E-Journal Universitas Subang
Not a member yet
1292 research outputs found
Sort by
Analisis Dampak Kecemasan Matematis Siswa Terhadap Kemampuan Sintesis Matematika
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dampak kecemasan matematis siswa tehadap kemampuan sintesis matematika. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Pengambilan subjek dilakukan secara purposive yang melibatkan 15 siswa kelas VIII di salah satu SMP di Karawang. Hasil tes kemampuan sintesis matematis menunjukkan bahwa sebagian besar siswa (66,6%) memiliki kemampuan sintesis matematis pada kategori tinggi, sebagian kecil siswa (33,3%) berada pada kategori sedang, dan tidak ada seorang pun siswa yang berada pada kategori rendah. Sementara itu, hasil analisis data angket menunjukkan bahwa sebagian besar besar siswa (68, 83%) mengalami gangguan kecerdasan seperti daya ingat yang menurun, 67,80% siswa mengalami perasaan cemas seperti takut pada pikiran sendiri, 60,57% siswa mengalami ketegangan seperti perasan gelisah. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa kecemasan matematis memiliki dampak negatif terhadap kemampuan sintesis matematis
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA PENYULUH KELUARGA BERENCANA DI DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK, KELUARGA BERENCANA, PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK (DP2KBP3A) KABUPATEN SUBANG: FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA PENYULUH KELUARGA BERENCANA DI DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK, KELUARGA BERENCANA, PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK (DP2KBP3A) KABUPATEN SUBANG
Penelitian ini dilatar belakangi oleh kinerja penyuluh keluarga berencana Kabupaten Subang masih belum optimal karena ada beberapa penyuluh yang menangani beberapa wilayah sekaligus dan hal ini menunjukkan bahwa masih kurangnya tenagafungsional penyuluh keluarga berencana. Sementara faktor-faktor yang disinyalir mempengaruhi kinerja pegawai yaitu kedisiplinan, faktor lingkungan kerja, koordinasi dan kesejahteraan. Desain penelitian dalam penelitian ini adalah deskriptif korelasional dengan rancangan penelitian cross-sectional. Penelitian deskiripsi korelasional adalah desain penelitian yang digunakan untuk menjelaskan hubungan, memperkirakan dan menguji suatu teori yang ada antara 2 variabel.
Faktor kedisiplinan kurang dominan mempengaruhi kinerja penyuluh. Padahal kedisiplinan merupakan ketaatan, kerajinan, ketekunan, dan komitmen pegawai dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat sehingga keberadaan disiplin merupakanunsur utama dalam pelayanan yang akan berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Faktor lingkungan kerja cukup dominan dalam mempengaruhi suatu kinerja pada (DP2KBP3A) Kabupaten Subang. Lingkungan kerja merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan kinerja dan tentunya akan berpengaruh terhadap produktivitas kerja pegawai.
