E-Journal Universitas Al Asyariah Mandar
Not a member yet
1979 research outputs found
Sort by
RITUAL MAPPACCI PADA UPACARA PERNIKAHAN DI KABUPATEN PINRANG
This research aims to find out: (1) the procession of implementing mappacci in the Bugis tribe community, Pinrang Regency. (2) the symbolic meaning of the equipment used in the mappacci procession in the Bugis tribe community, Pinrang Regency. To achieve this goal, researchers used data collection techniques through observation, interviews and documentation. The data obtained from the research results were processed using qualitative analysis with a phenomenological approach to the Mappacci implementation procession in the Bugis Tribe community in Pinrang Regency and the symbolic meaning of the equipment used during the Mappacci implementation procession in the Bugis Tribe community in Pinrang Regency. Based on the results of this research, it shows that, (1) There are three stages in the process of implementing mappacci in the Bugis community of Pinrang Regency, the first stage is dio majeng and assa' demmeang, the second stage is barasanji and the last stage is mappacci. (2) There are nine pieces of equipment used during the mappacci procession in the Bugis community of Pinrang Regency, the first piece of equipment is henna leaves which symbolize purity, the second piece of equipment is a pillow which symbolizes comfort, the third piece of equipment is a silk sarong which symbolizes moral values, the fourth piece of equipment is banana leaves which symbolize continuity, the fifth equipment is rice which symbolizes development, the sixth equipment is candles which symbolize wisdom, the seventh equipment is jackfruit leaves which symbolize straightness, the eighth equipment is a pacci container which symbolizes unity and the last equipment is brown sugar and coconut which symbolize loyalt
Respon Pemberian Pupuk Hijauan terhadap Pertumbuhan dan Produksi Padi Sawah
Pupuk hijau merupakan salah satu jenis pupuk organik yang dapat digunakan untuk meningkatkan produksi padi. Pupuk hijauan dapat meningkatkan ketersediaan nutrisi, sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi padi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji respons pemberian pupuk hijauan terhadap pertumbuhan dan produksi padi sawah. Penelitian ini dilakukan di Desa Limbua, Kecamatan Sendana Kabupatn Majene Sulawesi Barat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) secara faktorial dengan 5 level perlakuan dan 3 ulangan. Pupuk organik padat diberikan seragam sebelum dilakukan penanaman dan pupuk organik cair hijauan diberikan setelah penanaman sebanyak 5 kali dengan konsentrasi berbeda. yaitu: G0 (tanpa pupuk 0 lt/ha), G1 (pupuk hijau 1,5 lt/ha), G2 (pupuk hijau 2 lt/ha), G3 (pupuk hijau 2,5 lt/ha), dan G4 (pupuk hijau 3 lt/ha). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk hijauan berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan produksi padi sawah. Padi yang diberi pupuk hijauan memiliki tinggi tanaman, jumlah anakan produktif, dan jumlah malai yang lebih tinggi dibandingkan dengan padi yang tidak diberi pupuk hijauan. Padi yang diberi pupuk hijauan juga memiliki hasil panen yang lebih tinggi dibandingkan dengan padi yang tidak diberi pupuk hijauan. Perlakuan G0 menghasilkan gabah kering panen 1,7 ton/ha, perlakuan G1 menghasilkan 1,9 ton/ha, perlakuan G2 menghasilkan 2,2 ton/ha, perlakuan G3 menghasilkan 2,3 ton/ha, dan perlakuan G4 menghasilkan 2,5 ton/ha. Perbandingan kenaikan persentase antara control dengan perlakuan adalah G1 mengalami kenaikan produksi 10,53 %, G2 kenaikan produksi 22,73 %, G3 kenaikan produksi 26,09 dan G4 mengalami kenaikan sebesar 47.06 %. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian pupuk hijau dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi padi sawah. Pupuk hijauan merupakan salah satu pilihan yang dapat memberikan hasil terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi padi sawah
Tingkat Adopsi Inovasi Peternak terhadap Teknologi Inseminasi Buatan Program UPSUS SIWAB
