E-Journal Universitas Al Asyariah Mandar
Not a member yet
    1979 research outputs found

    SOLIDARITAS ETNIS JAWA PERANTAUAN DI DESA LAKAWALI KABUPATEN LUWU TIMUR

    Get PDF
    This deep understanding of the dynamics of Overseas Javanese solidarity is not only important to explain social interactions at the local level but also has important implications for the development of contemporary science, especially in the field of Anthropology / Sociology in the context of overseas Javanese solidarity.  This type of research is qualitative descriptive research using the theoretical approach of solidarity Bronislaw Malinowski. Data collection techniques in this study are observation, interviews and documentation. The results of this study show that the form of solidarity built in overseas Javanese in Lakawali Village is integrative solidarity and regulative solidarity. Integrative solidarity of Overseas Javanese in Lakawali Village is manifested in various attitudes of interdependence and cooperation which became the forerunner of the formation of solidarity in daily life, while regulative solidarity in Overseas Javanese in Lakawali Village, East Luwu Regency is characterized by the existence of cultural values and social norms such as politeness values and moral values that form solidarity with the community.

    Tingkat Keberhasilan Pemberian Pupuk Super Nasa Dan Power Nutrition Nasa Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Terung Ungu (Solanum Melongena L)

    No full text
    Terung ( Solanum Melongena L) Merupakan tanaman sayuran yang banyak dikonsumsi masyarakat namun budidaya terung di Indonesia masih rendah di karenakan minat usahatani akan tanaman terung jumlah peminatnya tidak begitu banyak. Indonesia merupakan negara agraris yang membentang luas darat maupun lautan dengan produksi pertanian khususnya komoditas hortikultura yang melimpah sehingga perlu dan sangat dibutuhkan generasi penerus untuk lebih memahami sistim budaya yang baik dan benar. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Mamasa Kabupaten Mamasa Provinsi Sulawesi Barat, yang dilaksanakan bulan april sampai dengan juni 2022, bertujuan untuk mengetahui keberhasilan pemberian pupuk super nasa dan power nutrition nasa terhadap pertumbuhan, produksi tanaman terung. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok terdiri dari enam perlakuan Yaitu: N0 = tanpa pemberian, N1= Pupuk Super Nasa 7,5gr/ 15ltr air/perlakuan, N2 =  Pupuk power Nutrition nasa 7,5gr / 15Lt air / perlakuan, N3 = pupuk super nasa 15gr + pupuk power nutrition nasa 7,5gr / 15Lt air / perlakuan, N4 = pupuk super nasa 7,5gr + pupuk power nutrition nasa 15 gr / 15Lt air / perlakuan, dan N5 = pupuk super nasa 15gr + power nutrition nasa 15gr 15 / 15Ltr air / perlakuan. Setiap perlakuan diulang 3 kali sehingga terdapat 15 unit penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk super nasa  dosis 15gr + Pupuk power nutrition nasa dosis 15gr dilarutkan dalam 15 lt air / perlakuan -1 (N5) berpengaruh baik padda tinggi tanaman umur 42 hari setelah tanam, jumlah daun umur 28, 42, dan 49 hari setelah tanam, dan jumlah buah pada tanaman terung.

    PENGAURUH JUMLAH BIJI PER LUBANG TANAM DENGAN PEMANFAATAN BIOCHAR KULIT KAKAO TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KEDELAI (Glycine max L)

    Get PDF
    Pada tahun 2022, penelitian ini akan dilakukan di Jambutua, Desa Darma, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAL) dengan menggunakan analisis multi faktor. Faktor 1 adalah penggunaan jumlah benih yang sama untuk setiap lubang tanam yaitu (P1) dua benih untuk setiap lubang tanam, dan (P2) tiga benih untuk setiap lubang tanam, dengan Faktor 2 adalah penggunaan biochar sebagai kakao, atau (B0)," kontrol," atau tanpa menggunakan biochar. sekam kakao, (B1) pemanfaatan biochar sekam kakao 0,5 kg/petak dan (B2) sekam kakao 1 kg/petak.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan biochar sekam kakao berpengaruh nyata tidak menghasilkan interaksi antara jumlah benih per lubang tanam. Berbeda dengan metode produksi lainnya, penggunaan dua biji per lubang tanam memberikan hasil yang lebih baik dalam hal jumlah daun dan penampakan, sedangkan penggunaan biochar sekam kakao tidak memberikan hasil yang lebih baik dari segi parameter yang diteliti

    RESPON PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR URIN SAPI DAN BEAUVERIA BASSIANA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TERONG UNGU (Solanum melongena l) DI KECAMATAN WONOMULYO.

