E-Journal Universitas Subang
Not a member yet
1292 research outputs found
Sort by
Pancasila sebagai Landasan Filosofi Pendidikan Karakter Kurikulum 2013
Penerapan Pendidikan Karakter pada kurikulum 2013 adalah salah satu upaya pemerintah untuk menanggulangi permasalahan moral di Indonesia. Terdapat 18 nilai-nilai karakter yang menjadi fokus dalam pendidikan karakter di kurikulum 2013, yang bisa di komparasikan dengan landasan dasar negara Indonesia. Indonesia merupakan negara yang berlandasakan Pancasila. Kelima nilai dasar yang tercakup dalam Pancasila merupakan inti hidup dalam kebudayaan bangsa, sekaligus menjadi tuntutan dan tujuan hidupnya, serta menjadi ukuran dasar seluruh perikehidupan bangsa Indonesia. Dengan kata lain, pada hakikatnya adalah moral, moral bangsa Indonesia yang mengikat seluruh warga masyarakat, baik sebagai perorangan maupun sebagai kesatuan bangsa. Oleh karena itu sudah seharusnya Pendidikan Karakter pada kurikulum 2013 sesuai dengan falsafah Pancasila
Pendekatan Contextual Teaching and Learning dalam Pembelajaran Sudut Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa
Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui gambaran meningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran konsep sudut melalui pendekatan contextual teaching learning. Metode penelitian yang digunakan adalah PTK (Penelitian Tindakan Kelas). Penelitian ini terdiri dari tiga siklus, setiap siklus terdiri dari empat tindakan pembelajaran. Setiap tindakan dilaksanakan mulai dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, analisis tindakan dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas III SDN Cikoneng di Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung. NIlai rata-rata aktivitas siswa setiap siklusnya adalah sebagai berikut: siklus 1 mencapai 73,2; siklus 2 mencapai 76,6; siklus 3 mencapai 81,3. Sedangkan nilai rata-rata hasil belajar siswa setiap siklusnya adalah sebagai berikut: siklus 1 mencapai 68,4; silkus 2 mencapai 73,3; siklus 3 mencapai 76,8. Oleh karena ini dapat disimpulkan bahwa pendekatan contextual teaching dan learning dalam pembelajaran sudut dapat meningkatkan hasil belajar sisw
Penerapan Metode Latihan Keterampilan Psikologis untuk Meningkatan Kinerja Wasit dalam Memimpin Pertandingan Futsal
Latar belakang penelitian dilatar belakangi oleh media massa yang sering kali memberitakan wasit dalam memimpin jalannya suatu pertandingan, bahkan menjadikan pokok pemberitaan hangat terkait dengan sikap wasit dalam pertandingan. Wasit seringkali dijadikan sasaran ketidak puasan pemain, ofisial, dan penonton ketika mereka merasa tidak puas dengan kinerja wasit, terutama ketika kondisi kesebelasan ada pada posisi kalah. Lebih-lebih dalam kondisi tersebut wasit sering tidak terkontrol emosinya ketika diperlakukan tidak sewajarnya. Akibat dari seringnya pemain, ofisial dan penonton memberikan protes berlebihan dan seakan-akan melecehkan wasit dalam suatu pertandingan, tidak jarang pula membuat wasit semakin tidak bisa mengontrol emosinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengatahui apakah penerapan metode latihan keterampilan psikologis berupa latihan imagery dapat memberi pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kinerja wasit dalam memimpin pertandingan futsal. Penelitian dilakukan terhadap wasit AFK Kabupaten Subang. Metode eksperimen dan desain One Group Pretest-Postest Desaign dipilih pada penelitian ini untuk melihat sejauh mana pengaruh latihan keterampilan imagery terhadap kepemimpinan wasit futsa
Implemetasi Kebijakan Ketertiban, Kebersihan, Keindahan (K-3) di Kecamatan Subang Kabupaten Subang
Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetaui Implementasi Kebijakan Ketertiban, Kebersihan, Keindahan (K-3) di Kecamatan Subang Kabupaten Subang, dengan mengindikatori Implementasi Kebijakan yang mencakup standard an sasaran kebijakan, sumber daya, komunikasi antar badan pelaksana, karakteristik badan pelaksana, lingkungan sosial, ekonomi, dan politik, dan yang terakhir sikap pelaksana. Berdasarkan hasil penelitian, dapat digambarkan bahwa Implementasi Kebijakan Ketertiban, Kebersihan, Keindahan (K-3) di Kecamatan Subang Kabupaten Subang belum berjalan optimal, hal ini dapat dilihat sumber daya yang dimiliki diantaranya masih rendahnya anggaran untuk Program Ketertiban, Kebersihan, Keindahan (K-3) dan masih rendahnya komunikasi aparatur Kecamatan Subang dengan UPTD-UPTD lainnya.
