E-Journal Universitas Subang
Not a member yet
    1292 research outputs found

    PENGEMBANGAN APLIKASI INFRASTRUKTUR JALAN & JEMBATAN BERBASIS GIS

    Get PDF
    Infrastruktur Jalan dan jembatan merupakan salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi peningkatan perekonomian daerah. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah tersedianya “Aplikasi Infrastruktur Jalan & Jembatan Berbasis GIS” yang bisa digunakan dalam memonitor kondisi jalan dan jembatan. Metoda yang digunakan dalam pengembangan aplikasi ini adalah Rational Unified Process. Aplikasi dikembangkan menggunakan Bahasa pemrograman PHP, DBMS Postgree dengan GIS library google API. Agar aplikasi mudah dikelola maka aplikasi dikembangkan menggunakan Frame Work Code Igniter. Pemilihan framework ini didasarkan karena pertimbangan kesesuaian dengan konsep MVC. Aplikasi ini memiliki 4 Aktor yaitu Admin, Operator, Pimpinan, dan masyarakat, dimana masing masing aktor memiliki hak akses yang berbeda terhadap sistem. Aplikasi ini sangat cocok untuk digunakan oleh Pemerintah Daerah dalam pengelolaan infrastrukturnya

    Pengembangan Sistem Informasi PAUD Holistik Integratif

    Get PDF
    Pendidikan anak usia dini merupakan bagian yang sangat penting dalam menentukan nasib bangsa kedepannya. Saat ini lembaga pendidikan anak usia dini atau Kober cukup menjamur disetiap desa. Sebagai contoh untuk kabupaten Subang jumlah PAUD dan Komber lebih dari 1000. Saat ini Fakultas Ilmu Komputer Unsub telah mengembangkan Sistem Informasi PAUD. Sistem tersebut digunakan untuk mengelola data Lembaga PAUD bidang Pendidikan, sehingga diperlukan pengembangan untuk bidang lainnya seperti bidang Perlindungan, Kesehatan dan Gizi, Pengasuhan, dan Kesejahtera. Mengingat ruang lingkup kegiatannya cukup besar maka rencananya penelitian ini hanya akan difokuskan pada penambaham fitur kesehatan dan gizi. Metoda penelitian yang akan digunakan adalah metode RUP, sedangkan Bahasa pemodelan yang akan digunakan untuk menggambarkan hasil perancangan adalah UML. Pemilihan metoda RUP pertimbangan metode ini sudah teruji dan banyak digunakan dalam pengembangan sistem informasi

    MENINGKATKAN KETERAMPILAN SISWA DALAM PERMAINAN BOLA TANGAN MELALUI PENERAPAN MEDIA BALON DI KELAS III SDN RANCAMANGGUNG

    Get PDF
    Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam materi permainan bola tangan melalui penerapan media balon di kelas III SDN Rancamanggung. Model PTK yang digunakan dalam penelitian ini adalah model Stephen Kemmis dan Robin Mc. Taggart. Penelitian ini menggunakan prosedur penelitian tindakan kelas dengan dua siklus, yaitu siklus I dan siklus II. Pada setiap siklusnya terdiri dari 2 pertemuan awal adalah pembelajaran secara utuh dan 1 pertemuan terakhir adalah tes evaluasi dengan target nilai rata-rata kelas atau ketuntasan minimal, yaitu 70. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas III SDN Rancamanggung yang berjumlah 20 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan keterampilan siswa dalam materi permainan bola tangan dapat dilakukan dengan menerapkan media balon. Hal ini terbukti dengan adanya peningkatan tes keterampilan siswa dari siklus I ke siklus II. Hasil test siklus I mencapai nilai rata-rata sebesar 68,75 pada kategori cukup dengan prosentase kelulusan 60% dan pada siklus II meningkat menjadi 82,50 pada kategori baik dengan tingkat prosentase kelulusan 90%

    Implementasi Kebijakan Program Pembinaan Anak Terlantar (Studi Kasus di Dinas Sosial Kabupaten Subang)

