E-Journal Universitas Al Asyariah Mandar
Not a member yet
1979 research outputs found
Sort by
PENERAPAN MODEL PROJECT BASED LEARNING MENGGUNAKAN MEDIA APLIKASI CANVA TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI BINUANG
Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kels VIII SMP Negeri Binuang.Hasil belajar matematika meliputi indikator yaitu: (1) kognitif, (2) Subjek berjumlah 19 Siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian terdiri dari : (1) Lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, (2) Lembar observasi akivitas siswa (3) Tes Hasil belajar matematika siswa.Lembar observasi dianalisis secara kualitatif sedangkan tes hasil belajar matematika dianalisis secara kuantitatif.dengan menggunakan analisis statistik deskriptif. Berdasarkan hasil analisis data kualitatif pada lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran model Project Based Learning dengan media aplikasi Canva pada siklus I diperoleh 88,41% pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 91,67%.Berdasarkan hasil analisis data pada lembar observasi aktivtas siswa, diperoleh pada siklus I 88,41% dan pada siklus II diperoleh 90,73% sedangkan pada tes hasil belajar matematika siswa diperoleh 31,53% meningkat menjadi 89,47% pada siklus II.Berdasarkan hasil analisis data kualitatif dan kuantitatif dapat disimpulkan bahwa model Pproject Based Learning dengan menggunakan media aplikasi Canva dapat meningkatkan hasil bellajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri Binuang
Analisis Kelayakan Usahatani Padi Sawah Tadah Hujan di Desa Tandung Kecamatan Tinambung
Asdar, Analisis Kelayakan Usahatani Padi Sawah Tadah Hujan di Desa Tandung Kecamatan Tinambung di bawah bimbingan Muh. Arman Yamin Pagala dan H. Hasanuddin Kandatong.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Berapa total biaya yang dikeluarkan usahatani padi sawah tadah hujan di Desa Tandung Kecamatan Tinambung, 2) Bagaimana pendapatan usahatani padi sawah tadah hujan di Desa Tandung Kecamatan Tinambung, 3) Bagaimana kelayakan usahatani padi sawah tadah hujan di Desa Tandung Kecamatan Tinambung. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tandung Kecamatan Tinambung pada bulan Juni hingga Agustus 2024. Sampel petani diambil dengan menggunakan simple random sampling. Dengan jumlah sampel 11 responden. Data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder dengan tehnik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Tehnik analisis data pada penelitian ini menggunakan R/C ratio.Hasil penelitian ini menunjukkan biaya pada usahatani padi sawah tadah hujan di Desa Tandung Kecamatan Tinambung, dengan rata-rata total biaya (TC) Rp.5.259.815, rata-rata total penerimaan (TR) yaitu Rp.8.000.000 dan rata-rata total pendapatan yaitu Rp.2.740.185. Nilai R/C ratio pada usahatani padi sawah tadah hujan di Desa Tandung Kecamatan Tinambung adalah 1,52 yang berarti usahatani layak untuk diusahakan. Sehingga ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1) Total biaya yang dikeluarkan pada usahatani padi sawah tadah hujan di Desa Tandung Kecamatan Tinambung sebesar Rp.5.259.815, 2) Total rata-rata pendapatan yang diperoleh usahatani padi sawah tadah hujan di Desa Tandung Kecamatan Tinambung sebesar Rp.2.740.185, 3) Hasil analisis yang dilakukan pada usahatani padi sawah tadah hujan di Desa Tandung Kecamatan Tinambung layak untuk diusahakan, dengan perolehan R/C = 1,52
IMPLEMENTASI PERATURAN MENTERI SOSIAL NOMOR 1 TAHUN 2018 TENTANG PROGRAM KELUARGA HARAPAN DALAM MENANGGULANGI KEMISKINAN DI DESA TANETE KECAMATAN TOMPOBULU KABUPATEN