    No full text
    Terong( Solanum Melongena L) merupakan Tumbuhan penghasil buah yang dijadikan sayur sayuran. Terong termasuk sebagai tanaman horticultural. Penelitian ini dilaksanakan di Kampuno, Desa Tumpiling, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, yang berlansung pada bulan februari, maret April sampai mei 2023. Penelitian ini menggunakan ranangan acak kelompok faktorial yang terdiri dari : Faktor Pertama pemberian POC urin sapi (P) dengan terdiri dari tiga taraf yaitu :P0 = Kontrol, P1 = Pupuk Organik Cair urin sapi (POC) dengan kosentrasi 100 ml/liter air, P2 = Pupuk Organik Cair urin sapi (POC), dengan kosentrasi 150 ml/ liter air, P3 : Pupuk Organik Cair urin sapi (POC), dengan kosentrasi 200 ml/ liter air. Faktor Kedua pemberian Beauveria bassiana yang disimbolkan (B) yakni : B0 = Kontrol, B1= Pemberian beauveria bassiana dengan interval waktu seminggu sekali, B2= Pemberian beauveria bassiana dengan interval waktu dua minggu sekali pemberian POC urin sapi 200ml/liter air (P3) memberikan pengaruh lebih baik dan berbeda sangat nyata dibanding dengan perlakuan lainnya,dan pemberian Beauveria bassiana dengan interval 1 minggu sekali (B1) juga memberikan hasil lebih baik dan berbeda sangat nyata

    PENYULUHAN PERTANIAN, MEMBIMBING MASYARAKAT UNTUK BERTANI SECARA BERKELANJUTAN DENGAN MENGGUNAKAN SKALA TANAMAN JANGKA PANJANG DAN PENDEK DI DESA BAMBANGAN, KEC. MALUNDA, KAB. MAJENE

    No full text
    Penduduk pedesaan sebagian besar menggantungkan hidupnya melalui pertanian. Negara Indonesia merupakan negara yang memiliki lahan pertanian yang begitu luas. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2016, untuk lahan sawah di Indonesia mencapai 8,19 juta Ha. Data sensus penduduk menunjukkan jumlah penduduk pedesaan 50,21 % (BPS, 2010). Dengan potensi yang besar di bidang pertanian, tentunya hal ini perlu dukungan sumber daya penyuluh pertanian yang unggul untuk mendukung program pemerintah dibidang pertanian. Setelah terbitnya Undang-Undang No. 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintah Daerah muncul kekhawatiran mengenai eksistensi penyuluhan di Indonesia. Tujuan dari jurnal ini yaitu, memaparkan perkembangan penyuluhan pertanian dan bagaimana dukungan Undang-Undang No. 23 Tahun 2014 terhadap penyelenggaraan penyuluhan. Adapun metode yang digunakan yaitu studi pustaka bersumber dari jurnal, peraturan-peraturan dan artikel yang berkaitan dengan kebijakan penyuluhan pertanian. Hasil dari jurnal ini yaitu menunjukkan bahwa adanya perubahan paradigma penyuluhan setelah terbitnya Undang-Undang No. 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintah Daerah

    PELATIHAN DAN WORKSHOP PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC) DARI LIMBAH ORGANIK

    No full text
    Kegiatan Pelatihan dan Workshop Proses membuat Pupuk Organik Cair (POC) yang berasal dari bahan Limbah Organik bertujuan agar memberikan informasi dan menambah keterampilan mahasiswa terkait pembuatan POC dari limbah organic, keterampilan mahasiswa di dalam mebuat POC akan bermanfaat untuk melatih petani dan masyarakat didalam mengelolah limbah organiknya menjadi POC sehingga petani dan masyarakat mampu secara mandiri memproduksi POC dengan limbah yang tersedia di lokasi masing, sehingga mengurangi permasalahan pencemaran lingkungan akibat limbah organic yang terbuang dan mengurangi ketergantungan pada penggunaan pupuk sintetis/kimia karena POC  sebagai produk alternatif dari penggunaan pupuk sintetis/kimia, sehingga akan meningkatkan produktivitas usaha tani. Pengabdian ini dilakukan dalam bentuk pelatihan dan workshop, peserta terdiri dari mahasiswa yang terhimpun pada Himpunan Mahasiswa Agroteknolgi, Universitas Muhammadiyah Makassar, kegiatan diawali dengan materi tentang manfaat POC bagi tanaman dan dilanjutkan dengan praktik pembuatan POC.  Hasil yang diperoleh respon yang sangat baik dan antusiasme yang tinggi dari peserta, peserta mampu membuat produk POC dari limbah organic secara mandiri

