E-Journal Universitas Al Asyariah Mandar
Not a member yet
1979 research outputs found
Sort by
TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP UTANG PIUTANG PUPUK DENGAN SISTEM PENGEMBALIAN HASIL PANEN JAGUNG (STUDI KASUS DESA SATTOKO KECAMATAN MAPILLI KABUPATEN POLEWALI MANDAR)
Dalam Islam, interaksi sosial dikenal sebagai mu‘amalah. Salah satu bentuknya adalah hutang-piutang dengan pengembalian hasil panen jagung sebagai pengganti hutang pupuk, yang memerlukan kejelasan hukum. Penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan sosial dan syar’i, menggunakan data primer dan sekunder dari praktek di Desa Sattoko, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar. Penelitian menunjukkan bahwa dalam Islam, tambahan dalam pengembalian hutang dibolehkan jika bukan menjadi persyaratan awal. Jika ada janji penambahan dari salah satu pihak, hal itu dikategorikan sebagai riba. Di Desa Sattoko, pengembalian hutang pupuk dengan hasil panen jagung tidak mensyaratkan penambahan apapun. Sistem ini tidak mengandung unsur paksaan dan justru mengedepankan tolong-menolong. Misalnya, jika terjadi gagal panen, pemberi hutang memberikan kelonggaran bagi pihak yang berhutang untuk membayar pada panen berikutnya tanpa ada kenaikan jumlah pupuk yang dipinjam. Ditinjau dari hukum Islam, hutang-piutang dengan sistem ini dibolehkan karena menguntungkan kedua belah pihak, tanpa adanya unsur paksaan, ketidakjelasan, atau tambahan yang tidak disepakati di awal
RESPON PEMBERIAN PAKAN Azolla Microphylla TERHADAP PRODUKTIVITAS ITIK LOKAL BERDASARKAN SISTEM PERKANDANGAN INTENSIF
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas penambahan Azolla Microphylla terhadap performa dan level pemberian pada itik. Metode penelitian ini adalah menggunakan sistem perkandangan intensif dengan rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) denngan menggunakan 4 perlakuan dan 3 ulangan, dimana masing-masing perlakuan menggunakan 5 ekor itik yang berusia 1 bulan. Sehingga jumlah itik yang digunakan yaitu 60 ekor. Hasil penelitian ini adalah pemberian pakan Azolla microphylla tidak berpengaruh nyata terhadap parameter konsumsi pakan dan FCR dan berpengaruh nyata pada parameter PBB dan PBB mingguan. Hasil dari penelitian ini adalah Diketahui bahwa dengan pemberian pakan Azolla microphylla tidak berpengaruh nyata terhadap parameter konsumsi pakan dan FCR tetapi berpengaruh sangat nyata pada parameter PBB (pertambahan bobot badan) harian dan PBB (pertambahan bobot badan) mingguan. Kesimpulan penelitian ini adalah persentase penambahan Azolla microphylla sebanyak 20% diketahui sangat berpengaruh nyata terhadap PBB (pertambahan bobot badan) harian dan PBB (pertambahan bobot badan) mingguan.
Uji Sistem Jajar Legowo 2:1 Dan Konvensional Dengan Pemberian Pupuk Npk Mutiara 16 16 16 Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Pada Tanaman Jagung Pulut (Zea mays ceratina L.)
