E-Journal Universitas Subang
Not a member yet
    1292 research outputs found

    EFEKTIVITAS PEMBERIAN PUPUK KANDANG DOMBA PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BUNCIS KULTIVAR LOKAL BANDUNG

    Full text link
    Percobaan lapangan dilaksanakan di PD.Grace Cibodas Lembang yang terletak di ketinggian 900-1300 m diatas permukaan laut dengan tipe curah hujan C serta order tanahnya Andisiol. Percobaan dilaksanakan mulai bulan Desember 2015 sampai Febuari 2016. Penelitian dilaksanakan dengan tujuan untuk mempelajari pengaruh takaran pupuk kandang domba terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman buncis (Phaseolus vulgari L.) Kultivar Lokal Bandung. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok terdiri dari enam perlakuan takaran pupuk kandang domba yang diulang empat kali . Perlakuan takaran pupuk kandang domba, yaitu: A=Tanpa pupuk kandang domba, B= pupuk kandang domba 10 ton/Ha, C= Pupuk Kandang Domba 15 ton/ha, D= pupuk kandang domba 20 ton/ha, E= pupuk kandang domba 25 ton/ha dan F = Pupuk kandang domba 30 ton/ha. Hasil percobaan menunjukan bahwa pupuk kandang domba berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman buncis (Phaseolus vulgaris L.) kultivar lokal bandung, yaitu terhadap jumlah daun pada umur 4 dan 6 MST, jumlah cabang produktif per tanaman, bobot polong per tanaman, dan bobot polong per petak. Takaran pupuk kandang domba 25 dan 30 ton/ha memberikan pengaruh paling baik terhadap bobot polong per tanaman dan bobot polong per petak

    MACHINE LEARNING ALAT MONITORING FERMENTASI TAPE BERBASIS IoT MENGGUNAKAN METODE ALGORITMA C4.5 PADA PLATFORM THING SPEAK

    Full text link
    Salah satu faktor penting yang berpengaruh terhadap keberhasilan fermentasi  tape singkong adalah aspek kualitas Suhu pada kotak, maupun kekeruhan air Alat dan sistem ini menggunakan metode klasifikasi algoritma C4.5. Tape singkong merupakan makanan yang terbuat dari hasil fermentasi dengan melibatkan ragi di dalam proses pembuatannya. Pendeteksian pada suhu, kelembaban dan berat dilakukan untuk melihat fermentasi ragi pada singkong hingga menjadi tape. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang sebuah alat pendeteksi kematangan tape secara otomatis menggunakan sensor DHT22 dan sensor load cel HX71l, dengan microcontroler Esp8266 (NodeMCU) untuk proses kematangan pada tape singkong. Dari penelitian ini diperoleh hasil yang menunjukan bahwa tape singkong yang difermentasi pada suhu 30-35 derajat Celcius dalam 24 jam sudah bisa dikatakan matang, hal ini ditandainya dengan tekstur, aroma, warna dan rasa pada tape singkong yang berubah. Sehingga dapat disimpulkan bahwa fermentasi tape dengan menggunakan alat pendeteksi kematangan tape dapat meningkatkan kualitas tape yang dihasilkan dan mempercepa peroses fermentasi tape singkong. Dilakukan pengujian akurasi menggunkan tool rapidminer, nilai akurasi model sistem diperoleh sebesar 100.00%

    MENINGKATKAN DISIPLIN GURU DALAM KEHADIRAN MENGAJAR DI KELAS MELALUI REWARD AND PUNISHMENT : (Penerapan di SD Negeri Tenjolaya IV Kecamatan Kasomalang Kabupaten Subang)

    Full text link
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuuk mencari alternatif pemecahan masalah sebagai upaya meningkatkan disiplin guru dalam kehadiran mengajar dikelas melalui penerapan Reward and Punishment di SD Negeri Tenjolaya IV Kasomalang Subang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) sebagai suatu prosedur penelitian yang diadaptasi dari Penelitian Tindakan Kelas (PTK).  Penelitian tindakan sekolah merupakan  penelitian partisipatoris yang menekankan pada tindakan dan refleksi , memperdalam pemahaman terhadap tindakan yang dilakukan, memperbaiki situasi dan kondisi sekolah.  Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan Reward dan Punishment efektif untuk meningkatkan disiplin kehadiran guru dikelas pada kegiatan belajar mengajar, hal itu dibuktikan  bahwa setelah diadakan penerapan tindakan  berupa Reward dan Punishment, guru yang terlambat  pada kegiatan belajar mengajar di SDN Tenjolaya IV, berdasarkan indicator  75%, atau bila 75% guru tidak terlambat lebih dari 10 menit. Siklus pertama  guru yang tidak terlambat lebih dari 10 menit baru 21,74%. Sekolah memberi penegasan lebih kuat diberikan,  hasil observasi  tingkat keterlambatan guru masuk kelas dalam proses belajar mengajar, pada kegiatan upacara bendera.  Tingkat keterlambatan guru dikelas pada proses pembelajaran diperoleh data, sebanyak 18 orang guru terlambat masuk kelas  kurang dari 10 menit, 5 orang guru terlambat masuk kelas 10 menit sampai dengan 15 menit, dan tidak ada satu orangpun guru yang terlambat masuk kelas lebih dari 15 menit. Hasil observasi pada siklus pertama dan siklus kedua dapat dilihat ada penurunan tingkat keterlambatan guru dikelas pada kegiatan belajar mengajar, atau terdapat peningkatan kehadiran guru dikelas, dan dari hasil refleksi mengenai kelemahan atau kekurangan dari pelaksanaan tindakan pada siklus kedua tersebut, dari hasil observasi dan data yang diperoleh, peneliti mengambil kesimpulan bahwa tindakan yang dilaksanakan pada siklus kedua dinyatakan berhasil, karena terdapat 78,26% guru yang terlambat kurang dari 10 menit, atau melebihi target yang telah ditentukan sebesar 75%