Faktor koordinasi cukup dominan dalam mempengaruhi suatu kinerja pada Penyuluh (DP2KBP3A) Kabupaten Subang. Koordinasi mampu mengarahkan pegawai dalam pelaksanaan tugas pokok sehingga pekerjaan dapat terselesaikan dengan baik dan tepat. Koordinasi menekankan usaha manjerial untuk mencapai konstribusi maksimal dari semua usaha dalam segala aneka ragam hubungannya
Faktor kesejahteraan sangat dominan dalam mempengaruhi suatu kinerja pada Penyuluh (DP2KBP3A) Kabupaten Subang. Kesejahteraan pegawai adalah keseluruhan penghasilan atau kompensasi yang diterima oleh seorang pegawai yang masih adakaitannya dengan jabatan atau profesinya sebagai pegawai seperti gaji pokok, tunjangan, insentif, honor-honor, uang cuti, kendaraan dinas, rumah dinas, jaminan perawatan kesehatan dan sebagainya yang diperkirakan akan berdampak pada tingkat kesejahteraan pegawai
Dengan menggunakan metode analisis faktor, dari 37 variabel diperoleh 18 variabel dan terbentuk 3 faktor yang mempengaruhi kinerja pegawai pada penyuluh keluarga berencana di Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Subang. Empat faktor yang berpengaruh paling dominan terhadap kinerja pegawai, faktor-faktor tersebut yaitu faktor kedisplinan, faktor lingkungan kerja, faktor koordinasi dan faktorkesejahteraa
MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPS TENTANG PENGARUH INTERAKSI SOSIAL TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL DAN KEBANGSAAN MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEMATIK
Saat ini pelaksanaan pembelajaran di SMP Negeri 5 Banjar khususnya mata pelajaran IPS masih dilakukan secara terpisah (parsial). Hasil observasi di kelas VIII A menunjukkan proses pembelajaran kurang dapat memfasilitasi siswa dalam mengeksplorasi kemampuan siswa baik secara lisan maupun tulisan, sehingga kreativitas siswa di kelas ini rendah. Hal ini disebabkan karena guru tidak mempunyai banyak waktu dalam membimbing siswa melakukan kegiatan yang dapat memacu kreativitasnya. Salah satunya yaitu model pembelajaran tematik. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana guru merencanakan, melaksanakan, merefleksikan, mengidentifikasi kendala, dan upaya yang dilakukan guru dalam mengatasi kendala dalam menerapkan model pembelajaran tematik untuk meningkatkan kreativitas siswa. Sejalan dengan permasalahan di atas, model pembelajaran tematik dalam penelitian ini berangkat dari tema yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah wawancara, observasi, dan catatan lapangan. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII A SMP Negeri 5 Banjar. Data penelitian diolah dengan menggunakan teknik analisis data dengan menggunakan triangulasi dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran tematik dapat meningkatkan kreativitas siswa. Pada pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran tematik guru dituntut untuk menentukan tema yang sesuai dengan kurikulum dan perkembangan siswa SMP. Untuk ulangan harian siswa siklus I pertemuan 1 mendapat nilai rata-rata 68,28 dengan ketuntasan belajar mencapai 65,63%. Pada siklus I pertemuan 2 ada peningkatan nilai rata-rata menjadi 73,28 dengan ketuntasan belajar mencapai 71,88%. Pada siklus II pertemuan 1 nilai rata-rata ulangan harian mendapat 75,31 dengan ketuntasan belajar mencapai 78,13%, dan pada siklus II pertemuan 2 nilai rata-rata ulangan harian sebesar 84,38 dengan ketuntasan belajar mencapai 93,75% Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan untuk menerapkan model pembelajaran tematik pada tema yang berbeda sehingga pembelajaran IPS untuk tingkat SMP sesuai dengan tuntutan kurikulum yang menyatakan bahwa pembelajaran IPS pada tingkat SMP harus dilakukan secara integrasi sehingga dapat meningkatkan kreativitas siswa
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA MATERI KELIPATAN PERSEKUTUAN TERKECIL DAN FAKTOR PERSEKUTUAN TERBESAR DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL
Penelitian yang sudah dilakukan di SMP Negeri 1 Banjar dilatarbelakangi oleh hasil rata-rata nilai ulangan Matematika semester 1 yang mencapai 55 sementara target yang ingin dicapai adalah 70. Penelitian ini ditujukan pada penggunaan model kontekstual dalam pembelajaran matematika materi pokok keliling dan luas lingkaran. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka tujuan penelitian yang hendak dicapai adalah : (1) Mengungkapkan pendekatan kontekstual dalam pembelajaran matematika pada materi keliling dan luas lingkaran dan (2) mengungkap aktivitas siswa selama menggunakan model pendekatan kontekstual dalam pembelajaran matematika pada materi keliling dan luas lingkaran. Topik pada tiap siklus pembelajaran disesuaikan dengan materi kelas VII SMP sesuai kurikulum yang berlaku. