E-Journal Universitas Al Asyariah Mandar
Not a member yet
1979 research outputs found
Sort by
SISTEM INFORMASI PEMETAAN KAWASAN DI KECAMATAN MAPILLI BERBASIS GIS
Perkembangan teknologi pada zaman sekarang telah mendorong banyak sektor untuk mengimplementasikannya termasuk Sistem Infromasi Geografis untuk mengolah data informasi yang berorientasi dengan geografis. Sistem yang berbasis komputer ini dapat menyajikan informasi yang bersifat kritis. Tantangan untuk mengawasi penataan ruang untuk penyelerasan keadaan di lapangan dianggap penting untuk mendapatkan akurasi data yang lebih tinggi guna menunjang pengambilan keputusan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah program yang dapat memetakan suatu kawasan di kecamatan Mapilli dengan basis GIS (Geograd]fis Informasi Sistem). Penelitian bersifat kualitatif dalam mengumpulkan dan mengolah data yakni observasi, wawancara dan studi pustaka. Hasil dari penelitian ini telah berhasil merancang sistem informasi pemetaan kawasan di Kecamatan Mapilli Berbasis GIS yang diharapkan dapat menambah referensi atau pertimbangan kepada pihak Kecamatan dalam pemetaan kawasan pada kecamatan Mapill
PENGARUH PEMBELAJARAN LURING DI MASA PANDEMIK
Pembelajaran luring dimasa pandemik mendapatkan tantangan tersendiri karena keterbatasan untuk saling menjaga protokol kesehatam baik guru maupun siswa Pembelajaran. Patapmuka dimasa pandemik diharapkan terlaksana dengan baik dengan hasil belajar yang maksimal. Tujuan penelitian ini bermaksud untuk mengetehui seberapa besar tingkat efektivitas pembelajaran luring dimasa pandemik terhadap hasil belajar siswa di SMP 001indolemg rantebulahan kecamatan mambi kabupaten mamasa dengan harapan interpretasi nilai yang tinggi.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan pendekatan kualitatif deskiptif dimana data diperoleh dengan melakukan observasi,wawancara dan dokumentasi.Objek penelitian ini adalah kepala sekolah,guru,wali siswa dan siswa.Data diakumulasi dan dianalisis melalui reduksi data penyajian data dan kesimpulan/verifikasi data
Evaluasi Usability Sistem LMS Menggunakan Metode Tuxel 2.0 Pada Universitas Al-Asyariyah Mandar
Penelitian ini bertujuan untuk membangun Suatu Sistem Monitoring Kualitas Tanah Untuk Tanaman Ubi Kayu Menggunakan Metode Internet Of Thing (IOT). Dalam konteks ini, penggunaan teknologi Internet of Things (IoT) dapat memberikan kemudahan bagi para petani dalam mengelola pertanian ubi kayu. Dengan menggunakan IoT, petani dapat secara otomatis mengukur pH tanah secara real-time dan memperoleh informasi yang dibutuhkan untuk mengoptimalkan kondisi tanah. Hal ini akan membantu para petani dalam membuat keputusan yang tepat dan segera mengatasi masalah jika terjadi perubahan kondisi tanah. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat ditemukan solusi yang praktis dan berguna dalam mengelola pertanian ubi kayu, sehingga hasil yang diperoleh dapat optimal dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
SOSIALISASI ALAT PERAGA SMART CLOCK SEBAGAI SRATEGI PEMBELAJARAN DI SDN 031 INPRES TUMPILING
SDN 031 INPRES Tumpiling merupakan sasaran kami dalam pengimplementasian produk pengabdian pada pelaksanaan program unasman membangun desa. Berdasarkan hasil observasi yang kami lakukan di SDN 031 INPRES Tumpiling, di peroleh informasi bahwa metode belajar yang di gunakan selama pandemi Covid-19 yaitu di lakukan secara berkelompok atau di luar sekolah. Proses pembelajaran belum mampu memenuhi kriteria proses pembelajaran yang efektif, hal ini di sebabkan karna penyampaian materi dengan menggunakan metode konvensional, guru masih kurang menggunakan alat peraga, guru hanya menggunakan buku tema pembelajaran dalam menyampaikan konsep pembelajaran. Olehnya itu kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk membantu guru dan peserta didik agar proses belajar mengajar lebih efektif utamanya dengan adanya penggunaan alat peraga “Smart Clock” sebagai strategi pembelajaran. Smart clock (jam pintar) adalah suatu alat peraga yang berbentuk jam, yang cara kerjanya di putar searah dengan jarum jam. Alat peraga ini dapat di gunakan untuk semua mata pelajaran pada semua tingkatan kelas. Dengan adanya produk ini, diharapkan dapat menjadi inovasi baru dalam proses belajar mengajar sehingga dapat dijadikan sebagai sarana dalam pembelajaran agar dapat mempermudah guru dalam penyampaian materi pembelajaran dan dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik sehingga prestasi belajar peserta didik meningka
