E-Journal Universitas Al Asyariah Mandar
Not a member yet
1979 research outputs found
Sort by
Ketersediaan Pangan, Sanitasi Lingkungan dan Pola Makan Ibu Pada Kejadian Balita Stunting Di Desa Bangkiling Raya Banua Lawas Kabupaten Tabalong
Stunting adalah tantangan gizi yang persisten di Indonesia, memengaruhi anak balita berusia 12-36 bulan dengan prevalensi berkisar antara 38,3% hingga 41,5%. Diagnosa mengandalkan indikator TB/U mengikuti standar WHO-MGRS tahun 2005, menggunakan nilai z-score <-3SD sebagai batasan. Stunting yang terjadi selama fase perkembangan otak kritis (0-3 tahun) dapat menyebabkan kapasitas intelektual dan produktivitas yang berkurang. Dalam konteks khusus Desa Bangkiling Raya, Kecamatan Banua Lawas, Kabupaten Tabalong, penelitian ini menyelidiki interaksi antara akses air bersih, sanitasi lingkungan, kebiasaan diet ibu, dan stunting pada anak di bawah lima tahun. Dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif, data primer dan sekunder dianalisis melalui berbagai analisis, termasuk ketersediaan bahan makanan pokok dan penilaian chi-square. Temuan penelitian menegaskan adanya hubungan yang signifikan antara pola diet ibu dan stunting pada anak di bawah lima tahun di Desa Bangkiling Raya. Namun, meskipun terdapat kaitan yang terlihat antara stunting dan ketersediaan makanan, penelitian tidak mengidentifikasi adanya hubungan yang signifikan antara stunting dan sanitasi lingkungan, meskipun 91,9% responden melaporkan ketersediaan makanan rendah, sementara sebagian kecil (8,1%) memiliki akses ke ketersediaan makanan yang lebih tinggi
UJI EFEKTIVITAS VITAMIN B1 YANG DIAPLIKASIKAN PADA TANAMAN MONSTREA (Monstrea deliciosa ) DENGAN PERBANYAKAN MELALUI SULUR
Salah satu tanaman hias dalam ruangan dengan daun yang sangat indah yang bisa dinikmati sepanjang tahun adalah monstera deliciosa. Keinginan akan tanaman yang menarik meningkat seiring dengan pendapatan masyarakat. Oleh karena itu diperlukan suatu metode penanaman yang diharapkan dapat menghasilkan perkembangan dan hasil yang maksimal agar dapat memenuhi kebutuhan dan permintaan tanaman Monstera deliciosa. Pada bulan Februari hingga April 2022, penelitian ini dilakukan di Desa Batetangnga, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat. Tujuannya untuk mengevaluasi khasiat vitamin B1 bila diberikan pada tanaman hias Monstera deliciosa yang diperbanyak menggunakan sulur. Pendekatan Rancangan Acak Kelompok (RAK) digunakan dalam penelitian Penelitian ini menggunakan salah satu faktor, yaitu pemberian dosis vitamin B1 yang berbeda pada stek pucuk sulur. Ada lima kombinasi perlakuan yang masing-masing diterapkan tiga kali: S0 = tanpa perlakuan, S1 = pemberian vitamin B1 dengan dosis 1 cc/l air, S2 = pemberian vitamin B1 dengan dosis 2 cc/l air, S3 = pemberian vitamin B1 dengan dosis 3 cc/l air, dan S4 = pemberian vitamin B1 pada Temuan menunjukkan bahwa tinggi tanaman, jumlah daun, dan jumlah sulur tidak terpengaruh oleh injeksi vitamin B1 dengan dosis 3 cc/l air (S3), namun memiliki dampak yang sangat besar pada parameter waktu. untuk kemunculan tunas.