Permintaan daging sapi yang meningkat dari konsumen tidak sejalan dengan populasi sapi potong yang ada di Indonesia. Untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, sebagian besar produksi daging sapi didukung oleh impor, termasuk daging sapi beku sebesar 20% dan sapi bakalan yang digemukkan di dalam negeri sebesar 15%. Untuk mengatasi hal ini, upaya Inseminasi Buatan (IB) terus dilakukan untuk meningkatkan jumlah, kualitas, dan produksi ternak sapi. Penelitian ini bertujuan untuk menilai seberapa banyak peternak yang mengadopsi teknologi IB dalam kerangka Program UPSUS SIWAB. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, Indonesia. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Sampel terdiri dari 140 peternak sapi potong yang dipilih secara acak sederhana. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan skala Likert untuk setiap variabel yang diukur, di mana nilai 1 menunjukkan tingkat tidak baik, nilai 2 menunjukkan tingkat sedang, dan nilai 3 menunjukkan tingkat baik. Analisis data dilakukan menggunakan metode statistik deskriptif dengan memanfaatkan tabel distribusi frekuensi. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat adopsi inovasi peternak terhadap teknologi IB Program UPSUS SIWAB dapat dinilai dari tiga aspek: (1) waktu yang dibutuhkan oleh peternak untuk mengadopsi teknologi IB, (2) manfaat dan kualitas teknologi IB, dan (3) sejauhmana teknologi IB diterapkan. Ketiga aspek tersebut dinilai dengan baik. Namun, dari ketiganya, sejauhmana teknologi IB diterapkan menjadi variabel yang paling signifikan dalam meningkatkan adopsi inovasi peternak terhadap teknologi IB Program UPSUS SIWAB di Kabupaten Barru
Analisis Kelayakan Usahatani Monokultur (Kakao) Ke Tumpang Sari (Jagung Dan Bayam) Pada Masa Pandemi Covid-19
Kakao merupakan komoditi ekspor yang banyak dibudidayakan para petani di Polewali Mandar, pada masa pandemi Covid-19 pola distribusi kakao terhambat yang mempengaruhi produksi dan harga kakao menurun. Menjadi faktor petani beralih ke pola tanamn tumpang sari jagung dan bayam. Tujuan penelitian untuk melihat pendapatan dan efisiensi ushatani pola tanam tumpang sari dan monokultur. Metode: Penentuan lokasi dilakukan secara sengaja (purposive), jumlah responden yang melakukan pola usahatani atau alih dari kakao ke jagung dan bayam di Kecamatan Binuang, yang dijadikan sampel sebanyak 36 petani. Teknik pengumpulan data, observasi langsung, wawancara dan penyebaran kuesioner penelitian. Hasil: Analisis data yang digunakan adalah analisis pendapatan dan R/C ratio, di dapatkan pendapatan komoditi kakao pada masa pandemi Rp. 4.550.933,- per satu kali musim panen setiap 3-4 bulan sekali, ketika petani beralih ke tumpang sari komoditi jagung Rp. 11.880.000,-. per satu kali musim setiap tiga bulan sekali, dengan nilai tambah komoditi sela bayam Rp. 671.810,- satu kali musim panen setiap 4-6 minggu. Dengan nilai R/C ratio untuk komoditi kakao 1,4, jagung 1,9 dan bayam 3,2. Kesimpulan: (1) Terjadi peningkatan pendapatan ketika petani merubah pola tanaman tumpang sari sebesar Rp. 8.000.877 per/ha dari pola tanamn monokultur, (2) Nilai R/C Ratio meningkat sebesar untuk tanaman jagung 0.5, dan nilai R/C Ratio tanaman bayam sebesar 1,8, menunjukan petani lebih layak ketika beralih ke pola tanam tumpang sari pada transisi pandemi C-19.
Pertumbuhan dan Peranan Kelompok Tani Terhadap Tanaman Kopi Rakyat di Kabupaten Bogor
Kopi merupakan komoditas ekspor terpenting kedua dalam perdagangan global, setelah minyak bumi dan mempunyai kontribusi yang cukup nyata dalam perekonomian Indonesia. Akan tetapi di Kabupaten Bogor, petani masih belum mengetahu luasan lokasi lahan dan pertumbuhan tanaman. Selain itu, peranan kelompok tani juga masih belum diketahui. Tujuan dari penlitian ini adalah 1) pemetaan kawasan perkebunan petani kopi milik petani; 2) mengetahui informasi pertumbuhan tanaman kopi yang dibudidayakan oleh petani kopi; dan 3) mengetahui peranan kelompok tani dalam budidaya tanaman kopi. Lokasi penelitian dilakukan di Kecamatan Cariu, Tanjungsari dan Sukamakmur, Kabupaten Bogor antara Juli dan November 2023. Alat yang digunakan berupa, drone UAV (Unmanned Aerial Vehicle), jangka sorong dan alat tulis. Luasan