he aim of this research is to understand (1) How the Family Hope Program plays a role in overcoming poverty in Tanete Village, Tompobulu District, Gowa Regency. (2) Effectiveness of the Family Hope Program in Tanete Village, Tompobulu District, Gowa Regency. (3) Factors that hinder the implementation of the Family Hope Program in dealing with poverty in Tanete Village, Tompobulu District, Gowa Regency. This research used a qualitative approach, with informants consisting of PKH Facilitators, Tanete Village Welfare Head, Posyandu Cadres, and Beneficiary Families (KPM) of the Family Hope Program (PKH). Data was obtained from primary and secondary sources through observation, interviews and documentation. Data analysis techniques include data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The research results show that: (1) The implementation of PKH in Tanete Village has been coordinated from the start, but has not been effective in reducing poverty, only helping to reduce the expenditure burden on poor families. (2) The effectiveness of PKH in Tanete Village is considered to be in accordance with the rules for determining prospective participants, even though there are differences in the amount of assistance at each disbursement stage due to discrepancies in the disbursement schedule. (3) Inhibiting factors include the Integrated Social Welfare Data (DTKS) not being updated, data discrepancies with reality, limited PKH assistance quotas, and a lack of PKH assistants
IMPLEMENTASI PROGRAM GERAKAN LITERASI SEKOLAH PADA MATA PELAJARAN PPKN DI SMP NEGERI 36 BULUKUMBA
This research examines the implementation of the School Literacy Movement Program (GLS) in the Pancasila and Citizenship Education (PPKN) subjects at SMP Negeri 36 Bulukumba. The main focus of the research is identifying and analyzing the challenges and impacts that arise during the GLS implementation process, with an emphasis on aspects of resource availability, student interest, teacher understanding and alignment, and support from the school. The research method uses a qualitative approach with a case study design at SMP Negeri 36 Bulukumba. Research participants involved teachers, students and school officials related to GLS. Data was collected through in-depth interviews, observations, and analysis of documents related to curriculum and literacy activities. The research results show a number of significant challenges, including a lack of availability of resources, low student interest, and a lack of teacher understanding and alignment with the concept of literacy. Research recommendations include efforts to increase the availability of resources, develop innovative strategies to increase student interest, train and mentor teachers related to literacy concepts, and strengthen school support and understanding of the importance of GLS. It is hoped that this research will contribute new thinking in increasing the effectiveness of the School Literacy Movement Program in PPKN subjects, support the goals of character and citizenship education at SMP Negeri 36 Bulukumba, and can become a reference for developing literacy programs at the national level
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PASIEN TUBERKULOSIS RESISTAN OBAT YANG TIDAK MEMULAI PENGOBATAN: LITERATURE REVIEW
Drug-resistant tuberculosis (DR TB) patients who have been diagnosed but not enrolled to treatment could be a source of primary transmission and the risk of increasing DR TB cases in the community. The aim of this literature review is to determine the factors that influence pre-treatment lost to follow up of DR TB patients by searching the literature through Google Scholar, ScienceDirect, ProQuest and PubMed which was published in the period 2016 to 2023 with the keywords "drug resistant tuberculosis", "treatment initiation", “enrollment rate”, and “pre-treatment lost to follow up”. Seven articles were obtained of which three research articles came from China, two from South Africa, one from India, and one from Ethiopia. Factors that influence DR TB patients not starting treatment include age, economic status, drug sensitive TB treatment status, inadequate health service infrastructure, lack of experienced clinicians, health seeking behavior, and health system delays. The low rate of DR TB treatment initiation requires special attention, both in terms of health services provided by the government and support from the community, in order to break the chain of transmission in the community
STRATEGI KOMUNIKASI DALAM MENARIK MINAT CALON KLIEN PADA KANTOR BANTUAN HUKUM AAC LAW OFFICE DI KOTA MAKASSAR