    PROGRAM UNASMAN MEMBANGUN DESA MELALUI PENYULUHAN HIV/AIDS DAN NARKOBA UNTUK KALANGAN REMAJA DAN PELAJAR

    No full text
    Program Unasman Membangun Desa (PUMD) Multimatik angkatan XXXV Universitas Al-asyariah Mandar Tahun 2022 dilaksanakan secara berkelompok oleh setiap mahasiswa untuk menciptakan produk-produk yang dapat dimanfaatkan atau dapat mengedukasi masyarakat sasaran. Desa Beroangin  Kecamatan Mapilli Kabupaten Polewali Mandar menjadi salah satu lokasi Program Unasman Membangun Desa (PUMD) Multimatik ini. Berdasarkan permasalahan desa yang telah diungkap sebelumnya penyuluhan untuk kalangan remaja dan pelajar sangat dibutuhkan. Dalam merancang kegiatan ini, terlebih dahulu menentukan konsep dalam hal ini mengintegrasikan dua program kerja yang akan dilaksanakan. Dalam pelaksanaan dua program ini di tujukan bagi masyarakat khususnya remaja dan pelajar. Media penyuluhan dan sosialisasi dapat meningkatkan kemampuan  pemahaman remaja dan pelajar terhadap dua program kerja yang kami laksanakan. Sosialisasi atau penyuluhan terhadap HIV/AIDS diharapkan dapat memberikan pemahaman tentang bahaya HIV/AIDS terhadap remaja dan pelajar yang ada di desa Beroangin. Penyuluhan Narkoba juga diharapkan dapat memberikan edukasi kepada masyarakat khususnya remaja dan pelajar tentang bagaimana cara mencegah agar tidak terpengaruh terhadap penyalah gunaan narkoba

    PENGARUH PAPARAN DAUN TEMBAKAU TERHADAP PENURUNAN NAFSU MAKAN DAN STATUS GIZI ANAK – ANAK PETANI TEMBAKAU

    No full text
    Anak – anak petani tembakau yang membantu orang tuanya di ladang tembakau selama 3-4 jam sepulang sekolah memiliki risiko yang tinggi untuk kehilangan nafsu makan sehingga berpengaruh terhadap status gizi mereka. Penelitian bersifat cross sectional study dilakukan pada 31 anak – anak petani tembakau di area perkebunan tembakau, Puger Jember, September 2021. Nafsu makan diukur menggunakan kuesioner Children Eating Behavioral Questionnaire. Status gizi diukur menggunakan CDC WHO chart. Tinggi badan diukur menggunakan microtoise sedangkan berat badan diukur dengan timbangan injak digital. Sosial ekonomi anak – anak petani diukur menggunakan kuesioner oleh enumerator yang sudah ditraining dengan baik. Olah data dengan SPSS 20.0 dan data dikategorikan dengan chi-square. Sebanyak 40.7% anak – anak mengalami penurunan nafsu makan. Rata – rata berat badan dan tinggi badan mereka adalah 26.7 kg dan 130 cm. Status gizinya meliputi 37% anak- anak terkategorikan kurus, 55.6% normal dan 7.4% kelebihan berat badan. Terdapat hubungan yang signifikan antara penurunan nafsu makan dengan status gizi pada anak – anak (p value < 0.05). Terdapat 40% anak – anak memiliki status gizi kurus serta nafsu makan menurun. Hal ini dapat disimpulkan apabila nikotin yang terkandung dalam daun tembakau dapat menyebabkan penurunan nafsu makan pada anak- anak petani tembakau

