E-Journal Universitas Subang
Not a member yet
1292 research outputs found
Sort by
MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA MEMAHAMI SUB TEMA PERJUANGAN PARA PAHLAWAN MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN EXAMPLE NON-EXAMPLE: (Penelitian Tindakan Kelas Terhadap Siswa Kelas IV SD Negeri Dayeuhkolot I Semester Genap Tahun Pelajaran 2021/2022)
Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa Kelas IV SD Negeri Dayeuhkolot I semester Genap tahun pelajaran 2021/2022 dalam memahami materi Perjuangan Para Pahlawan melalui penerapan model pembelajaran Examlple Non Example. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan siswa dalam memahami materi Perjuangan Para Pahlawan dapat dilakukan dengan menerapkan model pembelajaran Examlple Non Example. Hal ini terbukti dengan adanya peningkatan hasil post test siswa dari siklus 1 ke siklus 2. Hasil post test siswa pada siklus 1 mencapai nilai rata-rata sebesar 69,67 pada kategori cukup dengan prosentase kelulusan 50,00% dan pada siklus 2 meningkat menjadi 84,00 pada kategori baik dengan tingkat prosentase kelulusan 90,00%. Jadi nilai post test siswa mengalami peningkatan sebesar 14,33
Kinerja Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Dalam Pengelolaan Sumber Daya Air Di Kabupaten Subang
Abstrak
Tujuan penulis melakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui Kinerja Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Dalam Pengelolaan Sumber Daya Air Di Kabupaten Subang. Penelitian dan penulisan ini membahas hal-hal yang berkaitan dengan bagaimana Kinerja Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Dalam Pengelolaan Sumber Daya Air Di Kabupaten Subang sesui dengan teori Agus Dwiyanto (2012:50-51) berkaitan dengan pengukuran kinerja organisasi terdiri dari 5 indikator yaitu produktivitas, kualitas, layanan, responsivitas dan akunbilitas Dalam penelitian ini menggunakan penelitian pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif, karena penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran yang diteliti digunakan untuk mengungkapkan permasalahan dalam kehidupan kerja organisasi pemerintah dan observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Tidak ada pilihan lain daripada menjadikan peneliti sendiri sebagai instrumen penelitian utama. Sumber data diperoleh dari informan melalui pengamatan dan wawancara secara langsung dan dokumen diperoleh dalam bentuk peraturan peraturan dan pengolahan data. Hasil penelitian menunjukan bahwa Kinerja Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Dalam Pengelolaan Sumber Daya Air Di Kabupaten Subang sesui dengan teori Agus Dwiyanto (2012:50-51) Yaitu Produktivitas, bahwa bahwa rencana dan realisasi yang menjadi capaian kinerja sudah cukup berhasil. Disisi lain masih perlu upaya – upaya akselerasi yang sesuai dengan permasalahan public yang dihadapi baik yang mencakup unsur social, ekonomi, teknis maupun unsur kelembagaan seperti permasalahan yang mencakup tempat penampungan air irigasi atau tidak berfungsi optimal sebagai sumber air setempat dengan tingkat cakupan layanan irigasi. Responsivitas, bahwa sudah diperhatikan dalam kinerja Dinas Kerjaan Umum dan PUPR Kabupaten Subang. Walaupun masih dihadapkan pada kendala dan tantangan yang komplek dan dinamis untuk merealisasikan kehendak masyarakat. Akuntabilitas, bahwa kinerja Dinas PUPR Kabupaten Subang cukup memperhatikan indikator akuntabilitas teteapi upaya meningkatkannya lagi dimasa yang akan datang.
Kata kunci: Kinerja, Organisasi, Pengelolaan Sumber Daya Air. Subang
Abstract
The purpose of the author conducting this study was to determine the Performance of the Public Works and Spatial Planning Office in Water Resources Management in Subang Regency. This research and writing discusses matters related to how the Performance of the Public Works and Spatial Planning Office in Water Resources Management in Subang Regency is in line with the theory of Agus Dwiyanto (2012: 50-51) related to measuring organizational performance consisting of 5 indicators, namely productivity, quality, service, responsiveness and accountability. In this study, it uses a descriptive qualitative approach research, because this study aims to obtain the picture studied used to reveal problems in the working life of government organizations and observations, interviews, literature studies, and documentation. There is no other option than to make the researcher himself the main research instrument. Data sources are obtained from informants through direct observation and interviews and documents are obtained in the form of regulatory regulations and data processing. The results showed that the performance of the Public Works and Spatial Planning Office in Water Resources Management in Subang Regency was in line with Agus Dwiyanto's theory (2012: 50-51), namely Productivity, that the plans and realizations that became performance achievements were quite successful. On the other hand, efforts are still needed to accelerate in accordance with the public problems faced both which include social, economic, technical and institutional elements such as problems that include irrigation water reservoirs or do not function optimally as a local water source with a level of coverage of irrigation services. Responsiveness, that has been considered in the performance of the General Work Office and PUPR of Subang Regency. Although still faced with complex and dynamic obstacles and challenges to realize the will of the community. Accountability, that the performance of the Subang Regency PUPR Office is quite concerned about accountability indicators and efforts to improve it again in the future.