KEARIFAN LOKAL TERHADAP KEGIATAN PETANI PADI SAWAH DI DESA RAPPANG KECAMATAN TAPANGO KABUPATEN POLEWALI MANDAR
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian deskritif. Dengan menggunakan metode pendekatan kulaitatif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri dengan alat bantu berupa pedoman wawancara, kamera dan perekam suara. Hasil penelitian dari segi proses tahapan kearifan lokal petani padi sawah memiliki 8 kegiatan tradisi kearifan lokal yang dilakukan yang memiliki makna tersendiri yaitu: Mappalili,Maddoja bine,Mappononno bine,Macera taneng,Mattunu pa’je,Mabura ase,Mappamula ase dan Panen.Makna yang terkandung di dalam tradisi ini um.umnya adalah cara masyarakat petani padi sawah dalam mengaplikasikan harapan (Do’a) mereka akan keselamatan, kesehatan, keberhasilan dan rasa syukur atas nikmat Allah Swt yang kemudian teraplikasikan di dalam bentuk tradisi sedangkan Pesepsi masyarakat petani padi sawah terhadap kegiatan kearifan lokal ternyata tidak mempengaruhi banyaknya penghasilan produksi padi sawah atau tidak mutlak meningkatkan produktifitas padi sawah. Melainkan tradisitradisi tersebut tetap dilakukan sebab ada hal-hal yang ditakutkan oleh masyarakat setempat ketika tradisi tidak dilakukan
Respon Pemberian Pakan Umbi Gandung Dengan Penambahan Pakan Komersial Terhadap Kualitas Telur Burung Puyuh
Tujuan penelitian adalah mengetahui kualitas telur dan kandungan dari umbi gandung (Dioscorea hispidia dennst), dengan penambahan pakan komersial. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan, perbedaan dari tiap perlakuan untuk konsumsi pakan P0 (pakan komersial), P1 (umbi gandung 5% + pakan komersial), P2 (umbi gandung 10% + pakan komersial) dan P3 (umbi gandung 15% + pakan komersial). Berdasarkan hasil penelitian dapat meningkatkan nilai produksi telur dengan nilai rataan tertinggi pada perlakuan P3 (46 butir) dan nilai terendah pada perlakuan P2 (49 butir) serta memberikan pengaruh terhadap diameter telur. Nilai rataan yang tertinggi pada perlakuan P0 (24,28 mm) dan nilai terendah pada perlakuan P1 (23,01 mm). Kesimpulan penelitian ini adalah penambahan umbi gandung dapat dimanfaaatkan sebagai pakan alternatif yang dapat meningkatkan mutu kualitas telur burung puyu
PENGARUH KOMPOSISI MEDIA BUATAN UNTUK PERTUMBUHAN ULAT GRAYAK Spodoptera litura
S. litura is a polyphagous pest that has many hosts. Here we use some leaves which are the host of S. litura. Provision of artificial feed in the laboratory as a substitute for natural feed for S. litura. The success of this research can be applied to plantations and farmers to develop parasitoids in the laboratory because parasitoid hosts are readily available in the laboratory. The results showed that the mortality of S. litura on artificial diet was 20% because the growth media of moldy S. litura showed black and gray color changes. Fungal contamination occurs during late instar larvae, larvae that die due to fungal contamination. Artificial feeding with different compositions showed different results. The average growth on soybean leaf artificial media showed the largest growth at the time of larvae (37.6 mm). Sequentially, the next largest larval growth was on corn artificial diet (33.87 mm) and the smallest was the growth of S. litura on palm leaf artificial media (33.56 mm). The average stage in the larval stage of each artificial diet treatment did not show any difference in larval age. Likewise in the adult phase the difference was only seen in the treatment of artificial diet soybean leaf feed (5.20 days). This value is the highest compared to the treatment on artificial diet of corn leaves and oil palm leaves with a value of (5.00 days). In the larval phase the number of instars was the same from each treatment and in the instar phase none experienced a long larval phase. This shows the composition of the artificial diet is very good
EFEKTIVITAS BEBERAPA METODE INVIGORASI BENIH KEDELAI (Gliycine max L. Merril)
Perlakuan invigorasi benih merupakan salah satu teknologi yang dapat menjadi solusi kemunduran benih. Faktor yang dapat menenyebabkan kemunduran benih adalah lamanya penyimpanan. Peredaran benih ditingkat petani khususnya di Sulawesi Selatan, masih menggunakan sistem jabalsim (jalur benih antar lapang dan musim) dimana sangat mengandalkan peran penangkar benih lokal dengan fasilitas processing dan penyimpanan yang sederhana sehingga penurunan mutu benih sulit dihindari. Pengendalian kemunduran benih dan gangguan penyakit akibat patogen pada benih kedelai dapat dilakukan dengan matriconditioning. Matriconditioning adalah perlakuan hidrasi terkontrol yang dikendalikan oleh media padat lembab dengan potensial matriks rendah