    An Analysis ofTeacher and StudentInteraction Patternsin an Online Learning Context

    Full text link
    The discussion regarding the interaction patterns between teacher and student is not new. However, the discussion of how the interaction patterns between teacher and student in the online setting is not much studied. Therefore, this study is an attempt to analyze types of interaction patterns the teacher used in Zoom Media. To achieve this goal, non-participant observation was used to collect the data. The data were analyzed qualitatively by recording, transcribing, hospitalizing, analyzing, and interpreting. The data show that there are three types of interaction patterns that were found; closed-ended teacher questioning, full-class interaction, and open-ended teacher questioning. It’s reflected that teachers mostly focus on how to make two-way communication. However, the development of students to become more independent is not explored during the learning process. As the implication, the teacher has to find out the ways to teach in order to apply all types of interaction patterns in the learning process

    English Lecturers' Perceptions on DST in Teaching Grammar

    Full text link
    Most of the literature has focused on using DST as a medium for teaching story-based text to students, such as narrative and descriptive text. Then is from it this study aims to investigate DST with a different focus: how English lecturers perceive DST in grammar teaching. This study used a case study design with the interview as the main instrument to collect the data. The methods were conducted in one high educational institution in Garut, Indonesia. The participant in this study was consisted of one lecturer using DST to teach grammar to college students. The findings showed that the lecturer has more positive views about using DST in teaching grammar. The positive views such as improving students' grammar comprehension, increasing the students' engagement, and relaxing the class environment when teaching grammar are the main sights of the lecturer. However, the negative views are focused on the technical issues when applying DST in the classroom. Thus, not all teachers can immediately understand the use of DST, so we need to provide direction on how to use DST. DST is a helpful tool for transferring material in teaching grammar

    POTENSI PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DALAM MEMPERKENALKAN DESA PATIMBAN

    Full text link
    Pada era digital saat ini, penggunaan internet sudah menjadi hal biasa bagi semua kalangan. Akses secara massif dilakukan oleh banyak orang, secara mayoritas digunakan untuk melakukan transaksi online dalam media sosial. Desa Patimban merupakan Desa yang berlokasi di Kecamatan Pusakanagara dengan memiliki potensi wisata alam dan ekonomi kreatif berupa Pantai Patimban dan Pengrajin ikan memerlukan adanya suatu sistem untuk mempromosikan desa. Sumber daya manusia belum dapat memanfaatkan teknologi internet dengan baik. Metode pelaksanaan kegiatan ini diawali dengan observasi langsung ke lokasi didampingi dengan pelaksaan program KKNM.  Selain itu, kegiatan pembuatan pengenalan desa yang di dukung oleh media social. Isi Media, untuk melihat informasi yang disampaikan dan menariknya unggahan, dalam setiap postingan yang diunggah hanya memberi informasi yang singkat dan masih belum lengkap begitu juga dengan tampilan unggahan masih banyak yang belum menarik. Keterlibatan, untuk melihat interaksi yang terjadi antar pengguna dengan pengunjung dan juga melihat sejauh mana ketertarikan khalayak pada setiap unggahan. Interaksi pengunjung masih sedikit, sehingga penggunaan tersebut belum banyak yang mengetahui dan mengunjungi

    SISTEM INFORMASI AGENDA PIMPINAN DAN YAYASAN (STUDI KASUS YAYASAN AS-SYIFA AL-KHOERIYYAH)

