkan atlet yang memenangkan permainannya. Analisis regresi menunjukkan bahwa untuk setiap peningkatan poin dalam tingkat kebingungan, ada penurunan kualitas tidur sebesar 19,7%. Analisis varians multivariat menunjukkan bahwa atlet yang tidur nyenyak, dan memenangkan pertandingan, memiliki tingkat ketegangan yang lebih rendah. Lebih lanjut, hasil kami menunjukkan bahwa mood para atlet terkait dengan kesuksesan mereka dalam sebuah pertandingan. Oleh karena itu, dalam sebuah pertandingan, penting bagi para atlet untuk menunjukkan kualitas tidur yang baik, serta menggunakan teknik dan strategi untuk meredakan variasi mood mereka.
Kata Kunci: Latihan, psikologi, olahraga ti
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL BILANGAN MELALUI MEDIA PERMAINAN TRADISIONAL CONGKLAK DI KELAS 1 SDN DR SATIMAN SUBANG
Berdasarkan hasil observasi didapat catatan lapangan bahwa pada kondisi awal sebelum penelitian ini dilakukan, kemampuan mengenal bilangan pada anak kelas 1 SD Negeri DR.Satiman masih relative rendah, hal ini dibuktikan dengan masih banyaknya anak yang kurang tepat ketika anak disuruh menyebutkan bilang sesuai dengan banyak benda yang dihitungnya. Ketika diperlihatkan lambang bilangan masih banyak anak yang salah menyebutkan lambang bilangan yang dilihatnya. Pembelajaran Paikem bukan saja dapat meningkatkan antusias belajar pada anak, tapi juga meningkatkan aktivitas belajar, serta dapat meningkatkan pemahaman anak dalam mengenal bilangan. Salah satu pembelajaran yang mewakili pembelajaran Paikem adalah pembelajaran dengan menggunakan Media Permainan Tradisional Congklak. Dengan media ini, anak akan dilibatkan secara aktif dalam pembelajaran. Penelitian Tindakan Kelas ini merupakan penelitian yang dilakukan oleh guru sebagai praktisi/pendidik yang bertugas di SD Negeri DR.Satiman Subang. Berdasarkan hasil observasi/catatan lapangan selama proses pembelajaran berlangsung dikegiatan penjajagan awal, dikegiatan siklus kesatu dan kegiatan siklus kedua, pada anak didik secara umum 1). Telah terjadi peningkatan aktivitas belajar anak melalui penggunaan media pemainan tradisional congklak, hal ini dibuktikan dengan anak terlihat senang dan terlibat aktif dalam kegiatan proses pembelajaran yang dilakukan. guru, karena model pembelajaran tersebut dapat meningkatkan prestasi belajar siswa 2). Kemampuan mengenal bilangan Anak kelas satu SD DR.Satiman telah menunjukkan peningkatan secara signipikan
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PROGRAM BERAS SEJAHTERA (RASTRA) DI WILAYAH DESA MULYASARI KECAMATAN PAMANUKAN KABUPATEN SUBANG
Penanggulangan kemiskinan merupakan kebijakan yang dilakukan terhadap masyarakat yang tidak mempunyai atau mempunyai sumber mata pencaharian dan tidak dapat memenuhi kebutuhan yang layak bagi kemanusiaan. Banyak upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengatasi masalah kemiskinan ini, melalui Program Beras sejahtera (Rastra). penyaluran beras sejahtera di Desa Mulyasari ditemukan permasalahan-permasalahan Kualitas beras sejahtera yang disalurkan ke Desa Mulyasari masih kurang layak, Belum adanya keseimbangan antara kuota beras dengan RTSPM, Penelitian ini diharapkan dapat mengetahui Implementasi Program Rastra di Desa Mulyasari Kecamatan Pamanukan Kab. Subang. Penelitian yang dilakukan bersifat deskriptif yaitu untuk mendapatkan data yang objektif dalam rangka mengetahui dan memahami Implementasi Program Rastra di Desa Mulyasari Kecamatan Pamanukan Kab. Subang Adapun informan perangkat desa Mulayasari, dan Masyarakat terkait. Berdasarkan penelitian diketahui Implementasi Program Beras sejahtera (Rastra) di Desa Mulyasari Kecamatan Pamanukan Kabupaten Subang belum berjalan dengan optimal Pada dimensia isi Kebijakan (Content of Policy), implementasi Program Beras sejahtera (Rastra) di Desa Mulyasari Kecamatan Pamanukan Kabupaten Subang tidak tunggangi oleh kepentingan perorangan melain suatu cita-cita dalam pengetansan kemiskinan kemudian masyarakat target program meresa terbantu dengan adanya program ini, untuk menghindari konflik social di masyarakat maka pemerintah desa dan jajaran membagi rata beras rastra tersebut sehingga jumlah beras yang dibagikan tidak sesuai dengan jumlah yang ditentukan pemerintah pemerintah belum mampu mengatasi keterlambatan pembayaran beras sejahtera petugas pelaksana program tidak mengantisipasi pembayaran yang macet dari program beras sejahtera, serta terakhir kurangnya kompetensi dan tanggung jawab dari pelaksana program Kemudian pada dimensi Lingkungan Kebijakan dukung oleh seluruh stakeheolder desa mulyasari, adanya ketegasan dari pemerintah sehingga beras sejahtera tepat sasaran serta masyarakat sering menerima Rastra dengan kualitas sangat rendah dan tidak layak dikonsumsi.