dan potensial osmotik yang dapat diabaikan. Tujuan dari perlakuan matriconditioning adalah menyeimbangkan tekanan potensial air benih guna merangsang metabolisme benih agar siap berkecambah tetapi pemunculan radikula terhambat sehingga perubahan fisiologi, biokemis dan keserampakan pertumbuhan benih dapat dicapai sehingga cekaman lingkungan di lapangan dapat dikurangi. Pengintegrasian perlakuan matriconditioning dengan Trichoderma harazianum dapat menginduksi produksi senyawa fenolik selama perkecambahan biji dan senyawa fenolik yang dihasilkan oleh Trichoderma harazianum sehingga dapat menyebabkan peningkatan vigor benih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas metode matriconditioning terhadap perkecambahan benih kedelai. Penelitian menggunaan rancangan acak lengkap dengan 4 kali ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu Tanpa Matriconditioning dan Trichoderma (PO), Matriconditioning (M) dan Matriconditioning plus Trichoderma (MT) . Materi yng digunakan yaitu Varietas Argomulyo belum lewat masa simpan (AB), varietas Argomulyo lewat masa simpan (AL), Varietas Devon 1 belum lewat masa simpan (DB) dan varietas Devon 1 lewat masa simpan (DL). Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Unit Pelaksana Teknis Balai Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikuklura Kabupaten Maros Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Selatan yang berlangsung pada bulan Mei – Juni 2021. Hasil penelitian menunjukan bahwa metode matriconditioning plus Trichoderma harazianum menunjukkan nilai parameter vigor tertinggi dibandingkan dengan perlakuan hidrasi lainnya ditinjau dari parameter daya berkecambah, potensi tumbuh maksimum, panjang akar primer, panjang hipokotil dan bobot kering kecambah norma
ANALSIS PENGETAHUAN DAN SIKAP CALON PENGANTIN TENTANG IMUNISASI TETANUS TOXOID DI KANTOR URUSAN AGAMA KECAMATAN UJUNGBERUNG
Imunisasi Tetanus Toxoid (TT) merupakan program pemerintah untuk menurunkan angka penyakit tetanus. Khususnya calon pengantin (Catin) wanita agar terhindar dari kemungkinan terkena penyakit tetanus yang menyerang ibu dan bayi akibat persalinan dengan alat yang tidak steril. Strategi pelaksanaan imunisasi TT merupakan salah satu upaya Safe motherhood. Isu ini masih ditemukan pada bagian sosial Sustainable Development (SDGs) mengenai Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKI). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengetahuan dan sikap Catin tentang imunisasi TT di Kantor Urusan Agama (KUA) Kabupaten Ujung Berung. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh calon pengantin pada bulan Mei–Agustus 2021. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sebanyak 53 Catin. Penelitian deskriptif kuantitatif ini dilaksanakan melalui metode survei online. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurang dari separuh Catin memiliki pengetahuan yang cukup (37,7%) tentang Imunisasi TT. Sebagian besar Catin tidak mendukung imunisasi TT (71,7%). Kurang dari separuh Catin (39,6%) tidak mengimunisasi TT. Kedepannya, Kantor Urusan Agama (KUA) dapat bekerjasama lintas sektor dengan Puskesmas dalam mensosialisasikan pentingnya imunisasi TT bagi Cati
UJI EFEKTIVITAS HALOPRIMING NACL TERHADAP PERBAIKAN VIABILITAS BENIH DAN TOLERANSI KACANG HIJAU PADA CEKAMAN SALINITAS
Selain faktor genetik dan lingkungan, faktor fisiologi benih juga sangat berpengaruh terhadap potensi hasil tanaman terutama pada kemampuannya menghadapi cekaman lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh priming benih dengan variasi konsentrasi NaCl pada viabilitas benih yang ditanam pada media salin. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Maros pada bulan April hingga Juli 2021. Penelitian dilakukan dalam dua tahap percobaan. Tahap pertama adalah tahap priming benih untuk pengujian perkecambahan benih. Menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), hasil penelitian tahap ini menunjukkan bahwa walaupun perlakuan kontrol memberikan hasil terbaik pada parameter persentase daya berkecambah dan indeks vigor benih, namun tidak berbeda nyata dengan benih yang telah melalui proses priming. Tahap kedua adalah uji toleransi salinitas menggunakan rancangan factorial dua faktor. Hasil penelitian menunjukkan priming benih dengan NaCl 0.5 % maupun 1.0% secara nyata mampu meningkatkan toleransi tanaman kacang hijau terhadap cekaman salinitas. Walaupun pada proses perkecambahan adanya priming benih dengan larutan NaCl memperlihatkan hasil yang lebih rendah dibanding kontrol, namun proses priming tampaknya memberi induksi pada benih untuk meningkatkan toleransi tanaman pada cekaman salinitas jika dilihat dari respon pertumbuhan dan produksi tanaman.
