E-Journal Universitas Subang
Not a member yet
1292 research outputs found
Sort by
MANAJEMEN MODAL KERJA DALAM PENGEMBANGAN USAHA TOKO ISKANDARIA KECAMATAN TILAMUTA KABUPATEN BOALEMO
Abstrak
Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan manajemen modal modal kerja dalam pengembangan usaha Toko Iskandaria Kecamatan Tilamuta Kabupaten Boalemo. Metode penelitian yang digunakan dengan pendekatan kualitatif jenis penelitian deskriptif. Metode pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian adalah (a) Manajemen kas dalam melaksanakan alokasi biaya harus secara rutin pada operasional usaha dengan membagi secara jelas dalam membeli dan menambah barang dagangan serta untuk membantu pelunasan hutang usaha serta aspek yang memang harus dilakukan secara optimal. (b) Manajemen persediaan diharapkan dilaksanakan dengan melihat proses pembelian barang dagang, pengangkutan dan penyimpanan persediaan usaha serta aspek yang memang dinilai belum optimal sehingga adanya barang yang kosong yang sangat dibutuhkan konsumen serta kerusakan barang dagang. (c) Manajemen piutang sangat diperlukan dalam hal kepercayaan dari konsumen, sehingga menjadi dasar dalam pemberian piutang sesuai dengan uang muka serta tidak menjadi dasar dalam pemberian kredit macet dan ketidakstabilan pembayaran piutang.
Kata kunci: Manajemen, Modal Kerja, Usaha
Abstract
The aim of the research is to describe working capital management in developing the Iskandaria Shop business, Tilamuta District, Boalemo Regency. The research method used is a qualitative approach, descriptive research type. Data collection methods are observation, interviews and documentation. The data analysis method used is data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of the research are (a) Cash management in carrying out cost allocation must be carried out routinely in business operations by clearly dividing the purchase and addition of merchandise as well as to help pay off business debts and aspects that must be carried out optimally. (b) Inventory management is expected to be implemented by looking at the process of purchasing merchandise, transporting and storing business inventory as well as aspects that are considered not optimal, resulting in empty goods that are really needed by consumers and damage to merchandise. (c) Credit management is very necessary in terms of consumer trust, so that it becomes the basis for granting credit according to the down payment and does not become the basis for granting bad credit and instability in credit payments.
Keywords: Management, Working Capital, Business
PEMERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN HIDROPONIK DALAM MEMBENTUK WIRAUSAHAWAN BARU DI DESA MUNDUSARI KECAMATAN PUSAKANAGARA
Abstrak
Petanian yang kini semakin berkembang dimasyarakat menjadi salah satu penunjang kehidupan untuk masyarakat yang tinggal di daerah pendesaan, khususnya di Desa Mundusari. Untuk pertanian di Desa Mundusari masyarakatnya hanya bercocok tanam padi di mana menggunakan media tanah. Sedangkan jaman semakin maju dan tidak menutup kemungkinan perkembangan pertanian pun ikut berkembang. Dimana sekarang salah satu perkembangan pertanian yaitu, menaman sayuran menggunakan metode tanam hidroponik. Metode tanam hidroponik, yaitu media tanam yang tidak begitu memakan lahan yang luas, sehingga masyarakat yang tidak mempunyai ladang sawah mereka bisa berkebun di halaman rumanya sendiri. Terutama ibu – ibu mereka bisa menghemat pengeluaran biaya rumah tangga untuk membeli bahan sayur – mayur. Ibu – ibu bisa menaman sayut – mayur, bumbu dapur seperti tomat dan cabai di pekaranga rumah mereka, sehingga mereka tidak perlu membeli bahan poko ke pasar, mereka cukup memetik di tanaman mereka sendiri atau bahkan mereka bisa menjual hasil panennya. Acara pelatihan pembuatan produk keripik bayam hasil tanaman hidroponik di posko KKNM kelompok 7. Bukan hanya pelatihan pembuatan produk saja, tapi kita melatih berwirausaha agar bisa membentuk wirausahawan baru di Desa Mundusari. Yaitu dengan cara mempelajari branding image dan product branding. Branding image adalah keyakinan, ide atau kesan sesorang terhadap sebuah brand. Sedangkan product branding merupakan simbol atau desain yang membuat sebuah produk memiliki identitas unik yang melekat dan menjadi ciri khas dari produk tersebut.