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Public Relation dalam pelayanan di kantor hukum pada AAC Law Office Di Kota Makassar. Metode yang digunakan dalam penelitian pendekatan kualitatif deskriptif yakni penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, tindakan, motivasi dan data penelitian ini dikumpul melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, Public Relations di AAC Law Office Di Kota Makassar dapat dilihat dari pengabdian kepada masyarakat telah membantu masyarakat dengan baik untuk memenuhi apa keinginan atau kebutuhan mereka sesuai dengan sub bagian atau bidangnya Karena Public Relations di AAC Law Office Di Kota Makassar belum berada pada satu bidang atau sub bagian. Dalam memelihara hubungan yang baik Public Relations dapat dikatakan baik artinya telah memberikan pelayanan dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami dalam hal pelayanan Public Relations telah memberikan pelayanan yang cepat, memberikan prosedur-prosedur pelayanan dalam meningkatkan Layanan Bantuan Hukum. Moral dan tingkah laku Public Relations dalam memberikan pelayanan sudah menerapkan salam, senyum dan sapa namun masih ada pegawai yang belum menunjukkan moral dan tingkah laku yang baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat
FASHION AS A CULTURE STUDIES: REPRESENTASI BUDAYA THRIFTING SEBAGAI IDENTITAS BUDAYA MASYARAKAT MARGINAL DI KOTA PARE-PARE SULAWESI SELATAN
Penelitian ini mengeksplorasi praktik thrifting di Pasar Senggol Kota Pare-Pare, Sulawesi Selatan, Indonesia, dengan penekanan pada dimensi budaya, faktor-faktor yang mempengaruhi praktik, pengaruh budaya konsumen, dan pandangan masyarakat. Pendekatan etnografi digunakan dalam riset kualitatif ini untuk memahami makna mendalam di balik praktik thrifting. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa praktik thrifting tidak hanya sekadar bentuk konsumsi ekonomi, tetapi juga menjadi cara untuk mempertahankan dan mewarisi identitas budaya lokal. Faktor ekonomi tetap menjadi faktor kuat yang mempengaruhi praktik thrifting, sementara kesadaran akan dampak lingkungan juga semakin memainkan peran dalam keputusan berbelanja. Pengaruh budaya konsumen global terlihat dalam pengaruh tren dan gaya pada praktik thrifting, sementara masyarakat tetap mempertahankan nilai-nilai budaya lokal. Pandangan masyarakat terhadap thrifting telah berubah dari aspek ekonomi menjadi simbol pemikiran cerdas dan berkelanjutan. Penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana budaya dan konsumsi berinteraksi dalam praktik thrifting, menggambarkan pergeseran nilai dan norma konsumsi, serta interaksi antara budaya lokal dan global dalam dunia fashion. Kesimpulannya, praktik thrifting di Pasar Senggol Kota Pare-Pare mencerminkan dinamika budaya, konsumsi, dan keberlanjutan dalam masyarakat setempat
STRATEGY FOR DEVELOPING ADVANCED BUSINESS FARMERS GROUPS USING THE HIERARCHY PROCESS (AHP) ANALYSIS METHOD IN NAGARI KOTO GADANG GUGUAK GUNUNG TALANG DISTRICT
The corn commodity is one of the common crops cultivated in Nagari Koto Gadang Guguak, Solok Regency, so the cultivation of this corn plant has been cultivated for generations. Even though this corn plant is not yet optimal, it will continue to be developed over time. This research aims to determine the strategy for developing advanced business farmer groups in Solok Regency. This research identifies internal and external factors, formulates alternative strategies using SWOT analysis, then continues with arranging a hierarchy using AHP analysis. The results of internal and external analysis show that the Advanced Farmer Group has five strengths, two weaknesses, four opportunities and two threats. The land area for development is quite large and soil suitability is the most important subfactor of strength; poor financial records are the most important subfactor of weakness; the development of information technology is the most important subfactor in opportunities and pest and disease attacks are the most important subfactor in threats. The priority strategy that can be implemented in developing Advanced Business Farmer Groups based on the results of the AHP analysis is developing production by increasing the quality of both production results and production facilities and quantity.The corn commodity is one of the common crops cultivated in Nagari Koto Gadang Guguak, Solok Regency, so the