E-Journal Universitas Subang
Not a member yet
1292 research outputs found
Sort by
Proses Produksi Corrugated Concrete Sheet Pile (CCSP) Di Jalur II B PT. Wijaya Karya Beton TBK. Pabrik Produk Beton Subang
PT Wijaya Karya Beton Tbk. Pabrik Produk Beton Subang merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri beton pracetak. Salah satu produk yang dihasilkan adalah Corrugated Concrete Sheet Pile (CCSP) yaitu elemen struktural beton bertulang dengan profil bergelombang yang membentuk dinding yang dapat menahan tekanan tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran secara detail mengenai proses produksi CCSP, kapasitas produksi dan produktivitas yang dihasilkan di PT Wijaya Karya Beton Tbk. Pabrik Produk Beton Subang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan melakukan observasi langsung terhadap proses produksi CCSP di PT Wijaya Karya Beton Tbk. Pabrik Produk Beton Subang. Proses produksi beton pracetak produk CCSP di PT Wijaya Karya Beton Tbk. Pabrik Produk Beton Subang melibatkan beberapa tahapan yaitu tahap desain, tahap produksi yang meliputi: persiapan produksi, pemasangan cetakan dan perakitan tulangan, pemasangan strand, stressing, pengecoran, perawatan beton hingga pembukaan cetakan, serta tahap pasca produksi yang dilakukan secara sistematis dan terstruktur dengan mengikuti prosedur dan standar kualitas yang ketat. Kapasitas produksi jalur II B dalam satu line memproduksi 5 unit produk CCSP per hari yang membutuhkan waktu siklus sebesar 21 jam dengan produktivitas 4,2 jam/produk. Output yang dihasilkan sebanyak 5 produk/hari dan menghasilkan produktivitas dengan volume sebesar 6,6 m3/siklus dan produktivitas pekerja sebesar 0,942 m3/siklus/orang. Waktu siklus produksi dapat menggambarkan tingkat produktivitas dari pabrik, dimana semakin besar waktu yang dibutuhkan untuk proses produksi menunjukan tingkat produktivitas harian yang rendah
Analisis Komponen Biomotorik Atlet Spesialisasi All Round Cabang Olahraga Bolavoli
Tercapainya tujuan olahraga salah satunya adalah berhasilnya transfer keterampilan hidup yang diterapkan pada kehidupan sehari-hari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil analisis komponen biomotor dominan pada atlet all round bolavoli baik pada atlet putra maupun putri Kota Bekasi. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan subjek penelitian atlet putra dan putri bolavoli Kota Bekasi berjumlah 29 subjek. Analisis data dalam penelitian menggunakan analisis data menggunakan persentase. Intrumen tes yang digunakan meliputi sprint 20meter, shuttle run, Sit& Reach, core stability, push up, sit up, back up, squat, vertical jump, throw medicine ball, dan bleep test. Hasil penelitian berdasarkan hasil rekapitulasi tes komponen biomotor atlet bolavoli terlihat enam (6) komponen biomotor yakni kecepatan, kelentukan, keseimbangan, kekuatan otot perut, kekuatan otot paha, daya ledak otot tungkai baik untuk atlet putra dan putri didominasi oleh pemain dengan spesialisasi all round. Sehingga dapat disimpulkan sebagai seorang atlet bolavoli all round yang handal perlu memenuhi komponen biomotor yang mendukung seperti kecepatan, kelincahan, kelentukan, keseimbangan, kekuatan otot lengan, kekuatan otot perut, kekuatan otot punggung, kekuatan otot paha, daya ledak otot tungkai, daya ledak otot lengan dan daya tahan. Komponen-komponen tersebut dapat diperoleh atau ditingkatkan melalu latihan yang teratur dan intensif yang sejalan dengan program yang telah disusu
Pengaruh Media Pembelajaran Macromedia Flash Terhadap Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran Seni Budaya
penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh penggunaan media pembelajaran macromedia flash terhadap hasil belajar siswa mata pelajaran seni budaya. Adapun metode penelitian digunakan yaitu deskriptif statistik dengan pendekatan kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian penggunaan media dan tes diperoleh rata-rata nilai pretest berada pada 46,66% dan setelah dilakukan posttest data yang diperoleh meningkat menjadi 82,59, artinya terjadi peningkatan sebesar 35,92 %. Hal ini berarti bahwa penggunaan media pembelajaran macromedia flash pengaruh positif karena terjadi peningkatan hasil belajar siswa. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh media pembelajaran macromedia flash terhadap hasil belajar siswa mata pelajaran seni budaya. Temuan ini didasari bahwa penggunaan macromedia flash membuat siswa lebih berantusias dan dapat menjawab kebutuhan belajarnya. Secara umum siswa yang dibelajarkan mata pelajaran seni budaya menunjukkan hasil belajar lebih baik atau berada di atas dari nilai kriteria ketuntasan minimal (KKM)
PREDIKSI KEKUATAN GEMPA MENGGUNAKAN MACHINE LEARNING DENGAN MODEL XGBOOST SEBAGAI LANGKAH STRATEGIS DALAM PERENCANAAN STRUKTUR BANGUNAN TAHAN GEMPA DI INDONESIA