    Get PDF
    Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi kebijakan program pembinaan anak terlantar di Dinas Sosial Kabupaten Subang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Dalam indikator komunikasi masih belum optimal, hal ini terlihat dari minimnya konsistensi Dinas Sosial dalam berkoordinasi. Media komunikasi untuk penyampaian informasi terkait program pembinaan dan pelaporan anak terlantar juga tidak ada. 2) Dalam indikator sumber daya juga belum optimal. Hal tersebut dapat dilihat dari kurangnya staf untuk melakukan pembinaan dan kurangnya anggaran dalam implementasi kebijakan program ini. Tidak ada fasilitas khusus di Dinas Sosial Kabupaten Subang untuk melakukan pembinaan seperti panti sosial atau rumah singgah. 3) Dalam indikator disposisi belum berjalan optimal. Hal tersebut dapat dilihat dari kurangnya pendalaman terkait SOP yang ada dalam mengimplementasikan kebijakan program pembinaan anak terlantar ini. 4) Dalam indikator struktur birokrasi juga belum optimal. Hal tersebut dilihat belum berjalannya pelaksanaan program pembinaan anak terlantar sesuai SOP yang ada. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Implementasi Kebijakan Program Pembinaan Anak Terlantar di Dinas Sosial Kabupaten Subang belum optimal. Hal tersebut terlihat dari adanya permasalahan dalam aspek komunikasi, sumber daya, disposisi dan struktur birokrasi yang masih harus diperbaiki.   Kata kunci: Impementasi Kebijakan               Abstract This study aims to determine the implementation of policies for the development of neglected children in the Social Service of Subang Regency. This research is a descriptive research with a qualitative approach. Data collection methods used in this study were observation, interviews, and documentation. The results of the study show that: 1) The communication indicators are still not optimal, this can be seen from the lack of consistency of the Social Service in coordinating. There is also no communication media for the delivery of information related to the coaching program and the reporting of neglected children. 2) The resource indicators are also not optimal. This can be seen from the lack of staff to provide guidance and the lack of budget in the implementation of this program policy. There are no special facilities at the Subang Regency Social Service to provide guidance such as social homes or shelters. 3) The disposition indicator has not run optimally. This can be seen from the lack of deepening related to the existing SOPs in implementing the policy of this neglected child development program. 4) The indicators of the bureaucratic structure are also not optimal. It can be seen that the implementation of the abandoned child development program has not been running according to the existing SOP. The conclusion of this study is that the implementation of the Abandoned Child Development Program Policy at the Social Service Office of Subang Regency has not been optimal. This can be seen from the problems in aspects of communication, resources, disposition and bureaucratic structure that still need to be improved.   Keywords: Policy Implementatio

    Pengembangan Instrumen Penilaian Sikap, Pengetahuan, dan Keterampilan dalam Pendidikan Jasmani

    Get PDF
    Penilaian adalah pengumpulan informasi dari hasil belajar peserta didik. Secara umum penilaian hasil belajar dibagi menjadi tiga aspek, yaitu: sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Instrumen penilaian yang digunakan guru sangat beragam sesuai kondisi lapangan yang dirasakan oleh guru tersebut. Tujuan dari artikel ini adalah membahas tentang pengembangan penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan dalam pendidikan jasmani. Penelitian ini menggunakan pendekatan kajian kepustakaan, dengan analisis data melalui pendekatan kualitatif menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.  Penilaian sikap adalah nilai dari budi pekerti peserta didik baik secara individu maupun sosial selama mengikuti pelajaran di sekolah. Penilaian Pengetahuan merupakan hasil nilai kompetensi peserta didik dalam menggunakan akal pikiran mereka dalam menyerap materi yang diajarkan oleh guru. Penilaian keterampilan didefinisikan nilai yang diperoleh dari unjuk kerja, baik berbasis proses maupun produk, dalam pendidikan jasmani biasanya hasil kemampuan gerakan olahraga. Dalam mengembangkan instrumen penilaian dalam pembelajaran, syarat utamanya minimal adalah valid, reliabel, dan objektif. Dengan instrumen yang baik, maka nilai yang diperoleh peserta didik mencerminkan kemampuan mereka yang sesungguhnya, sehingga mudah untuk memberikan tindak lanjut maupun umpan baik setelah pembelajaran