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VII B semester II SMP Negeri 1 Banjar yang berjumlah 32 orang. Hasil penelitian dengan mengadakan model kontekstual pada pembelajaran matematika menunjukan adanya peningkatan proses pembelajaran, hal ini dapat dilihat saat siswa dapat mengikuti proses pembelajaran dengan senang dalam kelompoknya, begitupula perolehan nilai siswa dalam pembelajaran matematika pada materi keliling dan luas lingkaran mengalami peningkatan. Pada siklus I pertemuan 1 nilai rata-rata yang diraih siswa mencapai nilai 66,56, pada siklus I pertemuan 2 mencapai nilai 70,47, padasiklus II pertemuan 1 mencapai nilai 75,00 dan pada siklus II pertemuan 2 mengalami peningkatan yang cukup baik mencapai nilai 82,97. Berdasarkan hasil penelitian diatas maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan model kontekstual dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran metematika dalam materi keliling dan luas lingkaran. Berdasarkan hasil penelitian diatas ada beberapa saran yang akan disampaikan antara lain : (1) Guru dapat mempertimbangkan model pembelajaran tersebut pada pembelajaran matematika untuk memperoleh hasil yang optimal dalam proses pembelajaran yang akan datang, (2) dengan adanya sosialisasi antar siswa membuat siswa lebih bersemangat dalam meningkatkan kreatifitassnya, (3) hal tersebut diharapkan dapat menciptakan lulusan yang berkompenten
THE INFLUENCE OF PUZZLE GAME ON STUDENTS' VOCABULARY MASTERY
The purpose of this study was to determine the extent of vocabulary mastery in SMA PGRI 1 Subang students, the researchers applied a method in the classroom that could motivate students to learn vocabulary to find out that crossword puzzles were effective in increasing students' vocabulary or not. The subjects of this study were students of class 10 IPS 2. A class consisting of 36 students. The method used in this research is quantitative technique and pre-experimental research design carried out in one class. Data collection using pre-test and post-test instruments. Researchers conducted tests before (pre-test) and after (post-test). At the first meeting the author gave a pre-test to students to obtain data on students' abilities before using the Puzzle method. Then the writer treats the students. Then at the final meeting students were given a new test to see if the method could affect students' ability to memorize vocabulary
THE EFFECT OF STORY COMPLETION TECHNIQUE ON STUDENTS’ SPEAKING ABILITY
The objective of this study is to determine the effect of the Story Completion Technique on the Students’ Speaking Ability. The research design uses a Quasi Experimental Design; None Equivalent Control Group. The place and time of this study will be conducted at SMK Nurul Gina Abidin, Kasomalang in the second semester of the academic year 2021/2022 from January to March 2022. The sample of this research is the X TKJ (Teknik Komputer Jaringan) class students as the Experiment group with 25 students and X TKR (Teknik Kendaraan Ringan) as the Control Group with 25 students. The sampling technique will use purposive sampling. In collecting data, researchers will conduct pretest in Experiment Class and Control Class. Then, the researcher will give Treatment. In Experiment Class, researcher will use the Story Completion technique. Students make a circle while a teacher in a center of circle. Teacher begins telling stories, students continue to make a good story one by one. The control class will only use conventional teaching method. Posttest will give after the researcher carried treatments, it will know the different results between Experiment and Control classes. The instruments of this research are the syllabus, lesson plans, and tests. The primary data collection techniques in this research are pretest and posttest. Data analysis of this research is used SPSS. This Technique assume can effective to the students’ speaking ability
IMPROVING STUDENTS' SPEAKING SKILLS THROUGH THE DESCRIBING METHOD
The purpose of this research is to improve students speaking ability in English Learning, and does the use of the description method improve students speaking skills, of SMA Negeri 1 Pamanukan has been applied effectively in the classroom. Method of the Research this study was applyed in classroom action research. In the clssroom action research , the teacher gives action to students. New research planning, or research results have not been implemented. This study is entitled Imrpoving Students' Speaking Skills Through the Describing Method, using a descriptive method that aims to improve students' speaking skills using English
EFEKTIVITAS KEGIATAN INSPEKSI KESELAMATAN (RAMP CHECK) PADA DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN SUBANG DALAM RANGKA MENURUNKAN ANGKA KECELAKAAN DI WILAYAH KABUPATEN SUBANG
Abstrak
Tujuan Penulis melakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui Efektivitas Kegiatan Inspeksi Keselamatan (Ramp Check) Pada Dinas Perhubungan Kabupaten Subang Dalam Rangka Menurunkan Angka Kecelakaan Kegiatan Inspeksi Keselamatan (Ramp Check) Pada Dinas Perhubungan Kabupaten Subang Dalam Rangka Menurunkan Angka Kecelakaan Di Wilayah Kabupaten Subang.