    PENYAKIT INFEKSI BALITA SEBAGAI DAMPAK SANITASI LINGKUNGAN YANG BURUK: STUDI LITERATUR

    No full text
    Penyelenggaraan sanitasi lingkungan berkelanjutan menjadi tantangan besar hingga saat ini. Sebagai konsekuensi sanitasi yang buruk, penyakit infeksi dapat terjadi terutama akan menyerang kelompok usia rentan seperti balita. Oleh karena itu, tujuan dari studi literatur ini adalah  untuk melakukan kajian permasalahan penyakit infeksi balita yang diakibatkan oleh sanitasi lingkungan yang buruk, sehingga dapat dirumuskan upaya penanggulangannya. Sebanyak 22 artikel dipilih berdasarkan kriteria inklusi pada database Google Scholar dengan kata kunci ‘unsafe sanitation’ OR ‘sanitasi buruk’ OR ‘sanitasi lingkungan’ AND ‘masalah kesehatan’. Analisis data dilakukan dengan mensintesis dan membandingkan data variabel penelitian dengan dukungan empiris/teoritis dan menyajikannya melalui narasi deskripsi. Penyelenggaraan sanitasi lingkungan merupakan salah satu bentuk upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Namun, sampai saat ini penyelenggaraan sanitasi lingkungan masih belum maksimal sehingga menyebabkan potensi munculnya penyakit infeksi terutama bagi balita seperti diare, ISPA, tuberculosis, dan kecacingan yang dapat menganggu penyerapan nutrisi di dalam tubuh balita. Hal tersebut dapat berdampak pada terjadinya malnutrisi seperti kejadian stunting pada balita. Adapun kondisi sanitasi yang berperan dalam menimbulkan penyakit infeksi tersebut diantaranya adalah fasilitas jamban sehat, SPAL, peyediaan air bersih, sarana cuci tangan, ventilasi dan pencahayaan rumah, serta pembuangan limbah

    MODEL PERENCANAAN PENGEMBANGAN WILAYAH SEBAGAI SOLUSI PENGENTASAN KEMISKINAN DI KABUPATEN POLEWALI MANDAR

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses perencanaan pembangunan daerah berbasis pengembangan wilayah di Kabupaten Polewali Mandar. Penelitian ini dilakukan di Polewali Mandar dari bulan Agustus 2022 – Pebruari 2023 dengan melakukan kajian pustaka dan Focus Discussion Group dengan pemerintah daerah melalui Badan Penelitian, Pengembangan dan Perencanaan (Balitbangren) Daerah Kabupaten Polewali Mandar, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Daerah.   Penelitian ini menggunakan metode Interactive planning, untuk membuat perencanaan di masa yang akan datang yang didasarkan pada permasalahan-permasalahan yang dihadapi saat ini kemudian merancang desain perencanaan untuk mengatasi masalah-masalah tersebut, dengan menggambarkan proses perencanaan pembangunan daerah berbasis pengembangan wilayah di Kabupaten Polewali Mandar.Hasil penelitian menunjukan bahwa, penyusunan dokumen  Rencana Kerja  Pembangunan Daerah (RKPD)  masih belum berpihak pada kebutuhan masyarakat, belum mempunyai alur perencanaan yang jelas dan tepat sebagaimana diatur dalam Surat Edaran Menteri Dalam Negeri No.50 Tahun 2008, dan belum ada keterkaitan substansi antar dokumen perencanaan yang satu dengan dokumen perencanaan yang lain, guna merespon paradigma dan pendekatan perencanaan pembangunan, misalnya dari perencanaan top-down ke perencanaan buttom-up, dari budaya petunjuk ke budaya partisipasi. Padahal didalam proses menyusun dokumen RKPD ada beberapa tahapan-tahapan atau sub sistem yang merupakan bagian yang tersistem dalam menyusun RKPDKesimpulan yang didapat bahwa proses penyusunan RKPD menunjukan masih terdapat kompleksitas permasalahan. Kompleksitas yang dimaksudkan adalah tahap penyusunan mulai dari Musrenbang tingkat Desa/Kelurahan, Musrenbang tingkat kecamatan, forum SKPD, sampai Musrenbang tingkat Kabupaten. Pendekatan Interactive planning mengelompokan kompleksitas tersebut dalam 3 (tiga) tahap. Strukturisasi permasalahan, mendefinisikan sistem permasalahan dan membangun model konseptual

    659

    full texts

    1,979

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal Universitas Al Asyariah Mandar
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