E-Journal Universitas Al Asyariah Mandar
Not a member yet
1979 research outputs found
Sort by
IMPLIKASI PSIKODINAMIKA ANGGOTA MLM TERHADAP HUKUM EKONOMI SYARIAH
Industri Multi Level Marketing MLM) telah menjadi subjek perdebatan yang intens dalam berbagai aspek, terutama di negara-negara dengan mayoritas penduduk Muslim seperti Indonesia. Multi Level Marketing sebagai model bisnis yang menawarkan peluang penghasilan melalui penjualan produk dan merekrut anggota baru untuk dapat membangun jaringan dan mendapatkan tambahan penghasilan. Namun, sejalan dengan pertumbuhan industri ini, telah menimbulkan berbagai perdebatan tentang keberadaannya yang sesuai atau tidak dengan prinsip-prinsip ekonomi syariah. Problematika tersebut melatar belakangi perlunya kajian secara mendalam, sehingga tujuan penelitian ini untuk mengetahui psikodinamika anggota MLM yang terhadap hukum ekonomi syariah. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian yang digunakan studi hukum non-doktrinal (socio-legal research) penelitian yang dilakukan secara langsung dengan cara mengamati kenyataan yang ada dalam praktik di lapangan dan didasarkan pada kajian tentang cara kerja hukum dalam Masyarakat. Berdasarkan temuan dalam penelitian ini, kepatuhan terhadap prinsip ekonomi syariah dapat menciptakan lingkungan bisnis yang lebih berkelanjutan menunjukkan pentingnya pemberdayaan komunitas dalam pengembangan industri MLM. Kesadaran akan hukum ekonomi syariah dapat mempengaruhi secara positif pertumbuhan ekonomi syariah secara keseluruhan, meningkatkan inklusivitas ekonomi, dan membawa dampak positif pada masyarakat. Dengan demikian, implementasi Hukum Ekonomi Syariah bukan hanya tentang mematuhi aturan agama, tetapi juga tentang membangun bisnis yang berkelanjutan, etis, dan mendukung keadilan sosial ekonomi
Monitoring Suhu Ruangan Penetasan Telur Itik Berbasis Android
Peternakan adalah aktivitas mengembangbiakkan hewan ternak untuk memperoleh manfaat dari kegiatan tersebut. Jika ingin menetaskan telur itik, perlu menggunakan mesin inkubator karena itik susah menetaskan telurnya sendiri. Menurut para peneliti, metode ini masih dianggap kurang efektif karena proses pengecekan inkubator satu per satu. Salah satu cara mengatasi masalah ini, dengan menambahkan sistem pemantauan inkubator penetas telur berbasis Android. Oleh sebab itu, penulis mempunyai ide untuk membuat penelitian dengan judul “Monitoring Suhu Ruang Penentasan Telur Itik Berbasis Android”. Hasil dari penelitian ini yaitu dimana, Sensor DHT11 akan membaca data suhu dan kelembaban yang kemudian dikirim ke aplikasi menggunakan NodeMCU ESP8266 sebagai modul Wifi. Apabila suhu tidak sesuai, dapat diatur suhu pada bagian pengaturan. Suhu rata-rata yang disarankan untuk ruang penetasan pada telur itik yaitu kisaran 37°C - 40°C dan kelembaban antara 68% sampai 73% dengan waktu 28 hari. Jika suhu lebih dari 40°C, user akan meng-klik tombol off pada lampu 5Watt untuk menurunkan suhu, dan digantikan lampu 4Watt dengan cara meng- klik tombol on pada lampu. Apabila suhu kurang dari 37°C, user akan meng-klik tombol on pada lampu 5Watt agar suhu naik, dan lampu 4Watt dimatikan dengan meng-klik tombol off pada lampu
Implementasi Peraturan Bupati Polewali Mandar Nomor 43 Tahun 2018 Tentang Kabupaten Layak Anak