    Speech Acts Analysis Of Pride And Prejudice Novel By Jane Austen

    Get PDF
    Abstract This study intends to analyze speech act used in Pride and Prejudice novel uttered by the main character. The objectives of this research are: 1) to know the most dominant type of speech act uttered by the main character found in the novel, 2) to know the contribution of the analysis to the EFL learners when learning English grammar. This research used the conversational analysis. The steps of collecting data were reading the Pride and Prejudice novel focusing on Elizabeth Bennet’s utterances in each chapter, selecting data containing speech act based on Searle’s classification, classifying the data, transferring data into a table, analyzing and interpreting the data. The result of the data analysis showed that there were only four types of speech acts; 1) 253 utterances of representatives, 2) 96 utterances of directives, 3) 4 utterances of commissives, and 4) 122 utterances of expressives. From the data can be concluded that the most dominant type is representatives speech act. We indirectly learned grammar in a way we found the speech acts from each sentence.

    UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI METODE DEMONSTRASI PADA PEMBELAJARAN IPA RANGKAIAN LISTRIK SEDERHANA DI KELAS VI SEKOLAH DASAR

    Get PDF
    Pembelajaran IPA di SD Negeri 1 Cibeureum Kecamatan Banjar Kota Banjar, menunjukkan bahwa proses pembelajaran IPA belum dilaksanakan secara optimal, karena guru masih menerapkan metode yang mengarah pada hapalan serta jarang menggunakan alat bantu pengajaran. Metode demonstrasi sering dilupakan sehingga siswa kurang terlibat dalam menemukan konsep – konsep, teori - teori, hukum- hukum, dan prinsif- prinsif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA topik rangkaian listrik sederhana dengan menerapkan metode demonstrasi. Metode penelitian yang digunakan adalah Metode Penelitian Tindakan Kelas (Action Classroom Research) yang terdiri dari dua siklus. Subjek penelitiannya adalah siswa kelas VI SD Negeri 1 Cibeureum Kecamatan Banjar Kota Banjar dengan jumlah 30 orang, instrumen penelitian yang di gunakan yaitu tes, lembar observasi aktivitas guru dan siswa. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran pada setiap siklus dikembangkan berdasarkan langkah- langkah pembelajaran menggunakan metode demonstrasi dengan mempertimbangkan hasil refleksi . Pelaksanaan pembelajaran dengan menerapkan metode demonstrasi mendorong aktivitas guru dan siswa menjadi lebih aktif. Hasil belajar siswa mengalami peningkatan pada setiap siklusnya setelah diterapkan metode demonstrasi dalam pembelajaran IPA rangkaian listrik sederhana. Perolehan nilai rata - rata tes setiap siklus sebagai berikut : Siklus I pertemuan 1 dengan nilai rata-rata tes sebesar 68,00 dengan indikator keberhasilan pencapaian KKM sebesar 50%, pada siklus I pertemuan 2 dengan nilai rata-rata tes sebesar 71,00 dengan indikator keberhasilan pencapaian KKM sebesar 65%, pada siklus II pertemuan 1 dengan nilai rata-rata tes sebesar 80,25 dengan indikator keberhasilan pencapaian KKM sebesar 70 %, pada siklus II pertemuan 2 dengan nilai rata-rata tes sebesar 85,00 dengan indikator keberhasilan pencapaian KKM sebesar 90%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan metode demonstrasi dalam pembelajaran IPA rangkaian listrik sederhana dapat meningkatkan hasil belajar siswa serta siswa lebih aktif dalam proses kegiatan pembelajaran

    PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR MATEMATIK TINGKAT TINGGI PADA SISWA KELAS BERBAKAT

    Get PDF
    Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui apakah dengan menggunakan pendekatan pemecahan masalah kontekstual dapat meningkatkan kemampuan berpikir matematik tingkat tinggi pada siswa. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Apakah pembelajaran matematika dengan menggunakan Pendekatan Pemecahan Masalah Kontekstual dapat meningkatkan Kemampuan Berpikir Matematik Tingkat Tinggi Siswa, (2) Bagaimana sikap siswa kelas VII-B di SMP Negeri 1 Banjar terhadap belajar matematika dengan menggunakan Pendekatan Pemecahan Masalah Kontekstual. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mengetahui apakah pembelajaran matematika dengan menggunakan Pendekatan Pemecahan Masalah Kontekstual dapat meningkatkan Kemampuan Berpikir Matematik Tingkat Tinggi siswa, (2) Mengetahui sikap siswa kelas VII-B di SMP Negeri 1 Banjar terhadap pembelajaran matematika dengan menggunakan Pendekatan Pemecahan Masalah Kontekstual. adapun hasil dari penelitian iniadalah, dengan menggunakan Pendekatan Pemecahan Masalah Kontekstual dapat meningkatkan kemampuan berpikir matematik tingkat tinggi siswa kelas VII B SMP Negeri 1 Banjar. Berdasarkan hasil data kualitatif, kemampuan berpikir matematik tingkat tinggi pada tes awal (34,28%), tes siklus I (46,17%), tes siklus II (55,32%), tes siklus III (61,02%), dan tes sub sumatif (81,81%)

