E-Journal Universitas Al Asyariah Mandar
Not a member yet
    1979 research outputs found

    Uji Kualitas Fisik Kukis Pakan Ternak Dengan Level Penggunaan Jerami Padi fermentasi Yang Berbeda

    No full text
    Ketersediaan bahan pakan umumnya berfluktuasi sepanjang tahun, yaitu melimpah pada saat musim penghujan dan terbatas pada saat musim kemarau. Kondisi seperti itu adalah merupakan permasalahan pelit yang dihadapi petani dari masa ke masa untuk tetap eksis dalam  mencukupi kebutuhan pakannya.  Untuk mengatasi kondisi ini maka petani selalu berusaha mencari sumber-sumber pakan yang bisa jadi alternatif untuk mencukupi kebutuhan ternaknya, termasuk mengeksplorasi sumber pakan yang berasal dari limbah tanaman pangan.  Jerami padi adalah adalah salah satu jenis limbah tanaman pangan  yang potensil dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak ruminansia. Satu hal yang mendasar bahwa Jerami padi mempunyai keterbatasan karena  mengandung serat kasar yang tinggi, protein kasar yang rendah, dan ketersediaannya dipengaruhi oleh musim panen yang berlangsung hampir bersamaan di suatu daerah.  Untuk meningkatkan nilai gizi jerami  maka cara yang tepat  dilakukan yaitu dengan cara fermentasi.  Pembuatan pakan komplit berbahan dasar jerami fermentasi dapat menjadi solusi untuk mengatasi kesulitan pakan ternak pada musim-musim tertentu. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan inovasi teknologi pengolahan pakan yang bernilai gizi tinggi dan tersedia sepanjang waktu.  Bahan pakan berbentuk wafer pakan komplit merupakan solusi untuk mengatasi karena disamping zat-zat gizinya terpenuhi juga dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama.  Oleh karena itu perlu disosialisasikan kepada masyarakat, sehingga penerapan teknologi pakan menjadi suatu gerakan masyarakat untuk dapat mencukupi kebutuhan pakan sapi potong secara memadai sepanjangtahun. Ketersediaan pakan yang memadai.  Tujuan penelitian adalah untuk menerapkan inovasi teknologi pengolahan limbah jerami padi fermentasi menjadi bahan pakan yang ketersediaannya berkesinambungan sepanjang tahun.Tahapan metode penelitian : 1. Waktu dan tempat penelitian  : Laboratorium Fakultas Peternakan  Universitas Hasanudddin dari Bulan November-Desember 2022. 2. Koleksi jerami padi yang merupakan limbah tanaman pangan yang ada di wilayah Kabupaten Majene. 3. Fermentasi jerami padi sebagai bahan dasar pembuatan wafer. 4. Pembuatan ransum komplit bentuk wafer.5. Rancangan perlakuan  yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan ransum dan tiga ulangan. P0= 0% jerami padi fermentasi + 10% dedak halus + 10% molasses + 10% urea, P1= 025% jerami padi fermentasi + 10% dedak halus + 10% molasses + 10% urea, P2= 50% jerami padi fermentasi + 10% dedak halus + 10% molasses + 10% urea, P3= 75% jerami padi fermentasi + 10% dedak halus + 10% molasses + 10% urea, P4= 100% jerami padi fermentasi + 10% dedak halus + 10% molasses + 10% urea Parameter yang diukur adalah Kadar Air dan kerapatan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan fermentasi jerami dalam pembuatan kukis pakan komplit berpengaruh terhadap kandungan bahan kering dan kerapatan.  Bahan kering tertinggi dan tingkat kerapatan wafer yang paling kompak terdapat pada P3 dengan penggunaan 75% jerami fermentasi

    LIMBAH CAIR TAHU DAN CUCIAN BERAS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum Miil.)