The purpose of this scripture research is to know the Implementation of Order Policy, Cleanliness, Beauty (K-3) in Subang Sub-District, Subang Regency, by indicating the Policy Implementation which includes standards and policy objectives, resources, communication between implementing agencies, implementing agency characteristics, and finally the attitude of the implementer. Based on the results of the study, it can be illustrated that the Implementation of Order Policy, Cleanliness, Beauty (K-3) Program and still the lack of communication between the Subang Sub-District apparatus and other UPTDs
Implementasi Kebijakan Progran Keluarga Harapan (PKH) di Kelurahan Cigadung Kabupaten Subang
Hasil penelitiannya menunjukan Implementasi PKH di Kelurahan Cigadung Kecamatan Subang belum optimal. Hal ini berarti masih banyak yang harus diperhatikan dan ditingkatkan dalam mekanisme maupun prosedur yang ada, dilihat dari proses kegiatan perrtemuan awal, validasi, pembentukan kelompok, pemuhtahiran data, verifikasi komitmen peserta dan penyaluran bantuan sesuai dengan ketentuan. Kemudian beberapa faktor pendukung dalam implementasi program PKH dukungan kelembagaan PKH yang telah berjalan efektif, semangat dan atusias KPM dalam menjalani Program, PKH memiliki kejelasan isi yang memudahkan pendamping dan KPM dalam menjalankan program, Lembaga bayar menyalurkan dana bantuan tepat jumlah dan tepat waktu. Faktor penghambat implementasi PKH di Kelurahan Cigadung meliputi kendala sumber data yang kurang akurat, sering kali terjadi kecemburuan sosial antara KPM dan masyarakat setempat, rendahnya daya tangkap dari KPM berlatar belakang pendidikan (SD/SMP kurang memahami PKH dan dalam penggunaan dana PKH oleh KPM kerap digunakan diluar ketentuan. Untuk jangka panjang belum bisa merubah pola pikir dan perilaku RTSM secara siginifikan.
This research used theory of implementation approach of policy of Daniel Mazmanin and Paul Sabtier. This theory sees the variable in controlling the problem. Variable of ability of policy in structuring the implementation process accurately and variable from outside of policy that influence the implementation process. This research used descriptive methodology with qualitative approach. The data collecting was done by monitoring and interview thoroughly. The result of this research showed that the implementation of family of expectancy program in Cigadung District Subang Regency had many obstructions and had not been done well yet. The socialization had not thoroughly, so that it could not get supports from the stakeholder. There were still many poor families had not got the assistance of this program. The guidance had not done well yet. The use of financial support of this program was out of its function. For long-range, it could not change mindset and attitude of poor family significantly.
 
Implementasi Kebijakan Bantuan Pangan Non-Tunai Melalui Elektronik Warung Gotong Royong (E-Warong) di Kecamatan Subang Kabupaten Subang
Hasil penelitian menunjukan bahwa sasaran kebijakan dalam pelaksanaannya belum tepat sasaran dalam pemilihan pemilik E-Warong, Seluruh pemilik E-Warong di Kecamatan Subang bukan berasal dari penerima manfaat Bantuan Sosial melainkan berasal dari agenbrilink yang sudah ada. Sumber daya diketahui bahwa kelengkapan sarana dan prasarana masih belum memadai dan menghambat pada pengimplementasian kebijakan Bantuan Pangan Non Tunai melalui E-Warong. Masih perlu adanya penambahan E-Warong sebagai sarana dan prasarana dalam kebijakan ini, agar tidak terjadi penumpukan KPM di 10 E-Warong yang ada di Kecamatan Subang. Komunikasi antara Kecamatan Subang dengan Dinas Sosial dalam menentukan persyaratan dan kriteria E-Warong belum berjalan optimal.