Penelitian dan Penulisan ini membahas hal-hal yang berkaitan dengan Efektivitas Kegiatan Inspeksi Keselamatan (Ramp Check) Pada Dinas Perhubungan Kabupaten Subang Dalam Rangka Menurunkan Angka Kecelakaan Di Wilayah Kabupaten Subang ditentukan oleh factor dalam mengukur efektivitas organisasi melalui beberapa dimensi diantaranya yaitu Pendekatan Sumber, Pendekatan Proses dan Pendekatan Sasaran
Dalam Penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalalui pengamatan dan observasi, wawancara, dan sumber internet/online diperoleh dalam bentuk peraturan-peraturan dan pengelolaan data.
Hasil penelitian menunjukan bahwa Efektivitas Kegiatan Inspeksi Keselamatan (Ramp Check) Pada Dinas Perhubungan Kabupaten Subang Dalam Rangka Menurunkan Angka Kecelakaan Di Wilayah Kabupaten Subang belum terlaksana secara efektif. Hal ini tampak pada sasaran Efektivitas Kegiatan Inspeksi Keselamatan (Ramp Check) Pada Dinas Perhubungan Kabupaten Subang Dalam Rangka Menurunkan Angka Kecelakaan Di Wilayah Kabupaten Subang belum sepenuhnya mengarah kepada sasaran para sopir dan dinilai masih banyak mobil yang tidak layak operasi.
Kata Kunci : Efektivitas, Rampcheck, Dinas Perhubungan Kabupaten Subang, Menurunkan Angka Kecelakaan
Abstract
The author’s purpose of conducting this research is to determine the effectiveness of safety inspection activities (Ramp Check) at the Subang Regency Transportation Service in order to reduce the Accident Rate of Safety Inspection Activities (Ramp Check) at the Subang Regency Transportation Agency in order to reduce the Accident rates in the Subang Regency area.
This Research and writing discusses matters relating to the Effectiveness of Safety Inspection Activities (Ramp Check) at the Transportation Service of Subang Regency in Order to Reduce Accident Rates in the Subang Regency Region which is determined by factors in measuring organizational effectiveness through several dimensions including the Source Approach, Process Approach and Target Approach
In this study, the researcher used a descriptive qualitative approach through observations and observations, interviews, and internet/online sources obtained in the form of regulations and data management.
The result showed that the effectiveness of the Safety Inspection (Ramp Check) at the Subang Regency Transportation Service in order to reduce the Accident Rate in the Subang Regency area had not been impelemented effectively. This can be seen in the effectiveness of the Safety Inspection Activity (Ramp Check) target at the Subang Regency Transportation Service in order to reduce the Accident Rate in the Subang Regency area, which has not fully targeted the driver’s target and it is considered that there are still many cars that are not suitable for operation.
Keywords: Effectiveness, Rampcheck, Subang Regency Transportation Service, Reducing Accident Rate
ANALISIS SISTEM PENGENDALIAN INTERN PADA PERSEDIAAN BARANG DAGANG DI ALFAMART SAT PEJUANG 45 KABUPATEN SUBANG
Abstrak
Perkembangan usaha retail di Indonesia semakin pesat, terbukti dengan semakin banyaknya minimarket yang ada di sekitar lingkungan kita. Sebagai perusahaan retail yang fokus utamanya melakukan penjualan barang jadi, maka persediaan barang dagang menjadi salah satu hal yang cukup penting. Persediaan barang dagang ini berupakan asset atau sumber daya perusahaan yang akan digunakan dalam proses bisnisnya guna menghasilkan keuntungan. Namun pada kenyataannya pada PT Alfamart SAT Pejuang 45 dalam kurun waktu November dan Desember memperlihatkan bahwa adanya persediaan barang dagang yang hilang setiap bulannya dengan jumlah yang cukup material.