Tujuan penelitian untuk mengetahui implementasi Peraturan Bupati Polewali Mandar Nomor 43 Tahun 2018 tentang Kabupaten Layak Anak pada Klaster IV Pendidikan pemanfaatan waktu luang dan kegiatan kebudayaan di Kabupaten Polewali Mandar. Hasil penelitian mengenai implementasi Peraturan Bupati Polewali Mandar Nomor 43 Tahun 2018 tentang Kabupaten Layak Anak pada Klaster IV Pendidikan pemanfaatan waktu luang dan kegiatan kebudayaan di Kabupaten Polewali Mandar sudah berjalan cukup baik. Implementasi kebijakan Kabupaten Layak Anak hampir seluruhnya sudah terlihat dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat terutama untuk klaster pendidikan pemanfaatan waktu luang dan kegiatan kebudayaan seperti keberadaan Sekolah Ramah Anak meskipun masih tergolong sedikit, pembinaan anak usia dini holistik integratif yang sudah berjalan dengan baik, dan yang lainnya. Kesimpulan Perlu dikembangkan dan lebih diperhatikan lagi sekolah ramah anak. Sosialisasi mengenai pentingnya perlindungan anak dan pemenuhan hak anak kepada masyarakat untuk meningkatkan kepedulian dan peran serta masyarakat perlu ditingkatkan. Perlu adanya strategi khusus dalam penerapan Kabupaten Layak Anak untuk meningkatkan terwujudnya hak-hak anak di Kabupaten Polewali Mandar.
PENGARUH KOMPETENSI KERJA TERHADAP PELAYANAN KEPERAWATAN DI PUSKESMAS MASSENGA POLEWALI
Kompetensi kerja dapat mempengaruhi pelayanan keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Kompetensi Kerja Terhadap Pelayanan Keperawatan di Puskesmas Massenga Polewali. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah metode kuantitatif. Data yang diolah adalah data kuesioner yang disebar kepada 97 respondent (pasien Puskesmas Massenga Polewali). Penelitian dilakukan pada bulan April - Mei 2024 dengan jumlah sampel yang digunakan sebanyak 97 responden. Analisis data yang dilakukan dengan menggunakan uji statistk Chi-Square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan perawat dengan nilai p (0.720) > a (0.05). Artinya pengetahuan perawat tidak berpengaruh signifikan terhadap pelayanan keperawatan. Keterampilan perawat dengan nilai diperoleh p (0.03) < a (0.05),). Artinya keterampilan perawat berpengaruh signifikan terhadap pelayanan keperawatan. Sikap perawat nilai diperoleh p (0.765) < a (0.05). Artinya tidak terdapat pengaruh signifikan sikap perawat terhadap pelayanan keperawatan.Dapat disimpulkan bahwa hanya indikator keterampilan perawat yang berpengarfuh signifikan terhadap pelayanan keperawatan di Puskesmas Massenga Polewali.Saran pada penelitian ini yaitu diperlukan sebuah kompetensi kerja yang harus dimiliki setiap perawat sebagai upaya membangun kepercayaan masyarakat kepada puskesmas.Maka dari itu dalam rangka meningkatkan kompetensi kerja seharusnya perawat mengikuti pelatihan untuk peningkatan skill mereka.
Analisis Pengelolaan Retribusi Pasar Sentral Pekkabata di Tinjau dari Hukum Islam
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan unsur-unsur yang berkontribusi dan menghambat pertumbuhan pendapatan retribusi di Pasar Induk Pekkabata, serta sistem pengelolaan retribusi di sana. Hasil Studi Sistem pengelolaan retribusi pasar primer di Pekkabata sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan setempat. Pengelolaan retribusi pasar didasarkan pada peraturan daerah dan peraturan Bupati yang berdasarkan pada Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2010 tentang retribusi pelayanan pasar. Peraturan ini mencakup sistem Prosedur Operasional untuk memastikan bahwa manajemen mengikuti jadwal bergilir dan mencegah penyalahgunaan anggaran. Fasilitas pelayanan Pasar Induk Pekkabata yang ada saat ini antara lain toilet bersih, pertokoan, halaman, kios, dan los sudah memadai. Fasilitas di Pasar Sentral Pekkabata sudah memadai
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK NPK PHONSKA DAN PUPUK ORGANIK CAIR SABUT KELAPA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays L. Saccharata).