Keywords: Organizational, Performance, Water Resources Managemen
MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU DALAM MENERAPKAN MODEL-MODEL PEMBELAJARAN MELALUI PENERAPAN SUPERVISI KLINIS DI SD NEGERI TENGGERAGUNG
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menerapkan model-model pembelajaran melalui penerapan supervisi klinis di SD Negeri Tenggeragung. Subjek penelitian adalah guru-guru SD Negeri Tenggeragung yang berjumlah 10 orang. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan analisis dokumentasi. Aspek-aspek yang disupervisi adalah Kesesuaian antara model pembelajaran dengan tujuan pembelajaran, Kesesuaian model pembelajaran dengan materi pelajaran, Model pembelajaran dapat memotivasi belajar siswa, mModel pembelajaran dapat melibatkan siswa dalam pembelajaran, Model pembelajaran dapat mengefektifkan kegiatan pembelajaran, Model pembelajaran yang diterapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Berdasarkan pengolahan data dan pembahasan didapatkan kesimpulan sebagai berikut: Pada aspek kemampuan guru dalam menerapkan model-model pembelajaran didapatkan hasil pada siklus I sebesar 68,13% dengan kategori cukup baik dan hasil pada siklus II meningkat menjadi 87,33% dengan kategori sangat baik
UPAYA MENINGKATKAN DISIPLIN GURU DALAM KEHADIRAN MENGAJAR DIKELAS MELALUI PENERAPAN REWARD AND PUNISHMENT DI SMP NEGERI 2 PACET KABUPATEN BANDUNG
Tujuan dari penelitian ini adalah ingin mencari alternatif pemecahan masalah sebagai upaya meningkatkan disiplin guru dalam kehadiran mengajar dikelas melalui penerapan Reward and Punishment. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Sekolah (PTS). PTS merupakan suatu prosedur penelitian yang diadaptasi dari Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Kesimpulan bahwa tingkat keterlambatan guru masuk kelas lebih dari 15 menit pada proses kegiatan belajar mengajar masih tinggi yaitu 18 orang atau 47,83%. Berdasarkan indikator yang telah ditetapkan bahwa keberhasilan tindakan ini adalah 75%, atau bila 75% guru tidak terlambat lebih dari 10 menit. Pada siklus pertama ini guru yang tidak terlambat lebih dari 10 menit baru 21,74%. Hasil rekapitulasi tingkat keterlambatan guru dikelas pada proses pembelajaran diperoleh data, sebanyak 5 orang guru terlambat masuk kelas kurang dari 10 menit, 2 orang guru terlambat masuk kelas 10 menit sampai dengan 15 menit, dan tidak ada satu orangpun guru yang terlambat masuk kelas lebih dari 15 menit, dengan total guru yang terlambat di siklus kedua sebanyak 7 orang guru atau 17,5%. Dari hasil observasi dan data yang diperoleh, peneliti mengambil kesimpulan bahwa tindakan yang dilaksanakan pada siklus kedua dinyatakan berhasil, karena terdapat 78,26% guru yang terlambat kurang dari 10 menit, atau melebihi target yang telah ditentukan sebesar 75%. Berdasarkan analisis data, dari penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa penerapan Reward and Punishment efektif untuk meningkatkan disiplin kehadiran guru dikelas pada kegiatan belajar mengajar.  