Penelitian ini akan dilaksanakan di Dusun Kampuno Desa Tumpiling Kec.Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat yang berlangsung dari bulan Maret 2023 sampai dengan bulan juni 2023., bertujuan untuk mengetahui pengaruh sistem jajar legowo 2:1 dan konvensional dengan pemberian pupuk npk mutiara terhadap pertumbuhan dan produksi pada tanaman jagung pulut (zea mays ceratina l.). Metode penelitian ini dilaksanakan dalam bentuk rancangan acak kelompok (RAK) dengan pola faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah sistem tanam jajar legowo terdiri atas 2 perlakuan yakni: L0 = Kontrol (40 cm x 80 cm ),L1 = Legowo 2:1 ( 20 cm x20 cm ),L2 = Tegel ( 25 cm x 25 cm ) dan Faktor kedua adalah dengan dosis pemberian pupuk NPK Mutiara 16 16 16 dengan 3 taraf: M1 = 20 g/liter air, M2 = 40 g/liter air, M3 = 60 g/liter air .Hasil pengamatan menunjukkan sistem jarak tanam Konvensional 20 cm x 20 cm dengan pemberian pupuk NPK Mutiara 16 16 16 dengan dosis 40 g / liter air (L2M2) memberikan pengaruh baik untuk meningkatkan produksi tanaman Jagung
APLIKASI EKSTRAK TEMU PUTIH SEBAGAI ANTIOKSIDAN PADA SUSU KAMBING YANG DIPASTEURISASI
adalah makanan yang mempunyai nilai gizi tinggi karena mengandung hampir semua zat-zat yang dibutuhkan oleh tubuh. Tingginya kandungan gizi pada susu merupakan pemicu terjadinya kerusakan. Faktor penyebab kerusakan susu dapat meliputi faktor kimia, fisik dan mikrobiologi. Oleh karena itu perlu dilakukan pengolahan dan pengawetan untuk memperpanjang daya simpan susu pasteurisasi. Pengolahan susu segar memerlukan mutu susu yang baik seperti susu segar yang disajikan dalam bentuk susu pasteurisasi.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pengaruh penambahan level temu putih sebagai antioksidan dan nilai organoleptic pada susu rekontitusi yang dipasteurisasi. Penelitian ini bertempat Di Laboratorium Terknologi Hasil Ternak Universitas Hasanuddin Kec. Biringkanaya, Kota Makassar Sulawesi Selatan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Data yang diperoleh dianalisis dengan Anova yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Penambahan temu putih P0=kontrol, P1=10% ekstrak temu putih, P2 =15% ekstrak temu putih, P3= 20%ekstrak temu putih. Paramemeter yang diukur pada penelitian ini adalah antioksidan, dan uji organoleptik. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penambahan temu putih pada susu sampai dengan level 20% berpengaruh nyata terhadap antiosidan tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap rasa, tekstur, warna dan aroma.Keywords : Temu putih (Curcuma zedoaria), antioksidan, susu rekontitusi, pasteurisas
Strategi Pengembangan Ayam Kampung Kelurahan Madatte Kecamatan Polewali Kabupaten Polewali Mandar
Nenek moyang ayam kampung adalah ayam hutan (genus Gallus), yang meliputi ayam hutan merah (Gallus gallu atau Gallus bankiva), ayam hutan ceylon (Gallus lavayeti), ayam hutan abu-abu (Gallus sonerati), dan ayam hutan hijau (Gallus varius atau Gallus javanicus). Rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman (SWOT) dalam strategi pengembangan ayam kampung di Kelurahan Madatte Kecamatan Polewali Kabupaten Polewali Mandar. Penelitian bertujuan untuk mengetahui strategi pengembangan ayam kampung di Kelurahan Madatte Kecamatan Polewali Kabupaten Polewali Mandar. Kelurahan Madatte mulai tanggal 1 april sampai tanggal 4 mei 2023. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah obervasi dan koesioner. Analisa data yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan analisis SWOT yaitu Matrik IFAS, Matrik EFAS dan Matriks SWOT. Faktor dari lingkungan external dan internal yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dari usaha pengembangan ayam kampung. Hasil analisa strategi pemgembangan ayam kampung yaitu kekuatan dengan nilai total 1,94 lebih besar di bandingkan dengan faktor kelemahan yaitu 0,96, hal ini dapat menunjukkan bahwa kekuatan yang dimiliki ternak ayam kampung menguntungkan masyarakat. Sedangkan faktor eksternal memiliki peluang memiliki nilai total 1,46 atau lebih besar dari faktor ancaman dengan nilai total yaitu 1,41. hal ini menunjukkan bahwa strategi pengembangan ayam kampung memiliki potensi peluang yang besar. Hasil analisa peluang pengembangan ayam kampung berada pada kuadran I. (Agresif), yang menunjukkan strategi berfokus pada aspek peluang pengembangan ayam kampung dengan strategi SO (Strenght-Opportunity) dengan menggunakan seluruh kekuatan dan memanfaatkan peluang