Abtrak Jagung manis (Zea mays saccharata) merupakan salah satu tanaman serelia semusim yang banyak di budidayakan di Indonesia karena nilai gizinya yang tinggi dan umur panen yang relatif lebih singkat di bandingkan dengan jagung biasa. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah berdasarkan rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 (dua) faktor yaitu: Faktor pertama adalah dosis pemberian pupuk NPK phonska (P) yaitu:(dengan dosis 0,3,6 gram/tanaman). Faktor ke dua adalah dosis pemberian pupuk organik cair sabut kelapa (K),(0,200 ml/liter air/plot, 400 ml/liter air/plot). Hasil penelitian dan analisis data statistik yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa aplikasi pupuk NPK phonska dan pupuk organik cair sabut kelapa pemberian tidak ada yang menunjukkan pengaruh yang baik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung (Zea mays L. Saccharata) akan tetapi, didapati pada masa generative bahwa pemberian 6 g/1 liter air/plot dan POC sabut kelapa (C3P2) menujukkan hasil yang lebih baik bandingkan dengan dengan perlakuan lainnya. Keywords : jagung, NPK phonska, POC sabut kelapa
IDENTIFIKASI JUMLAH SEBARAN PPPK GURU PADA POLEWALI MANDAR BERBASIS GEOGRAFIS
Penyebaran Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) guru di Polewali Mandar menjadi aspek krusial dalam menentukan kualitas pendidikan di wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jumlah sebaran PPPK guru di Polewali Mandar berbasis geografis. Metode analisis melibatkan pemetaan lokasi menggunakan Gis, guru serta evaluasi faktor-faktor yang memengaruhi penempatan mereka. Data dianalisis untuk memahami distribusi guru di berbagai kecamatan dan sekolah penempatan. Temuan menunjukkan bahwa distribusi PPPK guru cenderung merata, meskipun perbedaan antara wilayah perkotaan dan pedesaan dapat diamati. Faktor-faktor seperti ketersediaan infrastruktur dan kebutuhan pendidikan lokal mempengaruhi penempatan guru. Implikasi dari penyebaran ini terhadap kualitas pendidikan dan aksesibilitas layanan pendidikan juga dievaluasi. Penelitian ini memberikan wawasan penting bagi pengembangan kebijakan pendidikan yang berkelanjutan di Polewali Mandar
Perilaku Konsumen Terhadap Keputusan Pembelian Beras (Brand, Non Brand, Lokal dan Impor) di Pasar
Memahami perilaku konsumen beras sangat penting bagi pelaku usaha untuk menyesuaikan kebutuhan dan keinginan konsumensehingga dapat memberi kepuasan dan berujung pada loyalitas pelanggan. Jika pelaku usaha gagal memahami perilaku konsumenterhadap pembelian beras, maka kemungkinan besar beras akan gagal terjual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuitanggapan konsumen terhadap beras lokal dan impor serta beras brand dan non brand yang tersedia di Pasar Pelitakan danmenganalisis perilaku konsumen terhadap keputusan pembelian beras di Pasar Pelitakan. Alat analisis yang digunakan dalampenelitian ini adalah analisis fishbein. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa konsumen menganggap beras lokallebih baik dari beras impor dan beras dengan brand lebih baik dari beras non brand. Perilaku konsumen dalam pembelian beraslokal didasari oleh kualitas beras sedangkan pada beras impor didasari oleh harga beras. Adapun pada perilaku kunsumen padapembelian beras dengan brand didasari oleh kebersihan beras sedangkan pada pembelian beras non brand didasari oleh kualitasberas. Secara keseluruhan konsumen beras di Pasar Peliakan lebih dominan memilih beras dengan kualitas dan kebersihan yangterjaga