Besarnya beban gempa yang bekerja pada struktur bangunan, tergantung dari banyak variabel. Gaya horisontal, gaya vertikal, dan momen torsi yang terjadi akibat gempa pada struktur, sangat tergantung pada berat dan kekakuan material struktur, konfigurasi, dan sistem struktur, periode atau waktu getar struktur, kondisi tanah dasar, wilayah kegempaan, serta perilaku gempa itu sendiri. Agar dampak gempa pada struktur bangunan dapat diminimalisirkan, maka perlu adanya penelitian dalam memprediksi kekuatan gempa di wilayah Indonesia. Walaupun tidak dapat dipungkiri memprediksi kapan, dimana dan besarnya gempa bumi berikutnya dalam wilayah atau waktu tampaknya cukup sulit, namun terdapat suatu alternative untuk prediksi menggunakan machine learning yang dapat membantu memperkirakan terjadinya gempa. Adapun model machine learning yang digunakan dalam penelitian ini adalah XGBoost. sedangkan dataset yang digunakan diambil dari katalog BMKG, dimana data tersebut terdiri dari 92.887 kejadian gempa di Indonesia. Data tersebut kami pisahkan menjadi tiga bagian sebagai data pelatihan jaringan, data validasi dan data pengujian dengan rincian 80% untuk proses pelatihan atau sebanyak 74309 dan 20% untuk proses pengujian atau sebanyak 18578. Dari penelitian yang dilakukan, menunjukkan bahwa pada tahap pelatihan mampu menghasilkan akurasi dengan sangat baik, hal ini dapat dibuktikan dengan melihat kinerja model selama pelatihan melalui loss RMSE, MAE, MSE, dan R-squared. Dimana RMSE pada proses pelatihan sangat kecil yaitu 0.07 dan nilai R-Squared (R2) yang bernilai 0.90. sedangkan pada proses pengujian data juga diperoleh akurasi yang tinggi. Hal ini dapat dilihat dari hasil nilai RMSE 0.01 dan nilai R-Squared (R2) yang bernilai 0.98
MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA MEMAHAMI MATERI PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN PECAHAN MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TWO STAY TWO STRAY
Kenyataan di dalam kelas, prestasi belajar siswa kelas V pada materi penjumlahan dan pengurangan pecahan khususnya dengan penyebut berbeda ternyata jauh dari yang diharapkan. Dari hasil ulangan materi tersebut yang sudah dipelajari sebelumnya, ternyata hanya 6 siswa (30%) dari 20 siswa yang dinyatakan lulus, dan sisanya sekitar 14 siswa (70%) dinyatakan belum lulus, karena siswa belum memahami cara untuk menyelesaikan masalah penjumlahan dan pengurangan pecahan yang penyebutnya berbeda. Rumusan permasalahan pada penelitian ini adalah kemampuan siswa kelas V dalam memahami materi penjumlahan dan pengurangan pecahan masih rendah. Dengan demikian : “Bagaimanakah penerapan model pembelajaran two stay two stray dapat meningkatkan kemampuan siswa kelas V SD Negeri Sariwangi semester ganjil tahun pelajaran 2022/2023 dalam memahami materi penjumlahan dan pengurangan pecahan?”. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami materi penjumlahan dan pengurangan pecahan melalui penerapan model pembelajaran two stay two stray di kelas V SD Negeri Sariwangi semester ganjil tahun pelajaran 2022/2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan prestasi belajar siswa dapat dilakukan dengan menerapkan model pembelajaran two stay two stray dalam memahami materi penjumlahan dan pengurangan pecahan. Hal ini terbukti dengan adanya peningkatan nilai hasil post test dari siklus 1 ke siklus 2. Nilai post test siklus 1 mencapai rata-rata 68,24 pada kategori cukup dengan prosentase kelulusan 50,00% dan pada siklus 2 nilai post test siswa meningkat menjadi 80,88 pada kategori baik dengan tingkat prosentase kelulusan 90,00%. Jadi prestasi belajar mengalami peningkatan sebesar 12,64
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TWO STAY TWO STRAY DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM MATERI KEPEMIMPINAN DI SEKITARKU : (Penelitian Tindakan Kelas Terhadap Siswa Kelas VI SD Negeri Sangkuriang Semester Genap Tahun Pelajaran 2021/2022)
Rumusan permasalahan pada penelitian ini adalah kemampuan siswa kelas VI dalam memahami materi kepemimpinan disekitarku masih rendah. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa kelas VI SD Negeri Sangkuriang semester ganjil tahun pelajaran 2021/2022 dalam materi kepemimpinan disekitarku melalui penerapan model pembelajaran Two Stay Two Stray. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan siswa dalam materi kepemimpinan disekitarku dapat dilakukan dengan menerapkan model pembelajaran Two Stay Two Stray. Hal ini terbukti dengan adanya peningkatan prestasi belajar dari siklus 1 ke siklus 2. Hasil post test siklus 1 mencapai nilai rata-rata 69,81 pada kategori cukup dengan prosentase kelulusan 55,00% dan pada siklus 2 meningkat nilai rata-rata post test menjadi 84,04 pada kategori baik dengan tingkat prosentase kelulusan 90,00%. Jadi prestasi belajar mengalami peningkatan sebesar 14,23
The Implementation of TPR (Total Physical Response) Method in English Vocabulary Learning of Young Learner