Kata Kunci: Hidroponik, Wirausaha, Branding image, Product branding,Masyarakat
INOVASI PENGEMBANGAN USAHA BUMDES DALAM PEMANFAATAN TANAMAN HIDROPONIK DI DESA MUNDUSARI KECAMATAN PUSAKANAGARA KABUPATEN SUBANG
Abstrak
Inovasi Pengembangan usaha BUMDes Dalam Pemanfaatan Tanaman Hidroponik di Desa Mundusari Kecamatan Pusakanagara Kabupaten Subang. Jenis penelitian kepada masyarakat (PKM) yang digunakan adalah kualitatif, yaitu penelitian yang dilakukan pada kondisi obyek yang alami, data yang dihasilkan bersifat deskriptif dan analisis data dilakukan secara induktif. Tujuan penulisan laporan ini adalah untuk mengetahui gambaran pelaksanaan penyelenggara Badan Usaha Milik Desa dalam pemanfaatan tanaman hidroponik di Desa Mundusari Kecamatan Pusakanagara Kabupaten Subang. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui pengamatan dan observasi, wawancara, studi kepustakaan. Sumber daya diperoleh dari informan melalui pengamatan secara langsung dan dokumen diperoleh dalam bentuk profil desa dan pengelolaan data. Penelitian dan penulis ini membahas hal-hal yang berkaitan dengan Inovasi Pengembangan BUMDes Dalam Pemanfaatan Tanaman Hidroponik Di Desa Mundusari Kecamatan Pusakanagara Kabupaten Subang. Hidroponik merupakan metode bercocok tanam dengan menggunakan media tanam selain tanah, seperti batu apung, kerikil, pasir, sabut kelapa, potongan kayu atau busa. Hal tersebut dilakukan karena fungsi tanah sebagai pendukung akar tanaman dan perantara larutan nutrisi dapat digantikan dengan mengalirkan atau menambah nutrisi, air dan oksigen melalui media tersebut.
Kata Kunci: Inovasi Publik, Hidroponik
Abstract
This Individual Report discusses the Innovation of BUMDes Development in the Utilization of Hydroponic Plants in Mundusari Village, Pusakanagara District, Subang Regency. The type of report used is qualitative, namely research conducted on natural object conditions, the resulting data is descriptive and data analysis is carried out inductively. The purpose of writing this report is to describe the implementation of Village-Owned Enterprises in the utilization of hydroponic plants in Mundusari Village, Pusakanagara District, Subang Regency. This report uses a qualitative approach through observation and observation, interviews, and literature study. Resources were obtained from informants through direct observation and documents were obtained in the form of village profiles and data management. This research and writer discusses matters relating to BUMDes Development Innovation in the Utilization of Hydroponic Plants in Mundusari Village, Pusakanagara District, Subang Regency. Hydroponics is a method of growing crops using planting media other than soil, such as pumice, gravel, sand, coconut fiber, pieces of wood or foam. This is done because the function of the soil as a supporter of plant roots and intermediary nutrient solution can be replaced by flowing or adding nutrients, water and oxygen through the media.
Keywords: Public Innovation, Hydroponic
TRANSFORMASI PELAYANAN PUBLIK DI ERA DIGITAL: MENUJU PELAYANAN MASA DEPAN YANG LEBIH BAIK
Abstrak
Era digital membawa perubahan fundamental dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik. Masyarakat kini terbiasa dengan layanan yang cepat, mudah diakses, dan berbasis teknologi. Hal ini mendorong transformasi pelayanan publik menuju model yang lebih prima, efisien, dan efektif.
Tulisan ini mengkaji transformasi pelayanan publik di era digital dengan menguraikan latar belakang pemikiran, kerangka pemikiran, metode penelitian, pembahasan, dan simpulan.
Transformasi pelayanan publik di era digital ditandai dengan digitalisasi layanan, penerapan teknologi, dan peningkatan partisipasi masyarakat. Transformasi ini membawa manfaat seperti meningkatkan aksesibilitas, efisiensi, efektivitas, transparansi, dan akuntabilitas.
Meskipun terdapat banyak manfaat, transformasi pelayanan publik di era digital juga menghadapi beberapa tantangan, seperti kesenjangan digital, keamanan data, sumber daya manusia, dan perubahan budaya.
Pemerintah perlu terus mendorong transformasi pelayanan publik dengan mengatasi berbagai tantangan yang ada. Dengan transformasi yang efektif, pelayanan publik di Indonesia dapat menjadi lebih prima, efisien, dan efektif, sehingga dapat meningkatkan kepuasan masyarakat dan mewujudkan Indonesia yang maju dan sejahtera.