The results showed that the policy target in its implementation was not yet right in the selection of E-Warong owners. All E-Warong owners in Subang District did not come from the Social Assistance beneficiaries but instead came from existingbrilink agents. Resources are known that the completeness of facilities and infrastructure is still inadequate and hinders the implementation of the Non-Cash Food Assistance policy through E-Warong. There is still a need to add E-Warong as a means and infrastructure in this policy, so there is no accumulation of KPM in 10 E-Warong in Subang District. Communication between Subang District and the Social Service in determining the requirements and criteria for E-Warong has not been optimal.
Kata Kunci : Implementasi Kebijaka
PERANCANGAN ALAT INDIKATOR SUHU RUANGAN UNTUK PRAKTIKUM BERBASIS MIKROKONTROLLER ARDUINO UNO R3
Alat bantu dalam praktikum di laboratorium khususnya laboratorium Elektro sangat menentukan kelancaran jalannya praktikum. Salah satu unsur alat praktikum tersebut adalah alat ukur suhu yang mampu mengukur secara realtime .Hadirnya teknologi mikrokontroler dan sensor serta pemrograman komputer mampu menjembatani masalah tersebut sehingga proses kelancaran praktikum tidak terhambat. Arduino sebagai mikrokontroler berbasis AtMega328 serta sensor suhu LM-35 dapat dimanfaatkan untuk membuat alat pengukur suhu digital. Hasil pengukuran akan ditampilkan melalui layar LCD berukuran 16x2. Alat pengukur suhu ruangan berbasis Arduino dan sensor suhu LM35 ini cukup akurat dalam melakukan pengukuran suhu ruangan sehingga sangat layak digunakan untuk berbagai kepperluan pengukuran suhu. Oleh karena itu untuk membuat alat peraga yang layak dilakukan uji kelayakan alat peraga kontrol suhu berbasis Arduino
Pengaruh Penggunaan Knalpot Modifikasi Terhadap Suhu dan Kebisingan Suara Pada Sepeda Motor
Suhu dan kebisingan pada motor Honda Beat tahun 2011 sangat berpengaruh pada lingkungan, knalpot modifikasi danknalpot standart pada motor Honda beat tahun 2011 di uji dengan pengujian suhu menggunakan Thermometer Gun dan pengujian tingkat kebisingan dengan alat Sound Lever Meter (SLM dengan Standar Internaisonal EC 61672:2003. Dari hasil pengujian yang dilakukan tiga kali pengujian dan 3 rpm yang bebeda pengujian rata – rata suhu gas buang klanpot standar , rpm 1500 = 80.6 ? c , 2000 rpm = 82.7 ? c , 3000 rpm = 84.2 ?c pengujian rata rata tingkat kebisingan adalah , rpm 1500 = 59.0 dB , 2000 rpm = 61,9 dB , 3000 rpm = 71,6 dB , sedangkan rata – rata suhu gas buang knalpot modifikasi adalah pengujian rata – rata suhu gas buang klanpot modifikasi rpm 1500 = 57.4 ? c , 2000 rpm = 64.1 ? c , 3000 rpm = 75.5 ?c pengujian rata rata tingkat kebisingan adalah , rpm 1500 = 71,7 dB , 2000 rpm = 79.0 dB , 3000 rpm = 82.6 dB dari hasil analisis bahwa knalpot modifikasi suhu gas buang lebih dingin dari knalpot standar , tinkat kebisingan lebih bising dari knalpot knalpot standar tapi tidak melebihi ambang batas maksimal yang diizinkan. Kesimpulannya knalpot modifikasi layak di gunakan pada motor Honda beat 201
KEPUASAN MAHASISWA PADA WEBSITE PEMERINTAH KABUPATEN SUBANG: Studi Deskriptif Kuantitatif Mengenai Kepuasan Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Tahun Akademik 2015/2016, 2016/2017 dan 2017/2018 Pada Penggunaan Website Pemerintah Kabupaten Subang yang dikelola oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Subang