OPTIMALISASI MEDIA PERKECAMBAHAN YANG BERBEDA TERHADAP VIABILITAS DAN VIGOR BENIH SELADA MERAH (Lactuca sativa L. Var. Olga Red)
Viabilitas dan vigor yang tinggi ditandai dengan morfologi kecambah yang tahan terhadap faktor pembatas. Pengujian viabilitas dan vigor benih dengan penggunaan media perkecambahan yang tepat akan memberikan hasil tanaman yang optimal. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui optimalisasi penggunaan berbagai media perkecambahan dalam meningkatkan viabilitas dan vigor benih selada merah. Penelitian dilaksanakan di Rumah Kaca Fakultas Pertanian Universitas Alkhairaat Palu yang berlangsung pada bulan Juli hingga Agustus 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan yang diujikan pada tanaman selada merah (Lactuca sativa L. var. Olga Red). Perlakuan yang digunakan adalah berbagai jenis media perkecambahan yang terdiri dari M0 (Tanah), M1 (rockwool), M2 (arang sekam), M3 (serbuk gergaji), dan M4 (cocopeat). Sumber nutrisi untuk perlakuan M1-M4 menggunakan larutan nutrisi AB Mix sebanyak 15 mL per media perkecambahan, sedangkan M0 (tanpa penyemprotan larutan nutrisi AB Mix). Hasil percobaan menunjukkan bahwa pada pengujian viabilitas dan vigor benih media perkecambahan cocopeat memberikan hasil terbaik yang ditunjukkan dengan daya berkecambah sebesar 95,55%, indeks vigor 35,56%, keserempakan tumbuh sebesar 51,11% dan panjang akar sebesar 8,20 cm.
PELATIHAN APLIKASI GEOGRAFIS INDONESIA BERBASIS AUGMENTED REALITY BAGI KELOMPOK SISWA SD NEGERI 134 DESA PUCAK, KECAMATAN TOMPOBULU, KABUPATEN MAROS
Permasalahan yang ditemukan pada mitra kelompok siswa SD Negeri 134 Desa Pucak, Kec. Tompobulu, Kab. Maros yaitu belum optimalnya penggunaan teknologi Augmented Reality (AR) dalam media pembelajaran Geografis Indonesia. Hal ini disebabkan rendahnya kemampuan siswa dalam memanfaatkan aplikasi dan media pembelajaran berbasis AR. Solusi yang diusulkan antara lain memberikan penyuluhan bagi mitra tentang manfaat dan kelebihan teknologi AR, pemanfaatan media pembelajaran berbasis AR dalam menunjang proses pembelajaran di Sekolah, memberikan workshop dan simulasi implementasi media pembelajaran berbasis AR, dan menyerahkan aplikasi edukasi Geografis Indonesia berbasis AR pada mitra. Hasil yang dicapai dari kegiatan pengabdian pada masyarakat ini yaitu peserta dari kelompok Siswa sebanyak 10 orang mendapatkan pelatihan aplikasi edukasi Georafis Indonesia berbasis AR, mampu secara mandiri dan terampil dalam mengimplementasikan media pembelajaran berbasis AR. Selain itu mitra juga mendapatkan aplikasi dan objek marker AR yang terdiri atas 5 pulau terbesar di Indonesia yaitu Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Papua.Kata kunci: pelatihan, geografis Indonesia, augmented reality, siswa