    No full text
    Tomato is a vegetable plant of the Solanaceae family that can grow in the middle plains and is about 3-4 months old. Biological, chemical and physical activities of soil with organic fertilizers. POC tofu liquid waste and rice water are given to increase production yields while reducing soil damage due to chemical fertilizers. The purpose of this study was the difference in tomato yield using tofu liquid waste POC and rice washing waste gave the best results for fruit. This study was a Randomized Block Design (RAK) with 15 experimental units consisting of 5 treatments and 3 replications. Based on the analysis of POC variance of tofu waste and rice washing waste on plant height variables, the number of primary, secondary branches, weight had a significant and very significant effect on flower and fruit variables. The results of the M2 treatment of rice washing waste produced the best results for all observation variables, namely plant height 79 cm, 2 primary branches, 13 secondary branches, 20 flowers, 14 fruits and 67 g. Rice washing waste contains elements of N, P, K and Ca which are easily absorbed by tomato plants

    Analisis Daya Dukung Lahan Berdasarkan Kebutuhan Lahan Dan Ketersediaan Lahan Ubi Banggai Di Kecamatan Banggai Tengah Kabupaten Banggai Laut

    No full text
    Karena kemajuan teknologi dan pergeseran budaya, lahan pertanian tidak memiliki daya dukung yang tetap melainkan berfluktuasi sepanjang waktu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji daya dukung lahan di Kabupaten Banggai Tengah Banggai Laut. Metode Penelitian dengan menggunakan  analisis daya dukung lahan berbasis produktivitas dengan melihat perbandingan antara ketersediaan lahan dan kebutuhan lahan dalam memenuhi kebutuhan produk hayati wilayah.   Berdasarkan hasil analisis, tersedia lahan seluas 408,51 ha dan dibutuhkan lahan seluas 3.027,35 ha. Kondisi daya dukung lahan di tingkat kecamatan Banggai Tengah Kabupaten Banggai Laut tergolong defisit. Nilai kebutuhan lahan lebih besar dari ketersediaan lahan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa hal ini mengindikasikan kurangnya lahan untuk budidaya ubi jalar Banggai. Akibatnya kebutuhan warga Kabupaten Banggai Tengah akan penghidupan yang layak per penduduk tidak dapat dipenuhi oleh Tanaman Ubi Jalar Banggai

    PEMBUATAN POT DARI SABUT KELAPA DI DESA RAPPANG BARAT

    No full text
    Desa Rappang Barat Kecamatan Mapilli Kabupaten Polewali Mandar menjadi salah satu lokasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Multimatik ini. Proses pelaksanaan KKN dilakukan dengan cara pendekatan kepada masyarakat khususnya ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT). Berdasarkan observasi yang telah dilakukan di Masyarakat yang berada di Desa Rappang Barat, perubahan adaptasi dapat dirasakan oleh masyarakat sangat berbeda dengan adanya Covid-19. (KKN) Multimatik ini, dilaksanakan di Desa Rappang Barat, progam yang digunakan adalah pembuatan pot dari sabut kelapa adapun yang di gunakan yaitu, sabut kelapa, jarin, tan dan gunting. sebagian masyarakat berinisiatif untuk menbuat pot dari limbah sabut kelapa. Pembuatan pot dari sabut kelapa memiliki beberapa keuntungan. Pertama, penggunaan sabut kelapa sebagai bahan baku mengurangi jumlah limbah pertanian yang dihasilkan dan memberikan nilai tambah pada limbah tersebut. Kedua, pot dari sabut kelapa memiliki sifat alami yang baik untuk pertumbuhan tanaman, seperti kemampuan drainase yang baik dan isolasi akar yang efektif. Kesimpulannya, pembuatan pot dari sabut kelapa adalah sebuah alternatif yang menarik untuk mengurangi limbah pertanian dan menghasilkan produk yang berguna. Pot ini memiliki sifat alami yang baik untuk pertumbuhan tanaman dan memiliki potensi untuk menjadi solusi yang ramah lingkungan dalam industri pertanian

    PENINGKATAN PENGHASILAN MASYARAKAT DESA PATAMBANUA TERHADAP BUDIDAYA KOPI

    No full text
    Tujuan program ini antara lain untuk mengetahui tingkat pendapatan masyarakat petani kopi dan untuk mengetahui peran petani  terhadap peningkatan pendapatan petani Kopi di Desa Patambanu. Program Unasman Membangun Desa (PUMD) telah dilaksanakan di Desa Patambanua selama kurang lebih 50 hari. Berbagai program telah dilaksanakan,kegiatan PUMD yang telah dilaksanakan dimulai dengan oservasi desa, perencanaan program, konsultasi program dengan pihak desa dan DPL dan pelaksanaan program yang direncanakan. Kegiatan PUMD yang dilakukan meliputi tahap persiapan, pelatihan adaptasi iklim dan pelaksanaan pelatihan budidaya kopi. Salah satu program yang dilakukan selama PUMD, berupa pelatihan yang dilaksanakan di kantor Desa dan dusun-dusun yang jauh dari pusat desa dengan mengundang warga sekitar khususnya para petani kopi agar pengetahuan tentang budidaya kopi dapat meningkat sesuai prinsi