Poverty alleviation is a policy that is carried out on people who do not have or have a source of livelihood and cannot meet the proper needs of humanity. Many attempts were made by the government to overcome this problem of poverty, through the Poor Rice Program (Rastra). distribution of poor rice in Mulyasari Village found problems Quality of poor rice distributed to Mulyasari Village was still inadequate, There was no balance between the rice quota and RTSPM, this research was expected to find out the Implementation of the Literature Program in Mulyasari Village, Pamanukan District, Kab. Suban. The research conducted is descriptive in nature to obtain objective data in order to know and understand the Implementation of the Literature Program in Mulyasari Village, Pamanukan District. Subang The informants of the Mulayasari village apparatus, and the community concerned. Based on the research, it is known that the implementation of the Poor Rice Program (Rastra) in Mulyasari Village, Pamanukan Sub-District, Subang Regency has not been running optimally. other than an ideal in poverty alleviation then the target community of the program feels helped by the existence of this program, to avoid social conflict in the community, the village government and the ranks of the Rastra rice evenly distributed so that the amount of rice distributed is not in accordance with the amount determined by the government the government has not been able to overcome the late payment of poor rice program implementers do not anticipate bad payments from the poor rice program, and finally the lack of competence and responsibility of program implementers Then in the Environmental dimension Policy is supported by cells Told the Mulyasari village stakeheolder, there is a firmness from the government so that poor rice is right on target and the community often receives Rastra with very low quality and is not suitable for consumption
Prosedur Pembukaan Rekening Tabungan Pada Pt.Bank Tabungan Pensiunan Nasional (Btpn) Kcp Subang
Berdasarkan pengangkatan judul Prosedur Pembukaan Rekening Pada PT. Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) KCP Subang, maka dapat diambil rumusan masalah sebagai berikut ; (1) Bagaimana prosedur pembukaan rekening. (2) Apa saja syarat-syarat pembukaan rekening. (3) Bagaimana cara menarik minat masyarakat untuk membuka rekening di Bank BTPN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Prosedur pembukaan rekening dilakukan oleh Calon nasabah datang ke kantor Bank BTPN terdekat dengan membawa kartu identitas diri KTP/SIM dan juga sejumlah uang tunai. ; Calon nasabah menuju customer service dan menyampaikan keperluannya untuk pembukaan rekening baru. ; Customer service memberitahukan informasi produk tersebut serta menjelaskan syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi oleh nasabah dalam pembukaan rekening baru. ; Setelah itu calon nasabah diberi lembar aplikasi pembukaan rekening. Kemudian calon nasabah diminta untuk mengisi formulir tersebut sesuai dengan identitas diri.; Setelah selesai mengisi formulir, customer service melakukan proses pengimputan data nasabah dan juga verifikasi data calon nasabah apakah sudah sesuai dengan identitas diri yang digunakan.; Nasabah diminta untuk menunggu beberapa menit untuk proses pembuatan buku rekening dan juga ATM.; Setelah itu pihak customer service memberitahukan kepada nasabah nomor rekening dan juga buku tabungan serta meminta nasabah untuk tanda tangan. ; Kemudian customer service menyerahkan pembukuan pada teller untuk memproses setoran awal nasabah,- ; Setelah selesai pembukuannya, pihak customer service menyerahkan buku tabungan serta memberitahukan setoran awal yang sudah masuk pada rekening nasabah dan juga penyerahan ATM atas rekening yang bersangkutan. ; Transaksi selesai. Manfaat yang dapat dirasakan oleh nasabah secara langsung maupun tidak langsung oleh nasabah meliputi ; bunga yang menguntungkan, Keringanan biaya karna tidak dipungut biaya admin maupun keringanan syarat dan ketentuan dalam pembuatannya, Kemudahan transfer dana, Mudah dalam pengambilan gaji pensiunan, Serta fasilitas pembayaran berbagai tagihan. Semua itu untuk kemudahan nasabah dalam melakukan berbagai transaksi sesuai kebutuhannya. Sebelum melakukan pembukaan rekening tabungan calon nasabah harus melangkapi syarat-syarat dan ketentuan pada Bank BTPN.
Based on the appointment of the title of Account Opening Procedure At PT. Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) KCP Subang, hence can be taken problem statement as follows; (1) How is the account opening procedure. (2) What are the account opening conditions. (3) How to attract people to open an account at Bank BTPN. The result of the research shows that, the account opening procedure is done by the prospective customer coming to the nearest Bank BTPN office by bringing ID card / driver's license and also some cash. ; Prospective customers go to customer service and submit the need for opening a new account. ; Customer service informs the product information and explains the terms and conditions that must be fulfilled by the customer in opening a new account. ; After that the prospective customer is given a sheet of account opening application. Then the prospective customer is required to fill the form in accordance with the identity of self; After completing the form, customer service perform the process of data pengimputan customers and also verification of prospective customer data whether it is in accordance with the identity of the self used; The Customer is required to wait several minutes for the account book-making process as well as the ATM; After that the customer service tells the customer account number and also the passbook and asks the customer for the signature. ; Then customer service submit bookkeeping to teller to process customer initial deposit, -; After completion of the bookkeeping, the customer service submit a passbook and notify the initial deposit that has been entered in the customer account and also the delivery of ATM on the account concerned. ; Transaction completed. Benefits that can be felt by customers directly or indirectly by customers include; lucrative interest, relief fees are not free of admin fees and relief terms and conditions in the making, Ease of funds transfer, Easy in taking salary pensioners, and facilities payment of various bills. All that for the convenience of customers in performing various transactions as needed. Before opening the account the prospective customer ,ust complete the terms and conditions on the Bank BTPN