Penyediaan informasi dalam internet salah satunya adalah website. Website Pemerintah Daerah merupakan sarana komunikasi untuk menyampaikan berbagai informasi kepada masyarakat luas. Kualitas layanan yang baik tidak hanya berdasarkan pada sudut pandang atau persepsi pihak penyedia layanan, tetapi juga berdasarkan pada sudut pandang atau persepsi masyarakat. Kepuasan masyarakat merupakan salah satu faktor atau ukuran keberhasilan bagi setiap pengembangan sistem informasi suatu pemerintahan.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh data tentang Kepuasan Mahasiswa Pada Website Pemerintah Kabupaten Subang. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif yang menggunakan metode survai dan dengan alat bantu kuesioner, responden dari penelitian ini adalah Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Subang tahun akademik 2015/2016, 2016/2017, dan 2017/2018 dengan cara total sampel atau bisa disebut sensus dari hasil kuesioner kemudian dimasukan kedalam aplikasi SPSS.
Berdasarakan penelitian, diperoleh hasil bahwa Website Pemerintah Kabupaten Subang secara umum belum optimal dan perlu ditingkatkan lagi karena mahasiswa hanya menyatakan cukup puas dengan website tersebut
Pengaruh Sosial Ekonomi Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Taruna Teknika
Kondisi sosial ekonomi orang tua sangat dibutuhkan untuk menunjang proses belajar Taruna. Kondisi sosial ekonomi orang tua yang baik memungkinkan Taruna memperoleh sarana dan prasarana yang lebih banyak sehingga Taruna mampu mencapai prestasi belajar yang baik. Permasalahan yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah Bagaimana kondisi sosial ekonomi orang tua Taruna tingkat 1 semester 2 Program Studi Teknika Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran tahun pelajaran 2019/2020, Apa Prestasi belajar mata pembinaan produktif Taruna, Adakah pengaruh terhadap kondisi sosial ekonomi orang tua, Seberapa besar sumbangan kondisi sosial ekonomi orang tua Taruna.
Populasi penelitian ini adalah seluruh Taruna tingkat 1 semester 2 yang berjumlah 104 Taruna. Sampel yang diambil adalah Taruna kelas T2B dan T2C yang berjumlah 68 orang. Variabel dalam penelitian ini ada dua yang meliputi variabel bebas yaitu kondisi sosial ekonomi orang tua yang diberi notasi (X) dan variabel terikatnya adalah prestasi belajar yang diberi notasi (Y). Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner yang berisi pertanyaan-pertanyaan dengan jawaban tertutup. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif persentase dan analisis regresi.
Hasil analisis deskriptif persentase diketahui tingkat kondisi sosial ekonomi orang tua baik dan prestasi belajar Taruna juga baik. Dari hasil analisis statistik regresi diperoleh kondisi sosial ekonomi orang tua Taruna kelas 1 semester 2 berpengaruh terhadap prestasi belajar Taruna. Besarnya sumbangan kondisi sosial ekonomi orang tua Taruna kelas 1 semester 2 berpengaruh terhadap prestasi belajar Taruna yaitu 28,25%.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut disarankan kepada pihak sekolah khususnya Program Studi Teknika agar lebih memperhatikan Taruna yang kondisi sosial ekonomi orang tuanya sedang atau kurang mampu dan membuat kebijakan untuk memberikan beaTaruna atau pembebasan SPP dalam rangka untuk mencapai prestasi belajar yang baik bagi Taruna. Peneliti juga menyarankan agar peneliti selanjutnya mengembangkan penelitian yang serupa dengan variabel independen lainnya