Sistem pengendalian intern sebagai suatu aturan yang digunakan perusahaan agar perusahaan dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan menjadi salah satu cara yang digunakan guna mengamankan persediaan barang dagang penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan sistem pengendalian intern pada persediaan barang dagang di PT Alfamart SAT Pejuang 45. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif yaitu dengan menggambarkan sistem pengendalian intern persediaan barang dagang Minimarket Alfamart SAT Pejuang 45 dan teknik pengumpulan data yaitu dengan melakukan observasi dan wawancara.
Berdasarkan hasil penelitian penerapan sistem pengendalian intern pada persediaan barang dagang di PT Alfamart SAT Pejuang 45 masih belum optimal. Pada PT Alfamart SAT Pejuang 45 masih belum ada pembagian tugas dan tanggung jawab secara tegas, tidak adanya perputaran job untuk posisi COS (kepala toko), pendidikan minimal yang setara untuk semua jabatan serta masih belum adanya batasan wewenang untuk setiap jabatan. Sistem pengendalian intern pada persediaan barang dagang yang sudah berjalan yaitu berupa penomoran faktur dan dokumen, SO/SO Grand (pengecekan persediaan barang dagang secara mendadak) yang sudah dilakukan meski hanya satu tahun sekali.
Kata Kunci : Sistem Pengendalian Intern, Persediaan Barang Dagang, SO (Stock Of Name)
Abstract
The development of retail business in Indonesia is growing rapidly, as evidenced by the increasing number of minimarkets around our environment. As a retail company whose main focus is selling finished goods, the inventory of merchandise is quite important. This merchandise inventory is an asset or company resource that will be used in its business processes to generate profits. However, in reality, PT Alfamart SAT Pejuang 45 in the period November and December shows that there is a fairly material inventory of merchandise that is lost every month.
The internal control system as a rule used by the company so that the company can run in accordance with the objectives that have been determined is one of the methods used to secure merchandise inventory. The research method used is descriptive qualitative, namely by describing the internal control system for merchandise inventory at Minimarket Alfamart SAT Pejuang 45 and data collection techniques by conducting observations and interviews.
Based on the results of the study the application of the internal control system to the inventory of merchandise at PT Alfamart SAT Pejuang 45 is still not optimal. At PT Alfamart SAT Pejuang 45 there is still no clear division of duties and responsibilities, no job rotation for COS (store head) positions, equal minimum education for all positions and there is still no limit on authority for each position. The internal control system for merchandise inventory that is already running is in the form of numbering invoices and documents, SO/SO Grand (sudden checking of merchandise inventory) which has been carried out even if only once a year.
Keywords: Internal Control System, Merchandise Inventory,SO (Stock Of Name)
 
Pengendalian Banjir Kali Bekasi Proyek Paket I Pengawasan Pekerjaan Konstruksi Perkuatan Tebing/Tanggul
Berdasarkan evaluasi kejadian banjir di lapangan, diketahui bahwa Kali Bekasi sudah tidak mampu menampung debit banjir lima tahunan dan bahkan tahunan. Di sisi lain, banjir yang terjadi pada suatu wilayah juga menjadi faktor utama terjadinya longsor pada tebing sungai baik yang sudah maupun belum dilakukan perkuatan. Oleh karena itu, upaya pengendalian banjir di wilayah Daerah Aliran Sungan Kali Bekasi harus dilakukan secara terpadu mulai dari daerah hulu sampai dengan hilir dengan memperhatikan berbagai aspek