TINJAUAN HUKUM ISLAM TENTANG JUAL BELI RUMPUT LAUT (STUDI KASUS DESA/KELURAHAN TAKATIDUNG KECAMATAN POLEWALI)
Isu utama dalam penelitian ini adalah bagaimana audit hukum Islam mengenai kesepakatan dan perolehan rumput laut dalam kerangka murabahah di antara pedagang dan pembeli pertumbuhan laut adalah sesuai dengan aturan pasang surut hukum Islam. Pokok permasalahan dalam pengujian ini adalah: 1) Bagaimana penentuan biaya secara tunggal oleh pedagang terhadap peternak dalam kesepakatan dan akuisisi pertumbuhan laut di Lingkungan Takatidung, Kabupaten Polewali Mandar? 2) Bagaimana audit Kompilasi Hukum Ekonomi Islam tentang jaminan nilai yang sepihak dalam jual beli rumput laut di Indonesia? Lingkungan Takatidung Kabupaten Polewali Mandar?Jenis dari penelitian adalah kualitatif dimana sumber data dalam penelitian ini adalah penjual rumput laut dan pembeli jumput laut, tokoh agama pada masyarakat Kelurahan Takatidung Kecamatan Polewali. Selanjutnya yaitu bagaimana cara mengumpulkan data yaitu menggunakan cara wawancara, dokumentasi, dan penelusuran referensi.Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pembeli rumput laut terlebih dahulu menentukan harga rumput laut sebelum terjadinya suatu akad jual beli yang diamana dia harus berpatokan kepada harga yang sudah ada sebelumnya, dan penjual harus terima harga yang telah ditentukan oleh si penjual. Jika ditinjau hukum ekonomi Islam penentuan harga bersifat sepihak itu hukumnya haram dalam sistem jual beli karena didalamnya terdapat suatu penimbunan barang atau harta jika terjadinya penurun harga rumput laut
hubungan postur kerja tidak alamiah dengan keluhan musculoskeletal disorders (msds) petugas kebersihan dinas lingkungan hidup dan kehutanan
Musculoskeletal Disorders (MSDs) terjadi tidak secara langsung melainkan kombinasi dan akumulasi dari cidera yang terjadi secara terus menerus dalam jangka waktu yang cukup lama. MSDs merupakan sekumpulan gejala yang berkaitan dengan jaringan otot, tendon, ligament, kartilago, sistem saraf, struktur tulang, dan pembuluh darah. Akhirnya menyebabkan ketidakmampuan seseorang untuk melakukan pergerakan dan koordinasi gerekan anggota tubuh atau ekstremitas sehingga dapat mengakibatkan efisiensi kerja berkurang dan produktivitas kerja menurun dan postur kerja menjadi salah satu faktor resiko MSDs. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran resiko postur kerja tidak alamiah dan keluhan musculoskeletal disorders yang dialami serta mencari hubungan antara keduanya.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cros sectional dengan teknik pengambilan sampel total sampling dengan populasi berjumlah 191 orang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 65 orang. Kemudian untuk penilaian postur kerjanya menggunakan lembar penilaian REBA dan untuk keluhan musculoskeletal disorders yang dialami menggunakan kuesioner Nordic Body MapHasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara postur kerja tidak alamiah dengan keluhan musculoskeletal disorders, dengan menggunakan uji chi square dengan hasil p=0,559 atau p > 0,05 maka dinyatakan tidak ada hubungan yang signifikan antara postur kerja tidak alamiah dengan keluhan musculoskeletal disorders petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Polewali Mandar