Kata kunci: Transformasi, Pelayanan Publik, Era Digital
Abstract
The digital era has brought fundamental changes to various aspects of life, including governance and public services. People are now accustomed to services that are fast, easily accessible, and technology-based. This drives the transformation of public services towards a more excellent, efficient, and effective model. This article examines the transformation of public services in the digital era by describing the background of thought, framework of thought, research methods, discussion, and conclusions. The transformation of public services in the digital era is marked by the digitalization of services, the application of technology, and increased public participation. This transformation brings benefits such as increasing accessibility, efficiency, effectiveness, transparency, and accountability. Despite the many benefits, the transformation of public services in the digital era also faces several challenges, such as the digital divide, data security, human resources, and cultural change.
The government needs to continue to promote the transformation of public services by overcoming the various challenges that exist. With effective transformation, public services in Indonesia can become more excellent, efficient, and effective, so that they can increase public satisfaction and realize a prosperous Indonesia.
Keywords: Tranformation, Public Services, Digital Er
Desian Smart Hospital Dalam Mendukung Pelayanan Kesehatan Pada Rumah Sakit Berbasis Teknologi Informasi
Pelayanan publik khususnya di bidang kesehatan merupakan hal yang perlu diperhatikan, perlu ketepatan, kecakapan dan kesabaran dalam penangananya, karena dalam hal ini dapat berakibat terjadinya antrian yang lama yang akan menimbulkan kegaduhan dalam penanganan calon pasien, sehingan pihak pengelola rumah sakit bagaimana bisa menentukan aplikasi teknologi informasi seperti apa yang digunakan dalam pelayanan publik agar tidak terjadi antrian, ketepatan dalam memberikan pelayanan sehingga pasien merasa terakomodir dalam pelayanan kesehatanya. penerapan layanan kesehatan di Indonesia sudah memasuki masa dimana semua pelayanan karyawan medis sudah memadukan teknologi informasi yang moderen serta ter integrasi. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Repunlik Indonesia Nomor 46 Tahun 2014. Maka operasional di setiap pelayanan kesehatan akan lebih ideal, praktis, dan sesuai. Maka kondisi yang diharapkan dapat tercapai konsep rumah sakit pintar atau smart hospital yang dapat di kelola pelayanan kesehatan dengan berkualitas terbaik
EFEKTIVITAS FORUM KOORDINASI PIMPINAN DAERAH KABUPATEN SUBANG DALAM PENANGGULANGAN BENCANA BANJIR DI KABUPATEN SUBANG
Bencana Alam merupakan salah satu fenomena alam yang mengancam keberlangsungan hidup manusia. Dampak negatif yang ditimbulkan bisa berupa kerugian materi maupun non materi Kabupaten Subang di wilayah utara memiliki karakter wilayah yang rentan terhadap bencana alam terutama bencana alam banjir. Pemerintah Kabupaten Subang telah menginisiasi pertemuan rutin FORKOMPIMDA dalam acara coffee morning yang diselenggarakan setiap minggunya satu kali, untuk koordinasi/ komunikasi dalam merencanakan dan merealisasikan program-program peningkatan kesejahteraan masyarakat, Salah satu bentuk dari hasil Forum Koordinasi Pimpinan Daerah di Kabupaten Subang Adalah penanggulangan bencana di Kabupaten Subang tujuan penelitian yang hendak dicapai adalah menganalisis Efektivitas Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Subang Dalam Penanganan Banjir
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, yang menjadi informan dalam penelitian ini adalah Jajaran Pimpinan Daerah dari FORKOPIMDA Kabupaten Subang, Kepala BPBD Petugas BPBD, Petugas Kesehatan, Petugas terkait dan Sukarelawan
hasil penelitian dan pembahasan bab sebelumnya terkait dapat diketahui bahwa Efektivitas Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Subang Dalam Penanganan Banjir dilihat dari Kejelasan tujuan, Filosofi dan sistem nilai,, Komposisi dan struktur, Teknologi organisasi dan Lingkungan organisasi, belum efektif dikarenakan dimensi teknologi organisasi, efektivitas Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Subang dalam penanggulangan Banjir belum Efektif karena walaupun didukung oleh kompetensi anggota forum namun keterbatasan alat di lapangan menyebabkan penyaluran bantuan terhadap korban bencana menjadi terhambat
EFEKTIVITAS PELAYANAN DILUAR PENCATATAN NIKAH PADA KANTOR URUSAN AGAMA KECAMATAN SUBANG
Kantor Urusan Agama sebagai sebuah organisasi yang memberikan pelayanan di bidang keagamaan kepada masyarakat luas di tuntut untuk mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan dan perkembangan yang selalu ada serta terus melakukan perubahan-perubahan. Tercapainya efektivitas organisasi ditentukan oleh kinerja pegawai dalam menjalankan tugas yang diemban. Setiap organisasi tentu berharap para pegawainya mampu melaksanakan tugas dan fungsinya dengan efektif, efisien, dan profesional. Menurut “Wahab (1999), pelayanan publik menjadi salah satu indikator penilaian kualitas administrasi pemerintah dalam melakukan tugas dan fungsinya”.