PELATIHAN PENGOLAHAN KOPI HERBAL UPAYA OPTIMALISASI POTENSI DAN INOVASI USAHA KELOMPOK TANI DESA IV SUKU MENANTI KABUPATEN REJANG LEBONG
Pengabdian ini bertujuan memberikan pelatihan kepada kelompok tani Tunas Jaya dan Bima Saktal yang berada di Desa IV Suku Menanti berkaitan dengan pengolahan kopi herbal dalam upaya pengoptimalan potensi sumber daya lokal desa setempat, pengabdian juga memberikan dan menambah inovasi kelompok tani dari pengembangan produk guna meningatkan pendapatan usaha berbasis komoditas kopi. Metode pelaksanaan dengan penyuluhan, pelatihan, dan monitoring. Pengabdian masyarakat yang telah dilakukan di Desa IV Suku Menanti, dapat merefleksikan keingintahuan masyarakat mengenai pembuatan kopi herbal dengan varian rasa rempah. Terbukti dengan antusiasnya masyarakat dalam mempertanyakan hal-hal yang berkaitan dengan proses pengolahan kopi herbal dan pemanfaatan tanaman herbal. Pelatihan meningkatkan pengetahuan manfaat dan cara pembuatan atau pengolahan kopi herbal yang semula tidak diketahui oleh anggota kelompok tani. Pelatihan memberikan manfaat melalui diversifikasi kopi bubuk herbal berhasil baik yang diindikasikan oleh tingkat partisipasi anggota kelompok. Program pemberdayaan masyarakat memberikan inovasi dari kopi biasa menjadi kopi herbal sehingga mendorong peningkatan perekonomian tanaman kopi yang merupakan unggulan lokal Desa IV Suku Menanti
INOVASI PENGGUNAAN DAUN KELOR DALAM PENANGANAN STUNTING SEBAGAI PRODUK PENGABDIAN DI DESA TONYAMAN
Kuliah Kerja Nyata Kolaboratif dengan tema Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif (KKN-Koparekraf) melibatkan 5 unsur (Pentahelix) yaitu akademisi, pemerintah, pelaku bisnis, komunitas, dan media, berlangsung selama 40 hari di Desa Tonyaman. Kegiatan ini menggunakan metode wawancara dan observasi langsung. Observasi lapangan lokasi wisata dan ekonomi kreatif serta wawancara langsung aparat desa dengan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Pariwisata yang ada belum berkembang dikarenakan kurangnya perhatian pada potensi wisata yang ada dan dan kurangnya pemahaman penggunaan media dalam usaha. Promosi wisata dan pelatihan pada masyarakat pelaku UMKM diharapakan menjadi motivasi agar potensi desa dikenal dalam maupun luar kabupaten. Program seperti pencegahan stunting berkaitan erat dengan tema ekonomi kreatif, program ini mengadakan sosialisasi dan manfaat daun kelor, pelatihan pembuatan produk yang dapat dijadikan usaha pada UMKM desa serta meningkatkan inovasi masyarakat dalam pencegahan stunting dengan bubuk daun kelor serbaguna yang dapat dikonsumsi langsung dan penambahan pada menu olahan makanan untuk sasaran resiko stunting untuk peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Hasil yang telah dicapai pada kegiatan ini, kader posyandu dan masyarakat mengetahui manfaat daun kelor serta pembuatan menu yang variatif. Bubuk daun kelor juga akan dijadikan sebagai salah satu jenis usaha UMKM di Desa Tonyaman
IDENTIFIKASI FAKTOR PENDORONG ALIH FUNGSI LAHAN (STUDY KASUS DESA RUMPA KECAMATAN MAPILLI)
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Desa Rumpa dan masyarakatnya. Sumber informasi penelitian ini adalah beberapa informan dari masyarakat desa Rumpa. Metode pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan pengumpulan data, reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada dua faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya migrasi di Desa Mapilli Rumpa, yaitu faktor infrastruktur dan faktor pertanian. Faktor infrastruktur meliputi jalan, irigasi, dan jembatan penghubung. Dan faktor yang kedua adalah faktor budidaya yaitu tindakan yang dilakukan dalam mengelola tanaman mulai dari pembibitan sampai dengan produksi panen. Menurut para petani, memanen tanaman kelapa membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan menanam tanaman padi
EFEKTIVITAS INFLUENCER MARKETING UNTUK UMKM DI PANGKALPINANG DAN SUNGAILIAT