    SIFAT FISIS KAYU JATI (TECTONA GRANDIS) DI DESA HATUSUA KECAMATAN KAIRATU KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT

    No full text
    Kayu jati adalah tanaman kayu yang berkualitas unggulan karena daya tahan dan stabilitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisis kayu jati antara lain kadar air, berat jens dan penyusutan. Penelitian ini menggunakan model rancangan acak lengkap dalam pola faktorial dengan tiga kali ulangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor A (posisi aksial) berpengaruh nyata terhadap kadar air segar, kadar kering udara kering udara, sedangkan pada penyusutan tidak berpengaruh nyata. Faktor B (posisi radial) tidak berpengaruh terhadap kadar air kondisi segar, berat jenis kondisi kering udara, penyusutan lebar segar ke kering oven, sedangkan untuk parameter berat jenis kondisi segar berpengaruh nyata

    Respon pemberian berbagai komposisi pupuk NPK dan waktu pemangkasan yang berbeda terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman terong ungu (Solanum melongena .L)

    Get PDF
    AbstractTerong salah satu sayuran yang banyak digemari masyarakat karena rasanya enak dijadikan sebagai sayur, lalapan dan mengandung zat gizi yang tinggi. Rendahnya produktivitas tanaman terong diakibatkan produksi tanaman terong tidak optimal dikarenakan teknik budidaya belum tepat. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Darma Kecamatan Polewali Kabupaten Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat dari bulan Mei sampai September 2021. Metode penelitian ini dalam bentuk Faktorial yang disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK), terdiri dari dua faktor yaitu faktor pertama pemberian berbagai komposisi pupuk NPK yaitu: NPK = 20:20:25 = 12 gr, NPK = 12:12:36 = 12 gr, NPK = 16:10:18 = 12 gr, dan faktor kedua adalah waktu pemangkasan yang berbeda yaitu: tanpa pemangkasan, pemangkasan sebelum berbunga, pemangkasan sesudah berbunga. Sehingga dalam penelitian ini terdapat 9 kombinasi. Setiap perlakuan masing - masing diulang sebanyak 3 (tiga) kali, sehingga terdapat 27 unit penelitian dan setiap unit penelitian terdapat 4 tanaman sehingga jumlah keseluruhan 108 tanaman. Hasil penelitian dan analisis data statistik yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa, Interaksi antara pemberian berbagai komposisi pupuk NPK dengan Waktu pemangkasan tidak memberikan pengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman, waktu muncul bunga, jumlah buah, berat buah, panjang buah, diameter buah. Dan perlakuan tanpa pemangkasan yang memberikan rata-rata terbaik pada parameter jumlah buah

    Pengaruh Karakteristik Sosial Ekonomi Petani Jagung Terhadap Pendapatan Usaha Tani Jagung Desa Tenggelang Kecamatan Luyo Kabupaten Polewali Mandar