    Full text link
    Yayasan yang telah berkembang dan besar pastinya memiliki jangkauan wilayah yang luas, dimana didalamnya memiliki unit-unit dan departemen yang dapat menunjang yayasan dalam mewujudkan visi dan misi. Yayasan yang memiliki banyak SDM yang diberikan tanggung jawab menjadi seorang pemimpin seperti dari pengurus, general manager dan manager yang memimpin unit-unit ataupun departemen yang ada, tentunya dalam pelaksanaan kegiatan yang berjalan akan banyak agenda yang tercatat dan terlaksana. Sehingga untuk membantu para pimpinan dalam menjalankan kegiatan-kegiatan tersebut, maka diperlukan sistem yang mampu memberikan notifikasi pengingat agenda yang akan dilaksanakan, sistem yang dapat menampilkan seluruh kegiatan, sistem yang mampu menyimpan data dan mampu memberikan laporan kegiatan yang sudah dilaksanakan maupun yang belum dilaksanakan. Sehingga dengan perkembangan jaman yang semakin berkembang, seperti banyaknya sosial media yang mayoritas menggunakan gawai, maka dalam rangka mempermudah pemberian notifikasi kepada para pimpinan ini kami menggunakan aplikasi telegram bot API

    PERAN PENTING LITERASI DIGITAL DALAM MEMERANGI HOAKS DAN UJARAN KEBENCIAN DI MEDIA SOSIAL SEBAGAI TANTANGAN KOMUNIKASI DI MASYARAKAT DIGITAL

    Full text link
    Dunia digital di Indonesia telah berkembang sangat pesat, pertumbuhan ekonomi berbasis digital ditargetkan dapat berkontribusi sebesar 34% pada sektor perekonomian atau diproyeksikan setara dengan Rp 1.900 triliun pada tahun 2030 nanti. Proyeksi tersebut seiring tingginya angka penetrasi pengguna Internet di Indonesia, yang mencapai 185,3 juta orang (66,5% penduduk). Pemanfaatan internet secara luas menimbulkan dampak negatif, berupa permasalahan penting yang cukup meresahkan yaitu mudah dan banyaknya bermunculan informasi yang menyesatkan (hoaks) dan ujaran kebencian. Permasalahan yang dikaji adalah hubungan antara tingkat literasi digital masyarakat dengan penyebaran hoaks dan ujaran kebencian. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis, Berdasarkan survei Status Literasi Digital di Indonesia 2021, diketahui 83,8% responden mengatakan perlu mencari kebenaran dari setiap informasi yang diterima agar dapat mencegah penyebaran hoaks. Hal tersebut membutuhkan upaya terintegrasi dan berkesinambungan. situs internet Indonesia yang menyediakan diri untuk memeriksa fakta dan kebenaran dari suatu informasi atau berita (memudahkan cek fakta) guna menghindari penyebaran hoaks dan melawan disinformasi

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERCERITA BERPASANGAN DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA DALAM MEMAHAMI MATERI UNGKAPAN PERINTAH: (Penelitian Tindakan Kelas terhadap Siswa Kelas I SD Negeri Tunas Mulya Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2021/ 2022)

    Full text link
    Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami materi ungkapan perintah melalui penerapan model pembelajaran bercerita berpasangan di kelas I SD Negeri Tunas Mulya semester ganjil tahun pelajaran 2021/2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan siswa dalam memahami materi ungkapan perintah dapat dilakukan dengan menerapkan model pembelajaran bercerita berpasangan. Hal ini terbukti dengan adanya peningkatan prestasi belajar siswa dari siklus 1 ke siklus 2. Hasil test siklus 1 nilai rata-rata mencapai 68,00 pada kategori cukup dengan prosentase kelulusan 60,00% dan hasil test pada siklus 2 nilai rata-rata meningkat menjadi 82,50 pada kategori baik dengan tingkat prosentase kelulusan 90,00%. Jadi prestasi belajar siswa mengalami peningkatan sebesar 14,50 dari siklus 1 ke siklus 2

    MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA MEMAHAMI SUB TEMA LINGKUNGAN SEKITAR RUMAHKU MELALUI MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE SCRIPT : (Penelitian Tindakan Kelas Terhadap Siswa Kelas I SD Negeri Cijengkol Semester Genap Tahun Pelajaran 2021/2022)

    Full text link
    Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami sub tema lingkungan sekitar rumahku melalui penerapan Model Pembelajaran Cooperative Script di kelas I SD Negeri Cijengkol semester genap tahun pelajaran 2021/2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan siswa dalam memahami sub tema lingkungan sekitar rumahku dapat dilakukan dengan menerapkan Model Pembelajaran Cooperative Script. Hal ini terbukti dengan adanya peningkatan prestasi belajar siswa  dari siklus 1 ke siklus 2. Hasil test siklus 1 nilai rata-rata mencapai 68,95 pada kategori cukup dengan prosentase kelulusan 55,00% dan hasil test pada siklus 2 dengan nilai rata-rata meningkat menjadi 83,13 pada kategori baik dengan tingkat prosentase kelulusan 91,67%. Jadi prestasi belajar siswa mengalami peningkatan sebesar 14,16 dari siklus 1 ke siklus 2

    1,220

    full texts

    1,292

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal Universitas Subang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