The purpose of this study was to use the TPR method's efficacy in the process of teaching basic English vocabulary, especially for young learners. Total Physical Response encourages children's curiosity, creativity, and all of their senses, supporting their cognitive development. This research was conducted on 6 students at an elementary school in Kalijati, Subang. The students are grades 2 to 4 (7-10 years). The material taught to students is material about the Part of Body. Students will be taught to recognize vocabulary for body parts in English. This research used qualitative research where the research was conducted based on the actual conditions. This study found that students showed increased motivation and found it easier to remember vocabulary after involving the TPR method in the learning process. In addition, students enjoy more in following the teacher's orders and the whole learning process.
 
Students' Perceptions Using Role-Playing Method on Students' Speaking Ability on the Sixth Semester English Education Department at University in Subang
This study is aimed at discovering students’ perspectives regarding the use of role play in learning English, especially in learning speaking ability. This research used qualitative research where the research was conducted based on the actual conditions and the participants of this study are three English Education study Program students in one of the universities in Subang, West Java. This descriptive study employed questionnaire and interview guidelines in collecting the data and the researcher then checked the data to present all the information from the interviews and questionnaire in the form of a description after calculating the percentage of the questionnaire. In sum, this study found that the use of role-play in teaching and learning process gives many benefits for the students. Furthermore, the students have some problems by using role-play as learning technique such as they did not feel confident, could not master the material, feel nervous, and find difficulties to memorize
The Implementation of Growing Gardening Metaphors in Students Writing Descriptive Text
This study investigates the implementation of growing gardening metaphors in students writing the descriptive text of VII grade students in a school in Garut. It explores the metaphor of growing gardening that can be used by teachers to make teaching and learning in English classes more enjoyable and communicative. To this end, the study carried out qualitative methods with a case study design. Then the results of the study show that the application of the growing-gardening metaphor can overcome the problem of writing descriptive texts in class VII of junior high school. Because this metaphor activity is used as a solution for teachers to solve students' problems in writing descriptive texts in the first grade of junior high school. This helps the teacher in teaching writing descriptive texts which motivates students to think more creatively in considering the same function or activity both experience and garden vocabulary when writing texts. To carry out this class activity, the teacher takes approximately 80 minutes to spend the required time. This study concludes that The growing gardening metaphor can be applied to junior high school students in Garut
The Contribution of Teacher Talk on Student Engagement in English Classroom
Effective teacher-student communication is essential for fostering a positive learning environment and encouraging student engagement. Other than that, the influence of teacher talk on student engagement extends beyond academic achievement to social-emotional growth and overall student well-being. Therefore, this study investigates the relationship between teacher talk and student engagement in the classroom. To attain that purpose, this research used a case study with a qualitative approach. The data were obtained through non-participant observation with the 11th grade in an EFL classroom at one of the senior high schools in Garut. The observation was analyzed inductively using the framework of teacher talks in the system of foreign language interaction. The findings show that there were five categories of teacher talk in this classroom, such as praising and encouraging, using the ideas of students, asking questions, giving information, and giving direction. However, asking questions is the dominant talk type used by the teacher. In relation to the teacher talk found in the class, the result revelaed that there was only one category of student engagement: cognitive engagement. It means that the teacher should manage her talk not only focusing on how students could be academically engaged, but also how students’ emotion and behavior are also being the concern in the classroom setting