wilayah petani kopi adalah 15,55 ha untuk wilayah Kecamatan Cariu, 28,55 ha untuk wilayah Kecamatan Tanjungsari dan 16,23 ha untuk wilayah Kecamatan Sukamakmur. Pertumbuhan kopi dari ketiga lokasi penelitian berbeda nyata untuk diameter batang dan jumlah cabang. Tanaman kopi di Kecamatan Tanjungsari memiliki rata-rata diameter 55.9 mm lebih besar dari tanaman kopi di Kecamatan Cariu memiliki rata-rata diameter 23.5 mm. Sedangkan rata-rata jumlah cabang tanaman kopi di Kecamatan Tanjungsari (57 cabang) lebih banyak dari pada jumlah cabang tanaman kopi di Kecamatan Sukamakmur (9 cabang). Petani kopi menyatakan bahwa dengan adanya kelompok tani, informasi tentang hama penyakit tanaman kopi dapat tersampaikan. Sehingga petani mengatahui cara budidaya tanaman kopi yang baik dan mengikuti GAP budidaya kopi. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa tanaman kopi di Kabupaten Bogor sudah tumbuh dengan baik dna produksi dapat ditingkatkan dengan mengikuti GAP budidaya kopi
Peningkatan Produksi Tanaman Padi Hitam (Oryza sativa L. indica) Varietas Jeliteng dengan Pemberian Pupuk Silika Cair
Padi hitam (Oryza sativa L. indica) merupakan pangan lokal yang kaya antioksidan dan mengandung pigmen paling baik serta memiliki aroma dan rasa yang baik. Salah satu varietas padi hitam yang memiliki penampilan yang spesifik dan unik adalah varietas Jeliteng. Varietas ini memiliki potesi yang tinggi namun kemampuan untuk berproduksi masih rendah. Oleh karena itu dilakukan upaya untuk meningkatkan produksi dengan pupuk silika cair. Penelitian telah dilakukan pada tanah Jenis Andisol di Desa Cibunar, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) dengan 5 konsentrasi pupuk silika cair yang berbeda (0 ml/L air (kontrol), 5 ml/L air, 7,5 ml/L air, 10 ml/L air, dan 12,5 ml/L air). Masing-masing penelitian diulang 5 kali dan setiap satuan percobaan terdiri dari 3 tanaman sehinggan ada 75 tanaman. Pupuk silika cair diaplikasikan saat tanaman berumur 2 Minggu Setelah Tanam (MST), 4 MST. 6 MST dan 8 MST. Penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk silika cair memberikan respons positif terhadap tinggi tanaman, jumlah anakan, panjang malai, dan jumlah gabah per malai namun tidak berbeda nyata diuji secara statistik. Penggunaan 10 ml/L air pupuk silika cair cenderung memberikan hasil yang lebih bagus dibandingkan dengan penggnaan konsentrasi lainnya baik pada parameter pertumbuhan maupun hasil tanaman. Pemberian pupuk silika cair dapat mempengaruhi pertumbuhan dan produksi tanaman padi hitam varietas Jeliteng dengan konsetrasi 10 ml/L air. Kata Kunci: Andisol; Padi Hitam; Silika Cair AbstractBlack rice (Oryza sativa L. indica) is a local food that is rich in antioxidants and contains the best pigments and has a good aroma and taste. One of the black rice varieties that has a specific and unique appearance is the Jeliteng variety. This variety has high potential but the ability to produce is still low. Therefore, efforts are being made to increase production with liquid silica fertilizer. Research was carried out on Andisol type soil in Cibunar Village, Garut Regency, West Java. The research was structured using a Randomized Complete Group Design (RKLT) with 5 different concentrations of liquid silica fertilizer (0 ml/L water (control), 5 ml/L water, 7.5 ml/L water, 10 ml/L water, and 12 .5 ml/L water). Each study was repeated 5 times and each experimental unit consisted of 3 plants so there were 75 plants. Liquid silica fertilizer is applied when the plants are 2 weeks after planting (MST), 4 WAP. 6 MST and 8 MST. Research shows that application of liquid silica fertilizer provides a positive response to plant height, number of tillers, panicle length, and number of grains per panicle but there is no significant difference in statistical tests. Using 10 ml/L of liquid silica fertilizer water tends to give better results compared to using other concentrations both on growth parameters and plant yields. Providing liquid silica fertilizer can influence the growth and production of black rice plants of the Jeliteng variety with a concentration of 10 ml/L of water.