    No full text
          Karakteristik sosial ekonomi petani merupakan tanda atau ciri- ciri dari seseorang yang ada di dalam pribadi seseorang yang dapat mempengaruhi seseorang dalam menerapkan suatu inovasi. Pengolaan usahatanijagung diperlikan untuk meningkatkan pendapatan petani jagung. Pengolaan usahatani jagung tidak lepas dari pengaruh Karakteristik sosial ekonomi yang melekat pada diri petani. Karakteristik sosial ekonomi yang melekat pada diri petani meliputi: umur, pendidikan, pengalaman berusahatani, dan luas lahan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh dan bagaimana pengaruh karkteristik sosial ekonomi petani terhadap pendapatan usahatani jagung.Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu purposive sampling dengan teknik penentuan sampel secara sengaja. Untuk mengetahui pengruh karakteristik social ekonomi petani terhadap pendapatan usahatani maka rumus yang digunakan adalah regrisilinear berganda.    Hasil penelitian menunjukkan pengaruh karakteristik sosial ekonomi petani terhadap pendapatan usahatani jagung terdapat pengaruh 72% sedangkan 28% lainnya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak terdapat dalam penelitian dan karteristik sisoal ekonomi karateristik sosial ekonomi petani yang mepegaruhi pendapatan usahatani jagung variabel pengalaman berusahatani  dan luas lahan.dengan tingkat signifikasin atau kepercayaan 95% atau < 0,05. Sedangkan secara simultan atau bersama – sama memiliki pengaruh terhadap pendapatan usahatani jagung.     

    Respon Agronomi Padi Gogo lokal Sulawesi Tenggara pada Berbagai Kondisi Lingkungan Tumbuh

    No full text
    AbstrakPadi (Oryza sativa L.) merupakan komoditi utama dalam menyediakan sumber karbohidrat di Indonesia. Produktivitas budidaya tanaman padi selalu terkendala pada ketersediaan air, karena mayoritas padi dibudidayakan pada kondisi lahan basah irigasi, sehingga membutuhkan banyak pasokan air. Kondisi ini membuat budidaya padi hanya dapat dilakukan satu musim tanam per tahun sedangkan kebutuhan masyarakat terhadap beras terus meningkat, untuk itu perlu adanya pengujian tanaman padi gogo lokal yang dapat memenuhi kebutuhan musim tanam baik dalam kondisi lingkungan kering maupun lahan basah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon agronomi tanaman padi gogo lokal Sultra dilahan kering dan lahan basah serta adanya sumber genetik baru untuk pengembangan padi yang berproduksi tinggi pada berbagai lingkungan tumbuh. Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo. Rancangan penelitian menggunakan rancangan acak kelompok dengan perlakuan Rancangan Petak Terpisah. Petakan Utama ialah Lahan Basah dan Lahan Kering. Anakan Petak ialah kultivar padi gogo lokal Sultra. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 ulangan. Hasil pengamatan dianalisis menggunakan sidik ragam, jika F-Hitung menunjukan pengaruh nyata atau sangat nyata maka dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan nyata antara perlakuan mandiri yang diuji dengan perlakuan lainnya pada variable pengamatan yang diukur dengan kultivar terbaik adalah pae wuna dan Indalibana. Kultivar Pae Wuna dan Indalibana adalah dua kultivar padi gogo lokal Sultra yang memiliki potensi untuk tumbuh baik dalam dua kondisi lahan yang berbeda, sehingga bisa dijadikan sebagai sumber genetik padi yang dapat dikembangkan dalam berbagai lingkungan tumbuh. Kata Kunci: Kultivar, Lahan Kering, Lahan Basah, Padi Gog

    Strategi Nafkah Rumah Tangga Petani Padi Sawah dan Ladang Dalam Menghadapi Perubahan Iklim di Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar

    Get PDF
    Sektor pertanian merupakan sektor yang rentan terhadap perubahan iklim. Salah satu faktor kerentanan tersebut yaitu ketika ketersediaan pangan rumah tangga petani berada dalam keadaan tidak normal akibat dampak dari perubahan iklim. Hal tersebut dialami penduduk di Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat berupa gagal panen akibat kekeringan dan banjir. Hilangnya beberapa mata pencaharian rumah tangga petani padi sawah dan ladang menyebabkan petani perlu menerapkan strategi nafkah dalam menghadapi dampak perubahan iklim. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi nafkah yang diterapkan rumah tangga petani. Penelitian dilakukan di Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar dengan menggunakan metode survey dan in-depth interview. Hasil penelitian menunjukkan strategi nafkah yang dilakukan rumah tangga petani padi sawah dan ladang di Kecamatan Matakali untuk meminimalisasi dampak negatif dari perubahan iklim yaitu: 1) strategi rekayasa sumber nafkah, 2) strategi diversifikasi pekerjaan (pola nafkah ganda), dan 3) strategi migrasi

    659

    full texts

    1,979

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal Universitas Al Asyariah Mandar
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