Analisa Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Cabai Merah (Capsicum Annum L.) Dengan Aplikasi Berbagai Jenis Insektisida Nabati
Cabai merah (Capsicum annuum L.) merupakan sayuran dengan kandungan protein tinggi dan bernilai ekonomi, cabai merah merupakan salah satu komoditas hortikultura yang penting di Indonesia. Kabupaten Polewali Mandar pada tahun 2017 sebanyak 7.971 ton. Produktivitas ini masih jauh dari jumlah maksimum yang dapat dihasilkan yaitu 22,4 ton/ha. Penelitian ini dilakukan di UPTD Hortikultura, Kabupaten Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat yang berlangsung pada bulan Januari 2024 sampai dengan Maret 2024. Insektisida nabati berasal dari tumbuhan dan memiliki berbagai tujuan, termasuk membunuh dan mengusir hama serta mencegah terbentuknya organisme pengganggu tanaman (OPT). Penelitian ini dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) .Setiap unit penelitian terdapat 6 (Enam) tanaman dan diulang sebanyak 4 (Empat) kali sehingga jumlah keseluruhan tanaman yang digunakan dalam sebanyak 144 tanaman. Aplikasi pestisida nabati serai wangi (P1), daun pepaya (P2), Tembakau (P4), dan bawang putih (P5), dengan dosis 50 ml/liter air masing-masing memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap parameter intensitas serangan hama pada daun saat fase vegetatif. insektisida nabati tidak berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman, berat buah dan jumlah buah. Akan tetapi aplikasi pestisida nabati serai wangi dengan dosis 50 ml/liter air (P1) memberikan pengaruh terhadap intensitas serangan hama pada buah dengan nilai tingkat serangan hama terendah
Pengunaan Pupuk Kandang Sapi Dan Dosis Mol Pepaya Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Bawang Merah (Allium cepa L.)
Bawang merah merupakan tanaman Hortikultura unggulan dan telah diusahakan oleh petani secara intensif. Aplikasi pemupukan pada tanaman bawang merah dapat menggunakan pupuk alami atau organik. Pemupukan merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usahatani. Mikro Organisme Lokal adalah larutan hasil fermentasi yang berbahan dasar dari berbagai sumber daya yang tersedia ditempat atau lokasi. Struktur morfologi tanaman bawang merah terdiri atas akar, umbi, daun, bunga, dan biji. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Campurjo, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat yang dilaksanakan dari bulan Oktober 2022 sampai Januari 2023. Metode yang digunakan dalam penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dalam bentuk Faktorial, yang terdiri dari dua faktor perlakuan. Faktor pertama adalah perlakuan media tanam (T) yang terdiri dari T0 : Tanah tanpa Pupuk Kandang (kontrol), T1: Tanah + Pupuk Kandang Sapi (1:1), dan T2: Tanah + Pupuk Kandang Sapi (1:2). Faktor kedua adalah Penggunaan Mol Pepaya (P) pada perlakuan tersebut yang terdiri dari P1: MOL buah pepaya 20 ml/liter air, P2: MOL buah pepaya 40 ml/liter air, dan P3: MOL buah pepaya 60 ml/liter air. Kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga didapat 27 perlakuan, dari setiap perlakuan penelitian terdapat 9 tanama sehingga jumlah keseluruhan 243 tanaman. Hasil penelitian dan analisis data statistik yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa Tidak terdapat salah satu pemberian pupuk kandang sapi yang memberikan pengaruh nyata, namun perlakuan yang terbaik adalah penggunaan tanah dan pupuk kandang sapi perbandingan (1:2) terhadap pertumbuhan dan produksi bawang merah pada parameter Tinggi Tanaman, Jumlah Daun, Berat Tanaman dan Berat Umbi. Tidak terdapat salah satu penggunaan Mol pepaya yang memberikan pengaruh nyata, namun perlakuan yang terbaik adalah Penggunaan Mol Pepaya 40 ml/liter air terhadap parameter Jumlah Umbi, Berat Tanaman dan Berat Umbi. Tidak terdapat salah satu interaksi antara penggunaan pupuk kandang sapi dengan dosis Mol pepaya yang memberikan pengaruh nyata, namun perlakuan tanah dan pupuk kandang sapi (1:2) dengan penggunaan Mol Pepaya dosis 40 ml/liter air memberikan pengaruh lebih baik pada parameter Waktu Muncul Tunas, Tinggi Tanaman dan Berat Umbi.