ANALISIS KESANTUNAN BERBAHASA PADA KALANGAN REMAJA MASJID NURUL MUTTAHIDA KELURAHAN MALUNDA)
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kesantunan berbahasa pada kalangan remaja Masjid Nurul Muttahida Kelurahan Malunda. Subjek atau informan dalam penelitian ini yaitu anggota remaja Masjid Nurul Muttahida Kelurahan Malunda dengan fokus penelitian yaitu bentuk tindak kesantunan berbahasa oleh para remaja dalam berinteraksi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan Teknik simak bebas libat cakap, Teknik rekam dan Teknik catat. Selanjutnya menganalisis data dengan teknik analisis deskriptif kualitatif (identifikasi, klasifikasi, deskripsi dan analisis). Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat 17 tuturan pematuhan prinsip kesantunan berbahasa pada kalangan remaja Masjid Nurul Muttahida Kelurahan Malunda yang masing-masing terbagi menjadi 6 tuturan pematuhan maksim kebijaksanaan atau maksim kearifan, 2 tuturan pematuhan maksim kedermawanan, 4 tuturan pematuhan maksim penghargaan atau pujian, 2 tuturan pematuhan maksim kesederhanaan atau kerendahan hati, 1 tuturan pematuhan maksim simpati, 2 tuturan pematuhan maksim kesepakatan kemudian sebanyak 9 tuturan melanggar prinsip kesantunan berbahasa yang masing-masing terbagi menjadi 2 tuturan melanggar maksim kebijaksanaan,1 tuturan melanggar maksiim kedermawanan, 4 tuturan melanggar maksim penghargaan atau pujian, 1 tuturan melanggar maksim kesederhanaan atau kerendahan hati dan 1 tuturan melanggar maksim simpati
Sistem Pakar Pengenalan Hama Dan Penyakit Pada Tanaman Jagung Berbasis Web
Penelian ini brtujuan untuk mengetahui cara membuat sistem pakar berbasis web untuk mengidentifikasi penyakit dan hama pada tanaman jagung Berdasarkan situs yang akan memberikan informasi tentang hama dan penyakit serta cara penanggulangannya, penelitian ini akan mengembangkan sistem pakar untuk mengidentifikasi hama dan penyakit pada tanaman jagung. Penelitian penulis sedang dilakukan di Desa Sumarrang. Metode faktor kepastian digunakan dalam penelitian ini. Membangun aplikasi telah sukses untuk penelitian ini. sistem pakar berbasis web untuk mengidentifikasi penyakit dan hama pada jagung Bagi produsen jagung, penelitian ini mempermudah dalam merawat tanamannya. Pengguna dapat mengakses fitur melalui sistem jagung berbasis web ini. Penggunaan sistem pakar ini memudahkan proses identifikasi hama tanaman
STRATEGI PUBLIK RELATION DALAM PEMASARAN OBJEK WISATA WATER BOOM DI KABUPATEN POLEWALI MANDAR
The purpose of this study was to determine the public relations strategy in marketing waterboom attractions in Polewali Mandar Regency. The research uses a qualitative approach to explain phenomena through deep data collection. The results show that many visitors know Polman Waterboom Tourism from social media including information on all tourist objects and what activities are carried out. In building the company's image, one of the strategies prepared by Polman Waterboom Tourism is to build attractiveness and make nature tourism much more modern and change the mindset of visitors that nature tourism is boring. Technologically, nature tourism now has many rides for games for children to adults. Even so, there is still a lack of increase in the number of visitors at the water boom rides because many new tourist objects have emerged
KEBERADAAN BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) SEBAGAI EKONOMI DESA DI DESA TAWALIAN TIMUR KECAMATAN TAWALIAN KABUPATEN MAMASA (STUDI KASUS PENGELOLAAN AIR BERSIH)
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriftif yang bertujuan untuk mengetahui Keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Sebagai Ekonomi Desa di Desa Tawalian Timur Kecamatan Tawalian Kabupaten Mamasa (Studi Kasus Pengelolaan Air Bersih). Sumber data dalam penelitian ini adalah informan yang berjumlah 12 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mengopservasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisa yang di gunakan adalah analisa data kualitatif yang merupakan uraian serta menginterpretasikan data yang di peroleh di lapangan dari informan yang ada. Hasil analisis menunjukkan bahwa Keberadaan Badan Usaha Milik Desa Tawalian Timur Kecamatan Tawalian Kabupaten Mamasa di pengaruhi oleh beberapa faktor yaitu : 1)Kooperatif yang melibatkan semua kerja sama antar masyarakat dan pihak BUMDes dan Pemerintah Desa Tawalian Timur, 2)Partisipatif adalah prinsip pengelolaan air bersih dengan pemberlakuan iuran pemanfaatan air yang di ukur dengan menggunakan water meter serta pemberlakuan tarif air yang terjangkau oleh kalangan masyarakat prasejahtra, 3)Transparansi Bumdes sudah sesuai prinsip pengelolaan air bersih yang mana pemberlakuan iuaran yang terjangkau oleh kalangan masyarakat prasejahtra dan pengubahan tata cara pemanfaatan air dari kondisi tampa pengelolaan menjadi teratur dan terkelola sehingga distribusi air bersih adil dan merata dalam artian adanya perubahan signifikan terhadap perekonomian desa sejak di jalankanya program BUMDes di desa tawalian timur,4) Akuntabel Bumdes sudah menjalankan tanggung tanggung jawabnya dengan adanya laporan pertanggung jawaban sehingga BUMDes di Desa tawalian sudah berjalan dengan baik. Walupun berjalan dengan baik, selalu ada penghambat dan kendala yaitu masih adanya beberapat pelanggan yang pembayarannya tidak lancar. Namun dibalik kendala ini masih belum bisa mempengaruhi stabilitas pendapatan yang diterima oleh bumdes desa tiap bulanny