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI ZAT ADITIF MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS INKUIRI DI KELAS VIII C SMP NEGERI 1 SERANGPANJANG
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada Zat Aditif melalui penerapan model pembelajaran Berbasis Inkuiri di Kelas VIII C SMP Negeri 1 Serangpanjang. Model PTK yang digunakan dalam penelitian ini adalah model Stephen Kemmis dan Robin Mc. Taggart. Penelitian ini menggunakan prosedur penelitian tindakan kelas dengan dua siklus, yaitu siklus I dan siklus II. Pada setiap siklusnya, 2 pertemuan awal adalah pembelajaran dan 1 pertemuan terakhir adalah tes evaluasi dengan target nilai rata-rata kelas atau ketuntasan minimal, yaitu 73. Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun pelajaran 2019/2020. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII C SMP Negeri 1 Serangpanjang yang berjumlah 32 siswa. Nilai rata-rata kelas tes evaluasi pada siklus I adalah 71,25 dengan 16 siswa yang tuntas KKM (50%) dan nilai rata-rata tes evaluasi pada siklus II adalah 85 dengan 28 siswa yang tuntas KKM (87,50%). Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata sebesar 13,75. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran melalui penerapan model pembelajaran berbasis inkuiri dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Zat Aditif di kelas VIII C SMP Negeri 1 Serangpanjang
MENINGKATKAN KETERAMPILAN SISWA DALAM MENULISA TEKS PROSEDUR MELALUI PENERAPAN MEDIA GAMBAR BERSERI DI KELAS IX A SPF SMP NEGERI 1 SERANGPANJANG
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis teks prosedur melalui penerapan media gambar berseri pada siswa kelas IX A SPF SMP Negeri 1 Serangpanjang. Penelitian ini menggunakan prosedur penelitian tindakan kelas dengan dua siklus dengan 3 kali pertemuan dalam setiap siklusnya. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IX A SPF SMP Negeri 1 Serangpanjang yang berjumlah 36 siswa pada semester ganjil tahun pelajaran 2019/2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan keterampilan siswa dalam menulis teks prosedur dapat dilakukan dengan menerapkan media gambar berseri di kelas IX A SPF SMP Negeri 1 Serangpanjang. Hal itu dibuktikan dengan adanya peningkatan hasil tes siswa dari siklus I ke siklus II. Dimana hasil rata-rata tes siklus I mencapai 71,67 dengan ketuntasan 52,78% dan pada siklus II hasil rata-rata tes meningkat menjadi 84,58 dengan ketuntasan 88,89%
MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA MEMAHAMI SUB TEMA SUHU DAN KALOR MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN EXAMPLE NON EXAMPLE : (Penelitian Tindakan Kelas Terhadap Siswa Kelas V SD Negeri Pasir Indah Semester Genap Tahun Pelajaran 2021/2022)
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada Sub Tema Suhu dan Kalor ternyata jauh dari yang diharapkan. Dari hasil ulangan harian pada materi yang telah dipelajari sebelumnya tersebut masih rendah, ternyata hanya 5 siswa (25,00%) dari 20 siswa yang dinyatakan lulus, dan 15 siswa lainnya (75,00%) dinyatakan belum lulus KKM sekolah sebesar 69, karena siswa belum bisa memanfaatkan hak dan melaksanakan kewajibannya dengan baik dan benar. Rumusan permasalahan pada penelitian ini adalah kemampuan siswa kelas V dalam memahami Sub Tema Suhu dan Kalor masih rendah. Dengan demikian : “Bagaimanakah penerapan model pembelajaran Example Non Example dapat meningkatkan kemampuan siswa Kelas V SD Negeri Pasir Indah semester Genap tahun pelajaran 2021/2022 dalam memahami Sub Tema Suhu dan Kalor?”. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa Kelas V SD Negeri Pasir Indah semester Genap tahun pelajaran 2021/2022 dalam memahami Sub Tema Suhu dan Kalor melalui penerapan model pembelajaran Example Non Example. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan siswa dalam memahami Sub Tema Suhu dan Kalor dapat dilakukan dengan menerapkan model pembelajaran Example Non Example. Hal ini terbukti dengan adanya peningkatan hasil post test siswa dari siklus 1 ke siklus 2. Hasil post test siswa pada siklus 1 mencapai nilai rata-rata sebesar 67,50 pada kategori cukup dengan prosentase kelulusan 55,00% dan pada siklus 2 meningkat menjadi 82,50 pada kategori baik dengan tingkat prosentase kelulusan 90,00%. Jadi nilai post test siswa mengalami peningkatan sebesar 14