This study is to evaluate the efficacy of influencer marketing as a strategic approach for Micro, Small, and Medium Enterprises (UMKM) in Pangkalpinang and Sungailiat. This research employed a qualitative methodology, conducting semi-structured interviews with 12 UMKM proprietors and various influencers engaged in product marketing collaborations. The results demonstrate that influencer marketing substantially improves the visibility and sales of UMKM products. UMKM proprietors recognized the need of choosing appropriate influencers based on their credibility, audience engagement, and content relevancy to the brand. The study also identified problems, including prices that do not consistently align with outcomes and insufficient control over the content generated by influencers. These findings highlight the significance of influencer marketing within the realm of digital marketing for UMKM in Indonesia. This research aims to offer insights and ideas for UMKM seeking to utilize influencer marketing to improve their market competitiveness
STRATEGI PEMASARAN BIBIT KAKAO DI DESA MAPILLI BARAT KECAMATAN LUYO KABUPATEN. POLEWALI MANDAR
Di Indonesia, kakao menjadi komoditas unggulan di berbagai wilayah, termasuk Sulawesi Barat yang merupakan salah satu dari lima provinsi terbesar penghasil biji kakao. Kakao di Polewali Mandar termasuk komoditas yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Produksi perkebunan kakao di kecamatan luyo telah mengalami peningkatan berdasarkan dari Data BPS pada tahun 2023 terjadi peningkatan produksi kakao sebesar 1.546,91 ton pertahun dan peningkatannya diperkirakan akan terus bertambah jika dilihat berdasarkan data produksi kakao dari BPS. Penelitian ini bertujuan untuk (1).menganalisis strategi pemasaran bibit kakao di Desa Mapilli Barat, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar. (2).mengetahui keputusan strategi yang dapat diterapkan untuk pemasaran pada bibit kakao di desa mapilli barat kecamatan luyo,Kabupaten Polewali Mandar. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif, melibatkan survei dan wawancara dengan pelaku usaha bibit kakao di wilayah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar usaha menggunakan strategi pemasaran konvensional, seperti penjualan langsung ke petani kakao lokal yang dianalisis melalui Matriks Internal Factor Evaluation (IFE) dan Matriks External Factor Evaluation (EFE). Namun, beberapa di antaranya mulai beralih ke pemasaran online melalui platform media sosial untuk meningkatkan jangkauan pasar. Penelitian ini memberikan wawasan berharga dalam mengembangkan strategi pemasaran bibit kakao yang efektif di Desa Mapilli Barat, sehingga meningkatkan daya saing dan profitabilitas
Pengaruh Loyalitas Pasien Terhadap Komitmen dan Keinginan Bertahan Berobat di Pelayanan Rawat Jalan Di Klinik Utama Nutrif
Penelitian ini bertujuan untuk memeriksa dampak loyalitas pasien terhadap komitmen dan keinginan untuk tetap berobat di Klinik Nutrif, dengan fokus pada pemahaman bagaimana variabel-variabel ini berinteraksi dalam pengaturan perawatan rawat jalan. Dengan menggunakan analisis regresi linier dan logistik sederhana, penelitian ini menyelidiki tiga tujuan utama: pengaruh loyalitas pasien terhadap komitmen, pengaruhnya terhadap keinginan untuk tetap dalam perawatan, dan bagaimana kedua variabel dependen ini berhubungan satu sama lain. Temuan menunjukkan bahwa loyalitas pasien memiliki efek positif yang signifikan pada komitmen dan keinginan untuk tetap dalam perawatan. Untuk komitmen, koefisien regresi (B) adalah 0,312 dengan tingkat signifikansi 0,002, menunjukkan bahwa peningkatan loyalitas meningkatkan kemungkinan komitmen. Demikian pula, keinginan untuk tetap dalam pengobatan memiliki koefisien regresi (B) 0,315 dengan signifikansi 0,001, menunjukkan bahwa pasien yang setia lebih mungkin untuk melanjutkan pengobatan mereka. Meskipun loyalitas merupakan faktor penting, model ini hanya menjelaskan 9,7% dari varians dalam komitmen dan 8,5% dalam keinginan untuk tetap dalam perawatan, menyoroti perlunya penelitian di masa depan untuk memasukkan variabel tambahan seperti hubungan pasien-dokter, nilai layanan yang dirasakan, dan faktor demografis untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang penentu retensi dan komitmen pasien dalam pengaturan perawatan kesehatan