Organisasi dituntut dapat memiliki sumber daya manusia yang berkualitas dan sekaligus berdaya saing yang tinggi, sehingga nantinya akan menghasilkan kualitas pelayanan yang dapat memuaskan masyarakat. Peneliti pada dasarnya menggunakan cara ilmiah yang berarti kegiatan penelitian itu didasarkan pada ciri-ciri keilmuan yaitu rasional, empiris, dan sistematis. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif, Sugiono (2003:11). Penelitian deskriptif dilakukan untuk mengetahui nilai variabel. Dengan teknik pengumpulan data, wawancara, observasi dan dokumentasi. Dalam penelitian ini penulis mengemukakan satu jenis penelitian yang bersifat deskriptif, yaitu penelitian yang bertujuan untuk meneliti dan menemukan informasi sebanyak-banyaknya dari suatu fenomena. Dalam hal ini adalah mengenai efektivitas pelayanan diluar pencatatan nikah pada Kantor Urusan Agama Kecamatan Subang. Fenomena-fenomena yang mendukung proses Efektivitas Pelayanan Diluar Pencatatan Nikah dengan indikator-indikator sebagai berikut: Kemampuan menyesuaikan diri, Produktivitas dan Kepuasan Kerja.
Temuan penelitian menunjukan bahwa efektivitas organisasi KUA Kecamatan Subang pada pelayanan diluar pencatatan nikah mayoritas masih rendah. Rendahnya efektivitas organisasi dilihat dari tingkat kemampuan menyesuaikan terhadap perubahan baik internal maupun eksternal organisasi. Produktivitas organisasi yang masih rendah dilihat dari kemampuan organisasi merealisasikan target pelayanan khususnya pada bidang kemasjidan, zakat, hisab rukyat dan bimbingan syariah. Demikian pila halnya mengenai kepuasan kerja yang belum optimal karna adanya keluhan terhadap system pembagian insentif yang dinilai tidak adil, merata dan kewenangan yang tidak mengacu pada ketentuan Peraturan Menteri Agama Nomor 34 Tahun 201
IMPLEMENTASI KONSEP AGILE GOVERMENT MELALUI PELAYANAN ADMINISTRASI TERPADU KELURAHAN (PATEK) UNTUK MENINGKATKAN PUBLIC SERVICE DI
Abstrak
Pelayanan Administrasi Terpadu Kelurahan (PATEK) di Kantor Kelurahan Pasirkareumbi Kabupaten Subang adalah derivasi kebijakan pemerintah mengenai Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN) yang merupakan upaya pemerintah dalam memberikan pelayanan Lebih baik terhadap masyarakat. Konsep Agile Goverment yang dituangkan dalam PATEK diharapkan dapat memberikan peningkatan pelayanan terhadap masyarakat. Namun dalam pelaksanaanya dirasa belum optimal. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana implementasi konsep agile goverment melalui Pelayanan Administrasi Terpadu Kelurahan untuk meningkatlkan Public Service di Kantor Kelurahan Pasirkareumbi. Meode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan empiris. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pemerintah Kelurahan Pasirkareumbi melalui Pelayanan Administrasi Terpadu Kelurahan (PATEK) belum sepenuhnya melaksanakan Konsep Agile Governace terutama pada prinsi Prinsip Systematic and Adaptive approach dimana Pelayanan Administrasi Terpadu Kelurahan Pasirkareumbi belum dapat melaksanakan pelayanan secara online karena masih terbatasnya Fasilitas dan Sumber Daya Manusia.