Pengaruh Pemanfaatan Serbuk Arang Sebagai Bahan Addictive Pengganti Semen Pada Campuran Beton Mutu K-225
Beton adalah salah satu bahan konstruksi yang banyak dikembangkan dalam teknologi bahan konstruksi yang tersusun dari campuran homogen yang terdiri dari semen, air, agregat, zat additive dan jika diperlukan bahan tambah atau pengganti, sangat diperlukan suatu teknologi konstruksi yang dapat mengurangi eksploitasi alam dan dapat memanfaatkan limbah-limbah alam. Untuk mengetahui pengaruh limbah alam terhadap kuat tekan beton maka dilakukan penelitian dengan menggunakan bahan pengganti berupa serbuk arang kayu yang bersumber dari limbah-limbah kayu yang di dapat dari sisa-sisa konstruksi bangunan dan lain-lain. Metode penelitian yang dipakai adalah metode percobaan yang dilakukan di laboratorium bahan konstruksi dinas PUPR kabupaten subang. Komposisi campuran bubuk arang kayu yang digunakan adalah 0% 10% 20% dan 30%, dari berat semen yang di perhitungkan dalam mix design, dan kuat tekan rencana beton normal fc’ 18.32 Mpa (K-225). Dari hasil penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa beton dengan menggunakan campuran arang kayu mengalami penurunan kuat tekan sebesar 63,96 Kg/Cm2, 103,79 Kg/Cm2, 153.87 Kg/Cm2 setiap perbedaan variasinya. Hal ini dikarnakan semakin besar komposisi arang kayu yang digunakan pada campuran beton, akan memperlemah kuat tekan karkteristik benda uji beton secara keseluruhan
Body Composition Analysis: Physique Rating Dan Body Fat Percentage Pada Atlet Futsal
Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kondisi physique rating dan body fat pada atlet Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) futsal STKIP Bina Mutiara Sukabumi. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif yang menjabarkan bagaimana kondisi atlet UKM futsal STKIP Bina Mutiara Sukabumi. Sampel penelitian sebanyak 15 Orang yang termasuk dalam tim inti. Instrument dalam penelitian ini yaitu menggunakan timbangan Tanita model BC 541, lalu dilakukan tes dengan mengukur physique rating dan body fat satu persatu untuk mengambil data sehingga dapat dilihat hasil dari kondisi Atlet Futsal STKIP Bina Mutiara Sukabumi. Hasil penelitian ini setelah data dikumpulkan dan di olah dengan menggunakan Microsoft Excel melalui penyajian data dalam bentuk tabel dan diagram dinyatakan bahwa kondisi Body Composition pada Atlet UKM Futsal STKIP Bina Mutiara Sukabumi setelah di analisis berdasarkan physique rating dan Body Fat belum semuanya memiliki kondisi Body Composition yang ideal, dimana ada ketidak sesuaian antara sampel yang memiliki physique rating yang baik tetapi memiliki Body fat yang jelek. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa kondisi Body Composition pada Atlet UKM Futsal STKIP Bina Mutiara Sukabumi untuk physique rating dan Body Fat tidak semua pemain inti memiliki kondisi yang baik atau ideal hal ini dipengaruhi oleh banyak faktor, terutama untuk kondisi Body Fat dimana beberapa sampel yang memiliki physique rating yang baik, tetapi tidak memiliki Body Fat yang baik pula
MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA MEMAHAMI MATERI KONFLIK DAN INTEGRASI DALAM KEHIDUPAN SOSIAL MELALUI PENERAPAN MEDIA GAMBAR DI KELAS VIII E SMP NEGERI 2 JALANCAGAK
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami materi Konflik dan Integrasi dalam Kehidupan Sosial melalui penerapan media gambar pada siswa Kelas VIII E SMP Negeri 2 Jalancagak. Penelitian ini menggunakan prosedur penelitian tindakan kelas dengan dua siklus dan tiga kali pertemuan dalam setiap siklusnya. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII E SMP Negeri 2 Jalancagak yang berjumlah 26 siswa. Berdassarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media gambar dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami materi Konflik dan Integrasi dalam Kehidupan Sosial pada siswa kelas VIII E. Hal tersebut terbukti dengan adanya peningkatan hasil post test siswa dari siklus I ke siklus II. Sebelum menerapkan media gambar nilai rata-rata kelas pada materi Konflik dan Integrasi dalam Kehidupan Sosial adalah 63,70 dengan siswa yang tuntas 8 siswa (30,77%), namun setelah penerapan media gambar nilai rata-rata kelas menjadi 71,73 dengan siswa yang tuntas adalah 14 siswa (53,85%) pada siklus I dan pada siklus II rata-rata kelas menjadi 84,62 dengan siswa yang tuntas adalah 24 siswa (92,31%)