UJI EFEKTIFITAS BEBERAPA ALAT PERANGKAP HAMA TANAMAN JAGUNG
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa efektif empat perangkap hama yang digunakan untuk merusak tanaman jagung. Studi ini dilakukan dari maret 2024 hingga April 2023. Situsnya berada di Desa Tubo Poang, yang terletak di Dusun Tubo Masigi, Kecamatan Tubo Sendana, Kabupaten Majene. Studi ini dilakukan dengan rancangan acak. Kelompok non-faktorial terdiri dari penyebaran perangkap hama, yang terdiri dari empat jenis perangkap yang didistribusikan enam belas kali: botol promon, baskom kuning, kain kuning, dan botol kuning. Parameter seperti jenis serangga, jumlah hama, dan intensitas serangan hama diamati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah hama yang terperangkap pada tanaman jagung benar-benar dipengaruhi oleh penggunaan berbagai perangkap. Karena hama lebih tertarik pada perangkap botol promon, mereka adalah perangkap yang efekti
PENGARUH DOSIS DAN INTERVAL PEMBERIAN TRICHODERMA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH (Allium Ascalonicum L)
Bawang merah, atau Allium ascalonicum L., merupakan tanaman hias penting yang telah dibudidayakan secara ekstensif. Kumpulan rempah-rempah yang tidak dapat disubstitusi dan dijadikan sebagai sumber pangan dan obat tradisional dalam pengertian ini disebut sebagai komoditas hortikultura. Pada bulan Februari dan April 2022, penelitian ini dilakukan di Desa Darma, Kecamatan Polewali Mandar, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana aplikasi Trichoderma dan interval waktu mempengaruhi perkembangan dan hasil bawang merah. Pola faktorial dan campuran enam taraf—20 gram per tanaman, 30 gram per tanaman, 40 gram per tanaman, 5 hari, 10 hari, dan 15 hari—digunakan dalam metodologi Rancangan Acak Kelompok (RAK) penelitian ini. Setiap unit penelitian memiliki delapan tab, sehingga total 216 tab, yang diulang sebanyak tiga kali sehingga menghasilkan total 27 unit penelitian. Temuan menunjukkan bahwa hanya satu teknik yang menawarkan keuntungan penting untuk metrik tinggi tanaman dalam pupuk T3 Trichoderma 40 gram yang ditanam selama akuisisi T3 Trichoderma sp. dan untuk jangka waktu yang lama
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DAN SELF-EFFICACY SISWA KELAS VII
Observasi ini ialah observasi quasi eksperimen bermaksud buat memahami pengaruh model pembelajaran problem based learning terhadap kemampuan komunikasi matematis dan self-efficacy siswa. Penelitian ini dilaksanakan pada semester dua (genap), dengan jumlah pertemuan adalah 3 kali diluar dari pemberian pre-test dan post-test. Mengenai komuntitas oleh observasi ini ialah segenap peserta didik kelas VII SMPN Satap Kunyi. Kemudian cuplikan oleh investigasi ini ini ialah strata VII A selaku tingkat percobaan serta strata VII B selaku kelas kontrol. Metode pengumpulan informasi oleh investigasi ini digunakan pada pemberian pre-test (tes awal), pemberian angket, lalu post-test (tes akhir), lembar observasi aktivitas pendidik,serta lembar observasi kegiatans anak didik. Infromasi yang sudah dikumpul dijabarkan dengan memanfaatkan statistik deskriptif serta statistik inferensial. Hasil analisis statistik deskriptif memperlihatkan pada umumnya angka keahlian hubungan matematika strata percobaan senilai 83,24 serta rata-rata efikasi diri peesrta didik senilai 65,6 sedang rata-rata angka pada strata kontrol 70,08 serta rata-rata self-efficacy senilai 57,66 pada hasil penjabaran statistik inferensial memanfaatkan uji t bahwa nilai t hitungnya 4.004 dan t tabelnya sebesar 2.048 dengan signifikansi 0.05 sehingga ditolak dan diterima. Berlandaskan hasil observasi bahwa tampak antagonisme yang signifikan jarak keahlian bungan matematika sertaself-efficacy peserta didik oleh strata VII A selaku kelas percobaan yang dibimbing memakai model pembelajaran problem based learning serta kelas VII B selaku kelas kontrol yang dibimbing tanpa menggunakan model pembelajaran problem based learning