Kata Kunci : Agile Goverment, Public Service, Pelayanan Administrasi Terpadu
Abstract
Pelayanan Administrasi Terpadu Kelurahan (PATEK) at the Pasirkareumbi Subdistrict Office, Subang Regency is a derivation of government policy regarding Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN) which is the government's effort to provide better services to the community. The concept of Agile Government as outlined in PATEK is expected to provide improved services to the community. However, in practice it is not optimal. Therefore, this research aims to see how the agile government concept is implemented through Integrated Village Administration Services to improve Public Services at the Pasirkareumbi Village Office. The research method used is descriptive qualitative research with an empirical approach. The results of the research show that the Pasirkareumbi Subdistrict Government through Pelayanan Administrasi Terpadu Kelurahan (PATEK) has not fully implemented the Agile Governance Concept, especially on the principles of the Systematic and Adaptive approach, where the Pasirkareumbi Subdistrict Integrated Administrative Services has not been able to carry out online services due to limited facilities and human resources
Keywords : Agile Goverment, Public Service, Integrated Administrative Servic
PROSEDUR PENGGAJIAN PEGAWAI PADA PT. POS INDONESIA (PERSERO) KANTOR CABANG SUBANG
Abstrak
Dalam menjalankan sebuah perusahaan atau badan usaha, pegawai merupakan salah satu komponen penting. PT. Pos Indonesia (Persero) Kantor Cabang Subang merupakan salah satu dari perusahaan BUMN yang bergerak dibidang jasa kurir (internasional dan domestik), jasa logistik dan jasa keuangan. Gaji merupakan hak pegawai dan timbal balik dari kewajiban pegawai dalam kinerjanya untuk perusahaan, dimana hal ini akan memicu kinerja pegawai dan juga meningkatkan kualitas kerja pegawai. Untuk itu, perusahaan perlu menerapkan prosedur penggajian dengan baik.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana prosedur penggajian pegawai pada PT. Pos Indonesia (Persero) Kantor Cabang Subang. Penelitian ini dilakukan dengan bersifat deskriptif yang dilakukan dengan teknik analisis data. Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh penulis yaitu melalui observasi, wawancara dan studi kepustakaan. Penelitian ini menunjukkan bahwa dalam jaringan prosedur penggajian melalui beberapa prosedur yaitu: prosedur pencatatan kehadiran, prosedur pembuatan daftar gaji dan prosedur pembayaran gaji.
Berdasarkan penelitian yang sudah penulis sampaikan dapat disimpulkan bahwa Kantor Pos Cabang Subang menggunakan prosedur penggajian pegawai dengan baik dan sesuai dengan keputusan direksi yang berlaku.
Kata kunci: Prosedur, Pegawai, Gaji
Abstract
In running a company or business entity, employees are an important component. PT. Pos Indonesia (Persero) Subang Branch Office is one of the state-owned companies engaged in courier services (international and domestic), logistics services, and financial services. Salary is an employee's right and a reciprocal of the employee's obligations in performance for the company, where this will trigger employee performance and also improve the quality of employee work. For this reason, companies need to implement payroll procedures properly.
The purpose of this study was to find out how the employee payroll procedures at PT. Pos Indonesia (Persero) Subang Branch Office. This research was conducted descriptively with data analysis techniques. The data collection technique used by the author is through observation, interviews, and literature studies. This study shows that in the payroll procedure network, there are several procedures, namely: the procedure for recording attendance, the procedure for making payroll, and the procedure for paying salaries.
Based on the research that the author has conveyed, it can be concluded that the Subang Branch Post Office uses proper employee payroll procedures and following the applicable directors' decision.
Keywords: Procedure, Employees, Salar
PENDAMPINGAN PEMBENTUKAN POSYANDU REMAJA DI DESA CIPANCAR, KECAMATAN SERANGPANJANG, KABUPATEN SUBANG
Abstrak
Pengabdian masyarakat yang dilakukan di Desa Cipancar bertujuan untuk membantu dalam mendirikan Posyandu Remaja. Posyandu remaja merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat termasuk remaja dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan untuk meningkatkan derajat kesehatan dan keterampilan hidup sehat remaja. Pembentukan Posyandu Remaja dan kader kesehatan remaja bertujuan untuk meningkatkan kesehatan reproduksi remaja dan sebagai wadah untuk memfasilitasi kebutuhan kesehatan remaja. Diharapkan dengan Pembentukan Posyandu Remaja ini dapat meningkatkan derajat Kesehatan serta meningkatkan pengetahuan kesehatan reproduksi bagi para remaja.
Kata Kunci: Posyandu remaja, Kader, Pelatihan, Pembentukan
Abstract
Community service carried out in Cipancar Village aims to assist in establishing Youth Posyandu. Adolescent posyandu is one form of Community Resource Health Effort (UKBM) which is managed and organized from, by, for and with the community including adolescents in the implementation of health development to improve the degree of health and healthy life skills of adolescents. The establishment of Adolescent Posyandu and adolescent health cadres aims to improve adolescent reproductive health and as a forum to facilitate adolescent health needs. It is hoped that the establishment of this Adolescent Posyandu can improve the degree of adolescent health and increase reproductive health knowledge for adolescents.
Keywords: Youth posyandu, cadre, training, formatio