cultivation of this corn plant has been cultivated for generations. Even though this corn plant is not yet optimal, it will continue to be developed over time. This research aims to determine the strategy for developing advanced business farmer groups in Solok Regency. This research identifies internal and external factors, formulates alternative strategies using SWOT analysis, then continues with arranging a hierarchy using AHP analysis. The results of internal and external analysis show that the Advanced Farmer Group has five strengths, two weaknesses, four opportunities and two threats. The land area for development is quite large and soil suitability is the most important subfactor of strength; poor financial records are the most important subfactor of weakness; the development of information technology is the most important subfactor in opportunities and pest and disease attacks are the most important subfactor in threats. The priority strategy that can be implemented in developing Advanced Business Farmer Groups based on the results of the AHP analysis is developing production by increasing the quality of both production results and production facilities and quantity
Studi Penentuan Jenis Spesies Baru Penggerek Buah Kakao (PBK) dari Genus Conopomorpha (Lepidoptera ; Litocolletidae)
Hama Penggerek Buah Kakao (PBK) Conopomorpha cramerella Snellen ditemukan pertama kali tahun 1880 oleh entomolog legendaris Zehntner dan kawan kawan. Studi pertama kali kerusakan buah buah kakao yang disebabkan PBK tersebut dijelaskan oleh Zehntner tahun 1900 (Wessel, 1983). Sejak ditemukan tahun 1880, C cramerella diyakini telah menjadi ras biologi saat itu dan Zehntner 1902 telah mengabarkan kejadian ini. Spesimen yang digunakan dalam studi ini diperoleh dari perkebunan kakao rakyat di wilayah pegunungan Polewali Mandar Sulawesi Barat. Sejumlah 10 sampel buah kakao yang menunjukkan gejala untuk masing masing wilayah sehingga ada 30 sampel buah, kemudian dibawa ke laboratorium untuk pengamatan selanjutnya. Ukuran sampel buah kakao tersebut adalah panjang 10 – 12 cm dan lingkar buah 15 – 20 cm. Sampel buah kakao dibawa ke Laboratorium. Sampel ditempatkan pada wadah yang sudah disiaSpkan berupa stoples ukuran tinggi 18 cm dan garis tengah 19 cm. Selanjutnya buah buah tersebut dimasukkan kedalam masing masing stoples (satu sampel buah untuk satu stoples). Selanjutnya stoples ditutup kain putih tembus udara dan diikat dengan karet pada pinggir permukaan stoples. Pengamatan dilakukan setiap hari sekitar jam 15 sore hingga jam 21 malam terhadap larva yang keluar dari dalam buah. Conopomorpha tumongaensis sp nov (Polman) adalah spesies-spesies baru dari genus (marga) Conopomorpha, setelah diagnosis dan deskripsi spesies-spesies tersebut. Spesies baru tersebut terisolasi reproduksi di pegunungan Polman dan mengalami spesiasi menjadi spesies baru, dengan nama daerah sesuai tempat penemuannya, pegunungan tumonga. Spesies baru tersebut terisolasi, saling berjauhan 90-an km hingga seratusan km. Terisolasi dari dataran rendah, lembah dan hutan
Pengaruh jenis dan Metode Aplikasi Cendawan Endofit Terhadap Perkecambahan Benih Aren
Benih aren memiliki masa dormansi lama sehingga perlu upaya untuk mempercepat perkecambahan benih aren, salah satunya dengan menggunakan cendawan endofit. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui isolate cendawan endofit dan metode aplikasi cendawan endopit pada benih yang dapat mempercepat pekecabahan benih aren. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok pola factorial yang terdiri atas dua faktor. Faktor pertama adalah jenis isolate cendawan endoift yaitu: Isolat cendawan endofit 1 (E1) Isolat cendawawan Endofit 4 (E2) dan Isolat cendawan endofit 6 (E3) dan tanpa aplikasi cendawan endofit. Faktor kedua adalah metode aplikasi cendawan endofit pada benih aren yaitu; metode penyelubungan (M1) dan Perenedaman (M2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat cendawan endofit 1 dengan metode aplikasi perendaman menghasilkan persentase perkecambahan dan panjang hipokotil terbaik dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Aplikasi cendawan endofit pada benih sebaiknya menggunakan metode perendaman