    PENERAPAN METODE DEMONSTRASI UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP ENERGI BUNYI PADA MATA PELAJARAN IPA

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi dari pengalaman penulis yang menemukan kesulitan dalam pembelajaran (IPA). Subjek yang dikenai tindakan adalah kelas IV yang berjumlah 37 orang peserta didik. Peneliti beranggapan bahwa peserta didik dibiasakan melakukan pembelajaran dengan cara yang monoton, yaitu merangkum isi buku pelajaran kemudian menjawab pertanyaan dari buku tersebut tanpa diperiksa seksama bersama wali kelas, sehingga penguasaan konsep dan nilai yang didapatkan oleh siswa rendah. Melihat keadaan yang demikian, penulis merasa bahwa dibutuhkannya metode yang lebih menarik dari penyajian guru terhadap pembelajaran IPA. Oleh sebab itu dilakukan perbaikan proses pembelajaran melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan tujuan memeroleh gambaran melalui penerapan metode demonstrasi. Model yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas ini yaitu model penelitian yang dikembangkan oleh Kemmis dan Mc Taggart. Penelitian yang telah dilaksanakan dilakukan sebanyak 2 siklus 4 pertemuan. Instrumen pengumpulan data berupa tes dan lembar observasi. Data yang diperoleh pada siklus I pertemuan 1 hasil tes akhir peserta didik memeroleh nilai rata-rata 60,81 dengan persentase keberhasilan 51,35%, pada siklus I pertemuan 2 nilai rata-rata 65,94 dengan persentase keberhasilan 72,97%, pada siklus II pertemuan 1 nilai rata-rata 75,11 dengan persentase keberhasilan 83,78% dan pada siklus II pertemuan 2 nilai rata-rata 82,62 dengan persentase keberhasilan 91,89%. Dengan metode demonstrasi, peserta didik dapat lebih memahami bahan pelajaran dengan benda konkret, mengembangkan rasa ingin tahu, dapat melakukan pekerjaan berdasarkan proses yang sistematis, dapat mengetahui hubungan yang struktural atau urutan objek, meningkatkan pemahaman konsep, dapat pula melakukan perbandingan dari beberapa objek serta menanamkan keimanan dan akhlak yang positif kepada peserta didik

    Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Kemampuan Representasi Matematis Siswa

    Get PDF
    Kemampuan representasi matematis merupakan salah satu dari lima standar proses dalam pembelajaran matematika. Representasi matematis merupakan suatu ungkapan dari ide dan gagasan siswa dalam menyelesaikan permasalahan matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan representasi matematis siswa dengan menggunakan model problem based learning di SMK Negeri 1 Subang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan metode kuasi eksperimen. Desain Nonequivalent Control Group Design digunakan sebagai desain penelitian. Populasi  dalam penelitian ini adalah seluruh kelas XI SMK Negeri 1 Subang yang terbagi dalam 22 kelas. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah metode Probability Sampling dengan menggunakan teknik Simple Random Sampling (sampel acak sederhana) yaitu pengambilan sampel secara acak. Penelitian ini menggunakan sampel 2 kelas yang dipilih secara acak dari 22 kelas yang tersedia. Instrumen dalam penelitian ini berupa soal uraian (essay) yang dibuat untuk mengukur kemampuan representasi matematis siswa dalam bentuk Pretest dan Post-test. Dalam penelitian ini menggunakan dua kelompok yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol Pada kelas eksperimen diterapkan pembelajaran menggunakan model Problem Based Learning (PBL) sedangkan untuk kelas kontrol menggunakan pembelajaran konvensional

    1,220

    full texts

    1,292

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal Universitas Subang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